
Moana berjalan disamping Ernest menuju tempat yang akan mereka dekati. Walaupun Ernest berada di kursi roda, mereka tetap bisa berjalan sambil gandengan tangan. Di mana tangan kiri Ernest memegang tangan Moana, dan tangan kanannya memencet tombol kursi roda.
Ernest menjalankan kursi rodanya sepelan mungkin demi menyamakan pergerakan langkah Moana, supaya tidak membuat sang istri mudah kelelahan.
Indahnya pemandangan langit yang cerah kebiruan sama persis seperti air laut membuat Moana juga Ernest menatap kagum atas ciptaan Tuhan. Banyak orang melirik ke arah Ernest, membuat dia sedikit tidak nyaman.
Sementara Moana, dia tidak peduli. Setidaknya dia bisa bahagia bersama suami juga anak-anak itu sudah sangat bersyukur, dari pada harus menghadapi omongan netizen yang julid dengan keadaan orang yang di matanya tidak sempurna.
"Udah, jangan didengerin. Kita fokus ke sana aja, di sana sepi. Hiraukan apa yang mereka lihat darimu, anggap saja mereka sedang menatap iri karena kamu memiliki istri yang cantik juga pintar sepertiku. Oke?"
Moana sedikit membungkukkan tubuhnya sesekali menasihati Ernest, Moana tahu betul pasti tatapan semua orang yang melihat Ernest sebagai bentuk rasa kasihan. Akan tetapi, Ernest tidak ingin dikasihani. Semua itu sama saja seperti menghina Ernest dengan fisik yang lumpuh yang berarti Ernest adalah manusia lemah.
"Eleehh, bisa banget manfaatin semua ini untuk memuji dirimu. Dasar betina!" seru Ernest membuat Moana terkekeh saat mendengar jawaban dari suami tercinta.
Mereka kembali menelusuri Pantai, lalu berhenti ditempat yang jauh dari keramaian tepat di belakang batu besar. Becca berdiri 3 langkah di depan Ernest membuatnya tersenyum saat melihat punggung Moana.
Kedua tangan Moana rentangkan sambil menatap ke arah laut, dia mulai menumpahkan semua rasa luka di dalam hati untuk dibuang jauh-jauh ke dalam laut luas hingga tidak bisa kembali.
"Apa yang sedang kamu ceritakan pada laut?" tanya Ernest, langsung membuat Moana membalikkan badannya melangkah maju.
__ADS_1
"Aku hanya ingin melepaskan perasaan kecewaku, kesal, marah. Intinya semua yang membuatku terluka aku lepaskan bersamaan dengan ombal laut yang membawanya pergi jauh dariku," jawab Moana tersenyum.
"Duduklah, aku ingin menikmati pemandangan ini berdua sambil mengabadikan momen yang tidak akan kita lupakan!" titah Ernest, menarik tangan Moana sampai dia duduk perlahan di atas pangkuan suaminya.
Baru juga Moana duduk menyerong ke arah batu, Ernest sudah langsung memeluknya sambil melingkarkan kedua tangan di perut sang istri. Kata-kata yang Ernest sampaikan membuat Moana terharu, dia tidak menyangka Ernest bisa seromantis ini ketika sedang mengungkapkan isi hati.
"Aku tidak tahu lagi harus mengungkapkan rasa sykur ini dengan kata-kata apa, karena satu buku paket tebal pun tidak akan bisa menceritakan betapa beruntungnya aku menikahimu. Mungkin, awal pernikahan kita adalah awal yang buruk untuk kehidupan yang dipaksakan. Berbeda, jika kita melakukannya penuh cinta, pasti akan berbuah kemanisan."
"Jika kamu mencoba untuk melepaskan semua rasa lukamu kepada laut, beda sama aku. Aku akan membuat laut iri, ketika melihat ketulusan cintaku ini. Semua ujian yang Tuhan berikan mampu membuatku sadar, bahwa keegoisan bukan sesuatu yang baik untuk dipertahankan."
