
Beberapa detik kedua mata Thoms terus memperhatikan wajah Nay yang sudah mulai pucat, lalu perlahan tangannya mulai gemetar untuk menyentuh tangan Nay. Ketika Thoms sudah menggenggam tangan gadis itu air mata langsung terjatuh tanpa disadarinya.
"Kenapa kau pergi gak bilang saya, hahh? Kau kira hutangmu itu tidak mahal apa! Saya sudah bela-belain melunasi hutangmu hampir 100 juta termasuk membayar sisa kontrakmu di rumah makan itu. Lalu, sekarang mana timbal balikmu, hahh? Mana!"
"Apa kau lupa, kau sudah berjanji untuk bekerja padaku selama 1 tahun tanpa gaji demi melunasinya. Lantas, di mana janjimu itu, hahh? Mana!"
"Oh, tidak! Saya tidak akan pernah mengizinkanmu untuk pergi semudah ini, pokoknya saya minta kau harus bangun untuk melunasi semua hutangmu berkali-kali lipat dari apa yang sudah saya berikan!"
"Jika kau tidak bisa melunasi semua hutangmu, maka saya tidak akan pernah mau mengurus jenazahmu yang jelek ini. Dasar wanita matre!"
"Saya bilang bangun ya, bangun!"
"Ingatlah! Kau masih punya hutang yang belum dibayar, kalau kamu tidak bangun juga, saya akan membunuh ayah tirimu atau membongkar paksa makam ibumu dan tulang belulang akan saya jadikan hiasan di rumah!"
Semua orang yang ada di sana langsung terkejut begitu saja, melihat bagaimana sa*disnya Thoms dalam membangunkan mayat yang sudah tidak berdaya seperti Nay.
Ancaman yang Thoms berikan pada Nay bukanlah ancaman biasa, melainkan sebuah pesan tersirat yang akan membawa Nay kembali.
Entah mengapa, Thoms merasa Nay belum sepenuhnya meninggal dunia. Dia hanya tertidur karena kelelahan atas semua masalah yang terjadi di dalam hidup. Akan tetapi, sang dokter sangat mudah untuk memutuskan jika Nay sudah tiada untuk selamanya.
Dibalik suara menggelegar bagaikan petir yang menghiasi badai, seketika membuat mereka syok berat akibat Thoms langsung menangis sambil memeluk gadis tak bernyawa itu. Thoms tidak perduli lagi dengan image yang sudah hancur beberapa detik lalu.
__ADS_1
Padahal, dari tadi Thoms berusaha keras menahan air mata dan rasa sesak di dalam hati tetap sama tidak bisa. Anak buah Thoms sampai terheran-heran melihat respons dari atasannya yang begitu mengejutkan. Mereka bahkan hampir terkena serangan jantung karena tidak percaya sama apa yang dilihatnya saat ini.
Thoms sendiri tidak mengerti ada apa sama hati, pikiran, juga tubuhnya. Sehingga Thoms kembali teringat akan kejadian di masa kecil yang mana dia telah kehilangan dua orang terpenting di dalam hidupnya selain Moana, yaitu kedua orang tua Thoms.
"Cukup, Nay, cukup! Sudahi drama ini, saya benar-benar tidak bisa lagi merasakan kehilangan orang-orang penting di dalam hidup saya. Tidak tahu apakah ini cinta atau bukan, terpenting saya hanya ingin kamu bangkit lagi! Saya benar-benar tidak mau kehilanganmu dan tidak rela kamu pergi, paham!"
"Saya mohon, Nay. Kembalilah ... Kembali bersamamu! Saya janji, saya akan mengganti setiap tetes air mata yang pernah kamu jatuhkan menjadi sebuah kebahagia di masa depanmu!"
"Maka dari itu, saya mohon dengan sangat sama kamu. Pleace, Sayang. Bangun, ya, bangun! Sudah cukup lama kamu main-main di sana, sekarang waktunya kamu kembali temani saya. Please! Hiks ...."
"Saya sayang sama kamu, Nay. Saya cinta sama kamu, saya cinta! Ayo, bangung, bangun hiks ... Jangan buat saya kembali merasakan kehilangan orang-orang yang saya sayangi!"
Suara detak jantung kembali berbunyi, membuat semua menatap tidak percaya. Gelombang yang ada di monitor awalnya sudah berhenti menjadi garis lurus yang sangat panjang. Akan tetapi, sekarang kembali berjalan bahkan perlahan mulai naik mendekati detak jantung orang normal.
Sungguh, kejadian di luar logika. Sang dokter juga tidak habis pikir karena sudah hampir 10 menit Nay dinyatakan meninggal dunia dengan semua alat-alat medis yang tidak berfungi sama sekali.
Namun, kejadian ini memang sangat mengharukan. Hanya dengan mengutarakan isi hati, Thoms berhasil membangkitkan Nay kembali dengan keadaan masih di dalam pelukan.
Akan tetapi, semua yang terucap dari bibir Thoms keluar secara spontans karena sebenarnya, Thoms tidak ada niatan mengatakannya. Apa daya, hatinya sendir yang menggerakan bibir Thoms untuk mengucapkan kalimat indah itu.
Semua orang di sana tidak tahu harus menyikapi kejadian ini bagaimana lagi. Satu sisi mereka tidak berani menanyakan pada Thoms dan sisi lainnya juga penasaran. Apakah rasa cinta yang Thoms ucapkan itu hanya selewatan atau memang benar-benar dari lubuk hati terdalam.
__ADS_1
Anak buah Thoms saja hampir semuanya terkena serangan jantung secara mendadak, melihat seorang King Mafia yang ditakuti dan susah ditaklukkan bisa menjadi orang yang sangat polos hanya karena cinta.
"Tu-tuan?" panggil Nay dengan suara yang sangat pelan. Dengan refleks Thoms langsung melepaskan pelukannya dalam keadaan sedikit melompat.
Thoms berdiri sedikit menjauh dari Nay, lantaran syok melihat Nay kembali membuka mata dengan memanggilnya menggunakan suara yang terdengar menyeramkan.
"Ka-kamu benaran ma-masih hidup?" tanya Thoms, polos. Seakan-akan dia telah melupakan apa yang dilakukannya beberapa saat lalu ketika Nay dinyatakan meninggal dunia.
"Tu-tuan ngomong apa, sih. Na-nay gak ngerti, orang Nay lagi main sama Ayah sama Ibu, ehh ... Tu-tuan sama orang tua Tuan datang menjemput, katanya mau jalan-jalan. Terus, kenapa malah di rumah sakit?" tanya Nay, membingungkan semua orang.
Tanpa menjawab apa pun, sang dokter meminta Thoms untuk keluar sebentar saja, agar mereka bisa mengecek semua kesehatan Nay. Sebab, semua ini terjadi begitu cepat. Di mana gadis itu tidak memiliki riwayat penyakit yang bisa membahayakan bagi diri sendiri.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1