
"Hentikan!" pekik Thoms, langsung berdiri dari kursi dalam keadaan wajah sudah memerah padam menahan emosi yang terus menggebu-gebu.
"Tapi, Tuan. Dia----"
"Saya bilang berhenti ya, berhenti! Kalian punya kuping atau tidak!" bentak Thoms dengan suara bariton.
"Ma-maafkan kami, Tuan." Semuanya menundukkan kepala tanpa ada yang berani menatap wajah Thoms yang sedang diambang amarah.
"Mundur!" titah Thoms. Kelima bodyguard langsung mundur beberapa langkah ke belakang Thoms.
"Kenapa suruh mereka mundur? Saya tidak takut ma*ti!" ucap pria itu penuh ketegasan, melirik tajam ke arah Thoms dengan senyuman miring.
Merasa tertantang, Thoms mulai membalas senyuman itu tanpa mengalihkan pandangan satu sama lain, "Oh, benarkah kau tidak takut dengan ma*ti? Sungguh, nyalimu besar sekali Tuan Doni!"
"Oh, jelas. Doni tidak akan pernah mundur, bahkan pantang untuknya menyerah sebelum apa yang saya inginkan semua tercapai!"
"Keinginan? Waw, sepertinya saya ketinggalan berita tentangmu, Tuan. Bolehkah saya tahu, apa keinginanmu?" tanya Thoms, berjalan mendekati Doni. Kemudian, memutar tanpa melepaskan tatapan mata Doni.
"Kau mau tahu apa keinginan saya? Yaitu, kema*tian dirimu!" jawabnya penuh menekanan, mwmbuat kelima bodyguard terkejut atas perkataan pria itu.
"Besar sekali nyalimu, Tuan. Saya tidak menyangka, orang yang selama ini mengajari saya tentang apa pun ternyata seorang pengkhianat besar. Diam-diam kau berniat ingin menghabisi saya, padahal saya sudah baik menganggap Tuan sebagai saudara sekaligus kakak. Cuma, kenapa Tuan melakukan ini pada saya? Kenapa!" bentak Thoms tepat di depan wajah pria itu, ketika tangannya mengangkat rahang Doni agar bisa menatap lebih dekat.
"Jawaban saya hanya satu. Saya tidak sudi kau yang menggantikan kedudukan sebagai King Mafia milik Tuan Dewa! Kau hanya cucu pungut yang dicomot dari tempat sampah, tapi kenapa Tuan Dewa lebih mempercayaimu dari pada diriku, hahh! Kenapa!"
__ADS_1
Doni membalas bentakkan Thoms, seolah tidak ingin terkalahkan olehnya. Inilah sifat asli Doni yang baru Thoms ketahui. Selama Thoms mengenalnya tidak sedikit pun pria itu menunjukkan sisi seperti sekarang. Doni terkenal bawahan Tuan Dewa yang sangat patuh, ramah, juga baik. Akan tetapi, melihatnya yang hari ini seakan-akan Thoms tidak lagi mengenalinya.
Tuan Dewa adalah King Mafia sesungguhnya dari komplotan anggota mafia yang ada di bawah kendari Thoms. Tuan Dewa merupakan seorang kakak yang telah merawat Thoms sampai besar. Setelah itu, dia menyerahkan tahta tertinggi kepada Thoms yang tidak ada ikatan da*rah.
Doni benar-benar tidak menyangka kalau tahta itu jatuh ditangan Thoms. Seharusnya, tahta itu jatuh ditangan Doni karena hanya dialah satu-satunya orang yang setia menemani Tuan Dewa semasa hidup.
Namun, semenjak hadirnya Thoms posisinya seperti terancam. Sampai pada akhirnya, dugaan selama ini benar. Bukan dia yang menjadi pengganti ketua mafia, melainkan Thoms.
Dari kata-kata yang terlontar itu, Thoms bisa menyimpulkan bahwa Doni, memiliki dendam terhadap dirinya sejak lama. Hanya saja, Thoms baru mengetahui semua ini ketika balas dendamnya diikut campuri oleh Doni.
"Oh, jadi kau iri padaku dan cemburu atas apa yang Kakek berikan padaku, iya?" tanya Thoms, mencekram kuat rahang Doni. Tatapan keduanya terlihat sangat penuh amarah satu sama lain.
