Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Hilangnya Justin


__ADS_3

"Permisi, Nyonya. Ada apa? Kenapa Nyonya terlihat bingung seperti ini?" tanya security, penasaran.


"Pak, lihat Justin? Tadi saya tinggal di sini, dia lagi makan. Terus saya ke dalam buat ambil minum, tapi pas saya balik kenapa dia tidak ada? Apa dia masuk ke dalam?" tanya Moana, wajahnya begitu panik.


"Loh, kata Nona yang waktu itu datang ke sini katanya sudah dapat izin dari Nyonya buat membawa Den Justin pergi. Katanya nanti Nyonya akan menyusul mereka, makannya saya tidak menahan mereka. Den Justin juga tidak terlihat terpaksa, dia malah senang," jawab security.


Moana langsung syok, ketika mendengar seseorang telah membawa Justin pergi begitu saja tanpa meminta izin padanya.


"A-apa? Seseorang membawa Justin? Siapa, Pak? Siapa!" tanya Moana, dia benar-benar terlihat panik saat tahu anaknya berada di tangan seseorang tanpa sepengetahuannya.


"Itu, Nyonya. Calon istrinya Tuan Felix, dia datang ke sini ingin bertemu sama Nyonya katanya ada urusan penting. Setelah itu beberapa menit dia kembali sambil membawa Den Justin, dari situ saya tidak tahu lagi. Katanya mereka mau pergi ke Mall, dan Nyonya akan menyusulnya setelah selesai mandi."


Perasaan Moana langsung menjadi tidak karuan, dia menangis mengkhawatirkan tentang kondisi Justin. Apa lagi, Moana sangat tahu, apa bila Enza merupakan orang yang tidak baik untuk Justin. Lantas kenapa dia membawa Justin dengan cara seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Tanpa berkata apa pun, Moana langsung berlari memasuki rumah.


Isak tangisnya terdengar begitu pilu, membuat security menjadi ikut panik dan juga merasa bersalah karena telah membiarkan Enza membawa Justin tanpa sepengetahuan Moana.

__ADS_1


Beberapa kali, Moana mencoba untuk menelpon Ernest, tetapi tidak pernah di angkat. Begitu juga Felix. Sampai akhirnya, Moana bergegas untuk menghubungi sekretaris mereka serta resepsionis Perusahaan. Ternyata, Felix dan Ernest sedang melakukan meeting penting yang tidak bisa di ganggu.


Namun, ketika Moana meminta tolong untuk menyampaikan bahwa anaknya hilang. Di situ sekretaris Ernest segera mencoba untuk sedikit mengganggu meeting, meskipun nantinyaakan mendapat amarah, dia tidak peduli. Asalkan Ernest tahu, kalau saat ini kabar anaknya sedang tidak baik-baik aja.


Sekretaris Ernest perlahan mulai mengetuk pintu, dan beberapa detik langsung di buka oleh Felix. Wajahnya sedikit kesal dan datar, karena meeting pentingnya terganggu. Tatapan Ernest tidak luput mencekramnya, sehingga sekretaris itu menjadi ketakutan dan juga sedikit tegang.


"'Kan sudah aku bilang, jangan meng---"


"Apa kau sudah bosen bekerja di sini?"


Ernest memotong pembicaraan Felix, lantaran dia merasa benar-benar tidak enak dengan tamu kehormatannya yang datang jauh-jauh dari luar negeri, hanya untuk membahas bisnis yang akan mereka jalani.


Seketika Ernest dan Felix langsung terkejut bukan main, bahkan semuanya juga ikut berdiri setelah mendengar berita buruk tersebut.


"Maaf, Tuan. Saya harus izin pulang dulu, jika masih ada kesempatan kita akan kembali bertemu. Permisi!"

__ADS_1


Ernest segera pergi begitu saja meninggalkan ruangan meeting, wajahnya terlihat jelas betapa khawatirnya dia ketika mendengar kabar buruk mengenai anaknya yang hilang.


Felix yang tidak enak dengan semuanya segera meminta maaf atas nama baik Perusahaan, syukurnya mereka pun mengerti. Dan tidak ada masalah atau kendala sedikit pun atas kejadian ini, mereka tetap akan menunggu meeting selanjutnya kapan pun itu. Terpenting, Ernest bisa menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu.


Setelah meeting di bubarkan, dan semua kolega sudah pergi meninggalkan Perusahaan. Barulah Felix pergi dan menitipkan semua pekerjaan pada sekretaris itu. Felix tidak bisa tenang, dia bahkan terlihat jauh lebih khawatir saking sayangnya terhadap Justin membuatnya tanpa di sadari meneteskan air matanya.


Sepanjang jalan, Ernest dan Felix merasa tidak fokus. Pikiannya selalu mengarah kepada Justin, hingga timbullah pikiran-pikiran buruk yang terus berkeliaran di isi kepalanya. Sampai Ernest tiba-tiba berpikir untuk menyalahkan Moana, karena telah lalai dalam menjaga anaknya hingga dia lepas dari pengawasan semua orang yang menjaganya.


Padahal Ernest belum tahu bagaimana kejadian sesungguhnya, tetapi pikiran jelek itu langsung menyalahkan istrinya.


Setibanya di halaman rumah, Ernest segera berlari memasuki rumah dalam keadaan emosi yang begitu besar. Moana yang melihat suaminya pulang langsung berlari untuk memeluknya, tetapi naas. Ernest malah mendorong keras Moana sampai dia terjatuh di sofa, yang membuat seseorang dari luar segera menyelamatkan Moana.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2