
Namanya juga keluarga kecil Ernest, kalau bukan ada kegaduhan ya, apa lagi? Tahu sendiri betapa rewelnya Barra kalau masalah makan, masih kecil sudah ingin makan sendiri. Tidak dituruni pasti nangis, jadi sepandai-pandainya Moana saja menyuapini Barra sambil dia mencoba makan sendiri.
Untuk Justin terbilang cukup tenang, dia tidak bawel soal makan. Hanya saja, Justin selalu makan minum yang membuat Moana sedikit kesal. Apa bila itu dibiasakan, maka tidak akan baik karena Justin kenyang minum bukan makan.
Sementara Ernest, terlalu mandiri yang membuat Moana hanya bisa mengehela napas. Beberapa kali dia berusaha mengambil lauk tanpa meminta tolong, sampai akhirnya lauk yang dia ambil jatuh ke lauk yang lain.
Melihat kebisingan meja makan atas ulah keluarga kecil Ernest, Elice dan Sakha hanya bisa terkekeh kecil. Mereka sudah terbiasa mendengar kegaduhan ini, jadi tidak akan membuat mereka terkejut. Mereka malah senang, sebab kegaduhan ini yang sudah lama sekali mereka rindukan setelah mengetahui bahwa Moana dan Justin telah tiada, nyatanya mereka hanya bersembunyi demi menyelamatkan mental juga Barra.
Jika dibilang lelah, pasti Moana pun seperti itu. Hanya saja, dia tetap menikmati semua prosea yang Tuhan berikan. Moana tetap mensyukuri, dibalik semua ini dia merasa sangat dicintai oleh anak, suami juga kedua mertua yang terasa seperti orang tua kandung.
Setelah beberapa menit, akhirnya drama pun terhenti. Mereka semua langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, tidak lupa Moana dibantu oleh bibi untuk menyiapkan bekal yang akan dia bawa nanti. Elice sengaja tidak ikut menyiapkan agar bisa menjaga Barra yang semakin pintar bergerak.
Jam terus berputar, sampai tidak terasa hari sudah semakin siang. Tepat di jam 10 mereka semua berangkat menggunakan 1 mobil khusus keluarga beserta sang supir.
Semua kebutuhan makan, minum dan lain-lain sudah di siapkan dibagasi belakang mobil. Benar-benar persis seperti mereka ingin pergi piknik di sebuah tempat. Hanya saja, mereka tidak membawa tiker untuk duduk diatas rerumputan hijau.
Ya, bagaimana lagi. Moana tidak terlalu suka membeli makanan luar jika tidak dalam keadaan mendesak, sehingga dia lebih suka membawa makanan dari rumah karena terjamin kualitasnya pasti enak dan sehat.
Sepanjang jalan mereka bernyanyi untuk menghibur Barra yang sudah mulai tidak nyaman. Maklum saja, jarak dari rumah ke rumah sakit terbaik yang Thoms carikan sekitar 2 jam. Sehingga, pasti akan ada titik jenuh di mana mereka hanya bisa berdiam diri di dalam mobil tanpa melakukan apapun.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
2 jam telah berlalu, mereka samoai di depan rumah sakit. Satu persatu mulai turun secara bergantian dan penih kehati-hatian, kini hanya tingga Ernest sendiri di dalam mobil.
__ADS_1
Sakha memanggil beberapa perawat pria agar bisa membantu sang supir yang akan memindahkan Ernest ke kursi roda dengan jaraknya cukup jauh. Sehingga Ernest tidak bisa melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan yang lain. Tadi saja dia dibantu oleh penjaga rumah beserta supir-supir agar bisa mengangkat Ernest ke dalam mobil.
Tidak mungkin dong, Moana, Elice bahkan Sakha yang harus Ernest dengan bobot badan yang cukup berat. Kalau untuk menuntun atau memapah sebagai pacuan Ernest pindah ke kursi roda dari sofa atau kasur, mereka bisa. Hanya saja, ini berbeda jadi mereka harus merepotkan seseorang demi menjaga Ernest agar tidak semakin parah.
Tidak lupa masih ada ketiga bodyguard yang selalu setia menemani ke mana pun Moana dan anak-anak pergi. Mereka memang turut serta ikut membantu Ernest, tetapi saat sampai di rumah sakit tidak. Mereka hanya sebagai pengawas agar memastikan semua akanberjalan lancar tanpa ada sesuatu yang menghalanginya.
