Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Memberikan Ucapan Selamat


__ADS_3

Moana terlihat kesal saat suaminya memiliki kecemburuan yang besar melebihi pernikahan mereka yang pertama.


Moana langsung duduk di kursi pelaminan membuat Ernest segera mengarahkan kursi rodanya tepat di sampingnya. Kali ini kursi roda yang Ernest gunakan adalah kursi roda khusus yang bisa diarahkan sendiri menggunakan tombol yang ada di tangan Ernest.


Wajah Moana terlihat murung ketika Ernest berhasil merusak moodnya saat dia sedang memeluk sang kakak yang cukup dia rindukan selama ini. Perlahan Ernest sedikit mendekati Moana, dan ingin meraih tangan Moana malah dijauhkan olehnya.


"Sayang, ayolah. Ini hari pernikahan kita loh, masa iya wajahmu cemberut begitu. Bagaimana kalau ada yang mengambil gambarmu, pasti nanti akan jadi bahan gu jingan di pemberitaan. Kamu mau kalau nanti ada berita yang menjelaskan kalau kita melakukan pernikahan paksa lagi, hem?"


Tanpa menjawab perkataan Ernest, Moana langsung mengukirkan senyuman yang dia paksanya meskipun hati Moana masih sedikit dongkol atas sikap Ernest yang menjengkelkan.


"Sayang ...." Perkataan Ernest terhenti, ketika melihat kedua orang tuanya mendekati mereka sambil membawa Justin juga Barra.


"Hai, Sayang. Gimana? Senang udah bisa bersama lagi, hem?" tanya Elice saat sudah berada di depan mereka sambil menggendong Barra.


"Aaa ... Mommy, Justin seneng banget. Mommy sama daddy udah sama-sama lagi, doa Justin sama Barra semoga kita bahagia terus ya, Justin dan Barra sayang sama mommy juga daddy."


Justin melepaskan tangan Sakha, lalu berjalan memeluk Moana yang baru berdiri. Lalu, Moana menyamakan tinggi anaknya untuk bisa memeluknya senyaman mungkin. Moana juga berusaha untuk menghindari tangan Justin yang sedang sakit.


"Mommy juga senang, bisa punya anak seperti kalian. Mommy sayang banget, banget, banget sama Justin juga Barra. Pokoknya kalian anugerah terbaik yang mommy miliki," ucap Moana, mencium wajah Justin.


Setelah itu Justin bergantian berdiri tepat di depan Ernest, kemudian Erenst membantu Justin untuk duduk di pangkuannya. Sementara Moana mengambil Barra dari gendongan Elice, lalu memeluk Elice juga Sakha secara bergantian ketika mereka mengucapkan selamat kepadanya.

__ADS_1


"Daddy, selamat ya, karena daddy udah berhasil menemukan kita. Daddy pemenangnya, yeyy ... Justin sayang banget sama daddy, dadd jangan sedih-sedih lagi ya. Justin yakin nanti kalau tangan Justin udah sembuh, kaki daddy juga sembuh. Terus misalkan tangan Justin sembuh, kaki daddy belum sembuh. Justin akan tetap seperti ini tangannya biar nemenin daddy supaya daddy tidak sedih lagi. Oke?


Ernest tidak bisa berkata apa-apa lagi selain terima kasih yang dia ucapkan berulang kali sama anak juga istrinya. Sungguh, Ernest tidak menyangka dari seua kesalahan yang pernah dia lakukan mereka masih bisa menerimanya dengan sangat baik.


Sakha dan Elice juga mengucapkan selamat kepada Ernest atas usahanya yang ingin berubah demi keluarga kecilnya.


Disaat mereka sudah selesai saling memberikan selamat, Sakha juga Elice kembali turun dari pelaminan untuk menyapa kolega lainnya dan meninggalakan mereka bersama anak-anaknya.


