
Perlahan Justin mulai bisa terbiasa meskipun terkdang dia sedikit aneh dengan sifat Daddynya sendiri. Akan tetapi, Justin lebih nyaman dengan Felix yang tahu bagaimana mengukir kesenengan di hatinya. Tidak dengan Ernest yang terkadang menyebalkan sekali.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Selang 2 hari, tepat pukul 3 siang menjelang sore. Ernest mengirimkan pesan kepada istrinya agar bersiap-siap. Sebab, pukul 7 malam nanti supir yang biasa mengantarkan Moana akan membawanya ke suatu tempat, untuk menemui Ernest.
Ada rasa bingung dan juga aneh yang mengganjal hati Moana. Sampai dia pun di kejutkan oleh kedatangan sebuah paket berbentuk kotak uyang cukup besar bertuliskan namanya dari Ernest.
Semua itu harus Moana pakai saat dia pergi ke suatu tempat yang sudah Ernest tentukan. Bahagia? Wah, pasti Moana bahagia sekali. Bahkan dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain meneteskan air mata dan tersenyum lebar.
Untuk pertama kalinya Ernest bersikap seromantis ini. Walaupun caranya juga masih terlihat sedikit cuek. Akan tetapi, Moana tidak peduli. Setidaknya suaminya sudah berusaha bersikap baik dan romantis kepada dia ataupun Justin.
Hanya saja, Moana harus pergi tanpa membawa Justin karena sebelum Moana berangkat, Justin akan pergi bersama Elice dan Sakha untuk jalan-jalan. Tanpa di sadari semua itu telah bentuk rencana suaminya, agar ketika nanti Moana pergi tidak akan membuat Justin menjadi sedih.
Apa lagi, kedekatan Justin dan Moana sangat dekat. Jika Moana pergi tanpa anaknya, maka Justin bisa menangis sambil mogok makan layaknya orang dewasa yang lagi ngambek.
Tidak terasa waktu terus berjalan, sampai jam menunjukkan pukul 5 sore. Justin pun sudah bersiap-siap untuk pergi bersama Oma dan Opanya yang akan membawanya bersenang-senang.
__ADS_1
Saat mereka ingin berangkat, wajah Justin menjadi murung. Dia sangat mengkhawatirkan kondisi Moana yang berpura-pura sakit, agar Justin ingin pergi bersama Oma dan Opanya. Sebab mereka berdua ingin menghabiskan waktu bersama cucunya.
"Uhh, anak Mommy kenapa cemberut? Senyum dong, 'kan mau jalan-jalan. Masa iya sedih begini, enggak seru dong. Kasihan tuh Oma dan Opa udah siap-siap, ehh ... Justinnya malah seperti ini."
Moana mulai merayu anaknya agar tidak lagi merasa sedih, lantaran Moana tahu jika kesedihan Justin ini karena dirinya yang tidak ikut bersama mereka.
"Ustin ndak adi pegi deh, acian Omi. Maca atit ndak di emeni, tan edi acih keja." ucap Justin, membuat ketiga orang dewasa itu saling menata satu sama lain.
Moana perlahan berjongkok menyamakan tinggi anknya. Dia berusaha untuk memberikan penjelasan pada Justin agar dia bisa mengerti. Moana tidak ingin melihat wajah kedua mertuanya yang sedih, ketika cucunya tidak bisa ikut pergi bersamanya. Terlebih lagi, mereka hanya tinggal naik mobil saja. Akan tetapi, Justin malah tidak jadi dan memilih untuk menatap Moana.
"Sayang, dengerin Mommy ya. Selama ini 'kan Justin selalu pergi sama Mommy dan Daddy. Jadi, untuk hari ini aja Justin temenin Oma sama Opa ya. Kasihan mereka, nanti kalau mereka nyasar gimana? 'Kan Justin anak pinter, jadi Justin bisa kasih tahu Oma dan Opa kalau mereka lupa. Oke?" ucap Moana tersenyum sambil mengelus pipinya.
Itulah yang membuat Justin pasrah dan dia menganggukan kepalanya perlahan, walaupun berat. Tapi, Justin tidak ingin mengecewakan Opa dan Omanya.
"Ya deh, Ustin itut. Api alo Omi atit agi, epon-epon Oma ya. Anti Ustin acung puyang. Anji?" ucap Justin memberikan jari kelingkingnya.
"Mommy janji, Sayang. Pokonya Justin harus happy-happy pergi sama Oma dan Opa ya. Jangan khawatir sama Mommy, 'kan sebentar lagi Daddy pasti pulang. Jadi Mommy ada yang nemenin, sambil nunggu Justin pulang deh." jawab Moana menyatukan jari kelingkinya. Lalu, Justin pun memeluknya sekilas.
__ADS_1
Kemudian setelah itu, Moana berdiri. Dan memberikan kode untuk Justin tersenyum lebar saat Elice dan Sakha membawanya masuk ke dalam mobil. Tidak lupa mereka berpamitan kepada Moana, dan saat mobil jalan. Tiba-tiba kepala Justin nongol sambil melambaikan tangan kepada Moana.
Selepas mobil keluar dari perkarangan rumah, Moana langsung bersiap-siap untuk menyiapkan diri. Agar ketika ketemu Ernest di acara makan malam, Moana bisa terlihat cantik ketika menggunakan semua yang di berikan oleh suaminya.
Kurang lebih 1 jam setengah, Moana baru saja selesai siap-siap sambil melihat penampilannya di cermin. Menurutnya ada yang kurang pas, sehingga dia sedikit merombak penampilannya dan menghapus make up yang ketebalan.
Di rasa cukup, Moana tersenyum melihat penampilannya. Meskipun tidak terlalu cantik, setidaknya semua yang dia gunakan senada dengan make up yang dia oleskan ke wajahnya.
Selang beberapa menit, asisten rumah tangga memanggil Moana. Jika mobil yang akan membawanya sudah siap, jadi Moana segera bergegas pergi di temani oleh asisten rumah tangganya.
Berulang kali dia menanyakan penampilannya ke semua penjaga rumah yang melihat dia, apakah penampilannya sudah pas atau belum? Mereka hanya bisa terkesima dan mengagumi atas penampilan yang luar biasa dari Moana, sampai kepercayaan Moana semakin meningkat.
Perlahan mobil pergi meninggalkan kediaman rumah Ernest, sehingga membuat keadaan jantung Moana berdebar kencang akibat rasa gugup yang mulai menyelimutinya. Wajar saja, karena ini pertama kalinya dia akan menemui suaminya dalam suasana yang berbeda.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung