
Pernikahan Rayhan dan Naura.
Hari ini adalah acara pernikahan Rayhan dan Naura. Semua keluarga sudah berkumpul di rumah mempelai wanita, yaitu Naura.
Rico dan Andini juga sudah ada di sana.
"Kak, kamu mau mempunyai seorang menantu. Selamat ya kak?" ucap Andini sambil memeluk kakaknya.
"Iya Andin, alhamdulillah aku menyaksikan putraku menikah saat ini. Semoga aku bisa melihat cucu-cucuku nanti Andini."ucap Bayu.
"Itu pasti kak."
Bayu memang sering sakit-sakitan, dia juga sering bolak-balik ke rumah sakit untuk check up.
Arsyad, Shita dan Vino sudah sampai di rumah Naura. Arsyil masih dalam perjalanannya karena tadi menjemput Annisa terlebih dahulu.
"Shita, Vino ayo duduk di sana saja, biar melihat Ray mengucapkan ijab qobul."ajak Arsyad.
"Oke."jawab mereka berdua.
Arsyad duduk di dekat tempat Ray dan Naura untuk ijab qobul. Ada seseorang yang menepuk pundak Arsyad dan menyapanya.
"Nak Arsyad."sapa seseorang itu.
"Pak Fajri, apa kabar pak, lama tidak bertemu bapak."ucap Arsyad sambil bersalaman dengan Pak Fajri. Iya Pak Fajri Abah Almira rekan bisnis orang tua Arsyad.
"Alhamdulillah baik nak. Kamu bagaimana kabarnya?"tanya Pak Fajri.
"Alhamdulillah baik pak."jawab Arsyad.
"Mana papah mu Syad?"
"Itu di sana pak, sama Om Bayu."
"Oh...iya saya lupa kalau ibumu adik dari Pak Bayu. Eh...ada Shita, bagaimana kabarmu, apa Almira putri saya sudah menghubungimu?" Tanya Pak Fajri pada Shita.
"Sudah om, dari kemarin sudah sering chat sama Kak Mira, katanya 2 bulan lagi Kak Mira pulang."
"Iya benar, dia akan pulang 2 bulan lagi."
Mereka duduk bersama di sana. Arsyad semakin dekat dengan orang tua Mira, bahkan saking asiknya mengobrol sampai lupa kalau Abahnya Mira adalah rekan bisnisya.
Tak lama kemudian Arsyil dan Annisa datang, mereka langsung menemui kedua kakak nya dan duduk bersama di sana. Arsyad mulai canggung karena ada Annisa. Begitu pula Annisa. Namun, Arsyad bisa menepiskan rasa canggungnya dengan mengobrol bersama kedua orang tua Almira.
Pak Fajri yang melihat adik-adik Arsyad sudah memiliki kekasih, lalu bertanya dan menggoda Arsyad.
"Syad, mana kekasihmu, lihat adik-adikmu sudah punya kekasih." Pak Fajri bertanya sambil menggoda.
"Ah Pak Fajri, kekasih Arsyad masih di rahasiakan Allah pak."ucap Arsyad sambil tersenyum.
"Yah, sama nih sama Almira, kalau di tanya pasangannya sepertu itu jawabannya. Ya kan ummi?" tanya Abah Fajri pada Ummi Rahmah.
"Ya, memang seperti itu. Bah, jodohkan saja Arsyad dengan Almira ya?"ucap Ummi Rahmah.
"Ummi, mana mungkin Arsyad mau dengan Almira, Abah tau dia sebenarnya sudah memiliki kekasih. Iya kan nak Arsyad? tanya Abah Fajri pada Arsyad.
Arsyad hanya tersenyum saja melihat kedua orang tua Mira seperti itu.
"Abah, Ummi mana mungkin Almira mau dengan Arsyad, Almira pendidikannya jauh lebih tinggi daripada Arsyad, dia lebih pandai. Pasti Mira juga sudah mempunyai pandangan calon suami yang baik untuk Mira." jelas Arsyad.