Untuk menjaga keamanan pacara pernikhan Moana, Thoms tidak terlalu banyak menunjukkan wajahnya kesemua orang takut apa bila ada yang mengenalinya. Maka, penyamarannya akan terbongkar. Dikarenakan masih ada satu musuh dari keluarganya yang masih berkeliaran. Sehingga Thoms memilih untuk memantau semua dari CCTV gedung dari dalam kamar.


Selesai acara berlangsung, tepat di jam 10 malam. Moana dan Ernest baru saja meninggalkan pelaminan menuju kamar pengantin yang sudah di siapkan di gedung tersebut. Semua demi menjaga kesehatan mereka, akibat jarak dari rumah cukup jauh jadi tidak mungkin mereka pulang larut malam demi menjaga keselamatan mereka bersama.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Sebisa mungkin Elice menjaga kedua cucunya, supaya mereka tidak akan mengganggu malam pertama orang tuanya yang bisa di bilang ini merupakan malam kebersamaan mereka untuk menyatukan mereka kembali.


Di sisi lain, Moana sedang berjalan bersama Ernest yang setia selalu menemaninya di atas kursi roda. Mereka saling mengobrol menuju kamarnya, di mana tubuh mereka sudah terasa lelah.


Sesampainya di depan pintu kamar, perlahan Moana mulai membukanya menggunakan sebuah kartu yang ditempelkan. Kemudian, mereka masuk ke dalam kamar dengan keadaan sedikit terkejut atas apa yang mereka lihat.


__ADS_1


Lampu hias yang berwarna merah, menambah kesan kehangatan bagi mereka berdua. Rasanya Ernest tidak sabar lagi ingin menyatukan tubuhnya dengan suaminya. Maklum saja, mereka sudah lama tidak main celap-celup yang membuat si adik kecil merasa rindu akan rumahnya.


Moana pikir, kamar tersebut tidak di berikan dekorasi yang indah seperti ini. Walaupun terlihat sederhana, tetapi tetap saja terasa mewah bagi mereka berdua.


Padahal, sebelumnya Moana sudah memberitahu agar kamarnya tidak perlu dirias seperti ini, karena


bagi Moana mereka bukanlah pasangan pengantin yang baru seperti pengantin lainnya. Mereka melakukan semua ini menjaga hubungan mereka agar tidak mendapatkan pandangan negatif dari orang luar.


Namun, kedua mertuanya malah memperlakukan mereka seperti pengantin baru yang ingin memulai hidup bersama. Mungkin, ini sebagai tanda terima kasih kepada Moana karena dia sudah menurunkan egonya supaya Ernest bisa menjadi bagian dari hidupnya kembali.


Dekorasi jalan yang mengarah ke ranjang telah dirias secantik mungkin. Di mana kelopak mawar merah di bentuk seperti gambaran hati keduanya yang menyatu, hingga dikelilingi oleh lilin-lilin kecil di pinggirannya demi membuat suasana keromantisan mereka menjadi hidup.


Tidak lupa diatas ranjang terdapat balon-balon sebagai pendamping 2 hewan angsa yang di bentuk dari handuk mereka seakan-akan sedang memadu kasih. Moana juga Ernest terkekeh kecil melihat kegemasan di ranjang mereka sendiri. Mereka tahu, kalau ini merupakan salah satu ulah Elice yang memang ada saja tingkahnya.


"Ya, ampun Bunda. Ini pasti bunda yang merancangnya, aku yakin. Kalau ayah tidak mungkin, dia tipikal pria yang cuman romantis pada istrinya."


Moana berjalan perlahan melihat semua dekorasi yang manis itu, membuat Ernest hanya bisa tersenyum. Ternyata kedua orang tuanya benar-benar sangat mengerti apa yang anak mereka inginkan dari perniakahannya. Apa lagi sang adik kecil sudah benar-benar tidak sadar ingin mengobrak-abrik rumah yang sudah lama tidak dihuni.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2