Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Dendam Naya


__ADS_3

"Pelan-pelan makannya nanti kesel---"


"Uhukk, uhukk ...." Naya sedikit tersedak karena terlalu bersemangat untuk makan makanan yang tidak pernah dia makan. Melihat itu Thoms segera mengambilkan minuman dan memberikannya pada Naya.


"Baru juga mau ngomong udah keselek duluan. Ini, minumlah!" titah Thoms langsung diambil oleh Naya dalam keadaan buru-buru.


"Pelan-pelan bisa 'kan? Lagian enggak ada yang mau ambil makananmu, kalau kurang saya bisa belikan lagi. Asalkan makan dengan anggun seperti perempuan pada umumnya, bukan kaya supir lagi dikejar-kejar setoran!"


Naya mengangguk sambil tersenyum, lalu melanjutkan memakan makanannya dalam keadaan yang jauh lebih tenang dari sebelum ini. Tidak lupa, saat melihat Naya baik-baik saja Thoms kembali menikmati makanan yang masih tersisa setengah.


Disela-sela Naya makan, tiba-tiba Thoms menanyakan sesuatu yang sedikit membuat Naya berubah. Dia kembali tidak nyaman sama apa yang dikatakan oleh Thoms.


"Oh, ya. Saya sudah mengamankan ayah tirimu itu, apa kau ingin bertemu dengannya untuk terakhir kalinya?"


Naya terdiam, wajahnya terlihat kembali panik. Ternyata rasa trauma itu benar-benar membekas, tetapi Thoms berusaha keras untuk memenangkan Naya agar dia tidak lagi merasa takut.


"Tenang, gak usah takut. Saya ada di sini!"


"Saya tahu kamu trauma, tapi mau sampai kapan seperti ini? Bagaimana nanti kalau kamu kembali bekerja, apakah kamu sudah siap untuk bertemu dengan ribuan pria di sana?"

__ADS_1


Gelengan kepala Naya mewakilkan jawaban yang tidak bisa dia katakan. Naya terlihat belum siap kembali bekerja karena akan ada banyak pria jahil yang sering menggodanya, apa lagi Naya tidak pernah memiliki teman di lingkungan pekerjaan lantaran mereka semua merasa jijik dan tidak suka sama semua yang Naya dapatkan dari Bos Resto.


Menurut mereka Naya adalah wanita simpanan atasan restoran, dikarenakan semua kehidupan Naya selalu dicukupi. Mulai dari kontrakan, makanan, bahkan sampai pinjaman pun tidak pernah ditolak. Itulah yang membuat mereka merasa iri serta ikut menjelekkan saat tahu kalau Naya hampir dilecehkan oleh ayah sambung.


"Saya paham apa yang kamu rasakan, makanlah! Kita bisa bercerita sambil makan, tidak perlu takut ataupun tegang. Saya di sini untuk melindungimu,"


"Ke-kenapa Tuan begitu baik pada saya, padahal kita belum kenal sama sekali. Tuan tidak tahu bagaimana saya, ... saya juga tidak tahu bagaimana Tuan. Terus kenapa Tuan rela membantu saya sampai seperti ini?"


Naya begitu penasaran sama apa yang Thoms inginkan darinya. Bagi Naya, Thoms seperti tidak tulus untuk membantu dia dari semua kejadian memalukan beberapa saat lalu. Hanya saja, ketika melihat semua kebaikan Thoms, Naya malah menjadi sedikit bimbang. Benarkah Thoms tulus, atau dia berpura-pura baik? Itu yang menjadi tanda tanya besar di dalam hati Naya.


"Entahlah, saya pun bingung. Jika boleh saya jujur, saya tipikal pria yang tidak pernah ingin ikut campur urusan orang lain, kecuali dia yang meminta bantuan saya dengan bayaran yang setimpal. Namun, tidak tahu ada magnet apa yang membuat saya ini kaya terikat padamu. Waktu itu saya ingin makan di Resto, tetapi saya malah melihat pemandangan tidak mengenakan di mana kamu dan ayah sambungmu sedang beradu mulut bahkan fisik."


