
Keesokan harinya, cuaca di pagi hari bergitu mendung, sinar mentari pagi terlihat meredup. Najwa dan Shifa bermain di taman bunga yang dekat dengan Villa. Mereka berlarian mengejar kupu-kupu yang hinggap di bunga berwarna-warni.
"Kak Najwa, ayo tangkap lagi!"teriak Shifa yang kegirangan karena Najwa sudah bisa menangkap satu kupu-kupu berwarna hijau muda. Najwa berlarian mengejar kupu-kupu yang terbang.
"Yah…terbang, ya sudah yuk kembali Ke Villa dulu, nanti lanjutin cari kupu-kupu lagi, itu bunda kamu sudah memanggil." ajak Najwa.
"Tapi Shita mau lagi kak, kupu-kupu nya."ucap Shifa sedikit kecewa.
"Iya, nanti kita cari lagi, ayo itu bunda kamu sudah memanggil, kita sarapan dulu, sambil menunjukan kupu-kupu ini pada bundamu."ucap Najwa, akhirnya Shifa mengikuti apa yang Najwa katakan. Mereka kembali ke villa untuk sarapan bersama yang lainnya.
Shifa berlari ke arah bundanya, dia memeluk Annisa sangat erat dan mencium pipinya.
"Bunda, lihat, tadi Kak Najwa menangkap kupu-kupu, cantik ya, Bunda." Shifa menunjukkan kupu-kupu yang dia tangkap bersama Najwa.
"Cantik sekali, ayo kita sarapan dulu, Bunda sudah buatkan omelette spesial buat kalian."ucap Annisa.
"Yeay….. omelette."ucap Mereka. Najwa juga sangat suka sekali dengan omelette buatan Annisa. Mereka berlomba berlari masuk ke dalam Villa. Mereka berhambur memeluk Andini
"Oma…lihatlah, kupu-kupunya cantik kan?" Shifa menunjukan kupu-kupunya pada Andini
"Wah….cantiknya, siapa yang menangkapnya?"tanya Andini.
"Kak Najwa."ucap Shifa.
"Ya sudah kalian cuci tangan lalu makan." Andini menyuruh cucunya masuk ke dalam untuk sarapan.
Mereka sarapan bersama, Arsyil mengambil kupu-kupu Shifa dan menaruhnya dalam toples kaca, dia menunjukan pada Shifa dan Najwa
"Najwa, Shifa, ini kupu-kupunya."ucap Arsyil sambil menunjukan ke arah mereka yang sedang menikmati omelette.
"Om, bagus tempatnya."ucap Najwa.
"Iya, ayah, bagus sekali, jadi cantik kupu-kupunya. Nanti Shifa mau cari ya, yah."ucap Shifa.
"Iya, tapi habiskan dulu makanannya."ucap Arsyil
"Oke." mereka segera menghabiskan makanannya.
Semua berkumpul di teras Villa, hari ini rencana mereka akan pulang kembali ke rumah masing-masing, karena besok sudah hari Senin dan harus memulai rutinitas seperti biasanya.
Najwa dan Shifa pamit dengan Annisa dan Mira yang masih mengobrol untuk mencari kupu-kupu lagi.
"Jangan jauh-jauh ya."ucap Annisa sambil berteriak karena Shifa dan Najwa sudah berlari ke arah taman bunga.
"Iya, bunda…" teriak Shifa.
Mereka bermain-main di taman bunga hingga lupa waktu, karena dia kesusahan menangkap kupu-kupunya.
__ADS_1
"Ayo.…kita kejar…"teriak Shifa. Najwa dan Shifa mengejar kupu-kupu itu hingga jauh dari Villa.
Mereka semakin menjauh dari Villa, Shifa dan Najwa sudah berhasil menangkap banyak kupu-kupu, Najwa menaruhnya di kantong plastik yang dia bawa.
"Sudah banyak Fa, kira pulang yuk."ucap Najwa.
"Ayo.."ajak Shifa.
Mereka berjalan menyusuri jalan setapak, tapi tak kunjung sampai di Villanya.
"Kak, kita kan sudah jalan lama sekali, kok tidak sampai-sampai ya?"tanya Shifa.
"Iya, Fa. Apa jalannya salah?"ucap Najwa.
"Kak, Shifa takut, langitnya semakin mendung. Kak, tadi kan tidak ada sungai, kok ada sungai?" Shifa mulai khawatir dan ketakutan.
"Fa, ini di mana?"ucap Najwa yang bingung.
"Kita di mana, kak." Shifa mulai menangis memeluk Najwa.
"Sudah jangan menangis, kita teriak yuk."ucap Najwa.
"Ummi…!!! Tante Nisa...!!! Abah…!!!" Najwa mencoba teriak.
"Bunda…!!! Ayah…!!! Tolong Shifa dan Kak Najwa.!" Shifa juga teriak, namun tak membuahkan hasil.
"Fa, Kak Najwa juga takut."ucap Najwa.
"Duaaarrr…..!!!" suara petir mulai menyambar, dan gerimis pun datang. Shifa memeluk erat Najwa dengan wajah yang memucat karena takut
"Shifa, ada rumah, ayo kita berteduh di sana. Jangan menangis ya Fa, kakak juga takut sekali Fa."ucap Najwa sambil berjalan ke arah rumah.
"Fa, kita minta bantuan orang yang memiliki rumah ini ya, pasti mereka mau bantu, dan sepertinya rumah ini ada penghuninya, tuh ada mobil di samping."ucap Najwa.
"Iya kak."jawab Shifa. Mereka mengetuk pintu berkali-kali tapu tidak kunjung di bukakan oleh pemilik rumah, terpaksa mereka duduk di lantai di depan pintu. Mereka menangis karena ketakutan melihat air sungai yang sudah hampir meluap ke daratan.
"Fa, sungainya meluap. Kak Najwa takut."ucap Najwa sambil terisak.
"Sama kak, Shifa juga takut."mereka semakin keras menangisnya.
Di Villa Andini, semau tidak menyadari Shifa dan Najwa belum pulang, karena mereka sedang mengobrol. Hingga ada suara petir yang menggelegar Annisa dan Mira baru sadar kalau putrinya belum kembali.
"Kak Mira, Najwa dan Shifa."ucap Annisa dengan nada tinggi.
"Mereka belum kembali."imbuh Annisa. Hujan deras mengguyur di sekitar Villa. Mira dan Annisa menghampiri suaminya.
"Mas, Najwa, Shifa mereka belum kembali dari tadi." Mira sudah semakin panik berbicara dengan Arsyad, suaminya.
__ADS_1
"Syil, Shifa, Shifa…! Dia belum kembali. Bagaimana ini, hujan deras sekali, bercampur petir dan angin." Annisa tak kalah paniknya dengan Mira. Semua panik, mendengar Najwa dan Shifa belum kembali. Terlebih Rico dan Andini.
"Arsyad, Arsyil ayo kita cari Najwa dan Shifa."Rico mengambil jas hujan dan memberikannya pada Arsyad dan Arsyil. Mereka segera mencari Najwa di taman bunga dan sekitarnya.
Mereka terus mencari Shifa dan Najwa, tapi tidak menemuinya sama sekali, hingga mereka melihat sungai yang sudah meluap karena banjir.
"Ya Allah sungainya meluap, semoga mereka tidak bermain di sana tadi. Ya Allah di mana cucuku." Rico menangis dan panik mencari cucunya. Mereka berteriak-teriak memanggil nama Shifa dan Najwa, tapi tetap saja tidak ada sahutan dari mereka.
Arsyad melihat sebuah rumah yang berada dekat dengan sungai, namun teras rumahnya agak tinggi jadi air luapan sungai tidak naik ke teras.
"Apa ?ereka di sini?"gumam Arsyad. Arsyad akan menaiki anak tangga yang menuju ke teras, namun Arsyil dan Rico menyuruhnya pulang, karena percuma tidak bertemu. Rico akan meminta bantuan pada tim SAR untuk mencari cucunya.
Pikiran Rico yang was-was karena melihat sungai meluap, dia segera mengajak Arsyad untuk pulang. Arsyad tidak jadi naik ke teras rumah itu.
"Syad, kamu mau apa?"tanya Rico.
"Apa mungkin Najwa dan Shifa di rumah ini?"jawab Arsyad dan bertanya pada papahnya.
"Kak, coba saja ketuk pintunya kalau ada orang pasti di bukakan pintunya."ucap Arsyil.
Arsyad mencoba mengetuk pintunya, namun tak ada sahutan dari pemilik rumah. Akhirnya mereka kembali ke Villa dengan tangan kosong, Rico segera menghubungi tim SAR untuk mencari cucunya di sekitar sungai belakang Villanya.
Annisa dan Mira hanya menangis dari tadi, Mira takut sekali Najwa akan bernasib sama seperti dirinya waktu dulu.
"Mas, aku takut Najwa akan seperti aku, aku takut. Mas, temukan dia, mas." Almira semakin mengeraskan tangisannya.
"Sayang, kami sedang berusaha menemukan Najwa dan Shifa, berdoalah, mereka akan baik-baik saja, sayang." Arsyad mencoba menenangkan Mira.
"Syil, bagaimana ini? Bagaimana Shifa, Ya Allah, putri ku, semoga kamu baik-baik saja, semoga kalian dalam lindungan-Nya." Annisa menangis di pelukan suaminya.
"Sabar sayang, semua akan baik-baik saja, percayalah." Arsyil menenangkan hati Annisa.
Semua yang ada di Villa di buat panik dengan keadaan ini.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♥️happy reading♥️