Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Selesai Sampai Di Sini!


__ADS_3

Setelah Ernest bisa di pisahkan dari Felix, sang dokter langsung menyuruh asistennya untuk membawa Felix ke ruangan dan membersihkan beberapa lukanya.


Felix yang tidak ingin pergi, terpaksa harus sedikit di geret agar dia bisa pergi menjauh dari Ernest untuk saat ini. Terlihat dari tatapan Ernest yang sangat kecewa atas apa yang sudah terjadi padanya.


Bisa-bisanya seorang asisten atau bisa di sebut tangan kanannya, dengan mulus berhasil mengelabuhi atasannya sampai tidak merasa, apa bila selama ini dia telah di bod*dohi olehnya.


Moana yang memang tidak tahu menahu, hatinya merasa sangat hancur. Bukan hati Felix atau kedua orang tuanya saja yang merasa di permainkan. Akan tetapi Moana pun merasakan demikian, sebab dia adalah korban sesungguhnya.


Selepas perginya Felix, tiba-tiba kondisi Moana menjadi sangat drop di saat Ernest mengatakan hal yang tidak ingin Moana dengar dari mulutnya.


"Sudah cukup selama ini kalian telah menjadikanku sebuah permainan yang bisa kalian permainkan sesuka hati kalian. Tapi, ingat! Kali ini tidak lagi, aku sudah sangat-sangat kecewa atas apa yang sudah terjadi. Kau dan Felix sama saja, sama-sama pecu*ndang!"


"Kalian yang melakukannya, hanya karena harta kalian tega menjebakku serta telah menjadikanku kambing hitam demi kelangsungan kehidupan kalian semua. Dasar tidak ada malu!"


"Mulai detik ini, kau dan aku sudah tidak ada lagi hubungan! Aku akan segera menceraikanmu, dan pergilah jauh-jauh dari kehidupanku atau aku akan menghancurkan hidup kalian semua!"


"Hatiku sudah cukup sakit atas apa yang sudah terjadi saat ini, 4 tahun aku mencoba mengendalikan keegoisanku dan menerima semua yang sudah terjadi pada kita. Namun, di saat aku sudah merasakan apa itu cinta dan juga kasih sayang, kau malah membalas semua perasaanku dengan sakit hati yang tidak akan pernah aku lupakan!"

__ADS_1


"Untuk itu, pergilah jauh-jauh dari hadapanku. Dan hubungan kita selesai sampai di sini! Mintalah pertanggung jawaban pada orang yang seharusnya bertanggung jawab, aku tidak akan lagi ingin mengenal kalian! Dasar penipu!"


Suara Ernest benar-benar bergema di rumah rumah sakit tersebut, teriakan itu seakan-akan telah mewakili rasa sakit yang Ernest rasakan, tanpa dia tahu bahwa Moana pun telah di tipu oleh orang yang sudah di anggapnya sebagai seorang Kakak.


Ernest pergi dalam keadaan marah, sementara Moana pergi dalam keadaan pingsan. Artinya, kondisinya sudah semakin drop setelah mendengar kalimat yang sangat melukai hatinya.


Sang dokter meminta beberapa perawat untuk membawa Moana ke ruangan rawat, agar dia bisa segera di berikan pertolongan. Kedua Ernest yang tidak tahu harus berpihak pada siapa, mereka hanya kasihan dengan kondisi Moana dan juga Justin.


Entah siapa yang salah, mereka tetap konsisten untuk menolong Moana. Bagaimana pun sebelum masalah ini terjadi, Moana adalah seorang menantu yang sangat baik dan begitu menghormati mereka.


Sehingga, untuk sekedar meninggalkan, mereka tidak bisa. Sekecewa apa pun kedua Ernest pada Moana dan Felix, mereka masih memiliki sisi kasihan terhadap kondisi Moana yang sudah sangat drop.


Di sebuah parkiran, Ernest memasuki mobilnya sambil membanting pintunya. Dia berteriak sambil mengacak serta menjenggut keras rambutnya sendiri.


Ernest masih tidak menyangka, apa bila Justin bukanlah anaknya. Pantas saja, selama ini Ernest tidak merasakan adanya kedekatan sama Justin. Untuk merasakan ikatan batin antara Bapak dan anak saja tidak ada, jadi wajar saja kalau semala ini Ernest sering kali menjauh dari Justin. Sebelum dia merasakan kecemburuan terhadap sikap Felix pada Justin yang terlihat lebih dekat.


"Arrrghhh ... Dasar penipu! Kenapa kalian tega sekali membo*dohiku, apa salahku pada kalian, hahh? Apa! Di saat aku sudah mulai mencintai anak dan juga istriku, kenapa semuanya malah menjadi seperti ini? Pertanda apa ini Tuhan! Kenapa Kau memberikanku ujian seberat ini, rasanya aku benar-benar sudah tidak sanggup!"

__ADS_1


"Jika aku membenci mereka, itu tidak mungkin! Dikarenakan rasa cinta ini sudah terlanjut muncul untuk mereka berdua, tapi untuk menerima kenyataan ini, aku tidak bisa! Hatiku sudah begitu hancur setelah aku mengetahui semua ini. Intinya aku kecewa dengan kalian, arrghhh ... Si*al!"


Ernest berteriak keras di dalam mobilnya, ketika dia merasakan kekecewaan yang termat mendapat dari istri dan juga asisten pribadinya. Setelah itu, Ernest pergi meninggalkan rumah sakit dalam keadaan marah yang begitu emosi.


Berbeda sama Felix, dia tidak memperdulikan tentang kondisinya. Dia tetap kekeh meminta sang suster untuk mengambil darahnya agar bisa di berikan kepada anaknya yang saat ini sedang berjuang untuk kembali sembuh.


Sang suster yang sedikit keberatan, tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia segera menyampaikan keinginan, Felix pada sang dokter. Ketika sudah di berikan izin tanpa basa-basi lagi sang suster segera mengambil 2 kantong da*rah untuk di berikan kepada Justin dalam kondisi mulai yang tidak membaik.


Lalu, bagaimana keadaan Moana? Moana di rawat di ruangan dengan di tunggui oleh Elice dan Sakha. Mereka merasa kasian atas kejadian yang menimpa anak, cucu serta menantunya. Meskipun, mereka merasa kecewa. Akan tetapi, mereka masih tetap menganggap Moana adalah menantunya.


Entah mengapa, Elice dan Sakha sangat mempercayai Moana yang tidak tahu apa-apa. Terlihat jelas ketika Moana telah mengetahui semua ini, apa lagi dari apa yang Moana sampaikan itu sama sekali dari gerak-geriknya tidak ada yang menjerumus terhadap kebohongan.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2