Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Kemarahan Naya


__ADS_3

"Loh, kok, sendiri? Di mana istri peng*ecut itu? Bukannya dari tadi dia ada di sini, terus kenapa aku datang dia gak ada?" tanya Thoms merasa bingung lantaran hanya melihat Naya dan kedua bodyguard yang berjaga-jaga.


Sebelumnya, beberapa kali Thoms membuka notif pesan video tentang Naya dan Elice. Namun, saat dia datang wanita itu tidak ada di tempat seperti yang ada diisi video yang telah dikirim bodyguard untuknya.


"Sekali lagi Tuan bilang kalo Bunda Elice dan Tuan Sakha seperti itu, saya tidak akan segan-segan untuk menjahit bibirmu supaya tidak lagi mengatai seseorang seenak jidatmu!"


Wajah datar Naya sedikit pun tidak membuat Thoms merasa curiga, panggilan yang biasa Naya gunakan tidak lama ini kembali tergantijan dengan sebutan Tuan. Di sinilah telinga Thoms langsung merespon, wajahnya pun berubah drastis. Hanya saja, Thoms masih tidak menyadari akan kesalahannya pada Naya.


"Apa tadi kamu bilang, Tuan?" tanya Thoms menatap Naya dengan wajah datar tepat di samping bangkar.


"Ya, kenapa? Gak suka!" seru Naya, hatinya benar-benar kesal melihat wajah pria tak berdosa yang ada di depan wajahnya.


"Kamu itu kenapa sih, aku baru dateng tiba-tiba udah marah kaya gini. Emang aku salah apa? Bukannya tadi aku pergi pamitan, terus juga selama aku pergi kamu baik-baik aja ketawa terus bahkan dirawat dengan baik sama wanita itu. Sekarang kenapa aku dateng kamu berubah? Jangan bilang wanita itu sudah mencuci otakmu untuk membenciku, iya?"


Tatapan tajam dari Thoms langsung dibalas oleh Naya. Mereka berdua seperti sedang mengobarkan api satu sama lain untuk mengadu kekuatan siapa yang akan menjadi pemenangnya.


Kedua bodyguard saling merilik satu sama lain dengan tatapan aneh, tetapi juga takut. Baru kali ini mereka melihat Thoms bertatap muka sama perempuan, sementara dulu tidak pernah. Hanya Naya satu-satunya wanita yang mampu meluluhkan ketua mafia untuk menyebarkan benih-benih cinta di hatinya.


Tidak terima atas apa yang Thoms katakan padanya, Naya melambungkan tangan dan menampar sang kekasih tidak terlalu kencang. Kedua mata bodyguard refleks terkejut, mereka tidak menyangka Naya melakukan hal itu terhadap mafia kejam yang sudah banyak melumpuhkan musuhnya.


Selain almarhum Kakek Dewa, ternyata Naya orang kedua yang telah berani melakukan hal tersebut. Saking terkejutnya Thoms atas apa yang Nayaa lakukan barusan. Dia langsung membentak keras sang gadis pujaan hati akibat lepas kendali.


"Sudah berani tanganmu ini menamparku, hahh!" Thoms mengangkat tangan kanan Naya setinggi wajahnya membuat jahitan yang masih begitu basah terasa menyakitkan.

__ADS_1


Akan tetapi, Naya berusaha untuk menahan semua rasa tanpa menunjukkan ekspresi orang kesakitan. Hanya saja, kedua bola mata Naya memerah akibat menahan rasa sakit juga amarah terhadap Thoms.


Maklumlah, seorang pria itu yang dipegang buktinya bukan omongan. Apalagi dia sudah berjanji akan pulang cepat dan keluar hanya sebentar, tetapi mana? Thoms pergi dari siang sampai jam 7 malam ini tanpa sedikit saja memberikan kabar mengenai keberadaannya.


Naya marah bukan berarti egois, alangkah baiknya apabila Thoms memberikan kabar melalui salah satu bodyguard sudah pasti reaksi Naya tidak akan seperti ini. Gadis itu hanya merasa khawatir. Dia takut kalau sampai sang kekasih kenapa-kenapa lantaran pekerjaan yang dijalani sangatlah berbahaya.


Sayangnya, Thoms tidak melihat kekhawatiran yang sangat besar diwajah sang kekasih. Dia cuma tidak terima karena selama ini hanya sang kakeklah yang berani melakukan hal tersebut. Namun, Naya? Gadis itu hanya orang baru dikenal untuk melengkapi hidup sang pria atas izin Tuhannya.


"Lancang sekali tanganmu ini mengotori pipi saya, apa kau lupa siapa saya, hahh? Saya ini----"


"Mafia kejam, mafia tidak punya hati, mafia pembu*nuh, mafia penyiksa, mafia tidak ada kata ampun, dan mafia tidak tahu caranya menghargai pasangan sendiri!"


Degh!


Tangan Naya terjatuh dari genggaman Thoms hingga membuat dadanya ikut tertarik. Dengan spontans tangan kiri Naya langsung memegangi dada yang ada luka jahitan sambil mering*is kesakitan, tetapi tidak berlebihan.


"Ma-maafkan aku, aku---"


"Pergilah, aku ingin sendiri!" pinta Naya langsung memotong ucapan yang ingin Thoms katakan padanya.


"Tapi, Sayang. Aku---"


"Aku bilang pergi, ya pergi! Aku tidak ingin berbicara padamu untuk saat ini!" bentak Naya, air mata sudah mulai membasahi kedua pipinya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Sayang. Aku tidak sengaja, aku benar-benar terbawa emosi. Maafkan aku, kamu boleh hukuku, tapi tidak dengan cara menjauhkan diriku. Please, Sayang, please!"


Baru pertama kali kedua bodyguard melihat seorang mafia kejam memohon-mohon hanya untuk sebuah kata maaf, padahal biasanya orang lain yang berlutut di hadapannya. Lalu, sekarang? Pria itu sendirilah yang merendahkan diri hanya demi mendapatkan kata maaf dari sang kekasih.


Entah mengapa, kata-kata yang Naya ucapkan sangat menyesakkan dada serta membuat hatinya hancur. Thoms tidak ingin kehilangan Naya ataupun membuatnya kembali bersedih seperti janjinya. Namun, apa daya. Thoms malah mengingkari janji tersebut hingga membuat Naya merasa kecewa.


"Aku bilang pergi, Kak. Pergi!"


Tangis Naya pecah sambil melempar bantal ke arah wajah sang kekasih. Dia sudah tidak tahu harus bagaimana cara mengungkapkan pada sang kekasih jika hatinya telah tergores akan perkataannya.


Tidak ada cara lain, Thoms memang harus pergi dari kamar untuk menghindari Naya supaya kondisinya tidak semakin parah. Tak lupa Thoms menekan sebuah tombol untuk segera memanggil dokter demi menangani Naya yang emosinya mulai tidak terkontrol.


Di luar kamar Naya, Thoms berteriak kesal hingga membuat keluarga Moana di sebelah kamar mendengar suara tersebut. Hanya melampiaskan emosi akibat kecerobohannya yang telah menyakiti sang kekasih.


Keluarga Ernest dan Moana langsung terkejut, mereka segera keluar dari kamar. Di mana hanya Ernest sama Moana yang menemui Thoms, sedangkan Elice serta Sakha menjaga kedua cucu yang sedang asyik bermain.


Melihat Thoms memukuli tembok Moana berlari langsung menahan dibantu oleh Ernest. Dikarenakan beberapa bodyguard tidak ada yang berani mendekat apabila ketua mereka dalam keadaan mengamuk seperti saat ini.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2