THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 43


__ADS_3

Hari ini Arsyil bersiap siap untuk pergi touring bersama teman temannya. Andini dan Rico masih menikmati liburan di Villa nya.


Terlihat Shita membantu bibi menata sarapan di meja makan, dia menta piring dan menuangkan air putih ke dalam gelas.


"Bi sudah semuanya?"


"Sudah non."


"Bibi sudah sarapan?"


"Ini bibi mau sarapan non di belakang, permisi non."


"Iya bi, tidak gabung di sini saja bi?"


"Tidak, di belakang saja"


"Sendiri dong bi, biasanya sama pak udin."


"Yah tidak apa apa, bibi permisi sarapan dulu non Shita."


"Iya bi."


Shita memanggil adik dan kakak nya untuk sarapan bersama, dia menuju ke kamar Arsyil dulu.


"Syil sarapan dulu gih."


"Iya kak sebentar lagi."


"Kamu mau touring?"


"Iya kak. Oh iya kak, pinjam beberapa novel mu dong kak, cewek ku mau ikut, biar dia tidak jenuh saat sudah berada di tempat tujuan."


"Iya nanti kakak ambilkan. Kakak tunggu di meja makan ya."


"Iya kak, terima kasih."


Shita keluar dari kamar Arsyil, dia menuju teras belakang memanggil Arsyad yang sedang berolahraga pagi.


"Kak, sarapan dulu yuk."


"Iya sebentar."


"Shita tunggu di meja makan ya kak."


"Iya Ta."


Shita berjalan menuju meja makan, dia mendudukan dirinya di kursi.


"Ihhh dasar cowok, lama sekali sudah di tungguin juga. Ambilin novel untuk Arsyil dulu lah kedalam kamar."ucap Shita lirih.


Shita ke kamarnya mengambilkan novel untuk Arsyil.


Dia mengambilkan 3 novel untuk di pinjamkan pada Arsyil.


"Novel baru ini aku bawakan juga deh, kemarin kan pacarnya Arsyil sudah baca buku yang pertama, lagiyan aku susah selesai bacanya."Shita berbicara lirih sambil mengambilkan novel.


Saat mengambil novel, ponsel Shita berbunyi, ada telefon masuk dan Shita langsung mengambil ponselnya melihat siapa yang menelfon.


"Kak Vino, ada apa pagi pagi nelfon?"


Shita mengangkat telfon dari Vino.


{Hallo Assalamualaikum kak.}


{Wa'alaikumsalam, sedang apa Ta.?}


{Mau sarapan kak, ada apa ya kak?}


{Hari ini kamu ke caffe?}


{Tidak kak, kan ini hari sabtu, Shita kalau Sabtu dan Minggu tidak ke caffe kak.}


{Kita ke pantai yuk, Arsyad juga tidak ngantor kan?}


{Iya tidak kak}


{Ajak saja Arsyad, Arsyil, Rayhan dan Rachel.}


{Baiklah nanti aku ajak, tapu Arsyil tidak bisa sepertinya, dia mau touring dengan teman temannya.}


{Hmmm...dia selalu saja seperti itu, kalau di ajak kumpul pasti ada saja acaranya.}


{Ya memang dia seperti itu, sibuk dengan urusannya sendiri. Kak aku sarapan dulu ya, sudah di tunggu kak Arsyad sama Arsyil, kak Vino jam berapa kesini?}


{Iya sana sarapan dulu, jangan lupa sampaikan pada Arsyad, ini kak Vino sudah siap siap mau jalan ke rumah mu.}


{Iya nanti Shita sampaikan, hati hati ya kak?}


{Iya Ta, sudah dulu ya? Assalamualaikum..}


{Wa'alaikumsalam..}


Shita menutup telfon nya dan segera keluar menuju meja makan.


"Dari mana Ta, kakak sama Arsyil sudah menunggu lama di meja makan."


"Dari kamar angkat telfon dari kak Vino sama ambilin novel untuk Arsyil."


"Vino menelfonmu?"


"Iya kak, dia mengajak kita ke pantai, sama kak Ray dan Rachel juga. Kakak mau kan ikut kita kepantai?"


"Iya kakak mau, kamu ikut kan Syil?"


"Aku sudah ada janji kak mau touring sama teman temanku."


"Kebiasaan kamu, kalau kita kumpul kamu tidak ikut."


"Arsyil udah janji kak sama teman teman, lagiyan dari kemarin Arsyil libur dirumah, gak di ajakin pergi."


"Ya sudah, gak apa apa sana pergi dengan teman teman mu dan cewek mu, ini novel nya, oh iya novel yang kemarin udah di baca? Kalau sudah nanti bawa pulang ya?"


