Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Penjelasan Versi Sakha


__ADS_3

Beberapa tahun silam, tepatnya di saat Thoms masih berumur 7 tahun. Sakha beserta atasannya langsung mengepung satu rumah mewah dengan segala rencana yang sudah matang, sehingga tidak membuat kecurigaan terhadap penjaga-penjaga yang ada di dalam rumah.


Sebagian penjaga telah dibius melalui sebuah benda kecil seperti sebuah petasan yang keluar asap hingga tercampur dengan udara.


Anak buah Sakha langsung bisa masuk dengan leluasa dari berbagai pintu, hingga suara tembakan terdengar nyaring sampai keluar rumah. Untungnya rumah mewah yang ternyata adalah rumah Moana dan Thoms jauh dari tetangga, sehingga tidak akan ada yang mendengar kejadian itu.


Dorr ... Dorr ... Dorr ...


Beberapa anak buah dari ayah Moana tewas mengenaskan akibat jumlah anak buah dari Sakha terlalu banyak. Sampai akhirnya mereka kewalahan, dan meninggalkan ayah Moana seorang diri untuk menjaga istri serta anak-anaknya.


Kini, atasan Sakha dan ayah Moana saling memberikan tatapan maut dengan senjata yang berada di dahi mereka satu sama lain.


Sakha terdiam berada di samping atasannya sambil melihat situasi supaya Tuannya selalu terjaga dari anak buah ayah Moana yang diduga masih tersisa.


Kali ini Sakha tidak berbicara, hanya mendengar semua percakapan mereka. Di mana ayah Moana meminta pertolongan agar dibebaskan dari semua bahaya ini, awalnya Tuan dari Sakha menyetujui semua itu setelah harta yang mereka miliki berada tepat di tangannya.


Tanpa memperdulikan semua harta yang masih bisa di cari, ayah Moana segera menyerahkan semua itu. Walaupun, sedikit berat karena harta tersebut tidak sepenuhnya miliknya. Akan tetapi, nyawa keluarganya jauh lebih berharga.

__ADS_1


Setelah semua itu disetujui, surat berharga semua sudah berada di tangan Tuan dari Sakha. Kemudian, senyuman jahat terukir disudut bibirnya karena tidak semudah itu membebaskan mereka. Apalagi melihat ayah Moana adalah Mafia yang sangat dipercayai oleh masyarat, pasti seiring berjalan dia akan kembali bangkit dan bisa melawan Sakha beserta atasannya.


Sehingga, tanpa basa-basi lagi. Tuan dari Sakha ingin melepaskan peluru yang ada di dalam senjata, tiba-tiba saja seorang wanita berteriak dengan keadaan menangis sambil menggendong bayinya yang mana itu adalah Moana.


Suara tangisan bayi sangat bergema hingga membuat sang kakak yang sedang mengintip kejadian tersebut merasa takut jika sesuatu terjadi pada keluarganya. Permohonan kata maaf berulang kali diucapkan sampai sang suami rela bersujud agar musuhnya tidak menyakiti istri, juga anaknya. Dia rela ma*ti asalkan istri dan anak-anaknya bisa dibebaskan tanpa harus terseret pada bisnis mereka.


Namun, apa daya. Pengancaman yang dilakukan ibu Naila membuat Tuan itu geram. Ketika melihat tangannya memegang senjata dari salah satu anak buahnya yang meninggal dunia membuat Sakha menjadi khawatir.


Sakha langsung mengarahkan senjata itu tepat di kepala ibunya Moana. Dia mengancam untuk menembaknya jika ibu Moana tidak ikut menurunkan senjata setelah suaminya sudah tida lagi memegang senjata.


Hanya saja, senjata yang terus mengarah ke kepala suaminya membuat dia tetap kekeh mengarahkan pistol itu ke arah Tuan dari Sakha. Semua anak buah Sakha menjadi bingung, jika mereka bertindak sudah pasti ibu Moana tidak main-main untuk melukai atasan mereka.


Teriakan yang sangat keras dari mulut ayah Moana membuat telinga Tuan dari Sakha merasa sakit. Di saat musuhnya ingin berlari mendekati sang istri untuk melihat keadaannya dan anak yang digendong, tanpa babibu Tuan itu segera menarik pelantuk dan menembakkan tepar di kepala serta punggung ayah Moana hingga menembus jantungnya.


Akan tetapi, Thoms kecil yang melihat keluarganya tewas di tangan ketua Mafia dan Sakha membuat dia beranggapan untuk mencari mereka suatu saat nanti dan membalaskan semua dendam tersebut.


Dengan demikian, Sakha yang tidak melakukan apa-apa menjadi terkejut karena ternyata yang menembak itu adalah anak buah Sakha dari arah belakang hingga seolah-olah membuat Sakha yang telah menembaknya.

__ADS_1


Setelah semua beres, harta yang diincar ada di tangan Mafia itu. Mereka segera pergi keluar dari rumah dengan menyuruh semua anak buah untuk mengumpulkan semua jenazah ataupun anak buat ayah Naila yang pingsan, lalu dijadikan satu dengan korban lainnya.


Setelah itu, terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat akibat rumah itu dibuat seperti kebakaran yang disebabkan oleh tabung gas yang bocor. Padahal tidak, semua itu terjadi lantaran telah direncanakan selicik mungkin sampai membuat Thoms dan Moana menjadi korbannya.


Untung Thoms bisa selamat, sedangkan Moana rencananya ingin dirawat sebagai permintaan maaf Sakha terhadap mereka. Akan tetapi, semua tidak jadi karena ditengah perjalanan mobil yang ditumpangi oleh Sakha mengalami kecelakaan. Semua itu disebabkan oleh sabotase musuh lainnya hingga membuat mobil Sakha berguling jatuh memasuki jurang.


Di situ Sakha sudah tidak bisa lagi menemukan Moana yang tidak tahu di mana keberadaannya. Sakha kira Moana sudah meninggal di dalam mobil itu, tetapi tidak. Moana di temukan oleh penduduk sekitar dan dibawa ke panti asuhan, lalu diadopsi oleh keluarga lain.


Semua itu tidak berlangsung lama karena Moana hilang dan kembali menjadi anak panti asuhan di beda negara sampai Moana tumbuh besar dan bisa hidup mandiri setelah mendapatkan pekerjaan lebih bagus.


Sementara Sakha tidak tahu kisah itu karena saat bangun dia sudah berada di rumah sakit dalam keadaan tubuh yang susah digerakan untuk beberapa minggu. Sedangkan anak buah serta supir yang ikut bersamanya untuk pulang ke Mansion rahasia yang diberikan Tuan Mafia, semua meninggal dunia akibat tangki bensin mengalamu kebocoran dan mobil meledak dalam hitungan menit.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...



__ADS_2