"Maaf, apa bila aku memiliki banyak sekali kekurang. Aku juga sedang berusaha merubah semua sikap jelekku untuk jadi lebih baik. Intinya aku akan buktikan pada dunia juga semua orang, kalau pria lumpuh ini hanya memiliki keterbatasan fisik bukan hati ataupun cinta. Bagiku, kamulah surgaku. Jadi, kalau aku ingin menemukan surgaku, maka aku harus memuliakan istriku terlebih dahulu. Dengan begitu, pintu surga akan terbuka lebar dengan sendirinya supaya bisa menjemputku."
"Sudah cukup banyak air mata yang selama ini kamu jatuhkan, belajarlah untuk tidak menjatuhkannya sesakit atau sebahagia apapun itu. Ingatlah! Masih ada senyuman yang harus kamu ukir setiap saat agar tidak cepat memudar."
"Terima kasih, Sayang. Kamu sudah berusaha untuk memperbaiki setiap kesalahan yang pernah diperbuat. Aku tahu, itu tidak mudah. Cuman kamu tetap berusaha melakukannya demi kebahagiaan keluarga kecil kita. Sekali lagi terima kasih, Sayang. Aku sangat-sangat mencintaimu, i love you more!"
"Terima kasih kembali, Sayang. Kamu sudah banyak melakukan pengorbanan, tapi tidak sedikit pun aku lihat. Namun, kamu tetap tidak lelah untuk memaafkan setiap kali aku melakukan kesalahan. Sampai kamu rela meninggalkan cintamu sendiri demi menyelamatkan anak-anak, sedangkan aki hanya mampu menyelamatkan salah satunya. Sehingga kebaikan itu yang tidak bisa aku balas sampai kapan pun!"
Moana langsung memeluk Ernest, tangisnya pecah akibat perasaan Moana yang tidak bisa di ungkapkan betapa dia bahagia bisa kembali hidup bersama sang suami. Perubahan yang Ernest tunjukkan memang berhasil membuat hati Moana terharu. Ternyata, ujian yang telah Ernest hadapi begitu banyak sampai akhirnya dia bisa menyadari itu semua.
__ADS_1
Ernest tersenyum menatap ke arah laut, lalu mereka melepaskan pelukannya satu sama lain. Kemudian Moana membuka kamera ponsel dan mempotret semua pose kebersaman mereka berdua.
Setelah cukup, tiba-tiba Ernest malah mengambil ponsel dari tangan Moana dan mencium bibirnya secara perlahan. Awalnya Moana malu-malu untuk membalas bibir Ernest, apa lagi itu merupakan tempat umum. Akan tetapi, lama kelamaan Moana mulai hanyut lalu membalas pergerakan bibir sang suami. Suasa seperti itu membuat mereka candu untuk memadu kasih satu sama lain, sampai lupa kalau aksinya di rekam oleh salah satu bodyguard yang selalu menjaga Moana.
Semua rekaman tersebut, dilaporkan pada Thoms agar dia bisa mengetahui bahwa rumah tangga adik kesayangannya sudah mulai membaik. Tidak seperti dahulu yang penuh air mata juga luka. Ya, walaupun Thoms tidak bisa mengawasi Moana 24 jam. Dia tetap memantau semua itu dari anak buah yang ditugaskan untuk menjaga adik serta kedua ponakannya.
Sementara Thoms, berada di hotel untuk menjaga jarak agar tidak membuat kehebohan. Tahu sendiri, meskipun wajahnya tidak terlalu dikenak, tetapi tetap saja pasti ada orang yang mengenalinya jika mereka memiliki pengetahui tentang dunia bawah tanah.
15 menit lamanya, Ernest melepaskan cium*an bibir itu dari sang istri. Kemudian, tersenyum lebar dan memeluk tubuh Moana hingga menempelkan pipi ke salah satu boba milik sang istri.
"Astaga, Sayang. Ini tempat umum loh, aku aja melakukan itu sudah was-was, takut ada yang melihatnya. Ini malah dusel-dusel kaya anak kecil!"
Moana terlihat kesal atas tingkah jahil sang suami. Di mana Ernest menggigit kecil gundukan baju Moana, sesekali menekan-nekankan gundukan lainnya menggunakan tangan. Persis seperti anak kecil yang lagi penasaran dengan sesuatu di dada Moana.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...