Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Thomas Jhorgie


__ADS_3

"Hay, Cantik. Gimana, bosen enggak di rumah? Kalau bosen aku mau ngajak kamu ke suatu tempat, mau?" tanya pria itu sambil menggerakan kedua alisnya, seraya ingin menggoda Enza.


"Akkhh ... A-aku mau, Tuan Thoms. Aku mau! Kapan kita akan pergi? Besok? Lusa atau---"


"Sekarang, aku sudah menyiapkan semuanya. Jadi, lekaslah bersiap-siap, sekalian aku juga ingin bersih-bersih badanku sudah sangat lengket," sahut Thoms, berdiri dari kursinya.


"Ta-tapi, Tuan. A-aku tidak punya baju yang bagus, semua baju yang aku pakai modelnya standar. Terus aku harus pakai baju apa buat pergi bersama Tuan?" tanya Enza, cemberut.


"Tenang saja," ucap Thoms, tangannya mengelus kepala Enza sangat lembut. "Aku sudah membelikan sesuatu untukmu, nanti kamu lihat saja sendiri di kamar ya. Aku pergi dulu!"


Thoms pergi dalam keadaan wajah datar tanpa ekspresi sedikit pun, ada beberapa pengawal yang berjaga di belakangnya dengan jarak kurang lebih 1 meter. Meski terbilang wajahnya sangar dan juga menyeramkan, bagi Enza biasa saja. Dia tidak akan takut, selagi tidak melakukan kesalahan.


Thomas Jhorgie adalah seorang pria tampan, gagah dan juga sangat berwibawa dengan usia kurang lebih 35 tahun. Thoms merupakan pria terkaya di Amerika, tidak ada satu orang pun yang tidak mengenal sosok Thoms.


Hampir semua penduduk di Amerika telah mengenal siapa Thoms yang sebenarnya, apa lagi bisnisnya telah menyebar di seluruh dunia sampai tidak ada satu pun negara yang tidak mengetahui bisnisnya.


Selepas melihat tubuh Thoms yang mulai hilang, Enza langsung bersorak bahagia sambil berlompat penuh kesenangan. Dia tidak menyangka bila Thoms yang terlihat cuek di hadapan semua orang, bisa seromantis ini hanya padanya.


Tanpa harus berlama-lama lagi, Enza segera pergi ke kamarnya untuk melihat apa yang sudah Thoms berikan padanya. Sesampainya di kamar, Enza terkejut saat melihat ada beberapa paper bag dengan logo utama di atas kasur.


"Se-seriuskah i-ini semua buatku? Waaw, ini benar-benar sangat cantik dan juga indah. Pasti kalau aku pakai, tubuhku akan terlihat seperti bidadari. Apa lagi aku mantan modeling, jadi mudahlah buatku untuk bisa menarik Tuan Thoms supaya dia bisa jatuh di dalam pelukanku. Kapan lagi aku mendapatkan pria seperti dia, udah baik, tampan, gagah, kaya pula. Huhh, kurang beruntung apa aku bisa mendapatkan pri seperti dia. Ya, 'kan?"


"Maka dari itu, aku harus pintar-pintarnya menarik perhatian Tuan Thoms dan jangan sampai membuatnya kecewa. Dengan begitu, Tuan Thoms aja segera jatuh di dalam pelukanku!"

__ADS_1


"Dahlah, aku harus segera siap-siap. Intinya malam ini aku harus terlihat sangat cantik di depan Tuan Thoms, agar dia pangling sama penampilanku yang semakin cantik."


Enza mengoceh sendiri sambil membongkar semua paper bag yang ada di atas kasur serta mencoba semua barang-barang itu di depan cermin dengan cara menempelkannya di badannya secara bergantian.


Sehabis itu, Enza pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan semuanya. Tidak lupa dia mandi dengan memakai sabun yang super duper wangis. Kurang lebih sejam, Enza pun selesai mandi. Kini, tinggal merias wajah serta merapikan rambutnya saja.


Selesai semuanya, Enza pun keluar dari kamarnya dengan penampilan yang angun, cantik, wangi serta begitu sek*si dengan gaun serta perlengkapan lainnya yang sudah di belikan oleh Thoms.


Ternyata, tidak hanya romantis saja. Thoms juga sangat pintar dalam memilih serta membelikan barang-barang yang cocok di gunakan seorang wanita.


Perlahan langkah kaki Enza pinjakkan untuk menuruni tangga dengan sangat hati-hati. Satu persatu tangga telah terlewati dengan sempurna, sampai akhirnya Enza berada tepat di samping sofa yang Thoms duduki saat ini.


"Tu-tuan, saya sudah siap. Maaf jika saya sedikit terlam---"


"Wa-waw? I-ini seriuskah dirimu, Za?" tanya Thoms, menatap penuh keterkejutan. Bentuk tubuh Enza terlihat bagaikan gitar spanyol yang tidak minus sedikitpun.


"I-iya, Tua. Ke-kenapa? Saya jelek, ya?" tanya Enza, menatap tubuhnya sendiri dengan wajah murungnya.


"Tidak, malahan kebalikannya. Kamu itu sangat luar biasa loh, penampilanmu malam ini sungguh berbeda dari biasanya. Aku suka!" ucap Thoms, tersenyum.


Mendengar pujian itu, membuat Enza langsung melayang ke luar angkasa. Dia tidak menyangka Thoms bisa memujinya seperti ini, rasanya Enza ingin pingsan saja ketika detak jantungnya berdebar sangat cepat.


"Se-serius a-aku cantik, Tuan? Tu-tuan tidak bohong, 'kan? Atau jangan bilang aku cantik karena gaun serta perhiasan yang Tuan berikan ini?"

__ADS_1


"Tidak, kamu benar-benar cantik malam ini. Aku suka lihat kamu seperti ini!"


"Tuan, yakin? Jadi, penampilanku ini tidak mengecewakan?"


Thoms menggelengkan kepalanya perlahan sambil terus mengukirkan senyuman kecil. Lalu, dia berjalan mendekati Enza dan membuka sedikit rongga tangan kirinya agar Enza bisa menggandengnya bagaikan seorang Pangeran dan juga Putri yang sedang berjalan bersama.


Tidak henti-hentinya senyuman Enza melebar ketika perlakuan Thoms benar-benar tidak bisa dia tebak secara pasti. Terkadang Thoms, terlihat dingin, cuek, romantis dan juga manis.


Selama mereka berjalan keluar dari Mansion, Thoms dan Enza terlihat bahagia sambil tertawa kecil. Kemudian mereka masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam pekat dan kinclong. Mobil yang hanya muat di naiki oleh 2 orang itu, membuat Enza takjub akan kecanggihannya.


Mereka masuk ke dalam mobil, di mana Thoms membawa Enza untuk duduk lebih dulu. Barulah dia duduk di kursi pengemudi, lalu menjalankan mobilnya sesekali tersenyum ke arah Enza.


Wajah merah akibat rasa bahagia yang tidak bisa Enza tahan, berhasil membuat Thoms tertawa kecil dan beberapa kali meledeknya. Pada akhirnya wajah Enza berubah seperti tomat yang kematengan.


Entah mobil itu akan membawa mereka ke mana, Enza hanya bisa terdiam menikmati malam yang terlihat indah dan juga sangat mendukung. Harapan Enza saat ini hanya satu, dia ingin di malam ini ada keajaiban untuk kedekatan mereka berdua.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2