"Iya kak Shita cantik, makasih sudah meminjamkan novel nya."


"Hmm iya iya."


"Syil cewek mu ikut touring juga?" tanya Arsyad.


"Iya kak, aku sudah janji mau ajakin dia ikut touring soalnya."


"Jangan macem macem lho kamu bawa anak perempuan orang. Kalau kamu benar benar mencintainya, Jaga dia sampai ke pelaminan."


"Siap kakak, itu pasti kak. Gimana kak, udah di pepet belum mahasiswa kakak?"


"Susah Syil, dia sudah punya pacar."


"Lagiyan kakak ya, orang cewek udah punya pacar di kejar terus."timpal Shita.


"Ya....mau bagaimana lagi, kakak menyukainya."


"Kak, kemarin kata kak Ray kakak bertemu dengan wanita bercadar?" tanya Shita


"Iya, namanya Almira, dia yang menemukan tasbih kakak di masjid, dan ternyata dia anak dari Pak Fajri pemilik perusahaan terbesar yang bekerja sama dengan perusahaan kami."jelas Arsyad.


"Ohh...tadi siapa namanya?"


"Almira namanya."


"Kok gak asing ya namanya, kayak Shita pernah dengar namanya." Shita berfikir sejenank saat mendengat nama Almira.


"Kak, jangan jangan dia penulis buku ini kak, kan namanya Almira, apa dia lulusan dari Kairo?"ucap Shita.


"Ya mana kakak tau Ta, dia penulis atau bukan, iya dia malah mau melanjutkan S3 nya di Kairo, kemari bilang seperti itu."jawab Arsyad.

__ADS_1


"Cocok sama kamu kak,iya kan Syil?"


"Iya cocok sekali, tapi kak Arsyad sukanya sama cewek yang sudah punya pacar mau bagaimana lagi, iya kan kak Arsyad?"


"Kamu tau aja Syil. Sudah jangan bahas perempuan lagi. Ayo sarapan, ini dari tadi ngobrol saja, lapar kakak, ambilkan nasi Ta tolong."


"Oke, mau lauk apa kak?"


"Ambilkan tumis brokoli nya ta sama telur mata sapi."


"Okey...ini kak." Shita memberikan nasi untuk Arsyad.


"Sini Syil kakak ambilkan Nasi nya."


"Kak Shita baik deh.."


"Ini tugas perempuan Arsyil."


"Latihan juga sih, sebelum nikah, iya kan kak?"


"Iya dong. Ayo makan, jangan ngobrol lagi, makan dulu ngobrolnya setelah makan."


"Siap komandan.!" ucap Arsyad dan Arsyil bersamaan.


Mereka sarapan bertiga tanpa papah dan ibu nya. Walaupun kadang mereka merasakan sepi tidak ada orang tua mereka, tapi mereka memahami, karena orang tua mereka juga membutuhkan Qualitu Time berdua.


Selesai makan, sita mengambilkan buah untuk Arsyad dan Arsyil, dia mengupaskan Apel untuk mereka.


"Sepi ya kak, gak ada papah sama ibu."ucap Shita.


"Iya kak, sepi sekali, biasanya aku kan tiap hari selalu saja jadi sasaran empuk papah untuk di bully. Ini sepi sekali tidak ada mereka."ucap Arsyil.


"Ya mau bagaimana lagi, papah sama ibu juga membutuhkan waktu untuk berdua saja, biarlah mereka menikmati masa masa seperti dulu lagi, nanti kalau kalian sudah menikah dan memiliki anak, pasti akan merindukan masa masa berdua saat masih muda Shita, Arsyil."jelas Arsyad.


"Iya juga si kak, tapi sepi sekali."ucap Shita manja.


"Kita bertiga saja sepi, apalagi Rayhan sama Rachel, dia di sini hanya berdua, om Bayu dan tante Iva sibuk mengurus perkebunannya, bahkan jarang sekali pulang kesini. Kita masih beruntung Ta, papah sama ibu masih tinggal bersama kita. Sebentar lagi juga papah pulang kok."jelas Arsyad.


"Tuh dengerin kak Arsyad ngomong kak, kamu jangan manja gitu dong kak, masa mau menikah masih saja manja seperti itu." ucap Arsyil.


"Iya...iya..."


"Kak, Arsyil berangkat dulu ya, teman teman Arsyil sudah pada menunggu. Oh ya, sampaikan salamku untuk kak Vino, kak Ray juga Rachel."pamit Arsyil.


"Iya nanti kak Shita sampaikan, kamu hati hati ya?"ucap Shita.


"Oke kak."


"Syil, ingat pesan kakak ya? Kamu hati hati , jangan ngebut naik motornya" ucap Arsyad.


"Iya kak Arsyad. Ya sudah, Arsyil berangkat dulu ya kak, Assalamualaikum..." ucap Arsyil.


"Wa'alaikumsalam..." ucap Shita dan Arsyad bersamaan.


Arsyil keluar dari rumah nya, dia mengambil sepeda motornya yang sudah di siapkan dari pagi pagi sekali di teras rumahnya.


Arsyil menyalakan sepeda motornya dan dia melajukan sepeda motornya menuju rumah Annisa dulu sebelum bertemu teman temannya yang sudah menunggu di tempat biasanya.


Shita sudah selesai membereskan piring dan gelas kotor yang baru dipakai sarapan tadi.


"Kamu sudah menghubungi Ray dan Rachel Ta?" tanya Arsyad.


"Belum kak." jawab Shita.


"Ya sudah kakak akan menghubunginya."


"Iya kak, Shita mau mandi dulu."


"Iya."


Arsyad mengambil ponselnya, dia akan menghubungi Rayhan dan Rachel untuk ikut bersama ke pantai.


(Panggilan terhubung)


{Tidak ada apa apa, kamu pasti baru bangun ya Ray?}


{Iya sih...baru 15 menit aku membuka mata ini.}


{Kamu kebiasaan, pasti habis sholat subuh kamu tidur lagi.}


{Ya seperti itu Syad. Ada perlu apa pagi pagi seperti ini menelfonku?}


{Ini sudah hampir jam 7 lebih Ray, masa pagi pagi sekali. Oh iya, kamu sibuk hari ini?}


{Tidak si, ada apa?}


{Mau kalau aku ajak ke pantai? Vino mengajak kita ke pantai Ray, kalau kamu mau ajaklah Rachel juga.}


{Okey, aku akan ajak dia, dari kemarin dia ngambek minta ke pantai belum aku turuti Syad, pasti dia senang kalau aku ajak.}


{Ya sudah, ajak adik manjamu itu, cepatlah bersiap siap, Vino sudah di jalan menuju ke rumah.}


{Oke bro....aku bangunin Rachel dulu.}


{Dia belum bangun Ray?}


{Belum, ya seperti aku, habis Sholat subuh dia tidur lagi.}


{Ya sudah sana siap siap dulu.}


{Oke...oke...}


{Jangan lama lama ya, Assalamualaikum..}


{Iya...Wa'alaikumsalam.}


Arsyad sudah selesai menghubungi Rayhan, dia menuju ke kamarnya untuk mandi dan bersiap siap untuk pergi ke pantai.


♥♥♥♥♥♥♥♥


★Dirumah Rayhan.★


Rayhan masuk ke dalam kamar Rachel, terlihat Rachel masih tertidur pulas dengan memeluk bantal guling.


"Rachel, bangun sudah siang."ucap Rayhan.


"Ihhh kakak, udah siang apaan sih...belum juga jam 8."


"Kalau kamu mau bangun jam 8 nanti kita kesiangan ke pantainya. Kan panas Chel."


"Apa kak, mau kepantai?" Rachel langsung bangun dan dia bahagia sekali karena kakaknya mengajak dia ke pantai.


"Iya,kita akan kepantai bersama Arsyad, Shita, Arsyil dan juga Vino."


"Yeeee......yasudah kak Rachel mandi dulu." Rachel turun dari tempat tidurnya dan mengambil handul lalu langsung masuk ke kamar mandi.


"Chel, jangan lama lama mandinya, kak Vino sudah dirumah Shita."


"Siap kak.!" teriak Rachel dari kamar mandi.


Rayhan keluar dari kamar Rachel, dia menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku adiknya yang kegirangan akan di ajak ke pantai.


"Dasar anak manja, seperti itu kelakuannya."lirih Rayhan sambil menutup pintu kamar Rachel.


Rayhan masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan bersiap siap Pergi ke pantai.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Arsyad dan Shita menunggu Vino yang tak kunjung datang.


"Ta, Vino kok belum datang?" tanya Arsyad


.

__ADS_1


"Gak tau kak, aku sudah menghubunginya namun tidak di jawab." jawab Shita.


Tak lama kemudin ponsel Shita berbunyi, shita melihat siapa yang menelfonnya.


"Kak, ibu menelfon."ucap Shita.


"Angkat dong Ta."


"Iya kak".


Shita mengangkat telfon dari Andini.


