Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Menggemaskan


__ADS_3

Perlahan Moana menaruh nampan itu di atas lemari bupet cukup besar yang ada di dekat pintu kamarnya. Kemudian dia mulai membuka pintu kamarnya, lalu mengambil kembali dan masuk ke dalam kamarnya.


Setelah sudah meletakan di atas meja kecil di samping ranjang, Moana menutup pintu dan perlahan mendekati suaminya sambil membangunkannya.


"Ernest, bangun yuk! Ini makan dulu, terus minum obat biar badannya enakan." ucap Moana, menepuk pelan pipi suaminya.


"Erghh ... Berisik banget sih, aku mau tidur kepalaku pusing bukan malah makan!" sahut Ernest, kesal. Kemudian menutupi wajah hingga telinganya menggunakan bantal.


"Ya sudah, jika tidak mau makan. Sop buatan Bunda aku saja yang habisin, tapi jangan nanyain ya. Soalnya Bunda cuman buat sedikit, terus aku juga sudah makan. Rasanya itu, hem ... Lezat sekali!"


Moana sedikit mengeraskan suaranya, lalu mencoba untuk memanas-manasi suaminya. Karena bagaimana pun dia mencoba untuk menutup telinganya, tetapi Moana percaya. Hanya dengan mendengar kata sop buatan Bunda, itu sudah membuat pikiran Ernest langsung terngiang-ngiang.


Dan, benar bukan dugaan Moana. Ernest segera bangun, lalu duduk bagaikan orang yang sangat terkejut.


"Ja-jangan makan sopku, a-aku mohon. Aku mau makan sop buatan Bunda. Please, berikan itu padaku!"


Suara rengekan anak kecil mulai terdengar di telinga Moana, saat dia sedang memegang mangkuk sop sambil meminum kuahnya.


Mata Moana melirik ke arah Ernest, dimana wajahnya terlihat begitu sedih. Bahkan bola matanya sudah mulai berair, yang artinya akan ada bulir-bulir air yang jatuh akibat makanan kesukaannya di rebut oleh istrinya sendiri.

__ADS_1


"Aakhh, kenapa wajahnya begitu menggemaskan ketika dia manja seperti ini? Rasanya ingin sekali aku cubit ginjalnya, hihi ...." ucap Moana di dalam hatinya.


Entah mengapa Ernest malah menundukkan kepalanya, lalu memainkan jarinya sambil terdengar suara isakan yang sangat kecil.


"Hahh, di-dia na-nangis ha-hanya karena sop ini? Se-seriuskah? I-ini benar 'kan, Ernest suamiku?" ucap Moana kembali di dalam hatinya.


"Hiks, Bu-bunda. Ernest mau makan, kenapa Bunda kasih so---"


"Sstt, udah ya jangan nangis. Aku cuman bercanda kok, ini sop aku sama Bunda yang ngajarin. Tapi, lebih tepatnya Bunda yang masak. Jadi rasanya enak kok, aku suapin mau?"


Moana yang tidak tega melihat suaminya, langsung menyudahi semua aksi jahilnya dan tersenyum menatapnya.


Ernest mengangkat kepalanya dalam keadaan mata berkaca-kaca. Lalu, perlahan menganggukan kepalanya.


Satu suapan lolos, masuk ke dalam mulut Ernest. Wajahnya langsung terlihat begitu bahagia setelah mendapatkan apa yang dia inginkan.


10 menit sudah, akhirnya semua ludes di makan oleh Ernest sampai hanya tertinggal tulangnya saja. Setelah itu Moana tersenyum menatap suaminya, sambil memberikan obat untuknya.


Setelah itu, Moana menyuruh Ernest kembali tertidur saat perutnya sudah kenyang. Akan tetapi, Ernest malah menatap Moana dengan tatapan layaknya anak kecil.

__ADS_1


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Moana, sambil membereskan piring bekas makan suaminya.


"Mau tidur," cicit Ernest, matanya berkaca-kaca.


"Ya, tidurlah. Aku mau naruh piring dulu di dapur, nanti aku kembali lagi." jawab Moana, baru saja ingin berdiri tangan Ernest langsung memegang tangan Moana dan menahannya.


"Ja-jangan tinggalin aku, te-temenin aku bobo." sahut Ernest, dengan suara kecilnya.


"Aku naruh ini dulu, se----"


Ernest menggelengkan kepalanya, matanya penuh memberikan kode terhadapnya. Layaknya seorang anak kecil yang merindukan Ibunya.


Moana yang tidak tega, kembali menaruh nampan di meja kecil. Dan mulai menuntun Ernest kembali tertidur, lalu menyelimutinya.


Namun, saat Moana ingin menyelimuti tubuh suaminya. Tiba-tiba terdengar suara yang cukup membuat Moana terkejut.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2