Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Kejutan Dari Ernest


__ADS_3

Suara alunan melodi yang sangat manis terdengar begitu romantis di telinga keduanya. Terutama Moana yang sedikit terkejut, dia sampai menoleh ke seluruh arah untuk memastikan dari mana sumber suara tersebut.


"Sa-sayang, da-dari mana suara musik itu?" tanya Moana, penasaran.


"Sudahlah, kamu tidak perlu tahu. Cukup ikuti saja alunan melodinya," ucap Ernest, diangguki oleh Moana. Kemudian mereka langsung merubah posisi dimana tangan Moana melingkar di leher suaminya dan tangan Ernest berada di pinggang istrinya.


Perlahan kedua kaki mereka saling melangkah ke kanan dan ke kiri, seiring mengikuti melodi yang telah berputar. Suara lagu yang menjadi pilihan Ernest benar-benar sangat cocok untuk menemani mereka berdansa.


Tatapan mata yang tidak berpaling satu sama lain membuat mereka semakin terhanyut dan tersenyum. Sampai tidak terasa suara melodi tersebut terhenti, lalu mereka pun menghentikan aksinya dan Moana berjalan untuk sekedar mengambil minum lantaran tenggorokannya sangat kering.


Entah mengapa, malam ini rasanya Moana cepat sekali merasakan haus, berbeda dari biasanya. Tanpa di sadari semua itu bisa terjadi, akibat rasa gugup dan detak jantungnya yang selalu berdetak cepat.


Ernest tersenyum mendekati istrinya, sambil mengangkat tangannya untuk memberikan kode ke atas dengan menunjukkan jarinya mulai dari angka 1 sampai 3. Dan,


Dooorr ....


Sebuah petasan melambung tinggi di atas langit tepat di depan Moana, hingga dia syok dan langsung sedikit mendongak ke atas. Dimana percikan kembang api berwarna-warni berhasil membuatnya tersenyum bahagia.


Apa lagi, ketika semua itu berbentuk love dan di dalamnya terdapat tulisan i love you yang sangat jelas terbaca olehnya. Ernest segera memeluk Moana dari belakang sambil menaruh dagu di pundak sebelah kanannya dan tangannya memeluk perutnya.



__ADS_1



Petasan warna-warni saling bersahutan satu sama lain, dimana Moana sangat terpesona atas kejutan yang sangat istimewa ini.


"Bagaimana, Sayang? Apakah kamu suka kejutan ini, hem?" tanya Ernest, sedikit berbisik.


"A-aku suka banget, Sayang. Sumpah! Baru pertama kali aku melihat petasan seindah ini, jangan bilang kamu sudah menyiapkan semuanya sejak lama?" tanya balik Moana yang masih melihat ke atas langit.


"Ya, aku memang sudah lama menyiapkan semua ini. Dan di malam ini telah terlaksana tanpa membuatmu kecewa. Jujur saja, awalnya aku takut kalau aku tidak bisa membuatmu terpesona akan kejutan-kejutan yang aku berikan ini. Ternyata, aku salah. Kamu malah terlihat sangat bahagia, meskipun persiapan ini tidak di berdasarkan kemewahan."


Moana perlahan berbalik, lalu menghadap suaminya dan meraup wajahnya untuk menatap lekat matanya. Senyuman indah terukir jelas di bibir Moana, sampai Ernest pun terhanyut akan senyumannya.


"Sayang, dengarkan aku baik-baik ya. Mau sesimple apapun rencanamu untuk mengungkapkan perasaan padaku, aku tidak masalah. Bahkan di saat kita lagi duduk bersama kamu menyatakan cintamu, itu sudah membuatku sangat bahagia. Bagiku, kata cinta yang keluar dari mulutmu itulah yang jauh lebih penting dari pada semua kejutan yang kamu buat ini. Jadi, tidak boleh berkecil hati. Ingat! Kamu itu spesial banget buat aku, untuk itu aku mohon jangan pernah berubah ya. Tetap menjadi Ernest yang sekarang, bukan lagi yang dulu."


Mereka melepaskan pelukan satu sama lain dan Erenst kembali melahap bibir ranum istrinya begitu lembut. Moana hanya bisa memejamkan matanya mengikuti suaminya.


Sampai beberapa menit, mereka baru melepaskan dan Ernest pun membawa Moana untuk pergi meninggalkan Rooftop Resto dalam keadaan saling bergandeng tangan.


Semua mata memandang ke arah Moana, sehingga berhasil mengundang kemarahan di dalam hati Ernest. Dia langsung membuka jasnya dan mengikatkan di pinggang istrinya, agar belahan gaun tidak sampai membuat miliknya terlihat orang lain.


Sementara Moana yang melihat reaksi suaminya hanya bisa tersenyum. Lalu, mereka kembali berjalan keluar dalam posisi tangan Ernest memegang pinggang istrinya. Dimana aksinya itu bisa membuat semua orang tahu, jika Moana hanya milik Ernest seorang.


Tepat di dalam mobil, Ernest langsung melirik tajam ke arah Moana yang membuatnya bingung dan sedikit kaget.

__ADS_1


"A-ada apa? Ke-kenapa kamu menatapku seperti itu? A-apa aku melakukan kesalahan?" tanya Moana, gugup.


"Kenapa kamu menggunakan gaun lucknut itu, hahh? Apa kamu sengaja ingin memamerkan belahan pahamu itu, iya?" tanya balik Ernest, mata menatap ke arah paha Moana yang baru saja dia lepas dari jas suaminya.


"Hahh? Ma-maksudmu? 'Ka-kan ini semua kamu yang beliin, aku hanya memakainya saja. Kenapa jadi marahnya sama diriku? Aneh!" seru Moana, wajahnya berubah kesal.


Ernest langsung syok, lantaran dia baru menyadari atas kebo*dohannya sendiri saat baru ingat, kalau semua itu dia yang sudah membelikan serta merencanakannya.


"Astaga, ada apa denganku? Kenapa aku melupakan hal itu? Hyakk, dasar Ernest bodoh*!" seru Ernest di dalam hatinya.


"Kenapa, diam? Baru sadar kalau kamu bo*doh, hem? Makannya lain kali ingat-ingat dulu jangan asal nyalahin orang. Lagian mana mungkin aku memperlihatkan tubuhku pada orang lain, lebih baik aku lihatkan oleh suamimu sendiri. Ya 'kan, Sayang."


Kedipan sebelah mata Moana, spontan membuat Ernest terkejut. Dia tidak menyangka istrinya bisa menggodanya seperti ini. Sampai jantungnya hampir copot ketika Moana merangkul tangan suaminya.


Tanpa Moana sadari, keterkejutan Ernest malah membuatny tersenyum miring. Sesuatu sudah di rencanakan untuk kejutan terakhir, padahal Moana menganggap bila semua itu sudah berakhir. Akan tetapi, tidak. Semuanya belum berakhir, karena masih ada rencana lain yang Ernest akan lakukan setelah ini.


Kemudian dia menjalankan mobilnya, meninggalkan Resto dalam keadaan mereka tersenyum satu sama lain dan posisi Moana sambil memeluk suaminya. Semua itu pertanda bila Moana sangat bahagia.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2