Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Pizza Hut


__ADS_3

Pagi hari tepatnya pukul 7 lebih, Thoms baru saja selesai ritual mandi pagi. Ketika dia ingin melangkahkan kaki keluar kamar mandi, tiba-tiba terkejut melihat Naya sudah bangun.


Gadis itu terlalu asyik menikmati buah jeruk sambil menonton televisi dalam kondisi duduk. Padahal sebelum itu, Naya masih tertidur pulas dan sedikit mendengkur. Akan tetapi, dalam hitungan waktu kurang lebih 20 menit Naya sudah terlihat segar bugar tidak seperti orang sakit pada umumnya.


"Astaga, Sayang! Huhh ... Untung aku gak punya penyakit jantung," ucap Thoms kesal, lalu mengusap dadanya.


"Loh, kenapa?" tanya Naya, bingung.


"Udah lupain aja," jawab Thoms berjalan keluar kamar mandi melewati bangkar Naya.


Srenggg!


Naya mencium aroma wangi.sabun yang sangat menyengat sampai-sampai membuat Naya merasa nyaman, "Hem ... Wangi banget, Kakak mandi apa mainan sabun?"


"Mandilah, ya, kali mainan sabun. Kamu kira aku laki-laki apaan mainannya sabun," sahut Thoms, duduk di sofa panjang sambil merapikan baju, serta mengancingi lengan kemejanya.


"Ya, siapa tahu aja. Lagian juga aku bingung, kenapa ya, laki-laki kalau habis mandi itu wangi banget. Padahal nih, ya. Laki-laki itu kalau mandi kebanyakan buang-buang air, mandinya juga jebur-jebur kaya diuber-uber hansip. Sementara wanita, mandinya santai malahan kebanyakan buang sabun. Cuma, kenapa ketika laki-laki keluar dari kamar mandi wanginya itu kaya orang jualan parfum. Coba kalau wanita, sebanyak apa pun sabun yang digunakan pasti pas keluar kamar mandi gak ada aroma sabun sama sekali. Aneh, 'kan? Ya, itulah yang aku rasain dan sampai sekarang masih menjadi misteri tidak terungkap."


Thoms merasa aneh setelah mendengar Naya bercerita tentang keluhannya sendiri. Seakan-akan cerita yang Naya ungkapkan sebagai perwakilan para wanita yang sampai sekarang masih belum menemukan kunci jawaban tersebut.


"Itulah wanita. Mandi berjam-jam ngabisin sabun, tapi gak ada wanginya. Sementara pria mandi bebek, sekalinya keluar udah bikin klepek-klepek."


"Ya, benar, Kak. Aku pun sekarang jadi tambah klepek-klepek sama Kakak hihi ...."


Mata Thoms membelalak dikarenakan wanita yang terkenal menyebalkan itu berhasil mencolek hatinya. Gombalan yang terdengar biasa-biasa saja, tetap mengobrak-abrikkan hati Thoms sampai menjadi taman yang dipenuhi oleh bunga-bunga bermekaran.

__ADS_1


"Ekhem, qiewqiew ... Gimana, gimana? Terpesona bukan? Hihih ...."


"Ckk! A-apaan sih, udahlah kalau nanti makanan datang, jangan lupa langsung di makan. Terus obatnya diminum dan istirahat. Aku mau keluar dulu sebentar soalnya ada urusan, setelah selesai aku akan segera kembali. Oke?"


Thoms berdiri, menerima jas pemberian pengawalnya sambil dipakaikan dari arah belakang. Kemudian, membenarkan jas tersebut ditubuh Thoms senyaman mungkin. Setelah rapi, Thoms mengancingi kancing jas dan berjalan mendekati Naya.


"Kakak mau ke mana?" tanya Naya, wajahnya seketika berubah menjadi lesu dan sedih. Tidak seperti beberapa detik lalu yang terlihat ceria.


"Mau ke luar sebentar doang kok, udah jangan sedih gitu akhh ... Jelek tahu. Aku janji, secepatnya akan kembali ke sini. Oh, ya ... Kamu mau dibawain apa, hem?" tanya Thoms dengan suara lembut. Tangannya perlahan mengusap pipi Naya secara lembut penuh senyuman.


