Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Pondasi Hubungan


__ADS_3

"Ssstt ... Jangan nangis lagi ya, aku tahu kok, apa yang kamu rasain. Maklum aja, namanya juga hubungan baru dijalani pasti masih ada yang belum mengerti satu sama lain. Cuma, aku yakin. Kakakku sudah meyadari semua kesalahannya dan tidak akan mengulanginya kembali. Jika sampai Kakakku mengulanginya lagi, aku akan menghukumnya dan tidak akan mengampuni sebelum dapat maaf darimu."


Susah payah Moana mencoba menenangkan Naya, akhirnya gadis itu sudah kembali lega setelah meluapkan semua perasaan yang dia pendam. Tidak peduli di situ ada Thoms atau tidak, terpenting semua yang di simpan dari tadi sudah tersampaikan.


Ketika Moana sedang menemani Naya yang suasana hatinya masih sedikit tidam enak, tiba-tiba saja salah satu bodyguard memberitahu padanya jika Barra menangis mencarinya. Suka tidak suka, Moana terpaksa kembali ke kamar sebelah bersama sang suami dan meninggalkan Thoms di ruangan dengan Naya.


Seperginya mereka berdua, Thoms perlahan medekati Naya yang sedang menghapus kasar air mata tanpa melihat ke arahnya. Sang kekasih duduk di kursi tunggal dekat bangkar rumah sakit dan menatap sendu ke arah calon istrinya.


"Sayang, maafin aku ya, aku tahu kok, aku salah. Aku udah buat kamu khawatir, cuma gimana urusanku baru selesai. Ditambah aku mendapatkan kabar yang kuat baik, jadi maaf jika aku tadi kelepasan dan hampir menyakitimu. Sekali lagi maafin, Sayang."


"Kamu boleh marah sama aku, kamu boleh hukum aku sepuas-puasnya, tapi please ... Jangan diam seperti ini, hatiku sakit ketika gadis yang aku cintai biasanya tertawa, tersenyum, bahkan memarahiku tanpa jeda. Namun, sekarang kamu hanya terlihat terdiam membisu bahkan tidak ingin menatap wajah kekasihmu sendiri seolah-olah aku ini sangat menjijikan untukmu."


"Jika memang aku sala aku minta maaf, tapi kalau kamu gak mau maafin aku tak apa, aku tetap akan berjuang sebisaku untuk mendapatkan maaf darimu meskipun, aku harus menelan pahitnya sikapmu kali ini. Aku tidak tahu lagi, harus berbuat apa selain meminta maaf. Kalau memang kesalahanku ini sudah sangat fatal, aku rela mencium kakimu berkali-kali demi menunjukka bila aku serius menjalani hubungan ini dan tidak ingin kehilanganmu. Maaf ...."


Thoms berusaha merendah serendah mungkin hanya demi menarik kembali perhatian lawan jenis yang ada di depannya ini. Sang kekasih sangat tahu, menaklukkan hati wanita tidaklah mudah. Apalagi, mood yang sedang membaik tiba-tiba dihancurkan begitu saja sehingg akan sulit dikembalikan jika sang pria tidak benar-benar berusaha membujuk atau mengembalikan semua seperti sediakala.


Nay masih setia dengan bibir yang menutup rapat tanpa membalas semua perkataan Thoms. Namun, tidak berhenti dari situ. Sang keksih terus berusaha bagaimana caranya mendapatkan maaf dari kekasihnya itu.

__ADS_1


Tidak ada cara lain, Thoms harus berkata jujur mengenai apa yang telah terjadi tadi siang dan ke mana dia pergi. Sedikit ekstream sih, tetapi hanya itu yang harus dijelaskan supay hubungan mereka kembali membaik serta memulai semunya dari nol.


Meskipun, Naya terdiam. Dia tetap mendengar semua yang dikatakan oleh Thoms. Perlahan matanya melirik sang kekasih, di mana Thoms bercerita sambil menundukkan wajah karena merasa malu atas aoa yang sudah dia lakukan hari ini.


Naya sendiri terkejut bukan main. Dia mendengar kejadian yang sangat menyedihkan tentang meninggalnya Tuan Dewa atas pengkhianatan dari asisten atau tangan kanannya. Sementara itu, sisi lain juga Naya kasihan karena Dion meninggal dengan cara yang kejam atas balas dendam Thoms terhadapnya.


