
"Astaga, Moana!" teriak seseorang yang tidak lain adalah Elice. Dia segera berlari mendekati menantunya dan memeluknya begitu erat.
"Apa-apaan ini, Ernest! Kenapa kamu bersikap kasar seperti itu sama istrimu sendiri, hahh? Baru di tinggal sehari, kamu sudah berulah. Apa lagi Ayah sama Bunda meninggalkan kalian untuk selamanya, mungkin anak serta istrimu akan ma*ti tepat di tangan monster sepertimu!" sahut Sakha.
Wajahnya terlihat begitu datar saat menatap anaknya yang bersikap kasar terhadap wanita. Ini yang membuatnya menjadi bingung, karena setahunya hubungan Ernest dan Moana sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
Mereka juga terlihat bagaikan pasangan suami-istri yang begitu romantis. Akan tetapi, hari ini entah mengapa orang tua Ernest pulang malah di suguhkan oleh pemandangan yang menyedihkan.
"Kamu gapapa, Sayang? Apa ada yang luka?" tanya Elice sambil melepaskan pelukannya dan meraup wajah menantu kesayangannya.
Moana hanya menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk Elice begitu erat. Isak tangis Moana semakin pecah, hingga menimbulkan reaksi bingung di wajah Elice.
Apa yang sebenarnya sudah terjadi pada rumah tangga anaknya, kenapa mereka sampai berantem sehebat ini. Padahal ketika di tinggal, Moana dan Ernest dalam keadaan baik-baik saja. Mereka masih terlihat mesra tidak sedikit pun ada kegaduhan di dalam rumah tangganya.
Sampai akhirnya, Sakha mencoba untuk menasihati anaknya yang terlihat begitu emosi. Dia tidak tahu apa duduk permasalahan di antara mereka berdua, yang jelas apa yang Ernes lakukan tidak bisa di benarkan.
"Ayah memang tidak tahu apa yang telah terjadi sama kalian selama kami tidak ada, tetapi bukan seperti ini cara menyelesaikan masalah. Kamu bisa bicarakan baik-baik dengan istrimu tanpa harus memperlakukannya seperti ini!"
"Ayah dan Bunda tidak pernah sedikit pun mengajarkanmu seperti ini, bahkan di saat Ayah dan Bunda bertengkar saja kami tidak akan membawa masalah ke luar kamar. Semua itu, karena tempat ternyaman menyelesaikan masalah suami-istri adalah di kamar. Di sana mereka bisa menyelesaikan semua masalah sampai tuntas tanpa di ketahui oleh banyak orang, dan ketika selesai maka semua akan kembali terlihat baik-baik saja. Tidak sepertimu yang memperlakukan istri sendiri bagaikan seorang musuh!"
Sakha berdiri melihat Moana yang masih menangis di dalam pelukan Elice, sementara mata Ernest terus menatapke arah istrinya.
__ADS_1
Entah pikiran Ernest di mana, rasanya dia ingin sekali memarahi istrinya karena telah menganggap bahwa Moana yang menjadi dalang di balik hilangan Justin. Dia yang harus bertanggung jawab atas hilangnya Justin, tanpa Ernest mencari tahu dulu titik perkara yang sebenarnya.
"Sudah, Ayah. Tidak apa-apa, ini memang salah Moana. Moana berhak di marahi sama Ernest, Moana juga berhak di sakiti, karena ini sudah resiko yang harus Moana tanggung. Wajar bila Ernest begini, semua itu akibat Moana telah gagal menjadi seorang Ibu, Moana gagal hiks ...."
"Baguslah, kalau kau sadar! Memang kau yang pantas di salahkan, lagian ngapain aja di rumah seharian ini, hahh? Bisa-bisanya anak hilang begitu saja, padahal di rumah penjagaan sudah ketat masih aja lalai menjaga anak. Dasar istri tidak becus!"