"Janji ya, cuma sebentar?" tanya Naya meyakinkan sambil menunjukkan jari kelingking sebelah kanan yang langsung dibals oleh kelingking Thoms. "Janji, Sayangku. Nanti aku kembali secepat mungkin tanpa rem hihi ...."


"Isshh ... Apaan sih, Kakak ngomongnya. Gak ada gitu-gitu ya, pokoknya naik mobil pelan-pelan jangan kebut-kebutan. Awas!" Tatapan Naya begitu tajam saat memberikan sinyal bahaya kepada Thoms.


"Hihi ... Bercanda, Sayang. Udah akhh, aku berangkat dulu ya, kamu baik-baik di sini. Nanti aku minta Moana buat nemenin kamu sesekali jagain kamu selagi aku pergi."


"Ya, sudah. Aku pergi, ya."


"Ya, hati-hati di jalan dan jangan lupa bawain aku Pizza Hut yang ada kejunya meleleh itu, ya. Kalau dimakan dia kaya selai gitu panjang banget. Apa ya, nama kejunya itu aku lupa lagi. Aduhh ...."


"Mozzarella?" tanya Thoms.


"Nah, iya, itu mozzarella. Nanti bawain ya, satu aja cukup. Cuma, porsi jumbo hihi ...."


"Gak boleh, nanti nunggu sembuh baru boleh. Sekarang---"

__ADS_1


"Tadi nawarin, bagian aku minta gak boleh. Dasar pelit! Udahlah sana pergi, tahu gitu aku gak usah kasih pilihan. Biarin aja kaya cewek-cewek lain yang ditanya 'kamu mau makan apa? Terserah. Minumnya? Terserah. Belinya di mana? Terserah aku ikut aja yang penting beli.' kalau udah gitu, peninglah palamu. Apa-apa terserah mulu, bagian dibeliin gak mau. Mending kaya aku, kalau ditawarin langsung jawab. Huhh, menyebalkan!"


"Udah ngocehnya, hem?" Tangan Thoms mengusap kepala Naya, membuatnya langsung membuang wajah dan cemberut bagaikan pakaian baru diangkat dari jemuran.


"Bodo, udah sana pergi, nanti telat!" pinta Naya, kesal.


"Udah ya, cantik marahnya. Nanti aku beliin super duper jumbo dengan toping mozzarella yang sangat banyak. Sekalian sama es krim, mau?"


Mata Naya langsung berbinar disertai senyuman lebar. Secepat mungkin gadis itu kembali menatap Thoms dengan hatinyang senang, "Se-seriusan, Kak? Kakak mau bawakan aku es krim juga?"


Thoms menganggukan kepalanya dan tersenyum, "Serius dong, tapi janji harus istirahat yang banyak biar cepat sembuh dan satu lagi. Gak boleh cemberut terus oke?"


"Woke, siap Kakakku sayang. Ya udah, sana pergi, nanti telat loh," titah Naya diangguki Thoms.


Huhh ... Gini banget nasibku, Tuhan. Berasa kaya bukan punya kekasih, tetapi udah seperti hubunganku sama Moana. Inilah yang terjadi, kalau punya pasangan umurnya jauh di bawahku. Sedikit menyebalkan, banyak ngambeknya, cuma sayang banget huaa, hihi ....


Suara hati Thoms terdengar kesal, tetapi dia begitu menyayangi Naya. Walaupun, sifat Naya dan Thoms jauh berbeda gadis itu berhasil melengkapi kekurangan Thoms dan menyempurnakan hatinya.


"Aku pergi dulu ya, bye! Muach ...." Untuk pertama kali Thoms mencium kening Naya sampai membuatnya tidak berkutik. Wajah Naya terkejut dengan kedua mata yang hampir terlepas dari tempatnya.


Perlahan Thoms berjalan meninggalkan Naya yang masih setia terdiam di tempat tanpa berkata satu apa pun. Baru juga Thoms memegang engsel pintu, tiba-tiba saja pintu terbuka hingga mengejutkan Thoms yang ada di belakangnya.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2