THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 28


__ADS_3

Sumpah...keadaan ini semakin membuatku tak nyaman sekali..rasanya aku ingin pergi dari sini.


"Apaan tuh dosen aneh....main bukakin pintu segala."


"Hmmm namanya saja cinta Nis. Hayooo...bingung kan milih mana?"


"Gak ada kata bingung untuk Annisa. Okey...."


"Kalian lama sekali jalannya...ayo buruan." Seru pak Arsyad yang sudah jauh di depanku.


Aku berjalan cepat menuju ke pak Arsyad. Dia langsung menuju ke tempat makan kami. Memang tempatnya nyaman dan santai. Kami memilih tempat lesehan agar lebih enak buat mengobrol.


♥Arsyad♥


Entah mengapa aku sangat berani sekali mengajak Annisa makan siang. Iya aku akui aku jatuh cinta pada dia, sejak pertama aku melihat dia di caffe Shita.


Tapi tak kuduga dia sudah memiliki pacar. Biarlah....sebelum janur kuning melengkung dia masih bebas memilih calon pendamping hidup. Aku akan buktikan kepadanya kalau aku pantas Mendampinginya. Aku akan buktikan itu.


"Annisa bukan maksud aku merebut kamu dari pacar kamu. Tapi aku akan buktikan padamu kalau aku sangat menyukaimu dan mencintaimu, dan aku akan membuatmu bahagia jika kamu menjadi istriku nanti."


Kami duduk di tempat lesehan. Aku memilih tempat lesehan agar bisa leluasa mengobrol dengan Annisa.


Seorang pelayan mendatangi kami dan memberikan buku menu pada kami.


"Nisa...kamu mau pesan apa? Kamu juga Ver..ayo pilih yang kalian Mau."


"Aku ikan bakar saja minumnya jeruk hangat, kamu apa Nis?"


"Aku cumi saus tiram saja, dan minumnya lemon tea"


"Sudah gak ada yang lain Nisa...Vera?"


"Mba ada krupuk kan? Nanti aku minta kerupu juga ya?" Ucap Nisa.


"Kalau bapak apa?" Tanya pelayan tersebut.


"Aku sama dengan Vera, ikan bakar dan jeruk hangat. Sama cah Kangkung 1 porsi."


"Baik pak...ditunggu pesanannya."


Pelayan itu berlalu meninggalkan kami. Aku mencoba membuka obrolanku dengan Annisa dan Vera.

__ADS_1


Aku memandangi Annisa yang begitu manis sekali.


"Emmm kok pada diam? Kalau di luar anggaplah aku teman kalian saja."


"Iya pak....pak Arsyad kok tumben mengajak kami makan siang? Apa bapak sering mengajak mahasiswa lainnya untuk sekedar mengobrol atau makan siang seperti ini?"


"Emmm tidak...baru kali ini Ver."


"Kenapa kami yang di ajak pak?"


"Ya aku pengen ngajak kalian saja Nis. Kamu sudah punya pacar ya Nis?"


"Kok bapak tanya lagi? Iya sudah pak...dia juga masih kuliah dan sama sama sedang skripsi."


"Ohhh...1 kampus?"


"Tidak pak."


"Sepertinya ada yang naksir pacar orang nih...hehehe" ucap Vera.


"Memang kenapa Ver kalau naksir sama pacar orang...sebelum janur kuning melengkunh bebas dong Nisa mau pilih siapa..iya kan Nis?"


"Emmm....apaan sih kok bahas kyak gini. Kita kesini mau makan kan? So bahas makanan saja..iya kan pak Arsyad.?" Jawab Nisa.


"Iya benar nis." Jawabku singkat.


Sepertinya Annisa sangat mencintai kekasihnya. Dan tak lama kemudian pesanan kami pun datang.


"Silahkan pak pesanannya, selamat menikmati." Ucap pelayan tersebut.


"Yeee kerupuk ini aku suka sekali..." ucap nisa kegirangan.


"Kamu suka kerupuk?"


"Dia mah kalau makan gak ada kerupuk gak mau makan pak..." jawab Vera.


"Benarkah Nisa?"


"Iya pak..(tersenyum)."


"Subhanallah senyumnya manis sekali dia." Aku bergumam dalam hati sambil memandangi Nisa.

__ADS_1


"Nis ini nasinya." Aku mengambilkan nasi untuk Annisa.


"Terima kasih pak.."


"Cie di ambilin..."


"Ihhh Vera apaan sih..."


"Sudah ayo makan dulu. Jangan ngobrol saat sedang makan."


"Oke pak.." jawab Vera.


Annisa hanya tersenyum saja. Sumpah dia sangat manis sekali. Andai saja dia belum punya pacar aku langsung akan melamarnya untuk menjadi istri ku.


"sabar Syad...semua ada waktunya..jika dia jodohmu pasti akan dengan mu kok." aku bergumam dalam hati sambil menikmati makanan ku.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


♥happy reading♥

__ADS_1


__ADS_2