"Awalnya saya masa bodo, cuman saat saya memesan makan tidak sengaja saya malah menanyakan tetangmu pada salah satu rekan wanitamu. Dia menjelaskan sedikit tentang kehidupanmu yang malah membuatku tertarik semakin dalam penasaran atas ujian yang sedang kamu hadapi. Maka dari itu, saya mengirimkan dua anak buah saya untuk mencoba mengawasimu serta mencari tahu siapa kamu sebenarnya."


Thoms menceritakan semua kejadian awal mula kenapa dia bisa menolong Naya. Secara mereka tidak memiliki ikatan apapun, tetapi Thoms bisa melakukan semua itu seakan-akan dia sedang menyelamatkan hidup seseorang yang sangat dia sayangi.


Mendengar kisah yang Thoms ceritakan membuat hati Naya tersentuh. Dia tidak menyangka, betapa baiknya Tuhan karena telah mengirimkan super hero untuk menyelamatkan hidup Naya. Dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi selain kata terima kasih, karena hanya kata-kata itulah yang pantas untuk Naya ucap setiap detik kepada Thoms.


Sedikit pun tidak ada pikiran jelek dari Naya terhadap Thoms. Mungkin kalau orang lain yang mendengar sekilas cerita itu akan menebak kalau Thoms ini bukan orang sembarangan yang bisa diremehkan. Hanya saja, Naya seperti sudah memiliki firasat bahwa Thoms memang ditakdirkan sebagai penolong terbaik untuk Naya.

__ADS_1


Selepas apapun yang Thoms lakukan, pekerjaan apa yang Thoms jalani Naya tetap tidak akan peduli sama sekali. Bagi Naya, seburuk apapun orang tersebut dia tetap memiliki hati nurani jika Tuhan yang sudah menakdirkan satu kebaikan tertanam di dalam hati kecilnya. Akan tetapi, jika Tuhan tidak menakdirkan satu kebaikan tertanam di dalam hati orang tersebut sebaik apapun yang akan dilakukan, dia tetap tidak pernah baik dimata siapa pun.


"Terim kasih, Tuan. Berkat Tuan hidup saya masih bisa terselamatkan, saya tidak tahu bagaimana cara membalas semua hutang budi ini sampai benar-benar lunas."


"Tidak perlu, saya membantumu karena apa yang kau rasakan sebagian saya rasakan. Hanya saja, traumamu dan trauma yang saya miliki jauh berbeda. Satu pertanyaan saya, apakah kamu dendam terhadap semua perlakuan ayah sambungmu?"


Pertanyaan itu membuat tubuh Naya sedikit bergetar, bahkan sendok plastik yang dia genggam pun patah. Bersamaaan dengan itu, tatapan mata Naya mulai terpencar penuh emosi yang mirip seperti dendam ketika lagi-lagi Naya harus mendengar nama pria yang hampir dua kali mele*cehkan tubuhnya kembali disebut.


"Ya, selama ini saya sudah berusaha untuk membiayai semua kehidupan dia. Sampai saya lupa dengan kebahagiaan sendiri, harta benda bahkan rumah peninggalan mendingan Ibu saya pun telah dia jual hanya demi berjudi dengan kawan-kawannya. Kalau bukan wasiat Ibu untuk menjaga dia, mungkin sampai detik ini saya tidak sudi menghidupinya!"


"Dia bilang dia akan berubah saat beberapa bulan lalu hampir mele*cehkan saya, tapi mana nyatanya? Lagi-lagi dia hampir merenggut semua masa depan saya. Di mana hati nurani dia, Tuan. Di mana? Sama sekali dia tidak punya hati, dia hanya manusia berkedok iblis yang tidak pernah saya ampuni. Sampai ma*ti pun saya tidak sudi maafkan dia, mau nangis da*rah juga saya tidak akan rela. Hati saya sudah cukup sakit untuk menerima semua ini, andaikan Ibu tahu pasti dia pun menyesal karena pernah menikah dengan pria bej*ad seperti dia!"


"Kalau saja saya hidup bukan di negara yang penuh hukum, kemungkinan sudah dari dulu saya akan mencincang abis tubuh dia dan menjadikan makanan hewan buas yang kelaparan. Cuman, saya tahan semua itu karena saya tidak ingin menghabiskan masa depan saya di dalam jeruji besi!"


Emosional yang Naya rasakan kali ini benar-benar sangat tajam, seakan-akan da*rah pembu*nuh telah bersarang di dalam tubuh Naya mengalahkan Thoms.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2