Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Enak


__ADS_3

Keesokan paginya pukul 5, Moana bangun lebih dulu meskipun dia hanya tertidur beberapa jam dan terus menjaga suaminya yang sakit akibat menahan sesuatu.


Di saat sarapan sudah tersedia, Moana naik ke atas menuju kamarnya untuk mengecek keadaan suaminya. Perlahan dia mulai mendekati Ernest dan duduk tepat di sampingnya sambil sedikit membungkukkan badannya.


"Syukurlah, panas badannya sudah mulai membaik, meskipun masih sedikit anget. Aku coba bangunkan dulu deh, dari pada nanti kesalahan. Bisa-bisa aku lagi yang kena imbasnya, huhh ... Jangan sampai!"


Tangan Moana terangkat untuk menepuk-nepuk pipi kanan Ernest dengan penuh kasih sayang. "Sayang, bangun yuk. Udah siang loh, kamu masih kuat untuk kerja atau mau istirahat aja?"


Ernest membuka matanya sedikit demi sedikit sambil sedikit meringkuh karena badannya terasa sangat pegal dan juga capek.


"Ergghh ... Enak."


Satu ucapan itu keluar dari mulut Ernest tanpa sadar. Moana terkejut dalam keadaan mata melotot ketika mendengar kata 'enak' dari mulut suaminya langsung.


"Hahh? E-enak? Ma-maksudnya?" tanya Moana, masih sedikit syok.


"Hem, a-aku tidak mengatakan itu. A-aku bilang enggak, artinya aku mau istirahat di rumah. Badanku sakit semua," cicit Ernest. Matanya berkaca-kaca menatap istrinya.


Setelah itu, Moana berbicara di dalam hatinya dalam keadaan bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa tadi aku salah dengar ya? Perasaan dia bilang enak bukan enggak. Kok sekarang berubah? Aishh, jangan mulai ya Moana. Ingat!"


"Mungkin saja saat ini kupingku lagi bermasalah, belum pikiranku yang masih terbayang tentang kejadian semalam. Dahlah, lupakan kejadian itu. Paling juga Ernest lupa, toh dia 'kan merasakannya ketika kondisi tubuhnya sedang tidak baik-baik saja. Jadi tidak mungkin dia mengingatnya."

__ADS_1


Ernest yang belum teringat akan kejadian semalam membuat dia kembali mengubah posisi membelakangi Moana sambil memeluk guling. Akan tetapi, belum berbalik Ernest memberikan pesan pada Moana.


"Tolong sampaikan pada Felix, hari ini aku sedang kurang sehat. Jadi batalkan semua meeting dan buat jadwal di lain hari. Aku mau tidur dulu, jangan ganggu!"


Moana hanya bisa menganggukan kepalanya sambil melihat suaminya yang memang masih belum sehat. Dia pun langsung mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat kepada Felix tentang kondisi suaminya saat ini.


Setelah itu Moana mengecek box bayi, dimana Justin sudah bangun dan bermain sendiri. Entah dari jam berapa dia melek, Moana pun tidak tahu. Setidaknya Justin bangun tanpa membuat kegaduhan yang akan membuat Ernest semakin pusing.


"Uhh, tututu ... Sayangnya Mommy udah bangun, iya? Hem, tumben bangunnya enggak nangis. Anak siapa sih, kok pinter banget hihih ...."


Moana langsung menggendong Justin dan membawanya ke dalam dekapannya. Lalu, Moana sama Justin keluar kamar karena takut akan mengganggu istirahat suaminya yang kurang sehat.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Setibanya di ruang makan, Elice dan Sakha sudah duduk manis di tempatnya sambil melihat Moana mendorong troli Justin.


"Huaa, pagi cucuku sayang. Aduh-aduh, sini-sini dekat Oma. Uhh tayang, anak ganteng kok belum mandi sih. Ihh bau acem nih, hihi ...."


Elice langsung menggendong Justin sambil menciumi wajahnya berulang kali. Wajah Justin yang terbilang kesal, semakin membuat Elice gemas dan langsung mencubit pipinya kecil.


Sementara Moana duduk di kursinya sambil tersenyum, begitu juga Sakha yang melihat istrinya semakin bahagia karena kehadiran Justin. Kemudian tatapan Sakha beralih ke arah Moana untuk menanyakan keberadaan anaknya


"Dimana Ernest? Tumben, belum turun. Apa masih siap-siap?"

__ADS_1


"Lagi kurang enak badan, Yah. Semalam badannya panas dingin gitu, tapi sekarang udah mendingan. Mungkin rasa pusingnya aja yang masih membekas."


"Loh kok bisa, bukannya semalam Ernest baik-baik aja? Terus kenapa tiba-tiba sakit? Apa harus di bawa ke rumah sakit?"


"Ti-tidak perlu, Ayah. Ernest sudah mendingan, dia hanya butuh istirahat aja. Mungkin tenaganya terlalu di porsil, jadi dia demam gitu."


"Syukurlah, ya sudah biarkan dia istirahat. Nanti kamu minta resep sama Bunda cara buat sop kesukaan Ernest, dia kalau lagi sakit hanya mau makan soup bukan yang lain. Jadi kamu harus belajar menyengin suamimu, supaya dia semakin terpikat dengan pesonamu. Paham 'kan maksud, Ayah?"


Moana menganggukan kepalanya perlahan. Sebenarnya dia sedikit gugup, karena takut kelepasan untuk menceritakan penyebab sakitnya Ernest.


Elice yang sudah kelar bermain bersama Justin, kembali menaruhnya di troli bayi. Kemudian mengambilkan makanan untuk suaminya, sedangkan Moana mengambilnya sendiri.


Mereka makan dalam keadaan tenang, sesekali Elice menanyakan bagaimana hubungan mereka. Apakah ada kemajuan atau tidak, sementara Moana bingung harus menjawab apa. Sehingga dia menjelaskan bila respon Ernest semakin ke sini semakin ada perubahan, walaupun sedikit.


Namun, mendengar semua itu berhasil membuat kedua orang tua Ernest bahagia. Ketika anaknya sudah mulai membuka hati untuk istrinya.


Setelah selesai makan, Sakha berpamitan untuk berangkat kerja. Kemudian, Moana kembali ke kamarnya untuk memandikan Justin. Sementara Elice akan merapikan meja makan bersama pembantunya.


Awalnya Moana ingin membantunya, tetapi tidak di perbolehkan. Sekalian Elice akan pergi sebentar ke supermarket untuk membeli bahan-bahan yang akan dia ajarkan kepada Moana, bagaimana cara membuat sop ke sukaan Ernest.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2