
Selepas perginya pelayan bawel itu. Thoms langsung memiringkan tubuhnya sedikit dan menatap ke arah kedua bodyguars dengan memberikan kode sesuatu kepada mereka.
"Apa kalian dengar apa yang dia katakan?" tanya Thoms, wajahnya terlihat datar.
"Dengar, Tuan!" Keduanya mengangguk sambil menjawab secara bersamaan.
"Segera carikan informasi mengenai wanita bernama Naya beserta bapak tirinya. Setelah mendapatkan semua itu, langsung berikan pada saya. Paham!" ucap Thoms, melirik ke arah keduanya secara bergantian.
"Siap, Tuan!" Jawaban dari keduanya memang terdengar tegas juga lantang. Hanya saja, suaranya mereka kecilkan agar tidak mengganggu menyaman di restoran ini.
Thoms kembali dengan posisi duduknya sambil mainkan ponsel. Di mana Justin melakukan video call ketika dia sedang asyik bermain di pantai sebelum pulang.
Thoms hanya bisa tersenyum saat kedua keponakan yang sudah seperti anaknya sendiri, kini bisa kembali merasakan kebahagiaan setelah mengalami penderitaan cukup membekas.
Justin hanya video call Thoms sebentar saja, karena dia ingin berenang ditemani oleh Sakha. Mungkin jika Ernest sudah kembali sehat, maka dia yang akan menemani Justin bermain. Akan tetapi, keterbatasan Ernest bisa di tutupi oleh kedua orang tuanya yang ekstra bersemangat membantu Moana untuk mengurus cucu mereka.
10 menit berlalu, datanglah dua pelayan yang membawakan makanan untuk kedua bodyguard Thoms. Saat selesai menata semua itu, selang beberapa detik seorang wanita sederhana dengan memakai seragam pelayan. Dia datang dipenuhi senyuman sambil membawa nampan yang berisikan menu yang Thoms pesankan.
"Permisi, Tuan. Maaf terlambat, tadi saya sedang ada urusan sebentar. Dikarenakan Tuan meminta saya untuk membawakan pesanan ini secara langsung, maka saya ucapkan maaf jika pelayanan saya kurang memuaskan. Silakkan, Tuan. Ini pesannya!"
Thoms selalu memperhatikan setiap pergerakan yang wanita tersebut lakukan. Naya, dialah wanita yang Thoms lihat sedang bertengkar oleh pria di dekat parkiran resto. Kini, Thoms bisa melihat wajahnya dari jarak yang sangat dekat.
Naya sendiri sebenarnya merasa bingung, tetapi dia tidak ingin ambil pusing. Setidaknya dia sudah menjalankan tugas dengan baik, tanpa melakukan kesalahan itu sudah cukup mempertahankan kinerja yang selama ini dia perjuangkan.
__ADS_1
Sepertinya, luka yang ada di sudut bibir wanita ini baru. Apa itu karena pria tadi? Dari cerita yang aku dapatkan oleh pelayan tadi, pria itu bapak tirinya yang selalu memeras uang dari hasil kerja kerasa wanita ini. Sudah pasti, luka memar yang ada di tangan juga bibirnya, tidak sebanding sama luka mental juga hatinya. Menarik!
Nasip wanita malang ini membuat jiwa se*tanku terguncang. Haruskah aku menolongnya? Bagaimana kalau semua itu sandiwara mereka, agar merasa dikasihati oleh orang? Hem, boleh dicoba. Jika benar wanita ini benar-benar simpanan, lumayan buat memanasi mesin yang sudah lama tidak dipanaskan!
Lirikan mata Thoms sedikit meleset ke arah tubuh Naya yang sedang membungkuk untuk menghidangkan makanan di meja. Walaupun bentuknya tidak semontok wanita yang pernah tidur dengan Thoms, tetapi Thoms bisa melihat kalau wanita ini masih penuh sama segelan yang belum terbuka.
"Ini sudah semua, Tuan. Apa ada lagi yang bisa saya bantu?" tanya Naya, mendapatkan gelengan kepala kecil dari Thoms.
"Baiklah, kalau begitu saya pamit. Permi---"
"Siapa namamu?" tanya Thoms, membuat Naya tercenga. Baru kali ini ada pelanggan resto menanyakan diluar dari yang seharusnya.
