Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Permaisuri Hati


__ADS_3

Mereka yang baru saja sampai di lantai atas melihat temannya sedang mengamankan satu wanita, entah dari mana asalnya membuat semua bertanya-tanya dalam keadaan bingung sambil mengunci semua jalan agar wanita itu tidak akan punya celah untuk melarikan diri.


"Arghhh, sa-sakit, Om. Lepaskan tanganku, sumpah ini menyakitkan sek---"


"Diam!" pria itu langsung membentak Nay begitu keras sampai jantungnya berdetak kencang.


Keadaan seperti ini tanpa sengaja membuat pikiran kembali teringat ketika ayah tirinya mampir saja melecehkan tubuh Nay. Gadis malang itu menangis histeris seakan-akan tubuhnya akan digilir oleh beberapa pria yang ada di sana. Apa lagi Nay baru saja merubah penampilan menjadi jauh lebih cantik dari yang sudah-sudah.


"Ada apa ini? Siapa wanita itu, dan apa tujuannya ke sini? Bukannya ini kamar Nona Nay? Lalu, di mana dia, kenapa tidak ada di dalam kamarnya?"


Beberap pertanyaan itu terus dilontarkan oleh salah satu bodyguard untuk mewakilkan yang lain sambil menatap temannya yang saat ini sedang berusah mengunci tubuh Nay agar tidak lepas.


"Akhhh, lepaskan aku, lepas! Aku tidak ingin melakukannya sama pria breng*sek seperti kalian semua. Pergi kalian dari sini, pergi! Lepaskan aku ... Aku mohon lepaskan!


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan kalian semua, kalau kalian berani sedikit saja menyentuh tubuhku! Aku bersumpah, aku akan menjadi malaikat pencabut nyawa kalian satu persatu seperti aku yang akan menjadi malaikat kema*tian ayah tiriku sendiri!"


Suara teriak Nay bergema di dalam Aparteman tersebut hingga berhasil membuat Thoms yang masih tertidur pulas, langsung bangun dalam keadaan loncat dengan keadaan duduk. Isak tangis yang sangat Thoms kenal mulai membangkitkan jiwa iblis yang bersarang di dalam hatinya.


Thoms tidak pernah lupa dengan suara teriakan, serta tangisan Nay yang sangat melekat ditelinganya untuk segera bangkit dan menolong Nay dari bahaya di dekatnya.


"Diamlah, kau bukan Nona Nay. Kau pasti penyusup yang dikirim seseorang untuk memata-matain Tuan Thoms. Jadi, sebelum kau melenyapkan kami. Maka, kami duluanlah yang akan melenyapkanmu!"


Perkataan bodyguard itu langsung membuat bulu kuduk Nay merinding. Kesadarannya mulai terlihat, beberapa kali Nay berusaha sekuat tanaga untuk mengendalikan rasa trauma itu walaupun, rasanya begitu berat.

__ADS_1


Dari cara mereka berbicara, Nay paham kalau niat mereka tidak ingin mele*cehkan. Akan tetapi, mereka hanya salah paham akibat melihat penampilan Nay yang jauh berbanding terbalik sama apa yang mereka lihat semalam.


"A-aku mohon, Om. Lepaskan, tanganku hiks ... I-ini rasanya sakit banget. Ka-kalian hanya salah paham, aku ini, Nay. Wanita yang kalian jaga dari semalam, bukan penyu ... Arrghhh ...."


Kali ini Nay benar-benar sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, semakin banyak berbicara maka Nay akan semakin tersiksa. Tangan pria mengunci keras kedua tangan Nay hingga terasa sangat menyakitkan, sampai tanpa disadari pergelangan tangan Nay sudah memerah.


Nay memang salut kepada kesetiaan juga kesiagaan mereka semua dalam menjaga atasannya, hanya saja Nay bingung. Mereka terlihat tidak punya belas kasihan sedikit saja kepada wanita lemah sepertinya, seolah-olah mereka telah dididik untuk memiliki hati sekeras batu agar tidak mudah memberikan rasa kasihan terhadap seseorang.


Tidak peduli pria ataupun wanita, bagi mereka semua yang memiliki rencana jahat kepada Thoms akan mendapatkan hukuman ma*ti. Ya, meskipun baru niatan atau rencana tetap saja akan menikmati siksaan didetik-detik terakhir hidupnya.


