Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Keberuntungan Naya


__ADS_3

Perasaan Naya sudah campur aduk ketika melihat sang ayah mulai membuka jaket yang dia kenakan, lalu membuangnya kesembarang arah.


"A-ayah, ja-jangan lakukan i-itu sama Naya. A-apa Ayah tidak kasian sama Naya? Ma-masa depan Naya masih panjang, Ayah. Naya mohon, ja-jangan!"


"Su-sudah cukup waktu itu Ayah hampir melakukannya pada Naya, tapi Tuhan masih menyelamatkan Naya. !Namun, kali ini Naya tidak yakin Tuhan kembali menyelamatkan Naya dari Ayah. Jadi, Naya mohon. Jangan sentuh Naya, Naya akan turuti apa yang Ayah inginkan. Cuman, bukan melakukan ini!"


Naya terus menyeret bokongnya untuk mundur menjauhi sang ayah, sampai tidak terasa tubuh Naya sudah terpentok dilemari tua yang banyak sekali sarang laba-laba.


"A-ayah ...."


"Kenapa, hem? Apa kamu sudah tidak sabar ingin merasakannya? Jika benar begitu, tunggu dulu. Kamu harus sabar anakku sayang, sebelum melakukannya kita harus pemanasan dulu agar tidak membuatmu kesakitan. Jadi ...."


"Akhhhh ... A-ayah!"


Naya berteriak saat kedua kakinya ditarik hingga kepalanya langsung membentur lantai cukup kuat. Naya yang sudah kehabisan tenaga, bercampur kesakitan di kaki yang sudah lecet parah membuat tubuh Naya semakin lama semakin tidak berdaya.


Akan tetapi, semua itu tidak membuat Naya pasrah sedikit pun. Dia tetap berusaha untuk menghindar walaupun tenaganya semakin terkuras, apa lagi saat sang ayah berhasil menduduki Naya tepat di atas kedua paha Naya.


"Ssstt ... Diamlah, jangan banyak bergerak. Kasihan tenagamu sudah berkurang duluan, padahal ayah belum melakukan apapun loh. Enggak seru dong, kalau nanti hanya ayah yang goyang. Kamu juga harus ikut goyang biar rasanya lebih nikmat hahah ...."


Tawa sang ayah terdengar begitu menyeramkan bagaikan sosok iblis yang bersarang di dalam tubuhnya. Naya berusaha kuat memukul tubuh sang ayah agar segera minggir, tetapi nihil.


Pengaruh minuman serta obat-obatan yang sudah di konsumsi sang ayah beberapa menit lalu, kini sudah mulai bereaksi. Naya semakin ketakutan, dia hanya berteriak megangi kepalanya lalu digerakkan ke kanan ke kiri secara cepat.

__ADS_1


Sang ayah malah kembali tertawa ketika melihat respons Naya yang menggemaskan. Tanpa di sadari, trauma itu kembali berputar membuat Naya menjadi setres. Tanpanmenunggu lama, sang ayah langsung membuka bajunya sendiri. Kemudian meninduhi tubuh Naya untuk mengunci semua pergerakan Naya.


Kedua tangan Naya dicekal oleh salah satu tangan sang ayah, lalu di tarik ke atas kepalanya sendiri akibat pergelangan tangan Naya di cengkram kuat oleh sang ayah. Saat tangan satu lagi sudah mulai berani ingin menggenggam buah yang ada di pegunungan milik Naya, tiba-tiba seseorang mendobrak pintu dan menendang ayah Naya ke arah samping hingga tubuhnya terbentur oleh kayu-kayu yang ada di sana.


"Akhhh ... Si*alan! Siapa kau sebenarnya, hahh? Dari mana kau tahu tempat ini, dan apa motifmu mengganggu urusan orang lain? Apa kau sudah bosan hidup?" pekik ayah Naya dengan segala keberaniannya. Dia mulai berdiri meskipun semua tulangnya berasa remuk akibat tendangan orang tersebut sangatlah keras.


"Bangunlah, aku akan menyelamatkanmu!" titah orang tersebut yang sudah berjongkok dihadapan Naya. Di mana Naya malah spontans memundurkan badannya untuk menjauh dari mereka semua.


