
"Tuan, tunggu!" pekik Nay.
"Astaga, aku ini habis sakit, loh. Masa iya, Tuan tega sih, yaelahhh!" sambung Nay.
Thoms tidak menggubris apapun yang Nay katakan, fokusnya saat ini hanya satu. Bagaimana cara Thoms bisa mencari tikus kecil itu dengan ciri khas tertentu. Di mana tangan sebelah kanan terdapat sebuah tanda yang tidak ada satu orang pun memilikinya. Ibarat kata tanda lahir pasti setiap anak berbeda-beda, begitu juga tanda tersebut.
"Gak usah berisik, ini rumah sakit bukan rumah nenek moyangmu!" sahut Thoms berjalan terus tanpa henti.
"Ck! Dasar pria menyebalkan!" gerutu Nay.
Mereka berjalan terus menuju ke arah lift, lalu keluar dari rumah sakit menaiki sebuah mobil mewah. Sepanjang jalan Thoms hanya terdiam tanpa berkata apa-apa bahkan melihat sisi Nay sekalipun.
Nay merasa sedikit mual karena tidak terbiasa menaiki mobil pribadi, apa lagi keseharian Nay lebih banyak berjalan kaki atau naik angkot ketika jarak dari rumah ke tempat tujuan cukup jauh.
Wajah pucat juga keringatan membuat Nay sudah tidak kuat lagi menahan sesuatu yang ada di dalam perutnya. Satu sisi lambungnya sedikit bermasalah, lalu di sisi lain aroma mobil membuat Nay semakin pusing. Dia merasa perut seakan di kocok-kocok hingga Nay tak tahan lagi, memilih untuk menghentikan mobil tersebut.
"Hentikan mobilnya, Pak! Saya mohon, atau sesuatu akan keluar dimobil ini. Cepat!" pekik Nay, wajahnya benar-benar pucat pasi dengan keringat bercucuran di dahi.
Mendengar celoteh Nay, seorang supir terkejut dan langsung menghentikan laju mobil dengan cara mengerem mendadak. Untungnya semua dalam keadaan aman terkendali, hanya saja mereka masih syok atas nada Nay yang terdengar tinggi. Bagaimana tidak, suasana awalnya terlihat sunyi tanpa ada yang berbicara. Akan tetapi, berkat suara Nay merusak semuanya.
"Cepat buka pintunya, saya mohon, buka!" titah Nay ketika merasakan sesuatu sudah ada dikerongkongan.
Tanpa berkata apa-apa lagi, supir itu langsung membuka kunci dan Nay turun dalam keadaan tergesa-gesa sambil berlari. Thoms segera turun dari mobil untuk menyaksikan apa yang sudah terjadi sama Nay.
"Hueekk, huekk ...." Nay memuntahkan semua isi perutnya ke saluran air yang cukup dalam. Meskipun keadaan gelap, tetap masih bisa terlihat.
__ADS_1
Suara menjijikan itu membuat Thoms yang berdiri tepat di belakang Nay merasa sedikit menjauh. Selama ini Thoms tidak bisa melihat hal semenjijikan itu bahkan kedua ponakannya saja ketika muntah Thoma langsung membuat muka agar tidak ikut merasakan.
Namun, kali ini berbeda. Sejijik apapun Thoms melihat ataupun mendengar suara yang mengobokkan perutnya, langsung meminta bodyguard untuk mengambilkan tisu kering basah, juga minyak angin supaya bisa membantu Nay.
"Hueekk, hueekk ...." Suara Nay terdengar menyedihkan, lantaran semua isi di dalam perut terkuras abis sampai keluar cairan berwarna kuning dan terasa pahit.
Cairan tersebut merupakan gejala naiknya penyakit asam lambung Nay yang tadi pagi sempat bermasalah. Tidak hanya itu, masih ada beberapa gejala lain seperti naiknya cairan empedu, adanya sumbatan saluran cerna, radang usus buntu, konsumsi alkohol berlebihan, atau sindrom muntah yang berulang kali.
