Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Menceritakan Semuanya


__ADS_3

Rasanya Thoms tidak rela ketika dia harus mengikhlaskn semua yang sudah terjadi sebelum rasa sakit di dalam hatinya terbalaskan sampai tuntas.


"Sampai kapanpun, aku tidak akan melepaskan orang itu sampai aku belum bisa menuntaskan balas dendamku padanya!"


"Mau aku sudah berkeluarga atau tidak, selagi orang itu belum ketemu. Maka hidupku tidak akan tenang, meskipun aku harus mati di tangannya setidaknya dia juga mati di tanganku!"


"Janjiku pada Papih dan Mamih tidak akan pernah aku ingkari. Kalau semua itu sudah terbalaskan, aku bisa pastikan sama kamu, aku akan berubah menjadi lebih baik lagi lalu meninggalkan semua pekerjaan ini. Dan aku akan memulai semuanya dari awal!"


Tatapan Thoms memang masih sangat di selimuti oleh dendamnya, sehingga tidak mudah bagi Moana untuk memberikan pengertian pada sang kakak.


Moana hanya bisa mendoakan yang terbaik, semoga sang kakak bisa segera di sadarkan dari dendamnya agar hidupnya bisa lebih baik tanpa harus di hantui oleh masa lalunya.


Memang Moana tahu, tidak mudah bagi Thoms melupakan tentang kejadian tragis itu. Bahkan, jika Moana yang ada di posisi Thoms, pasti dia juga akan melakukan hal yang sama untuk membalas rasa sakut hatinya ketika keluarganya di batai habis-habisan di depan mukanya.


Hati anak mana yang tidak akan hancur, di masa kecilny harus kehilangan semua keluarganya tanpa ada bekal sedikit pun untuk kehidupan kedepannya. Hanya bermodalkan nekat dari belas kasihan orang-orang akhirnya Thoms tumbuh menjadi pria sukses, kejam dan tidak terkalahkan.


Mungkin untuk bermain wanita Thoms masih bisa berjanji untuk meperbaikinya. Akan tetapi, tidak dengan janji pada kedua orang tuanya yang harus membalaskan semua rasa sakit hatinya. Karena mereka, Thoms dan Moana tidak bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya sampai detik ini.


"Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi sama kakak, aku hanya bisa mendoakan kakak yang terbaik untuk kedepannya. Semoga Tuhan segera menghilangkan rasa dendam di hati kakak tanpa menyisakannya sedikitpun. Dan, jangan lupakan janji kakak untuk menjauhi se*x bebas!"


"Ya, Dek. Kalau itu kakak sudah berusaha perlahan, tapi untuk dendam. Kakak tidak bisa! Maaf, bukan karena kakak egois. Semua ini karena kamu tidak menyaksikan secara langsung bagaimana kejinya mereka yang sudah menghabisi keluarga kita!"

__ADS_1


"Aku tahu, Kak. Aku hanya khawatir dengan kondisi kakak, apa lagi di usia kakak yang tidak lagi muda kakak masih belum berkeluarga, malah fokus mengurusi dendam kakak dan melupakan kebahagiaan diri kakak sendiri."


"Kebahagiaanku hanya ada 2 di dunia ini, pertama bertemu kembali denganmu dan menghancurkan semua musuh sampai tuntas tanpa sedikitpun menyisakan keturunannya!"


Moana menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu harus bagaimana berbicara sama Thoms. Dia tetap kekeh pada pendiriannya yang sudah di selimuti oleh dendam yang sangat mendalam.


Tanpa kembali membahas semua itu, Moana langsung memberikan minuman yang dia bawa dari dapur untuk sang kakak.


Thoms segera meminumnya untuk mengurangi hawa panas di dalam hatinya. Mungkin, es yang Moana berikan bisa membuat emosinya mulai mereda.


"Ohya, bagaimana ceritanya kalian bisa pulang dalam keadaan seperti itu? Kenapa juga wajah kalian terlihat ketakutan dan sedih? Apa saat kalian keluar terjadi sesuatu yang menakutkan? Atau mafia lain menganggumu?"


"Tidak, Kak. Semua tidak ada kaitannya dengan musuh mafia lainnya. Aku hanya bingung harus cerita dari mana, semua ini berawal dari Justin yang ingin pergi ke toilet. Dia meminta penjaga untuk berada di depan saja, tanpa mengambil resiko penjaga itu langsung mengecek semua keamanan Justin. Setelah aman, barulah penjaganya berdiri tepat di sampung toilet luar sambil berjaga agar bisa menahan seseorang yang ingin ke kamar mandi sebelum Justin keluar."


"Bilang apa? Katakan!"


Thoms memutuskan ucapan adiknya begitu saja, terlihat jelas wajahnya begitu panik penuh kekhawatiran tentang kondisi mereka semua.


"Aku bukan Justin dan kau bukan Daddyku!"


Thoms terdiam seribu bahasa. Dia tidak menyangka, ketakutan yang beberapa saat lalu Justin cerita ternyata langsung terjadi tanpa di minta.

__ADS_1


Moana berusah menjelaskan semuanya sesuai sama versi yang bodyguard Justin jelaskan. Thoms tidak menyangka, kalau semua ini bisa terjadi begitu saja tanpa sepengetahuannya.


Baru kali ini Thoms merasa gugup lantaran kecolongan. Bisa-bisanya Ernest ada di dekat mereka, tanpa satu bodyguard pun yang memberikan informasi tentang kedatangan Ernest.


Sebenarnya, bukan hanya Justin yang takut kehilangan Moana serta Barra. Thoms sendiri sangat-sangat takut, dia sudah sangat trauma sama yang namanya kehilangan. Jadi, dia harus menyusun rencana untuk menjauhi Moana dari Ernest.


"Aku paham, berarti ketakutan yang ada di dalam diri Justin merupakan ketakutan akan kehilangan kamu dan Barra. Bukan, akibat rasa traumanya yang Ernest berikan. Sebab, beberapa hari lalu Justin cerita. Kalau dia mimpi buruk, di mana kembalinya Ernest bukan untuk mereka semua. Melainkan hanya untuk mengambil atau merebut kamu dan Barra, sebab hanya kalian berdua yang penting di dalam hidup Ernest bukan Justin. Anak angkatnya!"


Moana yang tidak tahu menahu tentang mimpi buruk yang selalu menghantui Justin, membuat dia terkejut saat mendengar cerita dari sang kakak.


Ternyata trauma yang di berikan Ernest padanya, bisa separah itu mengenai mentalnya. Sampai-sampai Justin merasa ketakutan akan kehilangan keluarganya.


Jelas-jelas mereka belum tahu betul, kembalinya Ernest hadir di hadapan mereka apa hanya sekedar ingin merebut Moana dan Barra, atau Ernest ingin memperbaiki semua dosa-dosanya karena sudah sangat menyakiti mereka.


Namun, pikiran Justin sudah sangat jelek akibat mimpi buruknya. Sementara Moana, dia sedikit terlihat senang meskipun ada rasa sedihnya juga saat bertemu oleh suami yang sudah lama di tinggali tanpa menemuinya.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2