"Pasti kamu mengajak Justin ke suatu tempat, lalu meninggalkan Justin sendirian di tempat umum. Sehingga, orang jahat dengan mudahnya memanfaatkan semua itu!"
Setelah mendengar semua perkataan Ernest, Elice dan Sakha benar-benar langsung syok berat. Cucu kesayangannya tiba-tiba saja hilang begitu saja, tanpa ada satu pun yang memberitahu kepada mereka.
"A-apa? Ju-justin hilang? Ko-kok bisa? Di-di mana Justin hilang, terus ceritanya bagaimana? Katakan pada Bunda, apa yang sudah terjadi selama Bunda tidak ada. Kenapa kalian tidak memberitahu tentang kabar ini, hahh!"
"Bunda tanyakan saja sama menantu kesayangan Bunda itu, kenapa bisa dia lalai dalam menjaga anaknya sendiri!"
Moana mulai bercerita dari awal sebelum kejadian sampai kejadian, bahkan perkataan security rumah pun dia sampaikan dengan jelas kepada semuanya.
Di situ mereka terdiam membisu, Ernest yang sudah salah sangka pada Moana langsung memeluknya. Dia segera meminta maaf dan mencoba untuk menenangkan Moana.
Di antara semuanya, Moana yang paling sakit saat dia kehilangan seorang anak. Seakan-akan trauma akibat kehilangan orang yang dia sayang kembali muncul, di tambah lagi ketika Felix baru sampai di rumah kediaman keluarga Ernest. Dia malah langsung mendapatkan beberapa bogeman cantik dari Ernest, sampai terjatuh di lantai.
Felix yang tidak tahu apa-apa, hanya bisa berusaha untuk membela dirinya sambil melindungi wajahnya meskipun sulit. Ernest telah berhasil menguci tubuhnya, sebelum Felix siap untuk menahan semua amarah Ernest.
__ADS_1
"Cukup, Ernest! Ini bukan salah, Felix! Hentikan!" pekik Sakha, segera turun tangan untuk menyelamatkan Felix.
"Ernest, hentikan! Bunda bilang, hentikan ya hentikan!Atau Bunda tidak akan pernah mau lagi berbicara denganmu!" teriak Elice, berhasil menghentikan Ernest.
Sakha langsung menarik Ernest dan mencoba untuk membantu Felix berdiri. Di mana wajahnya sedikit mendapatkan beberapa luka lebam, akibat pelampiasan emosi yang ada di hati Ernest.
Moana yang tidak bisa melihat itu hanya bisa menangis menutup matanya, pikirannya sudah tidak bisa lagi berpikir jernih. Moana segera berdiri dan langsung mengangkat kedua kerah Felix dalam keadaan Felix masih bertanya-tanya dan juga bingung.
Baik Moana atau pun Ernest, sama-sama menyalahkan dirinya atas kehilangan Justin. Setahu Felix, Moana akan selalu membela dia di saat apa pun. Karena bagi Moana, Felix adalah Kakaknya. Akan tetapi, sekarang berbeda.
Pada akhirnya Felix melepaskan diri, dan segera menjauh dari mereka serta menanyakan ada apa dengan mereka semua. Satu nama terdengar jelas, yaitu Enza. Dialah yang menjadi dalang di balik penculikan Justin. Di situ tubuh Felix runtuh dan jatuh di lantai.
Felix tidak menyangka akibat dia memutuskan hubungannya sama Enza, kini Justin yang telah menjadi korbannya. Felix segera mencoba untuk menghubungi Enza berulang, tetapi tidak di angkat.
Wajah mereka semakin tidak karuan, Moana yang sudah mulai lemas langsung terjatuh pingsan membuat Elice segera menyuruh Ernest membawanya ke dalam kamar.
Saat Felix ingin pergi mencari keberadaan Enza yang membawa kabur Justin, tiba-tiba di tahan oleh Ernest. Lalu, mereka pergi berdua menggunakan satu mobil yang sama dalam keadaan keduanya terdiam tanpa melakukan percakapan sedikit pun.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung