
Ketika Ernest kembali ke kamarnya, tidak sengaja dia melihat pintu kamar Justin terbuka. Perlahan kakinya malah melangkah ke sana dan tangannya membuka sedikit demi sedikit pintunya.
Pemandangan yang cukup menggentarkan hatinya vberhasil menusuk mata Ernest, entah mengapa rasanya sakit banget saat melihat Moana memeluk Justin sebegitu manisnya dari pada dirinya.
Rasanya Ernest ingin sekali di peluk atau gabung bersama mereka, tetapi sesuatu di dalam pikirannya selalu menahan langkah kakinya.
"Aku sayang sama kalian, tapi rasa kecewa atas kejadian di masa itu membuatku tidak bisa terima kalau Justin bukanlah anakku!"
"Kenapa semua itu baru terjadi di saat aku sudah mulai menyayangi kalian? Kenapa! Sakit rasanya, Mon. Sakit! Di khianati oleh teman yang sudah aku anggap sebagai saudara sendiri, tidak ada sedikit pun ada di dalam bayanganku!"
"Jika seandainya semua ini memang terjadi, lebih baik aku tidak mengetahui semua ini. Agar kita bisa hidup tenang dan bahagia, tanpa aku harus merasakan sakit yang teramat sakit akibat jebakan yang kalian lakukan!"
Ernest berbicara di dalam hatinya ketika dia melihat istri dan anak sambungnya masih tertidur pulas. Setelah puas melihat mereka, Ernest pun pergi ke kamarnya dalam keadaan kesal.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Jika Moana menghadapi masalah di dalam rumah tangganya yang teramat berat, berbeda sama Enza. Dia sedang menikmati bunga-bunga cinta di hatinya untuk Thoms.
Hari demi hari sudah terlewatkan, hubungan antara Enza dan Thoms semakin dekat. Hanya saja ada yang aneh dengan Thoms. Beberapa kali, dia pulang dalam keadaan terluka membuat Enza khawatir.
Namun, Thoms tetap bersikap biasa saja. Seakan-akan luka yang ada di tubuhnya tidak terasa sakit, asalkan dia bisa di manja oleh Enza.
__ADS_1
Mungkin sehari dua hari Enza masih menikmati semua permainan Thoms ketika dia terus meminta untuk di layani. Akan tetapi, setelah berminggu-minggu dia terus melayani Thoms rasanya Enza sangat-sangat lelah.
Tidak ada henti-hentinya dia terus melayani Thoms. Sehari bisa di katakan mereka melakukannya sebanyak 3 kali. Itu hanya melakukannya, berbeda dengan pelepasan yang bisa di lakukan kurang lebih 5 sampai 10 kali.
Sehingga, Enza merasa tubuhnya seperti tidak kuat untuk melayani hasrat Thoms yang begitu luar biasa. Ternyata hasrat yang di miliki Thoms jauh berkali-kali lipat di banding Enza.
Tanpa di sadari\, Thoms adalah pria yang haus akan se*x. Dia bisa melakukannya berulang kali dalam sehari tanpa adanya rasa lelah. 24 jam waktu yang ada\, Enza hanya bisa beristirahat sekitar 3 jam. Selebihnya Enza harus melayani Thoms\, kalau tidak maka Thoms tetap akan memaksanya bagaikan pemuas nap*sunya.
Awal mula permainan mereka secara perlahan, sampai akhirnya makin ke sini Thoms mulai terlihat semakin mengusai ranjang. Tidak hanya dengan satu atau dua gaya saja, dan juga tidak hanya menggandalkan satu tempat.
Enza yang berusaha mengimbangi Thoms, lama kelamaan tidak kuat. Dia memutuskan untu beristirahat selama beberapa hari, tetapi Thoms malah menyiksanya hingga Enza terpaksa memberikannya di saat badannya sudah hampir remuk untuk melayani hasrat Thoms yang sangat liar.
"Tu-tuan, a-aku sudah lelah. Bisakah aku beristirahat sejam saja!" pinta Enza dalam posisi menungging ketika merasakan bokongnya begitu panas, akibat tamparan keras berulang kali dari tangan Thoms yang berotot.
Enza berteriak, lalu menangis di sela-sela melakukan hubungan badan dengan Thoms. Mungkin awal-awal dia menikmati kegagahan sang adik milik Thoms, hanya saja semakin ke sini sang adik malah menyiksa Enza dan membuat mahkotanya terus membengkak akibat hubungan badan yang bisa di katakan over dosis.
Apakah ini karma yang di terima Enza, ketika dia merasa hidupnya bahagia bersama Thoms. Ternyata dia malah terjebak di dalam sarang cassanova.
"Akhhh ... Enak, Sayang! Sekarang gantian kau yang di atas, aku yang di bawah!" titah Thoms, langsung merubah posisinya. Sementara Enza masih menangis dengan kondisi tubuh yang terasa sakit dan juga mahkota yang begitu perih, lecet serta membengkak.
"Akhhh ... Tu-tuan, a-aku ingin beristirahat sehari saja. Me-mekiku sudah tidak kuat lagi, a-aku janji. Aku akan memuaskanmu lagi setelah Me-mekiku sem---"
__ADS_1
"Lakukan sekarang, atau aku akan mengambil alih semuanya. Dan kau akan semakin merasakan sakit!" pekik Thoms, membuat Enza terpaksa harus menuruti perintahnya.
Ring*isan serta tangisan mulai terdengar di telinga Thoms. Dia sangat menyukai suara-suara seseorang yang menderita, dari pada mendengar suara merdu yang berasal dari hubungan badan.
Entah trauma besar apa yang Thoms rasakan, sehingga dia tumbuh menjadi seorang cassanova psikopat. Ternyata inilah di balik sosok Thoms yang sebenarnya.
Sebelum dia mendengar teriakan dan juga tangisan, maka dia belum akan merasakan puas. Maka dari itu, Thoms memiliki usaha bawah tanah sebagai seorang mafia yang sangat kejam.
Tahanannya semuanya wanita, bahkan bisa dia gunakan secara bersamaan tanpa takut terkena penyakit yang menular. Sebab, dia sudah mengecek semua itu sebelum bertindak. Jadi, tidak akan ada masalah di kemudian harinya.
Kurang lebih jam 3 pagi, Enza sudah tepar tidak berdaya dalam keadaan tanpa menggunakan busana. Melihat Enza seperti itu, malah membuat Thoms tersenyum lebar. Ini maksud yang sebenarnya, dia selalu menggunakan taktik manisnya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Wanita seperti Enza sebenarnya banyak yang dia tahan di ruang bawah tanah, bahkan banyak juga yang sudah menjadi korban hingga mayatnya di berikan oleh hewan buas kesayangannya.
Kini, sudah waktunya Thoms harus bersiap-siap. Dia segera pergi ke kamarnya, lantaran ada pekerjaan yang harus dia selesaikan. Tidak lupa Thoms pergi di kawal oleh beberapa bodyguardnya yang tidak lepas untuk selalu menjaganya.
.......
.......
.......
__ADS_1
...***💜💜>Bersambung