
5 tahun harus bertahan di pulau terpencil tanpa adanya kendaraan, makanan juga rumah tinggal untuk berteduh, membuat keluarga Edo dan teman-temannya benar-benar menderita.
Mereka hanya bisa menangis, melampiaskan semua rasa kesal juga marahnya kepada anak-anak. Mereka hidup bagaikan penduduk pertama yang baru tiba di sana, sehingga mereka harus banyak belajar untuk bertahan hidup.5 tahun kedepan sampai hukuman mereka selesai.
Mereka semua bergotong-royong untuk membuat tempat berteduh layaknya saung, setidaknya mereka tidak akan kehujanan ataupun kepanasan dibawah terik matahari. Mereka hanya mengandalkan batang pohon, ranting dan daun besar yang gunakan untuk membuat bangunan tersebut.
Semua keterampilan juga otak sangat-sangat mereka butuhkan untuk memutar otak demi bisa menghasilkan sebuah alat yang akan bisa digunakan untuk membangun semua ini.
Keluhan demi keluhan selalu mereka lampiaskan keanak-anaknya. Akan tetapi tidak sampai menyakiti anaknya, mereka hanya memukul sedikit atau memberi pelajaran supaya semuanini tida terulang kembali.
Jika boleh memilih, lebih baik mereka menyerahkan seluruh hidupnya kepada Thoms untuk digantikan gantungan pintu, dari pada mereka harus hidup dengan cara seperti ini.
Kehidupan Edo dan teman-temannya yang terbiasa makan enak, tidur nyenyak, main, juga belajar. Kini, sudah tidak bisa lagi mereka rasakan, mereka hanya bisa menjalani hidup yang suram ini demi bisa bertahan hidup.
Penderitaan itu sengaja Thoms berikan agar mereka semua bisa menghargai hidup. Mungkin, kalau mereka tidak kuat dan memilih mengakhiri hidupnya itu jauh lebih baik. Sehingga, Thoms tidak harus mengotori tangannya sendiri untuk meleyapkan mereka. Apa lagi dia sudah di wanti-wanti agar tidak melukainya oleh Moana, jadi inilah cara satu-satunya membalaskan rasa sakit yang Justin rasakan tanpa harus membuat mereka sama seperti Justin.
Jika di pulau itu terdapat penderitaan Edo dan teman-temannya, lain cerita di rumah sakit. Justin terlihat bahagia karena masih banyak yang menyayanginya, walaupun Justin bukanlah anak kandung dari Ernest.
Rasa syukur tidak pernah lepas untuk Justin ucapkan setiap harinya, lantaran dia bisa kembali bahagia bersama kedua orang tuanya. Tidak peduli, tangannya sakit atau kaki Ernest lumpuh. Terpenting bagi Justin mereka bisa saling menyayangi satu sama lain juga hidup bahagia seperti keluarga pada umumnya.
Mungkin, Justin tidak begitu mempermasalahkan tangannya yang harus diistirahatkan beberapa bulan ini. Akan tetapi, bagi Thoms melihat keadaan ponakannya seperti itu membuat hatinya sedikit hancur.
Namun, semua itu tidak mengurangi rasa senang di hati Thoms ketika melihat rumah tangga adiknya kembali utuh.
Selang beberapa hari, Justin sudah di perbolehkan pulang dengan syarat tidak boleh kelelahan atau terlalu banyak menggerakkan tangannya. Dirasa kondisi Justin sudah membaik, mereka bersiap-siap untuk kembali ke tanah air demi merayakan atau mengulang pernikahan Moana dan Ernest yang sudah lama berpisah.
Thoms sudah merancang semua itu, bahkan telah mencarikan dokter spesialis tulang yang sangat bagus di tanah air demi kesembuhan Justin. Intinya, semua udah Thoms atur sebaik mungkin demi kesembuhan Justin.
__ADS_1
...🌟🌟🌟🌟🌟...
1 Minggu berlalu, sesampainya di tanah air (Indonesia) tidak lupa, Ernest dan Moana melakukan klarifikasi tentang kematian Justin serta Moana yang pernah beredar. Tidak lupa, mereka juga mengumumkan tentang acara kebahagiaan pernikahan ulang yang akan diselenggarakan 3 hari lagi.
Syukurnya, setelah melakukan itu tidak ada tanggapan negatif yang mengarah menyudutkan Moana. Walaupun masih ada satu dua yang berpikir negatif, tetapi tertutup dengan banyaknya orang yang beranggapan positif.
Sama halnya seperti kolega-kolega penting dari Ernest ataupun Sakha, selalu mendukung yang terbaik untuk rumah tangga Ernest sama Moana. Ditambah mereka sudah memiliki Barra yang menjadi pelengkap cinta mereka, hingga tidak akan ada lagi alasan untuk mereka berpisah.
Beberapa hari telah terlewati, sudah saatnya Moana dan Ernest harus kembali bahagia dengan pernikahan yang baru dengan di dasari oleh cinta satu sama lain.
Gedung yang luas juga mewah, bisa menampung tamu undangan kurang lebih dua ribu orang. Sengaja mereka hanya mengundang sedikit, lantaran ini merupakan pernikahan yang cukup tertutup. Hanya orang yang memiliki barkot undangan saja yang bisa hadir, jika tidak ada maka mereka tidak akan masuk.
Tahu sendiri, bagaimana ketatnya penjagaan dari anak buah Thoms yang dikerahkan untuk melindungi semua orang. Dikarenakan sudah ada beberapa musuh Thoms yang mengetahui tentang Moana juga Justin yang merupakan bagian dari keluarganya.
Bisa di katakan pernikahan ini merupakan pernikahan yang lebih mewah dari sebelumnya, semua itu tidak lepas dari campur tangan Sakha, Elice juga Thoms. Sementara Moana juga Ernest hanya bisa menerima yang penting semuanya berjalan dengan sangat lancar.
Putih, merupakan tema yang mereka pilih sebagai lambang kesucian bagi pernikahan. Ibaratkan lambang tersebut, sebagai sebuah doa baik untuk kehidupan mereka kedepannya supaya tidak lagi menimbulkan perpecahan.
Kecantikan juga ketampanan mereka banyak menarik perhatian para tamu undangan, di mana janji suci sudah di langsungkan sebagai pertanda bahwa Justin dan Moana sudah resmi kembali menjadi suami-istri.
__ADS_1
Kebahagiaan itu membuat semua orang ikut bahagia, karena di pernikahan kedua ini membuat Ernest tidak lagi bersikap arogan seperti biasanya. Meskipun, Ernest duduk di kursi roda tidak membuat dia minder terhadap semua orang.
Banyak tanggapan dari semua orang yang membuat dia lebih semangat lagi berobat bersama Justin, untuk memulihkan kondisi mereka.
Bahagianya Sakha ketika bisa melihat putra satu-satunya sudah kembali tersenyum saat bersatu dengan keluarga kecilnya. Begitu juga Elice, dia terharu karena Moana dan Justin masih bisa menerima putranya sebagai bagian dari hidupnya, terlepas dari kesalahan yang sudah Ernest lakukan.
Ketika semua pemberkatan doa sudah di lakukan, sang pendeta merasa senang karena Ernest dan Moana sudah kembali di persatukan dalam ikatan suci pernikahan, walaupun mereka belum melakukan perceraian setidaknya dengan begitu bisa kembali memperjelas tentang status mereka.
"Selamat, Dek. Semoga ini pilihan terbaik untuk kamu dan anak-anak. Pesan kakak hanya satu, ketika dia kembali melukaimu beserta anak-anak. Disitulah, kakak akan kembali mengambil kalian karena kakak masih sanggup membuat kalian bahagia. Paham?"
"Terima kasih, Kak. Aku sangat bersyukur, di pernikahanku kali ini ada kakak di sampingku. Sekali lagi, terima kasih dan aku sangat menyayangi kakak."
Moana dan Thoms langsung berpelukan satu sama lain, membuat Ernest yang ada di sampingnya segera memisahkan mereka. Keterbatasan Ernest di kursi roda, tidak menjadikan Ernest kesulitan untuk melindungi Moana dari sentuhan pria lain.
"Sudah cukup pelukannya, dia istriku. Jadi, jangan pernah menyentuhnya!" ucap Ernest, wajahnya terlihat datar sambil mengarahkan kursi rodanya di tengah-tengah mereka.
"Astaga, Ernest. Apa-apaan sih, dia itu kakakku. Ya kali, aku tidak boleh memeluknya, aneh!" sahut Moana, kesal.
"Mau dia kakakmu atau tidak, milikku tetap milikku. Tidak ada yang boleh menyentuhnya. Paham!"
Tatapan mata Ernest kepada Thoms benar-benar sangat mendalam. Seakan-akan Ernest sedang memantau musuhnya yang akan ingin merebut wilayahnya.
Thoms hanya bisa tersenyum miring, lalu meninggalkan kedua sejoli itu yang persis seperti anak remaja yang baru menikah. Melihat dari cara Ernest memperlakukan Moana sebegitunya, Thoms sedikit yakin kalau Ernest tidak akan kembali menyakiti adik kesayangannya serta menjaga keluarga kecil mereka.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...