"Cepat carikan tali!" titah bodyguard yang masih setia mengunci kedua tangan Nay, tanpa peduli rasa sakit yang dirasakan.


Salah satu dari mereka baru saja ingin mengambil atau mencarikan tali untuk mengamankan Nay, tiba-tiba saja ditahan orang seseorang yang baru keluar dari kamarnya.


"Ada apa pagi-pagi sudah ribut, hahh? Apa kalian buta? Ini Apartemen, bukan hutan! Bagaimana jika ada yang curiga lalu menggerebek kamar ini? Apa kalian mau masuk penjara dengan tuduhan tindakan as*usi*la kepada manusi, atau dikira sedang melakukan open BO, hah?"


Amarah yang terpasang di wajah Thoms sungguh menakutkan untuk Nay. Semua tidak berani menjawab perkataan atasannya sendiri, termasuk Nay yang mencari aman.


"Apa kalian budek, hahh? Kalian tidak dengan saya bilang apa?" tanya Thoms tegas.


"Ma-maaf, Tuan. Di-dia adalah pe---"


"Tidak, Tuan. Mereka salah, aku ini, Nay. Kanaya Farizka, wanita yang Tuan tolong waktu beberapa hari karena hampir dilece*hkan oleh ayah tirinya. Aku bukan penyusup yang mereka katakan, mereka hanya salah paham denganku. Please, Tuan. Percayalah, aku ini, Nay!"

__ADS_1


Semua penjelasan Nay berikan pada Thoms panjang kali lebar agar tidak membuatnya salah paham seperti mereka. Nay tidak takut memotong pembicaraan mereka semua, selagi dalam kebenaran. Nay takut, ketika dia tetap berdiam diri malah akan membuat semua orang semakin bertambah salah paham atas penampilan yang sungguh menggemparkan seisi Apartemen.


Nay tidak menyangka, ternyata perubahannya sangat dahsyat sehingga membuat mereka sama sekali tidak mengenali siapa dirinya. Sama halnya Thoms, matanya terus menatap ke arah Nay dengan sangat telisi untuk mencerna apakah gadisnyang ada dihadapannya ini beneran Nay atau bukan.


Akan tetapi, Thoms bisa mengenali semua itu dari sorot mata yang Nay berikan serta suaranya memiliki ciri khas tersendiri.


Apakah dia benar-benar penyusup atau Nay, gadis yang beberapa hari aku tolong? Jika memang ini adalah Nay, kenapa bisa dia berubah 180 derajat? Di mana Nay yang aku lihat sebelumnya? Sungguh, penampilannya membuat jantungku tidak lagi sehat. Dia benar-benar terlihat sangat cantik setelah menggunakan dress yang aku pilihkan sendiri.


Aku tidak menyangka, kalau semua barang yang aku beli bisa merubah gadis sederhana itu menjadi bidadari penuh cahaya. Seakan-akan aku seperti menemukan sebuah berlian di dalam kubangan lumpur yang sangat kotor.


Kanaya Farizka, gadis kecil yang beberapa hari ini membuatku hampir gila. Kini, kembali berulah untuk mengambil kesehatan jantungku. Sumpah, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengagumi akan keindahkan ciptaan Tuhan. Andaikan takdir merestui, aku ingin menjadikan dia wanita satu-satunya yang akan menempatkan tahta tertinggi di dalam hatiku.


Sayangnya, aku tidak akan bisa memilikinya karena dia bukanlah levelku. Dia hanya gadis polos yang tidak akan bisa memberikanku kenikmatan surga dunia dengan puas. Aku hanya butuh wanita yang bisa menyeimbangi semua hasratku tanpa harus menyiksanya, dan aku bisa pastikan orang itu bukanlah dia!


Hati Thoms terus bersuara setelah melihat kecantikan wanita secara alami yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Mungkin, Thoms bisa tertarik akan kebaikan hati dan menerima semua sikap aneh yang Nay miliki.


Namun, hanya satu. Thoms tidak percaya kalau Nay bisa menjadi permaisuri di dalam hidupnya yang akan setia menemani serta memberikan haknya tanpa rasa lelah ataupun penolakan.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2