THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 124


__ADS_3

♥️Laki-laki sejati hanya akan mencintai satu wanitanya saja, dan memiliki satu wanita saja dalam hidupnya, walaupun dia berada di lingkungan banyak wanita penggoda sekalipun. Dan, mungkin hanya wanita yang benar-benar ikhlas hatinya, yang menyuruh suaminya untuk menikah lagi, itu semua juga karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, para wanita (istri) menyuruh suaminya untuk menikah lagi. Tapi, tidak ada wanita di dunia ini yang benar-benar ikhlas menerima itu semua, mereka hanya belajar ikhlas, bukan ikhlas sesungguhnya. Karena sejatinya Ikhlas tidak akan berada di lisan saja, atau tidak hanya di ungkapkan saja. Kita bisa mengatakan ikhlas, tapi dalam hati kita masih sakit, apa itu yang di namakan ikhlas? Tentu bukan.♥️


Kandungan Shita sudah memasuki bulan ke-9, Vino setiap hatinya bekerja dari rumah. Dia ke kantor jika ada meeting dengan Klien penting nya saja. Andrew masih tetap setia menjadi asisten pribadi Vino, walaupun dia sudah menikah dengan Lesy. Iya, pernikahan mereka di gelar 5 bulan yang lalu, dan sekarang Lesy sedang hamil. Lesy memilih tinggal di rumah saja, karena kehamilannya sangat lemah.


Vino melihat istrinya yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, laporan keuangan di cafe nya baru dia kerjakan. Shita sekarang jarang sekali bermanja dengan Vino. Entah itu karena bawaan bayi, atau karena dia merubah sifatnya agar tidak manja lagu dengan Vino seperti dulu. Vino mendekati Shita yang belum juga selesai menyelesaikan pekerjaannya.


"Sudah malam, ayo tidur. Besok lagi kerjanya."ucap Vino sambil menarik kursi di depan Shita.


"Sebentar lagi selesai kok, kak."ucapnya.


"Kamu sekarang lebih sibuk bekerja sekali, Ta."


"Kan ini memang pekerjaan ku, kak. Mengurus keuangan cafe."


"Tapi tak seperti dulu, kamu sekarang tidak seperti Shita yang dahulu. Aku rindu kamu yang dulu." ucap Vino.


"Maksud kakak?"tanya Shita


"Iya, rindu Shita yang manja, yang selalu ingin di temaniku jika kemana-mana dan yah…pokoknya rindu semua itu. Sekarang kamu jarang sekali bermanja denganku."jelas Vino. Shita tersenyum memandang Vino, dia menghentikan aktivitasnya dan mendekati suaminya.


"Katanya tidak suka perempuan yang manja? Dan sekarang, aku seperti ini kamu protes?"tanya Shita sambil membelai lembut pipi suaminya.


"Kenapa kamu seperti itu? Apa masih marah padaku?"tanya Vino.


"Tidak, aku tidak marah. Lagian kalau aku manja, nanti anak kita bagaimana? Kan kita akan jadi tempat bermanja anak-anak kita kelak, Papah Vino."ucap Shita lembut.


"Iya juga, tapi aku ingin kamu tetap bermanja denganku."


"Iya, kalau tidak bermanja denganmu, lalu, apakah harus bermanja dengan suami orang?" Shita berkata sambil terkekeh melihat reaksi Vino yang mendengar Shita berbicara seperti itu .


"Tuh kan kamu ngambek, aku bercanda, kak. Lagian masa iya aku mau bermanja dengan suami orang. Sudah yuk tidur, aku sudah ngantuk."ajak Shita.


"Ayo…mau aku gendong ke kamar?"


"Gak lah, aku sudah berat, nih perut ku saja sudah mulai membuncit seperti ini."


"Membuncit tapi sexy."ucap Vino menggoda istrinya


"Jangan menggodaku lagi, apa yang tadi masih kurang?"tanya Shita


"Iya, masih. Katanya kalau hamil tua harus sering seperti itu."


"Itu mah maumu, kak."ucap Shita meledek Vino.


"Ya sudah ayo tidur." Vino mengajak istrinya ke kamar.


Menjelang subuh, Shita bangun terlebih dahulu, dia mengambil air wudhu lalu mengajak suaminya untuk sholat subuh bersama. Selesai sholat, kembali menata pakaian sholat dirinya dan suaminya. Shita duduk di tepi ranjang, merasakan sedikit mulas diperutnya. Rasa itu semakin terasa sakit.


"Aww…Kak, perutku sakit sekali." Shita meringis kesakitan dengan memegang perutnya. Vino mendekati Shita dengan sedikit rasa panik.

__ADS_1


"Tahan dulu ya sayang, aku menata pakaian mu dulu, setelah itu kita ke ruang sakit."ucap Vini sambil sibuk mengambil tas baju dan memasukan baju-baju Shita ke dalam tasnya.


"Ayo aku gendong, kita ke rumah sakit sekarang." Vino menggendong Shita, dia berteriak memanggil bibi untuk membawakan tas baju yang di kamarnya, dan berteriak memanggil sopir untuk mengantarkan ke rumah sakit. Vino dan Shita sudah di dalam mobil, sopir dengan cepat menuju rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit, Shita langsung ditangani oleh dokter dan perawat. Vino masih berada di samping istrinya yang sedang merintih kesakitan untuk berjuang melahirkan buah hatinya. Pembukaannya terbilang sangat cepat, dengan segera dokter mengarahkan instruksi pada Shita, dan Shita menuruti apa kata dokter dan perawat. Shita terus menangis, merintih kesakitan dengan menggenggam tangan suaminya.


"Kak, Shita tidak kuat, ini sangat sakit sekali."rintih Shita


"Jangan bicara seperti itu, ayo sayang, kamu pasti bisa." Vino memberi semangat pada istrinya. Berkali-kali dia mencium kening istrinya dan mengusap peluh yang keluar di dahi Shita.


Suara tangis bayi memecah kesunyian dia ruangan bersalin. Bayi laki-laki yang baru lahir dari rahim Shita. Dokter meletakan bayi laki-laki Shita di atas dadanya. Vino menangis bahagia melihat bayinya sudah lahir.


"Ya Allah terima kasih, sudah memberikan kelengkapan dan kebahagiaan untuk keluarga kami. Terima kasih sayang, kamu sudah berjuang untuk anak kita dan untuk ku."ucap Vini sambil mengecup kening Shita.


Perawat mengambil bayi Shita dan membersihkannya, lalu membedong bayi Shita dan memberikannya pada Vino. Vino mengadzani bayinya di telinga sebelah kanannya dengan lirih, lalu membacakan iqomat di telinga bayinya sebelah kiri dengan lirih. Selesai itu, Vino berjalan ke arah Shita dengan membawa bayinya.


"Ta lucu sekali dia."ucap Vino.


"Tampan seperti kamu, kak."ucap Shita.


Vino meletakan bayinya di box bayi karena Shita akan dipindahkan ke ruangan pasien. Setelah sampai di ruang pasien, Vino kembali mengambil bayinya dalam box lalu menggendongnya.


"Ta, aku kasih nama bayi kita, Farrel ya?"ucap Vino pada Shita


"Nama yang bagus, bawa Farrel kesini, kak. Aku ingin memangkunya." Vino memberikan Farrel ke pangkuan Shita.


"Ta, kita kok lupa belum memberitahukan ibu, papah dan lainnya."ucap Vino.


Vino segera memberitahukan pada Papah Rico, kalau putri kesayangannya sudah melahirkan dan Bayi juga ibunya sehat. Vino mengirim pesan lewat WhatsApp pada Papah Rico dan mengirimkan foto Shita yang sedang memangku cucunya. Dia juga mengabari Arsyil dan Arsyad juga. Vino dari tadi menggendong bayinya. Dia bahagia sekali mendapat bayi laki-laki sebagai anak pertamanya.


"Kak, kamu tidak capek menggendong Farrel terus?"tanya Shita.


"Tidak, lihatlah dia sangat nyaman di gendongan ku."ucap Vino.


"Curang kamu, nak. Sama mamah kalau haus saja minta Mimi susu."ucap Shita.


"Masa iya aku yang menyusui Farrel, sayang. Mamahmu ada- saja ya. Baru saja papah menggendong kamu terus, mamah cemburu, nak. Apa lagi nanti kalau sudah gede wajah kamu miripnya ke papah semua, gak ada mirip-mirip nya dengan mamahmu, pasti mamah protes lagi."ucap Vino pada Farrel.


"Ya gak lucu saja, aku yang mengandung dia selama 9 bulan, eh…begitu lahir miripnya kamu, gak ada mirip-mirip nya dengan ku. Kan curang."ucap Shita sambil mengerucutkan bibirnya.


Vino terkekeh melihat istrinya mulai manja lagi, dia begitu suka menggoda istrinya, apalagi kalau sifat manjanya sudah keluar.


Di rumah Rico sedang menikmati teh hijaunya dengan mbaca surat kabar di teras. Dia di kejutkan oleh istrinya yang berteriak-teriak dari dalam.


"Pah….papah….cepat ke sini!"teriak Andini dari dalam.


"Ibu, ada apa pagi-pagi sudah teriak?"ucap Rico dengan santainya.


"Pah, Shita pah, Shita."ucap Andini sambil memperlihatkan ponsel milik suaminya.

__ADS_1


"Kenapa Shita!"ucap Rico sambil merebut ponsel miliknya.


"Bu, Shita sudah melahirkan? Kenapa dia tak memberi kabar dari tadi?"tukas Rico.


"Ya sudah ayo kita ke rumah sakit."ajak Andini.


Rico segera mandi dan bersiap-siap untuk ke rumah sakit menjenguk anak kesayangannya yang baru saja melahirkan.


Rico segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.


Rico dan Andini sudah sampai di rumah sakit, di sana juga sudah ada Arsyil dan Arsyad yang sudah berada di dalam ruangan Shita.


"Shita, anak papah, kenapa tidak memberitahu papah langsung, kalau kamu mau melahirkan?" Rico langsung memeluk Shita dengan erat dan mencium Shita berkali-kali.


"Pah, aku dan Kak Vino panik sendiri pah, sehabis sholat subuh tiba-tiba Shita merasakan perutnya mulas sekali, dan Kak Vino langsung membawa ke rumah sakit. Tak menunggu waktu lama saat pembukaan, jadi Shita langsung menjalani proses melahirkan."jelas Shita.


"Mana cucu papah?"tanya Rico.


"Ini cucu opa, ini sedang gendong Oma ya." Andini membawa Farrel pada Rico. Rico langsung menggendongnya dan mencium lembut pipi bayi Shita.


"Siapa namanya?"tanya Rico.


"Farrel, pah."ucap Shita dan Vino bersamaan.


"Farrel cucu opa, ganteng sekali kamu, nak." Rico memandangi wajah Farrel.


"Jelas dong cucu oma." Andini tak mau kalah dia jua mencium pipi Farrel berkali-kali.


Lengkap sudah kebahagiaan anak-anak Rico dan Andini. Semua sudah memiliki keturunan. Rico selalu was-was kepada anak-anaknya, karena dia takut salah satu diantaranya ada yang bernasib sama sepertinya. Iya, memiliki dua istri. Semua laki-laki mungkin ingin sekali memiliki dua bahkan tiga istri. Tapi, laki-laki sejati hanya akan mencintai satu wanitanya saja, dan memiliki satu wanita saja dalam hidupnya, walaupun dia berada di lingkungan banyak wanita penggoda sekalipun.


Dan, mungkin hanya wanita yang benar-benar ikhlas hatinya, yang menyuruh suaminya untuk menikah lagi, itu semua juga karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan para wanita (istri) menyuruh suaminya untuk menikah lagi. Tapu tidak ada wanita di dunia ini yang benar-benar ikhlas menerima itu semua, mereka hanya belajar ikhlas, bukan ikhlas sesungguhnya. Karena sejatinya Ikhlas tidak akan berada di lisan saja, atau tidak hanya di ungkapkan saja. Kita bisa mengatakan ikhlas, tapi dalam hati kita masih sakit, apa itu yang di namakan ikhlas? Tentu bukan.


"Terima kasih Ya Allah, telah memberi kebahagiaan pada anak-anak kami, memberi jodoh yang baik untuk anak-anak kami, dan memberikan keturunan kepadanya yang Sholeh dan Sholehah. Jauhkan kami semua dari fitnah dunia, Ya Allah. Dan sehatkan kami semua."ucap Rico dalam hati.


"Anak-anakku sudah memiliki keturunan semua, betapa bahagianya aku, Ya Allah. Semua anak-anak kami selalu setia pada pasangan mereka masing-masing, walau berjuta badai menghadang rumah tangga mereka. Terima kasih Ya Allah atas segala nikmat yang Engkau berikan pada keluarga kami."gumam Andini dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♥️ happy reading♥️


__ADS_2