
Setelah Moana memberikan haknya, dia pun tertidur dalam keadaan kelelahan. Ernest yang melihatnya hanya bisa tersenyum, dia tidak menyangka kalau rumah tangganya sudah kembali membaik. Tidak seperti dahulu yang masih dipenuhi oleh ego satu sama lain.
"Good night, Sayangku. Terima kasih, atas malam yang indah ini. Semoga kamu tidak akan merasa lelah, karena kondisiku yang seperti ini. I love you more, My Wife!"
Ernest memeluk istrinya, lalu dia ikut memejamkan matanya memasuki mimpinya. Malam yang itu mereka lalui bersama-sama tanpa di gangguan oleh anak-anak.
Sementara itu, di dalam kamar Sakha dan Elice tidak bisa tidur karena harus mengurus kedua cucu mereka yang menangis. Di mana Justin nangis karena ingin merasakan tidur bersama kedua orang tuanya, sedangkan Barra menangis karena butuh pelukan hangat dari Moana setiap terbangun.
Siap-siap, mata panda akan menyelimuti Sakha juga Elice. Apa lagi mereka baru bisa tertidur tepat di jam 4 pagi, berbeda sama Moana dan Ernest yang sudah tertidur 1 setengah jam yang lalu.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Keesokkan harinya, semua sudah bersiap-siap untuk pergi liburan sebelum pulang ke rumah. Sebelum itu mereka melakukan sarapan pagi dulu di sebuah tempat makan untuk mengisi perut agar tidak kosong.
Justin yang merasa kangen dengan Moana selalu berada di dekat sang mommy tanpa berjauhan. Tidak lupa Justin juga sedikit memarahi kedua orang tua yang tidak ingin tidur dengan Justin, padahal dia sudah lama menantikan semua itu demi memiliki keluarga yang lengkap seperti anak lainnya.
Berbeda sama Barra, dia selalu anteng di pangkuan Ernest sambil memberikan cemilan khusus untuk Barra, karena belum ada yang bisa menyuapini Barra makan dalam keadaan seperti ini. Kemungkinan, Barra akan makan di dalam mobil sambil mereka menelusuri jalan untuk sampai ketempat tujuan.
__ADS_1
Pantai, adalah salah satu tempat yang menjadi tujuan mereka menikmati pemandangan air laut yang cukup indah. Apa lagi, cuaca benar-benar cerah sehingga cocok untuk mereka berlibur.
Sementara waktu, mereka berdua tidak melakukan honeymoon demi menjaga kesehatan Justin dan Ernest, tidak lupa Barra juga masih sangat membutuhkan ASI Moana. Jadi, dia tidak akan meninggalkan kedua anak mereka begitu saja. Apa bila Justin dan Barra sudah bisa mengerti serta tidak cengeng kalau berjauhan beberapa hari sama Moana. Barulah mereka bisa berlibur menghabiskan waktu berdua.
Hitung-hitung Moana sambil menunggu Justin dan Ernest sembuh dulu dari sakitnya. Barulah mereka bisa menikmati liburan yang menyenangkan. Kalau perlu, mereka bisa membawa anak-anak anggap saja mereka sedang liburan keluarga.
Sesampainya di sebuah Pantai, mereka langsung mencari tempat yang tidak terlalu ramai untuk anak-anak bermain.
Tahu sendiri, anak seusia Justin dan Barra pasti masih senang-senangnya main pasir tanpa merasa kotor ataupun jijik. Sakha membelikan mainan untuk kedua cucu yang sangat dia sayangi agar mereka bisa lebih semangat.
__ADS_1
Elice juga ikut bergabung menjaga kedua cucunya supaya bisa memberikan waktu ruang untuk Moana juga Ernest yang akan menikmati suasana sejuknya pantai.
"Sayang, kita ke sana, Yuk!" Moana menunjuk ke arah satu tempat, di mana tempat itu sangat bagus untuk mengabadikan momen kebersamaan mereka.
"Boleh, ayo kita ke sana. Biarkan anak-anak sama mereka, lagian juga bunda sama ayah pasti masih ingin menikmati kebersamaan sama cucunya. Jadi, kita bisa berduaan. Anggap aja, sebagai menebus waktunya yang pernah hilang," balas Ernest diangguki oleh Moana.
Mata Moana menatap ke arah kedua mertuanya yang sedang main sama anak-anak, lalu Moana meminta Ernest untuk tunggu sebentar. Moana pergi mendekati Elice dan Sakha, dia meminta izin untuk pergi sebentar bersama Ernest. Ketika mendapatkan persetujuan, barulah mereka pergi meski sedikit ada draman dari Justin.
Untungnya anak pintar itu masih bisa mengerti ketika Moana memintanya agar main bersama Barra, sementara Moana akan menemani Ernest yang butuh hiburan.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1