Gadis itu tidak menyangka kalau Thoms akan berbuat senekat itu hanya demi membalaskan rasa sakit yang dialami oleh Tuan Dewa. Tidak terbayang bukan, bagaimana jika orang-orang yang Thoms sayangi terluka sudah dipastikan, pria tersebut akan melindungi dan membalaskan semua itu berkali-kali lipat.


Naya tidak heran ketika melihat Thoms menangis hanya karena dirinya. Cuma sang kekasih yang mampu menjauhkan air mata kekasihnya. Lama kelamaan hati Naya mulai luluh setelah melihat penyesalan yang ada di dalam bola mata sang pria saat mereka saling memandang satu sama lain.


"Maaf, aku tahu aku salah. Itu yang terakhir, setidaknya semua balas dendamku sudah tercapai. Aku juga sudah menemukan Moana, hanya saja aku bingung dengan janjiku pada kedua orang tua. Aku telah berjanji akan melenyapkan musuh yang telah membuat Mamih meninggal. Namun, jika aku melenyapkan Sakha, apakah adik serta ponakanku tidak akan membenciku nantinya? Jika aku ingkar, apakah Papih dan Mamih bisa tenang di alam sana? Aku bingung harus gimana, rasanya aku benar-benar sudah lelah dengan sifatku yang kejam ini. Aku ingin bebas menjalani kehidupan layaknya orang biasa yang tidak punya banyak musuh, tetapi aku tidak tahu langkah apanyang akan aku ambil nantinya. Maaf ...."


Jawaban yang Thoms berikan pada Naya membuat hatinya bisa merasakan betapa dilemanya keadaan sang kekasih. Gadis itu menggeser duduknya, lalu menepuk pinggir bangkar untuk memberikan tempat supaya Thoms duduk bersebelahan padanya.


Wajah Thoms terlihat sedikit ragu, tetapi setelah duduk di samping Naya tanpa basa-basi sang kekasih langaung memeluk Naya hingga menangis kejar bagaikan anak kecil yang takut akan kehilangan ibunya.


Semua rasa Thoms luapkan menjadi satu antaran kebencian, emosi, dan juga cinta kasih yang tidak tahu harus melakukan apa supaya salah satu dari itu dapat diselamatkan. Tak terasa Naya juga ikut meneteskan air mata sambil mengusap punggung sang kekasih secara perlahan.

__ADS_1


Naya bisa berasakan betapa sakitnya Thoms jika harus terus memaksakan diri untuk berada di lingkaran hitam, padahal dia sedang berusaha keras untuk keluar dan menyelesaikan satu persatu masalah yang hadir.


Akan tetapi, masalah Thoms dengan Sakha itulah yang paling berat untuk sang kekasih saat ini. Namun, tidak berhenti dari situ saja. Naya terus mencoba memberikan pengertian untuk berdoa, apabila bukti yang ada di tangan keluarga Ernest adalah bukti yang kuat. Dengan begitu, semua masalah dapat di selesaikan secara kekeluargaan karena Sakha telah membuktikan bukan dialah pelaku yang sebenarnya.


Beberapa menit berlalu, perasaan Thoms dan Naya sudah mulai membaik. Mereka juga telah kembali berbaikan untuk menjalani hubungan dari nol. Thoms akan segera menyelesakan pekerjaan yang masih menjadi tanggungannya. Selepas semua pekerjaan selesai, dia akan menutup semua akses untuk rapat besar bagaimana caranya markas utama dan markas kecil lainnya tertutup rapah dengan semua informasi yang tidak dapat dilacak.


Naya hanya mengikuti apa yang Thoms katakan selagi itu tidak menimbukan kembali korban jiwa. Tidak lupa gadis kesayangannya itu meminta sang kekasih untuk berjanji menemui keluarga Ernest, keesokan paginya demi membahas semua masalah supaya segera selesai.


Thoms menganggukan kepala, lalu seorang bodyguard datang dengan membawakan pesananga. Wajah Naya berbinar-binar ketika mendapatkan ponsel terbaru, canggih, dan warnanya yang sangat cantik. Mereka berdua berharap dengan adanya kesalah pahaman hari ini dapat membuat mereka belajar lebih baik, apabila komunikasi dan kepercayaan merupakan pondasi kuat di dalam hubungan baik pasangan, keluarga, ataupun pekerjaan.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2