
Perlahan Thoms melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Nay. Di mana gadis itu langsung menoleh ke arahnya menatap Thoms seperti orang yang sedang bingung.
"Ke-kenapa melihat saya sepeti itu? Apa ada yang aneh dengan penampilan saya?" tanya Thoms, duduk tepat di samping bangkar Nay.
"Gapapa, cuman bingung aja. Kok, bisa Tuan berubah jadi jelek begini, perasaan tadi tampan banget. Rapi, wangi bahkan senyumnya manis banget. Terus, kenapa sekarang berubah?" tanya balik, Nay.
Seketika koneksi otak Thoms langsung terputus begitu saja setelah mendengar apa yang Nay katakan padanya. Thoms benar-benar bingung, apa maksud dari perkataan Nay barusan.
"Sumpah, saya tak paham apa yang kau katakan barusan," ucap Thoms, kebingungan.
"Ishhh, dasar aneh!" seru Nay langsung menatap ke arah langit kamar sambil mengingat kejadian yang dia ingat barusan.
Sebelumnya, dia tidak tahu kalau beberapa saat lalu telah mengalami kondisi di mana tubuh Nay sudah tidak lagi bisa bergerak, bahkan napasnya juga telah berhenti kurang lebih selama 10 menit hingga sang dokter menyatakan kalau Nay sudah meninggal dunia.
Namun, nyatanya tidak. Nay hanya mengalami ma*ti suri yang tidak banyak orang alami sebelumnya. Baru juga Thoms ingin bertanya kembali, Nay sudah mulai menceritakan apa yang dia alami beberapa saat lalu.
"Pokoknya Nay enggak mau pulang, Bu, Yah! Nay mau di sini nemenin kalian, titik!"
Nay terus bersikeras untuk mempertahankan diri sambil memeluk lengan ibu kandungnya agar mereka tidak bisa memulangkan Nay.
__ADS_1
Namun, di saat Nay sedang berjuang untuk bertahan, tiba-tiba saja pasangan suami-istri datang menghampiri gadis itu dari arah belakang dalam keadaan tersenyum.
"Hai, cantik. Ada apa, hem? Kenapa kamu tidak ingin pulang? Di sini bukan tempatmu, kamu harus pulang sekarang ya, Cantik. Kasihan anakku, dia sangat membutuhkanmu," ucap seorang wanita yang sangat cantik.
"Ya, benar apa kata istriku, Cantik. Meskipun, pekerjaan anak kami bukanlah pekerjaan yang baik. Dia tetaplah anak kesayangan kami, mungkin dia mengambil jalan itu karena ingin membalaskan dendam pada orang-orang yang sudah menyakiti hatinya. Namun, saya mohon sama kamu. Tolong kasih tahu sama anak-anakku, kalau mereka tidak perlu melakukan hal negatif itu hanya sekadar membela kami. Di sini kami sudah tenang, kami sudah bahagia, dan kami juga sudah merelakan semuanya terjadi atas izin Tuhan."
"Semua sudah menjadi takdir kami untuk meninggalkan mereka ketika masih kecil. Meskipun, kami sudah pergi lama tetap saja kami akan selalu ada di dekat mereka, tepatnya di dalam hati kecil yang akan bisa mereka rasakan kehadiran kami setiap harinya. Sampaikan salam kami pada putra kami, dia sudah menunggumu di sana. Lihatlah!"
Semua yang ada di sana langsung menoleh ke arah pintu, tidak lama munculkan seorang pemuda tampan dengan senyuman indah berjalan perlahan mendekati pembatas pintu. Wajah Nay berubah drastis ketika melihat siapa yang telah menjemputnya.
"Tu-tuan Thoms? A-apakah itu kau?" tanya Nay, matanya berbinar-binar melihar ketampanan pria yang sering dilihatnya.
"A-apa maksud Tuan mengatakan semua i-itu? Ja-jangan bilang Tuan me-mencintai saya dan Tuan ingin menikah dengan saya, iya?"
Thoms mengangguk perlahan, membuat Nay tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kata-kata yang Thoms ucapkan pada Nay adalah pengungkapan tanda cinta tidak pernah sama sekali gadis itu dengar dari mulut pria lain, selain Thoms.
"Aku memang bukanlah pria yang baik untukmu, tetapi aku masih punya hati yang baik agar bisa mencintaimu dengan tulus. Aku rela meninggalkan semua yang aku genggam sekarang hanya demi dirimu. Bagiku, tujuan hidupku saat ini adalah bagaimana cara membahagiamu hingga membuatmu nyaman di dekatku serta mewujudkan semua mimpi-mimpi kecilmu."
"Cinta yang aku punya, bukanlah cinta yang sekedar ucapan. Akan tetapi, cinta yang aku miliki untukmu adalah cinta yang selama ini aku jaga ketat hanya untuk satu wanita yang pantas bertahta di dalam istanaku, juga hatiku. Untuk itu, kembalilah, Sayang. Ikut denganku!"
__ADS_1
"Masih banyak mimpi-mimpi yang belum terwujud, dan kau harus mengujukan semua itu dengan tekat, serta keberhasilanmu. Tunjukkan pada kedua orang tuamu, kalau kamu bisa menjadi orang yang baik dan sukses, meskipun tanpa mereka. Bantu aku, arahkan aku kejalan yang benar. Sebab, jika kamu tetap memilih berada di sini maka hidupku sampai kapan pun akan tetap berada di dalam lingkaran hitam. Hanya kamu satu-satunya orang yang bisa menunjukkan jalan padaku, agar aku tidak lagi tersesat."
"Aku memang bukan orang baik, tapi aku akan berusaha menjadi baik demi dirimu. Walaupun, prosesku panjang tetaplah di sampingku. Jangan pernah tinggalkan aku karena aku sudah benar-benar mencintaimu. Aku tidak mau kembali merasakan kehilangan. Cukup mereka yang hilang dariku, tetapi tidak denganmu. Kembalilah, Sayang!"
Air mata Thoms menetes disela-sela senyuman lebarnya. Nay tidak percaya ternyata dibalik pria yang jahat terdapat jiwa malaikat. Ketampanan Thoms dengan menggunakan pakaian serba putih menambahkan kesan yang tidak akan pernah Nay lupakan. Kali ini penampilan Thoms berubah 180 derajat. Dia terlihat lebih fress dan tidak ada duanya.
Pesan-pesan yang diberikan pada Nay dari kedua orang tuanya, lalu orang tua Thoms, bahkan Thoms sendiri membuat Nay dilema. Dia terdiam sejenak meskipun Thoms terus membicarakan soal waktu yang akan habis. Tinggal beberapa detik lagi, pintu akan kembali tertutup di mana hampir setengah badan Thoms mulai terhalang pintu.
Nay yang bingung harus bagaimana lagi, segera masuki pintu itu dalam keadaan memeluk Thoms. Hingga napasnya kembali berdetak dan membuat Thoms beserta para perawat, juga dokter menjadi terkejut.
Pertama kali Nay membuka mata, wajah Thoms lebih dulu yang dia tatap. Ketampanan Thoms yang ada di dalam mimpi dengan kenyataan sangatlah berbeda. Dimimpi Thoms berpakaian serba putih sampai menambahkan ketampanan yang berkali-kali lipat. Akan tetapi, di dunia nyata. Thoms malah berpenampilan serta hitam dengan wajah kusut, datar, juga menyeramkan.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1