Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Menerima Ernest Kembali


__ADS_3

"Jangan katakan itu lagi, kamu tidak sendiri. Aku ada di sini akan selalu merawatmu sampai kamu sembuh, ingat! Ini hanya sementara bukan selamanya, jadi jangan putus asa. Kita berjuang sama-sama dari nol untuk membesarkan anak-anak juga demi kesembuhanmu. Oke?"


Moana tersenyum dibalik tangisannya sambil terus menggenggam tangan suaminya dan sesekali menciumnya. Tatapan dari Moana yang Ernest lihat benar-benar tulus membuatnya malu terhadap dirinya sendiri.


Sudah banyak rasa sakit bahkan dosa yang Ernest lakukan pada Moana serta anak-anaknya, sekalipun dia di maafkan luka yang di berikan tetap akan membekas sampai kapan pun itu.


Akan tetapi, Ernest bersyukur karena dia di anugerahi istri serta anak-anak yang berhati emas. Tidak peduli seberapa banyak rasa sakit yang di berikan, mereka tetap menyanyangi tanpa sedikit pun membencinya


"Te-terima kasih, kamu tetap akan selalu di saat aku seperti ini. Seharusnya kamu tertawa, kamu senang melihat penderitaanku sekarang. Aku sudah cacat, lumpuh menyusahkan lagi. Jadi, buat apa kamu bertahan dengan semua ini? Kenapa kamu tidak pergi saja meninggalkan aku dengan semua penderitaan ini. Supaya aku hidup dalam kesendirian dengan kondisiku yang sangat membebankan!"


Ernest terus mengoceh sepanjang jalan tol untuk mengeluarkan unek-unek di dalam hatinya ketika dia merasa sangat malu atas kondisinya, tapi Moana masih ingin berada di dekatnya serta menemaninya tanpa peduli apapun keadaannya sekarang.


"Sudah selesai ngomongnya, hem?" tanya Moana sangat lembut, tangannya mulai mengusap pipi Ernest sambil tersenyum manis. "Aku tidak peduli, kamu mau bilang ini, itu atau sebagainya. Terpenting bagiku, aku bisa kembali memulai dari nol hidup bersama pria yang aku cintai serta anak-anak kita."


"Tu-tunggu. Ta-tadi sebelum itu kamu marah dengan berkata kalau Ba-barra anakku? Ma-maksudnya bagaimana, aku tidak paham." tanya Ernest, penasaran.


Thoms yang ada di situ hanya bisa menyimak kisah yang mengharukan dari mereka, apa lagi sikap bijak adiknya berhasil menyentuh hatinya. Tidak seperti Thoms yang memiliki jiwa pendendam cukup besar atas ketidak terimaan hidupnya yang pernah di hancurkan.


Moana kembali harus menjelaskan dari awal bagaimana dia bisa bertemu Thoms, lalu merencanakan semua rekayasa itu demi menyelamatkan Barra, anak kandung Ernest sendiri.

__ADS_1


Saking tidak percayanya, air mata Ernest menetes ketika dia harus mendengar betapa menyakitkannya hidup Moana dan Justin yang harus tergantung pada spikolog agar bisa kembali hidup layaknya orang yang tidak pernah memiliki trauma.


Ernest tidak menyangka, sikapnya yang egois hampir saja membuat anaknya sendiri meninggal dunia jika Moana tidak segera mengambil keputusan walaupun jalannya sangatlah berat. Inilah yang Ernest salutkan sama Moana, dia tipikal wanita yang tidak pernah memikirkan tentang kebahagiaannya. Dia selalu menomor satukan kebahagiaan keluarganya atau orang yang dia sayang, baru kemudian dirinya sendiri.


Sebenarnya boleh saja, tapi kalau Moana terus menerus bersikap seperti itu malah akan menyakiti hatinya sendiri. Untungnya, Moana di berkati mental yang cukup kuat sehingga semua yang terjadi hanya berhasil mencolek mentalnya tidak sampai membuatnya kehilangan pola berpikir yang baik.


Beribu-ribu kata maaf selalu Ernest ucapkan di sela-sela Moana bercerita. Sampai akhirnya, Thoms ikut menjelaskan kesalah pahaman Ernest padanya saat itu. Thoms membenarkan apa yang Moana ceritakan tanpa mengurangi atau melebohkannya.


Di situ hati Ernest benar-benar seakan di remukkan oleh semua yang terjadi di dalam perjalanan pernikahannya. Dia tidak mengira, jalan yang dia ambil merupakan jalan yang penuh dengan luka yang belum tentu bisa di sembuhkan sampai kapan pun itu.


"Sekali lagi maafkan aku, aku sudah---"


"Ya, aku akan lebih semangat lagi buat mereka juga kamu. Pokoknya sekali lagi aku ucapkan terima kasih dan maaf untuk kalian berdua. Aku sudah pernah menyakiti, tapi kali ini aku berjanji. Aku akan menjadi suami, ayah bahkan kepala rumah tangga yang lebih bijak lagi dalam menentukan kebenaran dan kesalahan."


"Bagus! Jika sampai adikku atau anak-anakku kembali tersakiti, maka bersiaplah. Itu akan menjadi perpisahan kalian untuk terakhir kalinya. Aku akan pastikan kamu tidak akan pernah kembali bertemu dengan mereka. Paham?"


"Paham, Kak. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, aku akan memperbaiki sifatku ini serta aku akan menjaga semua kepercayaan kakak padaku. Meskipun kakiku lumpuh, tapi aku masih mempunyai kedua tangan yang bisa aku gunakan untuk menjaga mereka dengan sangat baik. Aku janji itu!"


"Ya, sudah. Aku pergi dulu, ada urusan yang harus aku selesaikan. Jika ada apa-apa kabari aku segera, ingat! Di sini banyak anak buahku. Jadi jangan sampai macam-macam pada adikku, kalau kau mau selamat. Mengerti!

__ADS_1


"Kakak, sudah cukup menindas suamiku! Pergilah, dan jaga dirimu baik-baik. Kalau sampai aku lihat ada luka sedikit pun di tubuhmu, maka aku tidak segan-segan akan menghukumu!"


Perbincangan di antara mereka bertiga, memang terdengar seru. Apa lagi saat Moana berhasil membungkam mulut kakaknya sendiri membuat Ernest terteguk. Bulu kuduknya yang sudah lama tertidur langsung bangun begitu saja, sama sepetti bodyguard yang cukup mengapreasikan sikap Moana. Sebab, baru kali ini seorang King Mafia bisa takluk hanya karena adik kesayangannya sudah memasangkan taring.


Tanpa berlama-lama lagi, Thoms segera berpamitan pergi dari rumah sakit untuk mengurus masalah yang belum selesai. Dia sangat ingin tahu, siapa dalang yang ada di balik semua peristiwa ini sampai-sampai nyawa keponakannya hampir saja melayang.


Selepas perginya Thoms, Moana meminta bodyguard yang berjaga di dalam ruangan untuk berjaga di depan. Dikarenakan Moana ingin meluangkan waktu berdua dengan suaminya tanpa adanya gangguan dari anak buah kakaknya.


Setelah itu, sang suster datang untuk membawakan makanan kepada Ernest agar dia bisa segera minum obat untuk mengurangi rasa nyeri di tubuhnya yang beberapa lalu lukanya hampir terbuka kembali.


Dengan telaten Moana menyuapini suaminya ketika sang suster sudah pergi dari ruangan Ernest. Masa-masa indah mulai kembali mereka rancang agar bisa mengumpulkan puzzel-puzzel kenangan indah yang hampir saja hilang.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2