Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Rendahnya Pendidikan


__ADS_3

Ernest mencoba menenangkan Justin yang menangis di dalam pelukannya. Walaupun hatinya terluka atas apa yang Edo dan teman-temannya lakukan, lebih sakit lagi ketika melihat kondisi tubuh Justin yang lukanya sudah berada di mana-mana.


Kedua lutut Justin terdapat gorekan akibat terkena rerumputan yang cukup tajam, lalu salah satu lengannya terasa sangat sakit seperti orang yang pqtahbtulang.


Semua dikarenakan Justin terjatuh dalam posisi yang salah. Tangan kanannya terjatuh lebih dulu barulah tertindih oleh badannya, hingga tumpuan yang tidak seimbang itu bisa membuat tangan Justin sangat sakit untuk di gerakkan.


Sementara Moana, dia menatap ketiga anak yang usianya masih sekitar 10 sampai 11 tahun. Wajah yang Moana lihat tertawa senang penuh kebahagiaan ketika menghina suaminya, kini malah dipenuhi oleh air mata yang sudah mengalir deras.


Jika dibilang kasian, Moana kasihan. Semua kembali lagi, apa yang bodyguard katakan memang ada benarnya. Kalau mereka tidak diberikan pelajaran, takutnya nanti mereka tidak akan berhenti untuk menghina orang lain sampai dewasa.


Moana khawatir apa bila orang tersebut adalah anak kecil, pasti mental atau sikisnya yang belum kiat akan mudah terganggu. Itulah berbahaya pembullyan untuk kesehatan otak juga perkembangan masa depannya


Jangankan anak kecil, orang dewasa saja yang dikategorikan kuat untuk menompang semua ujian hidupnya, masih tetap lemah jika harus dihadapkan oleh hinaan serta caci maki yang selalu merendahkan dirinya.


Apapun yang namanya pembullyan memiliki dampak negatif bagi mental seseorang. Maka dari itu, undang-undang pembullyan telah diberlakukan untuk memberikan efek jera pada tersangka, supaya kemudian hari tidak akan dilakukan kembali.


"Apa yang sebenarnya terjadi sama kalian? Kenapa kalian sangat senang menghina suamiku, hem? Terus apa yang sudah kalian lakukan sampai membuat anak serta suamiku terjatuh? Bisa kalian jelaskan padaku, sekarang?"

__ADS_1


Moana berusaha bersikap lembut, meskipun hatinya hancur. Akan tetapi ketika melihat Edo dan kedua temannya, seperti Moana melihat Justin. Bayangkan saja kalau Justin tumbuh seperti mereka, sudah pasti hati Moana akan lebih hancur dari penghinaan yang mereka katakan. Justru itu, Moana selalu berusaha mendidik anak-anaknya dengan baik.


Jika Moana pernah gagal menjadi seorang istri, dia tidak ingin gagal lagi menjadi seorang ibu. Peran itu sangatlah sulit, apa bila sesuatu terjadi pada anaknya atau sikap anaknya termasuk dalam kategori nakal pasti yang terkena imbasnya seorang ibu.


Mereka semua akan menyangka kalau Moana tidak bisa mendidik anaknya dengan baik. Jangankan orang lain, mertua atau suami sendiri juga akan menyalahkan Moana tanpa tahu bagaimana susahnya menjadi seorang ibu yang dituntut untuk sempurna.


Tangan Moana terangkat untuk mengusap air mata ketiga anak itu sambil tersenyum. Di mana mereka hanya menatap takut kepada Moana, sebab dipikiran mereka bertiga Justin bukanlah orang bisa pada umumnya. Jadi, mereka telah salah orang untuk menunjukkan sifat kesombongan yang seakan-akan mereka sedang membuktikan betapa hebatnya mereka sampai bisa dikatakan jagoan yang tidak akan terkalahkan.


"Ma-maafkan kami, Nyonya. Kami salah, tapi kami mohon lepaskan kami. Kami tidak mau ikut mereka, kami tidak ingin di culik. Kami masih ingin ketemu keluarga kami, jadi tolong lepaskan kami. Kami mohon!"


Sang ketua jagoan yang awalnya terlihat penuh kesombongan telah menghina orang yang lemah, kini mentalnya langsung menciut saat kekuatan mereka bisa di kalahkan.


