
Setelah 3 hari berlalu, Ernest sudah di perbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Ernest tinggal di Apartemen bersama Moana juga anak-anaknya, sedangkan kedua orang tuanya sudah kembali ke rumah 1 hari yang lalu untuk menyiapkan semuanya. Mulai dari pesta pernikahan, penyambutan dan lain-lain.
Mereka semua benar-benar merasa sangat bahagia saat mendengar kabar baik mengenai Moana dan Ernest. Tidak pernah terbayang, jika mereka bisa kembali lagi rujuk dengan cinta kasih yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
Ernest sendiri tidak menyangka kalau ternyata dia memiliki seorang anak dari Moana. Dia kira hidupnya akan sangat bahagia jika mereka bertiga kembali beekumpul, tapi siapa sangka. Tuhan malah memberikannya bonus buah hati dari hasil cinta mereka.
Barra saja yang termasuk baru mengenali sosok ayah kandungnya sudah terlihat jauh lebih dekat dari Justin, sayangnya itu semua tidak membuat Justin merasa tersaingin. Justin mencoba untuk mengerti semua keadaan mereka agar tidak ada lagi kesedihan di dalam keluarganya.
Justin lebih memilih untuk mengalah asalkan dia bisa melihat kedua orangnya tetap menyayangi juga memperhatikan dirinya, dari pada berantem demi mempermasalahkan tentang kasih sayang.
Tidak hanya itu, Thoms sendiri rasanya sangat berat ketika harus melepaskan adiknya bersama pria yang pernah menyakitinya. Hanya saja, semua itu tidak bisa dicegah lantaran kebahagiaan Moana terletak pada keluarga kecilnya sendiri.
Selagi mereka bahagia, Thoms tidak akan melarang semua itu. Akan tetapi, ketika Moana atau anak-anak tersakiti di situlah Thoms akan bertindak tegas untuk memberi peringatan pada Ernest. Meskipun begitu, Ernest serta kedua orang tuanya tidak ada yang mengetahui jelas tentang siapa Thoms dan apa pekerjaannya saat ini.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Di Apartemen, Ernest dan anak baru saja selesai mandi. Ya, walaupun Ernest tidak bisa berjalan seperti biasa, tapi dia tetap bisa gerak sehingga tidak harus selalu di bantu oleh Moana. Ernest akan tetap berusaha sendiri, kecuali ada yang sulit untuk di jangkau barulah dia akan meminta tolong padanya.
Saat ini Moana sedang menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga kecilnya. Di mana Ernest dan anak-anak sedang bermain di ruang tengah sambil menonton televisi. Setelah masakan siap, Moana langsung mendekati suami juga anak-anak untuk menjemputnya ke ruang makan.
"Wah, sepertinya lagi pada asyik main ya. Udah mau siang nih, sarapan dulu yuk!" ucap Moana yang sudah berdiri tepat di samping suaminya.
__ADS_1
"Hem, sepertinya Mommy sudah masak enak. Ayo kita makan, siapa yang paling banyak dia pemenangnya. Let's go!"
Ernest terlihat semangat sambil mengangkat salah satu tangannya ke udara. Lalu Justin pun membalas semangat daddynya yang jauh lebih membara. Tidak hanya Justin, Barra pun terlihat sangat bahagia berada dipangkuan Ernest yang tidak pernah dia rasakan selama ini.
Melihat keluarga kecilnya bahagia, Moana hampir saja meneteskan air mata ketika menyaksikan kebahagiaan mereka semua yang begitu bersemangat untuk makan bersama. Apa lagi, Ernest tidak sedikit pun membedakan antara Justin dan Barra. Mereka tetap sama di matanya, bahkan tidak hanya Barra yang di pangku oleh Ernest. Justin juga duduk di pangkuan Ernest saat Moana mulai mendorong kursi rodanya.
"Ngeng, ngeng, ngeng ... Permisi, mobil mahal mau lewat nih jangan di senggil ya. Awas-awas, minggir! Husss hahah ...."
Justin duduk di pangkuan Ernest dengan menghadap ke arah depan. Tangannya berlagak seperti orang yang sedang menyetir mobil, sehingga aksi lucunya selalu saja membuat kedua orang tuanya tertawa gemas untuk menyaksikan tingkah anak pertama mereka.
"Astaga, ini anak ada saja tingkahnya. Bisa-bisanya kursi roda di bilang mob---"
"Ssstt, Mommy tidak boleh begitu!" ucap Justin, menoleh ke arah belakang menatap Moana yang dengan ekspresi wajah kesal, "Jangan pernah bilang kalau ini kursi roda, karena bagi Justin ini mobil paling mewah yang daddy punya. Kalau mommy bilang ini kursi roda kasian daddy, nanti daddy sedih. Jadi, mommy harus bilang ini mobil mewah daddy biar daddy selalu senang. Oke?"
"Maafkan, mommy. Mommy sudah salah, lain kali mommy tidak akan ulangin lagi. Janji!" ucap Moana sambil memasang wajah yang sangat sedih.
"Minta maafnya ke daddy bukan ke Justin, kalau daddy maafin baru Justin maafin," jawab Justin, menatap ke arah Ernest.
"Maafkan aku, Sayang. Aku telah melakukan kesalahan, jadi ampunilah kesalahanku ini atau anakku akan selalu memarahiku," titah Moana berhasil membuat Ernest terkekeh saat melihat wajah lucunya.
"Oke, aku maafin. Lain kali jangan macam-macam lagi denganku, ya. Soalnya aku sudah punya bodyguard pribadi yang tidak bisa membuatmu berkutik," jawab Ernest mengedipkan salah satu mata untuk menggoda istrinya.
__ADS_1
Hihhh, mentang-mentang ada yang belain malah bertingkah. Dasar ngeselin!
Moana berbicara di dalam hatinya dengan sedikit rasa kesal, tetapi wajahnya tetap menunjukkan ekspresi yang tersenyum menyetujui apa yang suaminya katakan.
"Siap, Tuan Ernest yang terhormat!" seru Moana sedikit menekankan kalimatnya yang membuat Ernest tertawa penuh kesenangan. Bagaimana tidak, baru kali ini Moana takluk padanya hanya karena Justin. Biasanya Ernest yang takluk ketika Moana sudah memasang taringnya.
Moana kembali mendorong kursi roda suaminya menuju ruang makan. Kemudian Justin turun dari pangkuan Ernest berpindah ke kursi, tidak lupa Barra juga di dudukkan di kursi khusus sambil belajar untuk makan sendiri. Sementara Moana membantu Ernest agar bisa duduk di kursi, supaya bisa menikmati makan paginya dengan nyaman.
Suasana tersebut tidak luput dari anak buah Thoms yang selalu mengabadikan setiap momen untuk di laporkan padanya. Semua itu demi menjaga Moana beserta anak-anak agar tidak lagi mendapatkan perlakuan yang tidak enak dari Ernest.
Sebenarnya Ernest sedikit bingung tentang pekerjaan Thoms, karena Moana dan kedua anaknya memiliki bodyguard tersendiri yang selalu ada ke mana pun mereka pergi. Akan tetapi, kembali lagi. Saat Thoms menanyakan semua itu Moana selalu menjawab tidak tahu, sedangkan Ernest ingin menanyakan pada Thoms sendiri merasa segan dan takut.
Wajah Thoms yang berkali-kali lipat lebih sangar darinya, mampu membangkitkan bulu kuduk Ernest yang sudah tertidur panjang. Terkadang Ernest juga sempat berpikir, biasanya orang-orang yang selalu takut akan kedinginnya. Kali ini dialah yang malah takut setelah melihat sikap Thoms cukup tegas, berwibawa juga memiliki anak buah yang sangat sangar.
Menikmati makan bersama seperti ini membuat Ernest terdiam sambil melihat istri juga kedua anaknya. Di mana Justin makan begitu lahap dengan lauk yang cukup penuh di piringnya, sedangkan Barra beberapa kali mengamuk ketika Moana ingin menyuapininya.
Pemandangan indah yang Ernest lihat sekarang, pernah ada di dalam khayalan Ernest ketika masih muda. Siapa sih di dunia ini yang tidak ingin memiliki keluarga bahagia, pasti semua orang menginginkan saat-saat seperti ini. Begitu juga Ernest, rasa syukur di dalam hatinya tidak pernah berhenti dia ucapkan kepada Tuhannya atas semua kenikmatan kali ini.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...