{Hallo ibu, Assalamualaikum}


{Wa'alaikumsalam, kamu sehat nak disitu?}


{Iya bu, kami semua sehat disini, ibu dan papah bagaimana? Kami merindukan kalian, kapan Ibu dan papah pulang?}


{Alhamdulillah papah sama ibu di sini baik baik saja, kami juga merindukan kalian, ibu dan papah satu minggu lagi di sini, nanti kami pulang bersama om Bayu dan tante Iva. Kalian sedang apa dirumah?}


{Jangan lama lama ibu, Aku sama Kak Arsyad akan ke pantai dengan kak Vino, kak Ray dan Rachel.}


{Arsyil tidak ikut?}


{Dia pergi touring dengan teman temanya bu.}


{Ohh ya sudah kalian hati hati ya? Salam buat semuanya}


{Okey, papah sedang apa Bu.?}


{Papahmu sedang di perkebunan dengan om Bayu}


{Hmmm...yasudah bu, kak Vino sudah datang, kami pamit ke pantai dulu ya bu, salam buat papah, Shita sangat merindukannya.}


{Iya sayang, kalian hati hati ya, Assalamualaikum}


{Wa'alaikumsalam...miss u Ibu... muaacch...}


{Miss u too sayang...muuacch..}


Shita menutup telfon dari ibunya, dia melihat Vino yang baru saja datang di rumahnya.


"Kak kok lama sekali?" tanya Shita.


"Tadi mampir dulu, beli beberapa makanan, cemilan dan minuman. Biar kita langsung berangkat, gak usah mampir mapir. Mana yang lain?" jelas Vino.


"Rayhan sama Rachel paling sebentar lagi datang, duduk dulu kak, mau aku ambilkan minum?"


"Ambilkan air putih saja, rasanya haus sekali."


"Okey, Shita ambilkan."


Shita pergi ke dalam memgambilkan air putih untuk Vino.


Vino duduk di samping Arsyad.


"Bro, bagaimana pekerjaanmu, menyenangkan bukan kerja di kantor?" tanya Vino.


"Ya seperti itu, malah tambah pusing Vin." jawabnya.


"Nikmati saja Syad, nanti juga kamu akan nyaman kerja di perusahaan, apalagi perusahaan milik sendiri."


"Iya Vin, memang harus di nikmati dulu."


"Syad, sebentar lagi kan Shita ulang tahun, boleh tidak saat dia ulang tahun aku melamarnya secara resmi.?"


"Kamu tanyanya papah Vin, aku sih boleh boleh saja, kamu serius kan sama Shita, tidak main main?"


"Serius lah....masa mau main main sih, aku tanya sama kamu kan kamu kakak tertua dan tau sendirikan kamu masih belum punya pasangan."


"Iya Vin iya....aku masih jomblo, ah kamu itu."


"Bukan maksudku seperti itu Syad, jika kamu memperbolehkan aku akan melamarnya dan segera menikahi Shita."


"Aku tak masalah Shita menikah dulu Vin, tapi bagaimana dengan papah dan ibu nanti. Kita bicarakan nanti setelah papah dan ibu pulang dari villa nya."


"Okey."


Shita keluar membawakan segelas air putih untuk Vino.


"Ini kak air putihnya."


"Terima kasih Shita."


Vino meminum air putih yang di berikan Shita.


Tak lama kemudian, Rayhan dan Rachel tiba di rumah Arsyad.


"Hai...semua...maaf aku telat." ucap Rayhan.


"Kamu kebiasaan Ray."balas Arsyad.


"Tuh, Rachel mandinya lama dandan nya juga lama sekali."


"Sudah, aku saja baru sampai kok. Ayo kita berangkat sekarang, keburu siang nih."ucap Vino.


"Ayo Shita, sudah tak ada yang ketinggalan kan?"


"Iya kak."


"Oh ya Syad, kamu dan Shita ikut mobil aku saja."ucap Vino.


"Oke.."


"Apa kita satu mobil saja biar ramai, dari pada sendiri sendiri. Bagaimana Ray?"


"Baiklah, Syad aku titip mobilku"


"Iya parkirkan di sebelah sana Ray."


"Oh ya, mana Arsyil kok gak kelihatan kak?"tanya Rachel.


"Dia sedang touring dengan teman temannya."jawab Arsyad.


"Huh....kebiasaan, saat kita kumpul bersama malah dia pergi sendiri."


"Ya begitulah dia, ayo sudah kita berangkat, tuh Rayhan sudah selesai memarkirkan mobilnya."


"Ayo...kita holiday....yeee..."sorak Rachel bahagia.


"Seperti anak kecil saja kamu Chel."celah Shita.


"Kan memang aku disini paling muda umurnya." ucap Rachel sambil tertawa lebar.


Mereka memasuki mobil Vino.


Vino melajukan mobilnya menuju ke pantai.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♥happy reading♥


__ADS_2