Entah, apa yang terjadi sama Nay, Thoms juga tidak paham. Melihat Nay seperti ini membuat hatinya bergerak, sehingga tidak ada lagi rasa jijik untuk mendekati Nay lalu berjongkok dan memijit tengkluk lehernya.
Nay hanya bisa melirik ke arah Thoms, lalu memuntahkan kembali cairan itu sampai tubuhnya mulai melemas.
"Makannya kalau makan jangan kebanyakan, jadi muntahkan," ucap Thoms, asal menebak.
"Ini bukan masalah makan kebanyakan atau, hueekk ... Enggaknya. Cuman, mobil Tuan sangat bau, sampai membuat perutku terasa dicuci," jawab Nay, kesal.
Nay berdiri setelah menerima tisu tersebut, lalu mengusap mulutnya. Tatapan Nay dan Thoms membuat para bodyguard merasa bingung. Baru kali ini seorang King Mafia seperti Thoms membuang-buang waktu hanya sekedar mengurus gadis yang tidak sopan.
"Jika Tuan tidak percaya, terserah! Hidung orang beda-beda, kalau menurut Tuan mobil itu wangi ya, karena itu mobil Tuan sendiri. Coba kalau Tuan orang lain seperti saya, pasti akan merasakan hal yang sama!" sahut Nay, kesal.
"Apa yang sangat meyakinkanmu sampai bilang kalau mobil saya bau?" tanya Thoms, datar.
Nay langsung berjalan dengan sedikit lemas dan sempoyongan karena tubuhnya tiba-tiba saja melemas. Kemudian, Nay menutup hidung sambil menunjuk ke arah dalam mobil dari pintu mau masuk.
"Lihatlah, dialah biangkeroknya! Cuman dia yang bisa membuat orang sepertiku seakan mendekati ajalnya!" Nay menunjuk ke arah pewangi mobil stella rasa jeruk yang tergantung di depan dekat spion dan di tengah. Dua stella itulah yang berhasil mengurang Nay seperti orang mabuk berat.
__ADS_1
"Ck! Dasar cewek aneh, orang tuh, kalau mabuk berkelas dikit. Pakai minuman beralkohol, bukan karena mencium stella mobil!"
"Hyaak, suka-suka sayalah. Lagian mabuk gratis lebih berkelas dari pada mabuk bayar bikin bangkrut!"
"Ya, ya, ya, terserah! Udah, 'kan? Ayo, masuk mobil!" titah Thoms, berjalan memutari mobil dari arah belakang dan segera duduk di kursinya.
Nay terdiam mematung, wajahnya kembali pucat karena tidak tahu harus melakukan apa-apa lagi. Jika Nay masuk ke dalam sudah pasti dia akan kembali muntah, kalau Nay tidak naik mobil bagaimana caranya pulang. Dua pilihan itu membuat Nay benar-benar pusing.
Melihat ekspresi wajah Nay, langsung membuat Thoms memerindahkan anak buahnya untuk membuang semua stella serta membuka kaca mobil selama mereka ada di perjalanan. Nay merasa bingung dengan apa yang Thoms lakukan, kadang-kadang Thoms bisa berubah menjengkelkan atau baik seperti saat ini.
"Cepat masuk, atau selamanya kau akan ada di tempat menyeramkan ini!" ucap Thoms penuh penekanan.
"Ck! Iya, ya berisik banget sih!" pekik Nay, langsung masuk ke dalam mobil lalu ditutup oleh bodyguard yang membukakan pintu.
Mereka kembali melanjutkan perjalanannya menuju Apartemen Thoms. Demi membuat Nay merasa nyaman, Thoms harus membuang semua stella, mematikan pendingin mobil serta membuka semua kaca mobil.
Sepanjang perjalanan, Nay memegang kaca jendela lalu menaruh dagunya untuk menghirup udara segar di malam hari yang terasa sejuk. Meskipun kondisi badannya sangat lemah akibat muntah, Nay tetap masih bersemangat menyambut langit yang terlihat lebih cerah dari malam biasanya.
Dibalik kebahagiaan Nay saat ini, terdapat penderitaan yanh Thoms alami. Di mana tangan Thoms beberapa kali memainkan jasnya akibat rasa gerah yang mulai melanda.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...