Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Janji Moana


__ADS_3

"Bu-bunda? A-apa maksud Bunda ngomong gitu?" tanya Moana, air matanya mengalir deras.


"Terus, Bunda harus bagaimana? Buat apa juga anak itu memiliki orang tua, jika dia harus merasakan kasih sayang yang tidak tulus dari kedua orang tuanya. Lebih baik dia hidup bersama Oma dan Opanya yang memiliki cinta untuknya, tanpa harus melakukan drama seperti kedua orang tuanya. Terlihat bahagia hanya di depan, berbeda bila berada di belakang."


Walau perkataan Elice terdengar sangat kejam bagi menantu dan anaknya, sebenarnya dia hanya ingin membuat mereka sadar. Tidak semuanya bisa di mulai dengan cinta, tetapi semuanya bisa diakhiri oleh cinta.


Moana yang sangat takut sekali kehilangan anaknya, langsung bersimpuh di hadapan Elice. Dia memeluk kaki Elice cukup erat sambil mengutarakan apa yang dia rasakan.


"Maafikan Moana, Bun, Ayah. Moana janji, Moana akan memperbaiki hubungan Moana dengan Tuan Ernest. Moana mohon, Bunda sama Ayah jangan ambil anak Moana. Hanya dia satu-satunya keluarga sekaligus harta yang Moana miliki saat ini."


"Jika Moana harus di hadapkan oleh pilihan antara suami dan juga anak, mungkin Moana akan memilih anak. Berbeda sama dari yang lain, karena Moana tahu pernikahan ini bukan di mulai oleh cinta. Jadi, saat ini yang bisa mencintai Moana hanyalah anak Moana sendiri bukan suami Moana."


"Namun, kebalikannya. Bila Moana menikah dengan datar cinta, Moana akan memilih suami. Semua itu karena Moana tidak ingin kehilangan pasangan yang kelak akan menemani Moana sampai Moana tiada."


"Moana janji, Bun. Moana janji, Ayah. Moana akan berusaha untuk memperbaiki rumah tangga Moana, walaupun Moana sendiri tidak tahu. Apakah Tuan Ernest menginginkannya atau tidak, tetapi Moana tetap akan melakukannya."


"Please, Bun, Ayah. Kasih Moana kesempatan sekali saja untuk memperbaiki semuanya, Moana tidak akan menyia-nyiakannya. Moana akan berusaha membuka hati untuk Tuan Ernest, semua Moana lakukan demi anak yang ada di dalam kandungan ini. Moana tidak ingin kembali merasakan kehilangan orang-orang yang Moana sayang, Moana tidak bisa, Bunda. Moana tidak bisa!"

__ADS_1


Elice meneteskan air matanya saat melihat menantunya bersungguh-sungguh untuk memperbaiki semuanya. Dia rela menurunkan egoisnya yang begitu besar hanya demi anaknya.


Tidak semua orang bisa melakukan apa yang Moana lakukan saat ini, dia sampai harus memohon di hadapan mertuanya layaknya seorang anak yang meminta ampunan kepada kedua orang tuanya.


Sementara Ernest, dia masih duduk santai menyaksikan semua drama yang ada di hadapannya ini. Dia bingung, apakah dia harus menyetujui apa yang Moana katakan ataukah dia harus mengakhiri semua ini.


Elice yang tidak kuat mendengar tangis menantunya, perlahan membawanya untuk duduk di sampingnya. Kemudian memeluknya sambil mengusap punggungnya.


Di sini Elice bisa merasakan. Bagaimana pengorbanan seorang Ibu pada anaknya, berbeda dengan seorang Ayah yang malah terlihat biasa saja tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Sakha yang dari tadi memantau pergerakan Ernest, benar-benar telah di buat kecewa. Dia tidak menyangka, Ernest bisa memiliki sifat keegoisan yang luar biasa.


Alice hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap putra kesayangannya. Meski sifatnya hampir seperti Sakha, tetapi keras kepala Sakha masih bisa di kondisinya. Dari pada anaknya yang memang telah di butakan oleh rasa kesal yang ada di dalam dirinya pada Moana.


Ernest selalu menyalahkan Moana atas kejadian yang menimpa mereka, karena bagi Ernest bila kejadian itu tidak terjadi. Mungkin dia tidak akan menikah dalam waktu dekat ini, apa lagi Ernest masih ingin fokus pada dunia bisnisnya ketimbang harus menikah.


Kalau pun dia harus menikah, itu dengan pilihannya sendiri bersama orang yang dia cintai. Bukan, menikah karena tanggung jawab yang dia sendiri pun tidak tahu apakah dia melakukannya atau tidak.

__ADS_1


Berhubung mereka tidak sadar, lalu kejadian itu berlangsung sangat cepat. Suka tidak suka Ernest harus bertanggung jawab, demi reportase dan juga anak yang Moana kandung saat ini.


"Istrimu sudah mengutarakan apa yang dia inginkan, lantas bagaimana denganmu?" tanya Sakha, menatap datar anaknya.


"Aku?" tunjuk Ernest pada dirinya sendiri.


"Ya sudah, ikuti saja apa yang dia inginkan. Aku juga tidak bisa memaksakan soal cinta, karena aku sendiri tidak tahu. Apakah suatu saat bisa mencintainya atau tidak, yang jelas aku sudah bertanggung jawab atas apa yang sudah aku perbuat." sambung Ernest.


Jawaban yang Erenst berikan berhasil memicu emosi yang ada di dalam diri Sakha. Rasanya dia ingin sekali menggantung anaknya, tetapi kembali lagi.


Sakha memang tahu kalau cinta tidak bisa di paksakan, tetapi cinta bisa di ciptakan jika keduanya memiliki niat untuk bersama.


Sampai akhirnya Sakha kembali mengatakan sesuatu yang berhasil mencubit hati Ernest. Dimana peperangan antara hati dan pikiran Ernest mulai terjadi. Satu sisi ada hati yang memberontak menginginkan sesuatu, di sisi lainnya ada pikiran yang mencoba menolak hingga menyangkal semua keinginan tersebut.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2