Moana membungkukkan tubuhnya menatap mereka satu persatu secara bergantian. Kemudian mengusap pipinya untuk menyalurkan kasih sayang yang


jarang sekali mereka rasakan.


"Tenang saja, mereka tidak akan menyakiti kalian bahkan, mereka juga tidak akan menculik serta menjauhkan kalian dari keluarga. Kalian akan tetap kembali dalam keadaan utuh dan selamat, tapi saya tidak bisa memastikan apa yang akan kalian alamai nantinya. Satu yang saya ingin katakan, belajarlah dari kesalahan yang sudah kalian lakukan saa ini!"

__ADS_1


"Ingatlah, kesombongan yang kalian miliki tidak jauh lebih dari kesombongan yang Tuhan miliki. Ibaratkan Tuhan memiliki kesombongan 100 persen jauh di atas kalian karena Tihan memiliki semuanya. Tuhan juga mampun mengambil nyawa kalian dalam hitungan detik tanpa meminta izin terlebih dahulu. Sementara kalian, baru juga memiliki kesombongan 0,1 persen sudah bertingkah layaknya jagoan yang ditakuti oleh orang lemah!"


"Anak-anak seperti kalian tidak pantas bersikap sok jagoan, apa lagi menghina orang yang jauh usianya di atas kalian. Tugas kalian sebagai anak-anak hanya belajar, makan, tidur, bermain, juga bahagia. Jadi, nikmatilah kesenangan yang ada di masa kecil kalian sebaik mungkin, sebelum kalian merasakan kehidupan yang jauh lebih pahit saat kalian telah menuju masa remaja."


"Sampaikan salamku, kepada kedua orang tua kalian. Bilang sama mereka untuk lebih memperhatikan anak-anaknya dan berikan pengertian tentang kehidupan yang baik untuk bekal anaknya ketika dewasa. Jangan sampai sifat buruk yang kalian pelihara dari kecil ini, kelak akan menjadi bom besar yang sewaktu-waktu bisa meledak dan membuat kedua orang tua kalian menyesal."


"Kalau memang mereka tidak mampu mendidik anak-anaknya, lebih baik berikan pendidikan terbaik di sekola juga di rumah. Banyak guru privat yang bisa di sewa setiap hari untuk datang ke rumah, supaya bisa menanamkan pola pikir yang sehat agar kalian tidak salah arah. Itu jauh lebih baik dari pada kalian besar tanpa arahan dari orang tua, itu sangat amat berbahaya bagi kehidupan kalian yang masih begitu panjang."


"Jika di bilang kasihan, saya kasihan. Apa lagi melihat kalian bertiga yang sepertinya kurang kasih sayang keluarga atau perhatian. Hanya saja mirisnya kalian memiliki kedua orang tua yang kumplit juga sehat hingga bisa melakukan apapun sesuka hatinya, tapi rendah akan masalah pendidikan. Sementara diriku sehat, suamiku lumpuh, tapi kami telah sukses membesarkan anak kami serta berhasil membuat mereka tumbuh menjadi anak yang sangat perhatian, baik juga menghormati sesama manusia baik masih muda maupun tua."


"Jika aku boleh jujur, yang sebenarnya harus dikasihani itu kalian, Sayang. Pendidikan kalian sangat lemah, baik pendidikan di sekolah atau di lingkungan sekitar. Di mana di sekolah kamu bisa belajar tentang pendidikan untuk bekal kesuksesan kalian, tapi jika kalian sukses dalam pendidikan pelajaran terus rendah dalam adap. Maka semua akan sia-sia, seperti kalian makan sayur tanpa bumbu, hambar. Ya, mungkin kalian atau keluarga kalian itu kuat dalam fisik. Cuman kami juga kuat dalam pendidikan melebihi kalian. Untuk itu, semoga semua ini akan menjadi pelajaran yang baik untuk ke depannya dan bisa menjadikan kalian sebagai anak-anak yang lebih baik lagi."


Moana tersenyum mengusap kepala mereka, lalu berdiri tegak. Setelah itu melirik ke arah bodyguard satu persatu, sebuah pesan terlontar dari mulut Moana untuk di sampaikan pada Thoms yang pastinya sudah mengetahui semua kejadian ini.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2