"A-ada apa, Tuan? Ke-kenapa Tuan ingin tahu nama saya, apa jangan-jangan Tuan ini penagih hutang bapak saya, iya? Astaga, Tuan. Maafkan bapak saya, saya janji. Saya akan membayarnya, tapi saya hanya bisa mencicilnya, gak bisa langsung bayar semua gitu aja. Saya juga punya kebutuhan yang tidak terduga. Apa lagi di sini juga gaji saya kena potong ini itu, jadi tidak seberapa, sekali lagi saya mohon, Tuan. Berikan wak----"
"Saya hanya ingin tahu siapa namamu, bukan berarti ada urusan dengan penagih hutang bapakmu itu. Paham?"
Jawaban yang Thoms berikan pada Naya, langsung membuat dia bisa bernapas dengan lega. Jika tidaj begitu, Naya selalu hampir terkena serangan jantung kalau dia harus membayar semua hutang bapak tiri yang tidak tahu diri itu.
"Hahh, syukurlah. Saya kira Tuan penagih hutang makannya saya kaget, kalau begitu rasanya hati saya langsung lega. Jadi, pendapatkan saya tidak kembali dipotong. Bisa-bisa saya kerja hanya untuk membayar hutang bapak doang. Huhh, nasib menjadi tulang punggung!"
"Capek banget rasanya, Tuan. Ingin sekali-kali saya duduk angkat kaki sambil menikmati hidup layaknya Nyonya besar. Tapi, semua itu hanya mimpi. Saya sadar, saya cuman Kanaya Farizka. Seorang pelayan resto yang bekerja hanya untuk membayar hutang bapak yang kalah jud ... Ehhh, kok saya jadi curhat! Astaga, Tuan. Maafkan saya, saya tidak bermaksud untuk mengumbar masalah keluarga. Maklum bibir ini rasanya kalau belum di cabein belum berhenti. Sekali lagi maaf, Tuan. Saya, permisi!"
Naya pergi begitu saja dalam keadaan terburu-buru. Dia merasa malu akibat mulutnya yang comel membuat Thoms hampir mengetahui sedikit masalah keluarga Naya.
__ADS_1
Tanpa disadari, Thoms tersenyum ketika mendengar Naya mengoceh tanpa rem sedikit pun. Tidak lupa matanya terus melirik ke arah Naya yang sudah tidak terlihat di sekitar resto.
Thoms merasa ad yang ganjal dari wanita itu, apa lagi Thoms juga bingung kenapa ketika Naya yang berbicara dia malah tersenyum kecil. Akan tetapi, kalau pelayan tadi bawannya Thoms malah ingin merobek pita suaranya supaya tidak bisa kembali mengoceh.
Tanpa sepengetahuan Naya, ternyata salah satu bodyguard yang ada di belakang Thoms. Memfoto Naya beberapa kali agar bisa diberikan oleh yang lainnya dengan tujuan agar semua informasi mengenai Naya bisa segera sampai ke tangan Thoms.
Setelah menyadari ada satu kabel yang konslet di tubuh Thoms, dia langsung memukul kecil kepalanya agar apa yang ada di dalam isi kepala Thoms bisa segera menghilang.
Sehabis itu Thoms menikmati setiap gigitan dari makanan yang masuk ke dalam mulut. Memang benar, hidangan ini rasanya sangat enak. Hampir mirip sama restoran bintang lima. Tidak sia-sia dia meminta salah satu bodyguard untuk mencarikan tempat makan yang enak juga nyaman.
Selesai semuanya, Thoms membayar bil yang di bawakan oleh pelayan yang lain. Sedangkan Naya, dia sedang membantu koki di dalam dapur untuk menyiapkan semuanya.
Itulah Naya, dia wanita gat kerja yang tidak .andang bulu. Dia tidak perduli mendapatkan bayaran berapa, terpenting dia punya kerjaan dan penghasilan sudah cukup. Sehingga, apa bila ada yang kesulitan Naya selalu membantu Chef, tukang cuci piring, pokoknya semua dia lakukan.
Sampai akhirnya, Naya ditetapkan sebagai karyawan terbaik, terfavorit atau bisa dikatakan kesayangan pemilik restoran. Baik dari suami atau istri pemilik resti, benar-benar menyayangi Naya sebagai adik mereka, sebab Naya bisa melakukan semua itu demi kemajuan resto sampai detik ini.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1