Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Putus?


__ADS_3

Nay berjalan perlahan mengikuti salah satu bodyguard sebagai petunjuk jalan. Mereka melewati beberapa ruangan, kemudian masuk ke dalam lift. Nay merasa sangat tegang karena ruangan lift yang kecil membuat tubuh gadis itu dihimpit oleh keempat bodyguard, meskipun masih ada sedikit jarak diantara mereka.


Wajah Nay terlihat sedikit pucat, begitu juga respons tubuhnya yang mulai bergetar. Susah payah Nay berusaha mengendalikan rasa takut yang kini sudah bercampur emosi. Bagaimanapun, Nay harus tetap mengingat intruksi atau nasihat dari sang dokter demi mengatasi rasa traumanya agar tidak semakin berlanjut.


Hanya berselang 5 menit, akhirnya Nay keluar dari ruangan kecil itu dengan perasaan lega. Entah mengapa gadis itu merasakan perbedaan yang cukup jauh antara situasi di mana Nay tidak sengaja mencium Thoms, dan situasi ketika dia harus bersama pria lain tanpa Thoms di sisinya.


Di ruang kecil itu trauma Nay kembali terbayang, padahal sebelumnya Nay terlihat biasa saja sampai kejadian di mobil bersama Thoms sama sekali tidak membuatnya trauma. Nay malah merasa cangung juga malu atas perbuatan tidak menyenangkan itu.


Akan tetapi, ketika bersama pria lain Nay malah merasa tidak nyaman. Gadis itu memiliki pikiran untuk kabur dari mereka, dan menyusul Thoms yang tidak tahu rimbanya. Hanya saja, Nay kembali mengurungkan niatan itu karena harus membiasakan diri dalam keadaan situasi seperti ini.


Sampailah mereka di depan pintu Apartemen Thoms, perlahan pintu terbuka membuat Nay mengangguk canggung saat dipersilakan masuk terlebih dahulu. Untuk pertama kalinya, seorang gadis melangkahkan kaki memasuki Apartemen mewah dengan pandangan beredar ke setiap titik menatap isi di dalamnya.


Mata Nay berbinar saat melihat keindahan, serta kemewahan desain Apartemen Thoms. Simple, tidak terlalu ramai, tetapi sangat berkelas. Sekarang Nay paham, alasan semua manusia menginginkan kekayaan di dunia agar bisa menjalani hidup yang jauh dari kata kurang.


Untuk yang pertama kali, Nay tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya berjalan ke arah berlawanan dengan bodyguard yang menunjukkan di mana letak kamar Nay.



Apartemen mewah bagaikan sebuah rumah mampu membuat tekat Nay untuk memiliki kemewahan semakin kuat. Sudah lama Nay tidak merasakan semua ini dari mulai kecil bahkan sampai detik ini.


Meskipun, mendiang ibunya memiliki rumah yang tidak terlalu mewah tetap saja. Nay pernah merasakan bagaimana hidup tanpa harus mengemis belas kasih hanya demi melunasi hutang ayah tiri yang tidak tahu di mana rimbanya.


Ketika mendiang ibunya masih ada, Nay tidak terlalu kesulitan ekonomi. Dia selalu hidup dalam keadaan cukup, walaupun beberapa kali pernah kesulitan karena ayah tirinya tidak bekerja, dan lebih fokus pada kegiatan yang ujung-ujungnya menghabiskan uang.


Nay sangat tahu, tidak ada yang tidak mungkin dimiliki jikalau dia tertekat sungguh-sungguh dan berjuang lebih keras lagi, maka apa yang dilihatnya saat ini suatu saat pasti akan menjadi miliknya. Hanya tinggal menunggu waktu indah itu datang, setidaknya dengan dia bekerja untuk Thoms kemungkinan besar semua yang Thoms miliki kelak juga Nay miliki, asalkan keinginan untuk menggapainya melekat jelas di benak Nay.

__ADS_1


Entah, sampai kapan aku bisa memiliki semua ini? Mungkin dengan aku memiliki kehidupan yang jauh lebih layak, tidak ada lagi penghinaan yang aku miliki. Sekarang fokusku saat ini hanyalah bekerja membalas budi pada Tuan Thoms, kemudian aku bisa mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari gajiku kelak supaya aku bisa memiliki tabungan sendiri. Aamin ....


Suara hati Nay sambil memegang beberapa benda kecil yang ada di atas meja bupet. Nay berjalan ke mana-mana mencoba untuk duduk di sofa panjang sang sangat empuk. Beberap bodyguard hanya bisa menunggu Naya sampai puas bermain di ruang bawah.