"Iri? Cemburu? Cihhh! Sampai kapan pun saya tidak pernah rela jika kau yang menjadi pengganti Tuan Dewa! Sekarang lebih baik, lepaskan saya. Lagi pula bukannya kau berniat ingin taubat? Jadi, silakan taubat dan serahkan tahta itu pada saya. Akan saya tunjukkan bagaimana cara menjadi King Mafia kejam yang sesungguhnya!"
"Dengarkan baik-baik Tuan Doni yang terhormat! Saya tidak mau ambil resiko besar karena semua bodyguard yang bekerja pada saya memiliki keluarga tersendiri. Banyak harapan dan doa dari keluarga mereka untuk menunggu kepulangan suami ataupun anggota keluarganya dengan selamat. Semua keputusan saya serahkan pada kalian semua. Apakah kalian akan tetap ikut bersamaku ke jalan yang lebih baik atau kalian berada di lingkaran hitam seperti ini?"
Thoms menatap kelima bodyguard secara bergantian. Mereka langsung saling melihat satu sama lain, lalu menganggukan kepala. Dengan lantang salah satu dari mereka menjawab sebagai perwakilan yang lain.
"Kami setuju, Tuan. Jujur, kami juga sangat merindukan keluarga yang sudah lama tidak kami kunjungi. Apa pun yang terbaik buat kami dari Tuan, kami akan ikut bersama Tuan. Bagi kami, Tuan adalah panutan ketua mafia yang tidak hanya memperdulikan nasib sendiri. Akan tetapi, Tuan selalu memastikan kondisi keluarga kami agar tetap baik-baik saja. Apa pun itu, kami siap berada dipihak Tuan Thoms meskipun, kami tidak mendapat bayaran!"
Kalimat yang diucapkan oleh salah satu anak buah Thoms sangat menyentuh hati. Thoms sendiri tidak menduga bahwa, mereka tetap akan berpihak padanya meski beberapa kali Thoms pernah menyiksa salah satu dari mereka akibat kesalahan sendiri.
"Terima kasih, kalian sudah menerima saya. Meskipun, saya pernah menyiksa kalian. Saya janji, setelah urusan kita selesai, secepatnya kita akan mengakhiri bisnis ilegal ini dan mengganti dengan bisnis legal. Dengan begitu, kita bisa bersaing secara sehat untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik."
__ADS_1
"Siap, Tuan. Kami akan ikut Tuan!"
Semuanya mengangguk menyetujui apa yang dikatakan oleh perwakilan dari mereka. Inilah yang Thoms tidak menyangka, sejahat-jahatnya dia masih banyak orang yang menganggapnya baik.
"Cihh, dasar munafik! Kalau kau tidak menjalani bisnis ilegal, mau dari mana mendapatkan penghasilan yang besar, hahh? Penghasilan bisnis legalmu jauh di bawah penghasilan bisnis ilegal."
"Jadi, kalau kau tidak ingin menjalani semua itu berikan saja pada saya. Biar saya yang meneruskan bisnis Tuan Dewa dengan sangat baik. Saya yakin, bisnis itu akan jauh lebih berkembang ditangan saya daripada dirimu! Dengan begitu apa yang udah saya lakukan tidak sia-sia."
Setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Doni, seketika Thoms menatapnya penuh arti. Thoms kembali berjalan mendekati pria itu dalam keadaan kedua tangan dan kaki masih terikat oleh rantai.
Sentuhan kecil tangan Thoms membuat Doni selalu menghindar. Dia terus melontarkan unek-unek di dalam hatinya yang hanya disenyumi oleh Thoms.
Teruslah berbicara, Tuan Doni. Dengan begitu saya akan mengetahui, sejauh mana darimu membenci saya!
Dari kata-katamu saya yakin, ada sesuatu yang sedang kau sembunyikan. Oleh karena itu, saya harus terus memancingmu agar perlahan mulutmu bisa membuka suara dan aku bisa mengetahui apakah yang aku curigakan ini benar atau tidak!
Suara batin Thoms. Dia selalu mencoba memancing Doni agar mengatakan semua yang sudah lama dipendam. Thoms hanya ingin memastikan apabila dugaannya terhadap Doni tidaklah salah, sebab dari cara Doni membenci Thoms. Dia langsung mengerti dan menyimpulkan bahwa, Doni ada dibalik kejadian besar yang pernah terjadi.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...