Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Kekecewaan


__ADS_3

"Fel, stop!" ucap sahabatnya sambil mengejar Felix.


Namun, semua itu di luar dugaan. Seseorang keluar dari kamar mandi dalam keadaan menundukkan wajahnya sambil mengikat bathrobe.


"Sayang, katanya mau mandi bareng terus kenapa enggak jadi. Memangnya siapa yang dat---"


Wajah wanita itu benar-benar sangat terkejut. Dia tidak menyangka jika yang datang malam-malam seperti ini adalah calon suaminya sendiri.


"Fe-felix? Ka-kamu kenapa ada di sini?" tanya wanita itu.


"Enza? Ja-jadi kalian berdua memiliki hubungan spesial di belakangku selain urusan kerjaan?" tanya balik Felix, matanya mulai memerah menahan air mata yang berasa dari dalam hatinya.


Kekecewaan di dalam hati yang begitu mendalam telah berhasil mencabik-cabik perasaan Felix. Setengah ma*ti dia membela Enza di hadapan Ernest dan juga Moana, akan tetapi balasan Enza padanya malah seperti ini.


Siapa yang tidak akan hancur, di saat seseorang sudah berjuang susah payah untuk membahagiakan pasangannya, tetapi tidak ada satu kata terimakasih pun yang terucap darinya. Melainkan rasa sakit yang dia berikan, saat Felix telah mengetahui sifat asli Enza yang ternyata diam-diam dia telah bermain atau menjual tubuhnya sendiri pada produser sekaligus sahabat Felix.


"Fel, gu-gua bisa ngejelasin semuanya. Kita ngo-ngobrol baik-baik ya, lu duduk dulu sini!" ucap sahabatnya, berusaha menenangkan Felix agar tidak membuat kegaduhan di dalam Apartemennya.


Di saat sahabatnya ingin menyentuh lengan Felix agar membawanya duduk di sofa, tetapi Felix langsung mengangkat tangannya ke udara.


"Terima kasih atas tawarannya!" sahut Felix.

__ADS_1


"Sa-sayang, a-aku bisa jelasin ka-kalau ini semua ti-tidak seperti apa yang kamu lihat, a-aku hanya mengikuti prosedur yang ada. Jadi, aku mo-mohon. Ja-jangan berpikir negatif tentangku," ucap Enza, baru ingin mendekat, Felix malah menghindarinya.


"Well, well, well. Permainan yang sangat bagus!"


Felix bertepuk tangan secara berirama, di mana suara tepukan itu terdengar sangat menyedihkan serta menyayat hati. Apa lagi senyuman yang terukir jelas di sudut bibir Felix, bukanlah merupakan senyuman kebahagiaan, melainkan kekecewaan terhadap orang yang begitu di cintainya.


Akan tetapi, sahabatnya dan Enza melihat tidak ada sedikit pun rasa marah di wajah Felix malah membuat mereka bertanya-tanya. Setahu mereka apa bila seseorang ketika memergoki pasangannya selingkuh, maka reaksinya benar-benar menggila.


Hanya saja, semua itu tidak berlaku untuk Felix. Rasa kecewa yang tidak bisa di jelaskan membuat Felix tidak menunjukkan sisi emosi yang berlebihan terhadap mereka berdua. Semua itu bukan berarti respon Felix biasa saja, justru reaksi yang seperti inilah yang sangat-sangat berbahaya.


Tanpa Enza dan produsernya sadari, kekecewaan seseorang yang teramat besar itu bisa di lihat dari caranya menghadapi masalah.


Apa bila terlihat diam, terus berusaha tetap bersikap santai dan sama sekali tidak melakukan kekerasan, itu semua sudah masuk ke level kekecewaan yang sangat tinggi. Berbeda jika reaksinya langsung marah dan melakukan kekerasan, maka itu adalah ledakn emosi yang di luapkan.


"Ternyata memang benar, apa yang dikatakan oleh keluarga atasanku, kalau wanita yang sebentar lagi akan menjadi istriku adalah wanita tidak baik. Dia rela menjelajahi tubuhnya bagaikan seorang pela*cur!"


"Padahal tinggal beberapa hari lagi kau akan menjadi istriku, tetapi Tuhan Maha Baik. Dia telah membukakan mataku untuk mengetahui semua itu jauh lebih awal, dari pada aku mengetahuinya setelah menikah. Bisa-bisa aku akan membuatmu janda tepat di malam pengantin kita!"


Felix berbicara sambil memutari Enza beberapa kali, mata mereka saling melirik satu sama lain. Di mana tangis Enza runtuh, dia tidak tahu harus melakukan apa lagi dan malah memeluk Felix sangat erat.


Di sini Felix hanya terdiam, lantaran di juga tidak bisa bersikap kasar terhadap perempuan. Pantang baginya menyakiti seorang wanita, akan tetapi rasa bersalah pada seseorang masih terus menghantuinya. Hanya saja, Felix menyembunyikan erat semua itu agar tidak ada satu orang pun yang tahu kecuali dirinya dan juga Tuhannya.

__ADS_1


"Ma-maafkan aku, Sayang. Aku tidak bermaksud melakukan semua ini, aku hanya mengikuti prosedur yang sahabatmu berikan. Dia bilang kalau aku melayaninya, maka karierku akan melambung tinggi. Tapi, jika tidak. Maka, aku tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini!"


"Untuk itu, ma-maafkan aku. Aku janji, aku kan stop menjadi mode asalkan kamu mau maafin aku. Please, Sayang! Aku mohon jangan batalkan pernikahan kita, aku sayang banget sama kamu. Aku enggak mau kehilanganmu, Sayang, jadi maafin aku!"


"Kamu harus percaya sama aku, Sayang. Aku tidak bohong, dia telah memanfaatkanku demi kepentingannya sendiri dengan alasan agar aku bisa menjadi seorang model terkenal!"


Enza terus menjelaskan di sela tangisnya tanpa melepaskan pelukannya. Meskipun, Felix berusaha keras untuk melepaskannya, tetapi Enza tidak akan membiarkannya.


Senyuman di wajah Felix menggambarkan kekecewaan yang teramat mendalam, apa lagi sahabatnya. Dia mulai maju mendekat dan mencari pembelaan bagi dirinya sendiri serta menyangkal semua penjelasan yang Enza berikan.


Sehingga, timbullah berdebatan di antara Enza dan juga produsernya. Pada akhirnya, Enza melepaskan pelukannya dari Felix lalu berdiri tepat di hadapan prosedurnya.


Percekcokan di antara ke duanya membuat Felix sangat-sangat bingung, dia tidak tahu siapa yang harus dia percaya di antara sahabatnya atau calon istrinya.


Lantas apakah Felix akan memberikan maaf atas kesalahan karena cintanya yang sangat besar kepada Enza atau dia harus menyudahi hubungannya di sini dengan membatalkan pernikahannya?


Entahlah, Felix masih belum menemukan jawabannya apa pun. Dia masih syok dan benar-benar dilema. Sampai alhirnya Enza dan sahabatnya itu kembali menjelaskan pada Felix sesuai sama versi mereka masing-masing.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2