
Hanya dengan hitungan detik, sebuah korek api mulai di nyalakan oleh salah satu anak buah musuh dari keluarga Thoms, setelah rumah itu di siram penuh sama bensin ataupun solar.
Dan, boom. Api langsung merembat membakar rumah kediaman keluarga Thoms. Mulai dari sisi samping kanan-kiri, depan-belakang sampai akhirnya api langsung membakar rumah tersebut sampai tidak tersisa sedikit pun.
Melihat kobaran api yang sangat besar di depan mata, membuat bara api di dalam hati Thoms langsung ikut menyambar. Kebenciaan dan kekecewaan terlihat dari sorotan mata anak usia 7 tahunan tersebut.
Kejadiaan ini benar-benar terekam di dalam ingatan Thoms. Bagaimana kedua orang tuanya meninggal tepat di tangan musuhnya, kemudian semua mayatnya di masukan ke dalam rumah lalu di bakar habis-habisan, layaknya daging panggang.
Tubuh Thoms bergetar hebat, air matanya terus menetes tanpa suara. Sakit rasanya ketika anak sekecil itu harus menjadi saksi meninggalnya kedua orang tuanya dalam keadaan tragis.
Ingin sekali Thoms menjerit sekeras-kerasnya dan berlari untuk merampas adiknya yang ada di dalam gendongan salah satu musuh Papihnya.
Namun, suara Thoms seketika menghilang karena terpaksa harus di bungkam oleh suatu kejadiaan yang teramat tragis ini.
Jika kejadiaan ini terjadi pada orang dewasa, dia un akan merasakan trauma yang cukup mendalam. Lalu bagaimana dengan mental Thoms saat ini? Dia berusaha untuk tidak berteriak, lantaran hanya dialah harapan satu-satunya yang kelak bisa membebaskan adiknya dari genggaman para musuhnya.
Ketika rumah kediaman keluarga Thoms sudah di penuhi oleh kobaran api, di situlah musuh-musuh yang sudah berhasil merampas semuanya langsung tertawa penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Mereka lupa untuk memastikan kembali, apa bila anak tertua dari Jhorgie telah berhasil kabur dari kema*tian. Artinya, malaikat kema*tian mereka akan segera datang. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat, maka satu persatu orang yang ada di balik itu semua akan habis tepat di tangan keturunan Jhorgie. Tidak lupa, Thoms pun akan menghabisi 7 keturunan sekaligus agar tidak ada sisa dar*ah musuh yang masih hidup.
Api terus membesar hingga membuat rumah yang sangat mewah dan luas itu tertutup oleh hawa panas. Setelah di pastikan rumah itu terbakar, para musuh pun pergi begitu saja dalam keadaan bahagia.
Sayangnya, Thoms hanya bisa melihat wajah musuh terbesar dari Papihnya. Sementara asisten atau tangan kanannya yang menewaskan Papihnya, tidak terlihat. Sebab, dia menggunakan penutup wajah. Akan tetapi, Thoms merekam semua wajah serta tanda-tanda tertentu yang tidak akan pernah dia lupakan.
Ibaratkan, Thoms harus menginga semua ciri-ciri khas orang-orang yang sudah menghancurkan keluarganya. Apa lagi Thoms bisa saja keluar dan berlari untuk memarahi musuhnya, hanya saja itu tidak akan ada efeknya. Malah, Thoms akan menjadi korban berikutnya yang kelka tidak akan bisa menghancurkan mereka.
Satu persatu mobil meninggalkan perkarangan rumah Thoms, di saat api masih menyala sangat besar. Ingin sekali, Thoms mengejar sang adik, lalu berteriak untuk menahan mereka supaya tidak membawa adiknya.
Thoms terdiam di balik semak-semak, lalu berdiri dengan mata memerah dan dada yang terus bergerak naik turun. Sebuah dendam yang teramat besar, tertanam di dalam hati Thoms. Suatu saat dia akan mencari adiknya, serta membalaskan dendam satu persatu musuhnya tanpa terkecuali.
Thoms kembali menatap rumahnya lalu berteriak sekeras mungkin sambil berlari untuk mendekatinya. Ada penyesalan tersendiri di dalam hati Thoms, ketika dia beberapa kali menolak untuk di ajak latihan oleh Papihnya agar sewaktu-waktu bisa menjaga dirinya di serta keluarganya di usia dini.
Teriakan Thoms yang sangat menggelegar dan penuh kesedihan berhasil menembus kamar Moana, dengan perasaan khawatir Moana langsung berlari kencang menuju kamar sang Kakak.
"Papih, Mamih ... Maafkan Thoms, Thoms tidak bisa menjaga kalian. Saat ini adik di bawa pergi oleh salah satu dari mereka, terus Thoms harus gimana? Thoms bingung, Pih, Mih! Bantu Thoms menemukan adik, bantu Thoms!"
__ADS_1
"Thoms janji, Thoms akan membalaskan dendam kalian. Satu persatu dari mereka harus ma*ti tepat di tangan Thoms, termasuk keluarganya!"
"Thoms akan lebih rajin lagi untuk belajar bela diri supaya kelak ketika Thoms sudah besar, Thoms langsung menyelamatkan Adik dari tangan mereka. Thoms janji sama Papih, Mamih. Thoms janji!"
"Maafkan Thoms, Thoms tidak bisa menyelamatkan kalian, Thoms sangat-sangat menyesal. Maafkan Thoms Mamih, Papih. Maaf hiks ...."
Thoms menangis masih dalam keadaan tertidur, setiap malam dia tidak pernah tenang. Mungkin karena masih ada 1 musuh yang belum berhasil dia lenyapkan. Sehingga, Thoms tidak bisa hidup dengan tenang akibat bayang-bayang semuanya terus berputar memenuhi isi pikirannya.
Moana masuk ke dalam kamar Thoms, untungnya tidak di kunci jadi Moana bisa masuk tanpa rasa kesulitan. Kemudian dia berlari langsung membangunkan sang Kakak agar mimpinya tidak terus menghantuinya.
Untuk pertama kali, Moana menyaksikan Thoms seperti ini. Sebab, ketika Thoms tinggal bersamanya Moana tidak pernah melihat Thoms tertidur di malam hari. Dia selalu tidur tepat pukul 5 pagi sampai 10 siang, semua karena Thoms sangat takut tidur di malam hari. Hanya saja, Moana tidak tahu alasan di balik jam tidur sang Kakak yang tidak pernah teratur.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...