Tak berselang lama, Nay berdiri lalu memberanikan diri mendekati salah satu bodyguard tersebut. Kemudian bertanya dengan wajah yang sangat polos, "O-om, Tuan Thoms ma-masih lamakah pulangnya?"


"Kenapa?" tanyanya datar.


"E-enggak, hehe ...." Nay tertawa kecil penuh rasa cangung, dan takut ketika harus menatap wajah pria menyeramkan itu.


"Tuan menyuruh Nona untuk beristirahat, silakkan ikuti saya!" titahnya.


Tanpa berlama-lama lagi, salah satu bodyguard berjalan menaiki anak tangga satu persatu diikuti oleh Nay tepat di belakangnya dengan jarak dua langkah. Kemudian pintu kamar terbuka lebar bersamaan munculnya kamar mewah bagaikan kamar kerajaan.


Kedua mata Nay terkejut bukan main, kakinya mulai melangkah masuk ke dalam menikmati pemandangan yang tidak pernah dilihat. Pintu ditutup rapat, lalu bodyguard tersebut menjaga ketat depan kamar Nay tanpa meninggalkannya.


Saking senangnya Nay tertawa sambil melompat-lompat di atas ranjang, tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Maklum saja, Nay baru pertama kali bisa merasakannya sehingga terlihat sedikit norak.


Tawa bahagia Nay, terdengar sampai ke luar kamar membuat pria menyerankan itu merasa curiga. Dia langsung membuka pintu kamar bersamaan dengan Nay yang sudah menghentikan aksinya, lalu menoleh ke arah pintu akibat terkejut.


"Nona? Kenapa berdiri di situ?" tanyanya dalam keadaan bingung.


"E,ehh ... A-anu, O-om. Eee, i-itu ...." Nay menjeda jawabannya karena tidak bingung mencari alasan yang tepat agar tidak terlihat begitu kampungan.


"Apa?" tanya bodyguard tersebut penuh rasa penasaran.

__ADS_1


"Eee ... I-itu, la-lampu. Ahaa, i-iya, lampu, Om. A-aku sedang mengeceknya, takut putus." Nay merasa ragu atas jawaban konyol yang semakin membuat bodyguard itu merasa bingung sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Putus? Bagaimana bisa, lihatlah baik-baik, Nona! Lampu itu menyala dengan terangnya, mana mungkin bisa putus?"


"Entahlah, aku juga bingung, Om. Lampu itu ta-tadi kedip-kedip kaya mau putus, makannya aku coba cek hehe ...." Nay tertawa kecil demi menutupi jantung yang terus berdebar kencang lantaran takut.


Pria menyeramkan itu mencoba masuk ke dalam kamar Nay untuk melihat kondisi lampu dari bawah, sementara Nay masih berdiri di atas ranjang. Beberapa detik kemudian, bodyguard langsung beralih menatap Nay.


"Tidak ada masalah, lampu itu baik-baik saja, atau mata Nona yang bermasalah?"


"Yeahh, enak aja, mataku masih normal, ya! Om tuh, yang matanya bermasalah. Udah tahu di dalam rumah masih aja pakai kacamata hitam, dikata mau pijit kali!"


Nay tidak terima atas apa yang dituduhkan oleh bodyguard Thoms, padahal jelas-jelas Nay sendiri yang berpikir konyol. Aka tetapi, dia juga tidak ingin disalahkan, aneh? Itulah, Nay.


"Jika saya buka kacamata ini, Nona akan terkejut!" tegasnya, membuat Nay malah menjadi penasaran.


"Mana mungkin, aneh! Ingat, Om. Kalau Om terlalu lama pakai kaca mata, bisa-bisa nanti beleknya nempel melekat kaya lem, isshh ... Menjijikan, uwekk ...."


Ras mual Nay tiba-tiba kembali lantaran membayangkan sesuatu yang cukup menjijikan. Seandainya Nay bukan wanita yang Thoma bawa, kemungkinan besar Nay tidak akan bisa melihat dunia karena secara langsung telah menghina pria itu.


Dengan penuh rasa kesal, dia langsung membuka kasar kacamata hitam yang selalu melekat diwajah demi menunjukkan sesuatu pada Nay. Hanya berselang beberapa detik Nay, terkejut bukan main. Tubuhnya sedikit bergetar melihat apa yang tidak pernah dilihatnya. Sungguh mengerikan!


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2