Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Pantai Indah Kapuk (PIK)


__ADS_3

1 Minggu telah berlalu, tepat di pagi hari pukul 10. Elice dan Sakha baru saja pulang ke rumah, tanpa sepengetahuan Moana serta Ernest. Mereka sengaja pulang lebih dulu, agar bisa memberikan kejutan pada anak dan juga menantunya.


Sakha beristirahat di dalam kamarnya, sementara Elice pergi ke arah dapur untuk mengecek semua bahan makanan yang masih tersedia.


"Bi, apakah Moana dan Ernest sudah belanja bulanan? Atau mereka lupa?"


Elice mengecek satu persatu kulkas yang di khususkan untuk menyimpan bahan sayuran, kemudian frezzer untuk daging-dagingan serta naget. Belum lagi kulkas penyimpan dessert dan buah-buahan.


"Nona Moana selalu teliti untuk mengecek semua keperluan rumah tangga setiap harinya, Nya. Bahkan ketika stock tinggal sedikit tanpa harus menunggu sampai habis, Nona Moana langsung mengajak saya berbelanja." jelas, sang Bibi.


"Oh gitu, bagus dong. Berarti anakku tidak salah memilih menantu untukku, walaupun dia dalam keadaan hamil. Fisiknya tepat kuat dan gigih untuk memperhatikan semuanya. Benar-benar anak mandiri. Berbeda sama Bumil lainnya."


Elice tersenyum lebar menatap sang Bibi, dia merasa kagum kepada sosok Moana. Padahal baru saja beberapa bulan menjadi menantunya, kini Moana sudah berhasil membuatnya terpesona.


Namun, saat Elice baru selesai menuang jus ke dalam gelas dan meminumnya. Dia langsung di kejutkan oleh perkataan asisten rumah tangganya.


"Saya itu heran deh, Nya. Masa setiap saya menemani Nona Moana pergi berbelanja, dia hanya menggunakan ATM berwarna hitam yang saldonya tidak ternilai itu sama kaya punya Nyonya, yang khusus untuk belanja bulanan dan sebagainya."


"Nah, berbeda kalau Nona Moana ingin belanja perlengkapannya sendiri. Dia pasti menggunakan ATM biasa yang masih gold gitu, yang saldonya masih bisa terhit--"

__ADS_1


Elice terdesak hingga terbatuk-batuk saat mendengar semua perkataan dari asisten rumah tangganya. Baru kali ini Elice mendapatkan berita semengejutkan ini, lantas apa maksud Moana melakukan semua itu? Apa dia tidak di berikan uang khusus untuk dirinya sendiri oleh suaminya? Pertanyaan seperti itulah yang mulai terngiang di kepala Elice.


Sang Bibi meminta maaf bila perkataannya berhasil membuatnya sampai tersendak. Alice hanya mengangguk, lalu dia bergegas pergi meninggalkan dapur menuju kamarnya.


Elice harus menceritakan semua kejadian ini kepada suaminya, supaya Sakha pun tahu bagaimana kelakuan anaknya selama mereka tidak ada di rumah.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Di Perusahaan, lagi-lagi di buat gempar oleh ngidam Moana yang cukup meresahkan. Dimana dia ingin sekali pergi ke pantai tepat hari ini juga. Untungnya jadwal hari ini benar-benar kosong, jadi apa boleh buat.


Awalnya Ernest menolak itu semua, tetapi saat melihat Bumil mulai meraung-raung tidak jelas. Akhirnya Ernest mengizinkannya, selagi Felix selalu ada di sampingnya.


Moana tidak masalah dengan itu, malah dia senang. Jika Felix bersedia menemaninya, pasti itu akan bertambah seru. Dari pada suaminya yang hanya bisa membuatnya tertekan dan menangis. Di tambah cuacanya tidak sepanas biasanya, sehingga mereka bisa pergi berdua.


Sesampainya di sebuah pantai yang terasa sangat menyejukkan. Moana langsung turun dari mobil, lalu berjalan sendiri yang segera diikuti oleh Felix.



__ADS_1



Pantai Indah Kapuk (PIK) adalah sebuah kawasan terencana yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara, Kapuk, Cengkareng, Jakaryta Barat dan Kabupaten Tangerang, Banten.


PIK merupakan salah satu kawasan perumahan elite paling bergengsi di Jakarta, bersama Menteng, Kebayoran Baru, Pondok Indah dan Puri Indah.


Kawasan PIK terbagi menjadi 2 kawasan utama, yakni Pantai Indah Kapul 1 terdiri dari kawasan daratan dan dua pulau reklamasi dengan nama Golf Island dan Eboney Island. Pantai Indah Kapuk 2, walaupun sebagian besar di isi perumahan, PIK juga memiliki pertokoan di jalan-jalan utama dan restoran lainnya yang terkenal sangat enak.


Namun, kali ini Moana dan Felix pergi ke PIK 1. Di sana dia menikmati suasana laut yang sangat indah, di tumbuhi oleh pohon-pohon kelapa serta pasir putih yang sangat bersih.


Begitu juga dengan air laut yang berwarna biru, kini menambah kesan keindahan pantai yang benar-benar terlihat alami.


Felix dan Moana pergi mencari tempat yang sedikit jauh dari keramaian, yang berada di ujung. Felix duduk di dekat karang yang sedikit sejuk sambil mengawasi pergerakan Moana. Tidak lupa dia juga merekam apa saja yang Moana lakukan untuk memberitahu kepada atasannya.


Sebenarnya Ernest tidak meminta akan hal itu, tetapi semua ini untuk berjaga-jaga saja agar Felix tidak lagi melakukan kesalahan. Sekaligus ingin mencoba untuk mendekatan Ernest dan Moana.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2