"Ja-jangan ga-ganggu aku, pergi kalian semua, pergi!" teriak Naya menutup kedua telinganya. Dia menggelengkan kepalanya sambil menunduk. Seseorang yang melihat ekspresi Naya seperti itu, segera mengamankan ayah Naya sesuai dengan apa yang dia perintahkan pada anak buahnya.


Kejadian ini semakin membuat Naya setres hingga depresi, dia berteriak terua menangis sampai-sampai menjambak dan mencakar dirinya sendiri penuh rasa jijik. Melihat semua ini membuat hati orang tersebut merasa marah, dia berjanji pada dirinya tidak akan pernah memberikan kesempatan untuk ayah tiri dari Naya hidup.


"Pergi, kalian pergi! Aku tidak mau melihat wajah kalian, aku benci ayah, aku benci!"


"Tubuhku yang sudah aku jaga selama kurang lebih 23 tahun hampir ternodai oleh kelakuan bejad pria yang tidak punya harga diri. Semua hidupnya telah aku penuhi, sampai aku tidak punya kehidupan layak seperti anak lainnya!"


"aku jijik sana tubuhku, aku jijik! Argghhh ...."


Teriak di dalam gudang kosong itu begitu menggema, membuat semua anak buah yang berjaga di sekitar merasa merinding. Kesedihan yang Naya alami merupakan kesedihan yang tidak bisa dijelaskan lagi. Dia hampir dilece*hkan oleh ayah tirinya sendiri demi hawa napsu.


Beruntung ada seseorang yang berhasil menyelamatkannya, walaupun Naya masih merasa tubuhnya sudah kotor karena sang ayah berhasil menyentuh kulit bukan area terlarang.


Mungkin mereka sebagai anak buah sudah sering sekali mendengar serta menyaksikan bagaimana sang majikan yang sedang menjelajahi wanita. Hanya saja, berbeda. Sang majikan bermain wanita karena dia mampu membayar atau sebagai bentuk balas dendam terhadap orang yang sudah berani menentangnya.

__ADS_1


Majikannya memang pemain yang handal, tetapi dia tidak mele*cehkan wanita yang tidak bersalah. Bagi orang itu wanita yang baik, tidak akan pernah berani mendekat. Berbeda sama wanita yang dikatakan baik, tetapi selalu menggunakan segala cara untuk merayu orang tersebut.


Sampai akhirnya wanita tersebut meminta pertanggung jawaban, padahal mereka melakukan memang sama-sama menginginkan bukan keterpaksaan. Disitulah jiwa-jiwa iblis yang bersarang di dalam tubuh orang itu mulai keluar dan menjadikannya sebagai pemuas napsu anak buah yang memang sudah ditugaskan.


Ketika Naya sudah mulai terkontrol emosinya, sedikit demi sedikit orang tersebut mencoba untuk berinteraksi lagi supaya Naya bisa segera di tolong ke rumah sakit.


"Bagaimana, apakah kau sudah jauh lebih baik, Nona Naya?" tanya orang tersebut membuat Naya spontans menatap ke arah wajahnya penuh dengan keterkejutan.


"Tu-tuan?" tanya Naya, wajahnya terlihat memerah dan sangat sembab. Untuk berbicara pun masih sedikit bergetar akibat rasa trauma yang membekas di dalam ingatan Naya.


"Ya, saya Thoms. Pria yang bertemu denganmu di Resto tempatmu bekerja. Sekarang gimana kondisimu? Lebih baik kita ke rumah sakit, supaya luka di kakimu segera di obati. Jika tidak, ini akan menjadi infeksi."


"Ti-tidak perlu, Tuan. Sa-saya bisa se-sendiri, te-terima kasih karena Tuan saya kembali selamat. Sekali lagi terima kasih, saya pamit. Permisi!"


Naya berusaha berdiri dengan bantuan merangkak pegangan lemari kayu tersebut, meski sangat sulit Naya tetap berusaha. Tidak masalah kakinya terluka parah, sebab rasa sakit di kaki tidak lebih sakit dari hati juga mental yang sedang tergoncang.


Ketika Naya bangkit, dia ingin melangkahkan salah satu kakinya, tetapi malah tidak seimbang membuat tubuhnya hampir terjatuh kalau bukan Thoms yang segera menahan tubuh Naya. Persis seperti Naya yang sedang menyandar didalam dekapan Thoms.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2