Mereka semua jalan bersamaan, Ernest dengan kursi rodanya sendiri yang menggunakan tombol. Lalu, Sakha mendorong Justin dengan kursi roda yang dibawakan oleh salah satu perawat, sedangkan Elice menggendong Barra dan Moana membawakan makanan yang akan mereka makan atau nyemil sambil menunggu Ernest sama Justin terapi.
Tanpa mereka ketahui, ternyata Thoms sudah menyiapkan semua yang mereka butuhkan. Susah payah Thoms meminta agar Moana dan yang lain memiliki ruangan khusus untuk bisa beristirahat sambil menyaksikan Ernest sama Justin melakukan terapi.
Kalau bukan Thoms, mungkin rumah sakit tidak akan seleluasa itu menyiapkan ruangan khusus yang pada dasarnya mereka malah seperti pemilik dari rumah sakit tersebut.
Satu persatu rangkaian pun di mulai dari Justin. Ada kurang lebih 3 dokter yang akan menangani mereka, mulai dari 1 profesor dan 2 dokter serta beberapa perawat lainnya.
Kurang lebih 30 menit Justin mengikuti apa yang di minta oleh sang dokter, kini waktunya gantian Ernest. Justin harus istirahat dulu sesekali dia mencoba untuk menggerakan tangan sendiri untuk melatih otot yang beberapa minggu tidak digerakkan.
Moana tetap ikut serta mendampingi anak juga suami tercinta, sama seperti Sakha. Berbeda dengan Elice, dia sibuk menjaga Barra sambil memberikan cemilan agar anteng dan tidak rewel.
Semua yang mereka lakukan tidak lepas dari pengawasan anak buah Thoms yang selalu memberikan informasi terkait tentang kondisi mereka.
"Sayang mau makan? Udah laper?" tanya Moana kepada Justin.
"Nanti aja, Mom. Kakak mau ciki aja, Mommy bawa?" tanya Justin, diangguki oleh Moana. Kemudian dia memberikannya pada Justin, lalu kembali meninggalkan Justin dengan suster yang menjaga sambil melatih.
__ADS_1
Sesekali mereka mendengar respon Ernest yang cukup mengejutkan. Di mana Ernest merasa salah satu kakinya sudah mulai merespon, tidak mati rasa seperti waktu itu. Ini adalah pertanda baik, bahwa sebentar lagi Ernest akan segera pulih sama seperti Justin.
Padahal ini hanya baru satu kali merek terapi, bagaimana kalau besok-besok mereka kembali terapi sesuai jadwal? Wah, sudah terbayang bukan, pasti mereka akan sembuh lebih cepat dari perkiraan.
1 jam lebih Justin dan Ernest selesai melakukan terapi awal, waktunya mereka beristirahat. Jam juga sudah menunjukkan pukul 2 kurang, berarti jam makan mereka sudah kelawat jauh. Sang profesor dan yang lainnya berpamitan untuk istirahat, nanti setelah 30 menit sampai 1 jam berlalu mereka akan kembali melakukan terapi yang lebih menguras tenaga dari pada ini.
Mereka hanya bisa mengikuti prosedur yang ada, selepas pergi semua dokter di ruangan. Moana dan Elice menyiapkan bekel yang mereka bawa, tidak lupa ketiga bodyguard juga mendapatkan jatahnya masing-masing.
Untung Barra tertidur, jadi sementara waktu diletakkan disofa sambil dijaga oleh Moana. Kemudian mereka makan dengan nikmat sambil sesekali menceritakan apa yang Justin dan Ernest rasakan ketika diterapi.
Obrolan seru itu membuat Barra terbangun di saat yang tepat, di mana Moana sudah selesai makan lebih dulu dari pada yang lain. Moana sengaja makan cept bukan berarti dia rakus, melainkan menjaga agar ketika Barra terbangun posisi dia sudah dalam keadaan tenang tanpa merasa kerepotan.
Selesai semuanya makan, mereka bermain bersama Barra yang energinya sudah terisi penuh. Canda tawa benar-benar membuat mereka terlihat sangat bahagia, Thoms sendiri senang melihat Moana dan kedua ponakan tersayang bisa kembali ceria, terlepas dari apa yang sudah terjadi.
Thoms pun menghubungi Moana dengan panggilan video call demi menyemangati Justin agar dia bisa memiliki tekat untuk segera sembuh dan bisa melakukan aktifitas seperti semua. Apa lagi Thoms memberikan kabar kalau dalam waktu dekat ini, Justin bisa kembali meneruskan sekolahnya yang sudah hampir sebulan ini tidak belajar.
Tidak kebayang bukan, bagaimana senengnya Justin saat ini lantaran dia mendapatkan kabar yang sudah dinanti-nantikan setiap hari dari paman tersayang.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...