__ADS_1
"Nak, jodoh itu rahasia, siapa tahu kamu berjodoh dengan putri Abah. Ya kan Ummi?"
"Iya benar sekali."jawab Ummi Rahmah.
"Abah, Ummi sudah jangan bahas jodoh, Arsyad jadi minder nih sama adik-adik Arsyad."ucapnya sambil bercanda.
"Kak, tuh udah dapat lampu hiaju dari Abahnya Kak Mira."ucap Shita dengan penuh kemenangan.
"Sudah, ayo kita menyaksikan akad nikah Ray dan Naura dulu."ucap Arsyad.
Mereka menyaksikan akad nikah Ray dan Naura. Semua berjalan dengan lancar, Ray mengucapkan ijab qobulnya dengan sangat lancar dan semha saksi sudah berkata SAH. Itu artinya Rayhan dan Naura sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Akad nikah sudah selesai, sekarang tinggal acara resepsinya, Ray dan Naura berganti pakaian untuk acara Resepsinya. Semua tamu sudah berdatangan begitu juga orang tua Annisa sudah datang ke acara resepsi pernikahan Ray dan Naura. Terlihat Rico dan Andini mengobrol dengan kedua orang tua Almira dan kedua orang tua Annisa. Mereka memang sudah kenal dari dulu sebelum anak-anak mereka kenal, iya mereka menjalin kerja sama sejak anak-anaknya masih kecil dan sampai sekarang. Dan, ternyata Rico akan berbesanan dengan Rizal papah dari Annisa. Tidak tau dengan Pak Fajri, mungkin saja jika Arsyad dan Mira menerima perjodohan mereka, berarti Pak Fajri dan Rico akan berbesanan. Ya mereka juga membicarakan akan menjodohkan Arsyad dengan Almira, tapi Pak Fajri dan Rico hanya menyerahkan saja pada sang penentu jodoh mereka. Mereka menyerahkan semuanya pada Allah. Mereka tak saling memaksakan anak mereka. Karena, Arsyad dan Almira termasuk orang yang introvert. Dia senang dengan dunianya sendiri. Lebih sering diam di rumah dan hanya memiki beberapa teman saja. Jadi, tidak mudah untuk menyatukan mereka, apalagi Arsyad dan Almira adalah seorang yang taat pada agama. Dia tidak mau berpacaran seperti pemuda pemudi pada umumnya.
"Pak Rico, biarkan waktu yang menjawabnya. Kita serahkan pada Allah. Saya tetap berharap Arsyad menjadi menantu saya kelak. Semoga Allah memudahkannya." ucap Pak Fajri.
"Aamiin..semoga saja pak, saya juga sudah menginginkan Arsyad menikah. Sesekali menyukai wanita dia kekasih adiknya, untung saja Arsyad tidak terlalu memikirkan wanita."jelas Rico.
"Yah, mau bagaimana lagi, putriku maunya denga anak bungsu Pak Rico."sahut Pak Rizal.
"Wah...jadi kekasih Arsyil anak dari Pak Rizal?"tanya Pak Fajri.
"Yah seperti itu."jawab Rico dan Rizal bersama.
Mereka melanjutkan mengobrol dan menikmati jamuan di acara resepsi Ray dan Naura. Mereka kadang mengobrol hobby mereka, bisnis, bahkan mengobrolkan anak-anak mereka.
Ray dan Naura sudah kembali ke pelaminan. Para tamu bergantian mengucapkan selamat untuk mereka. Arsyad berjalan ke arah Ray dan Naura untuk mengucapka selamat pada mereka,di ikuti adiknya dan pasangan adiknya.
"Ray...selamat, kamu sudah jadi suami, tanggung jawabmu sudah bertambah. Semoga bisa amanah membimbing keluargamu kelak. Jadilah suami yang bijaksana Ray. Naura, selamat ya, patuhilah suamimu Ra. Jadilah Istri sholehah untuk suami mu dan ibu yang baik untuk-anakmu kelak."ucap Arsyad dan memeluk Rayhan.
"Itu pasti Syad. Ehhh...kamu kapan? Tuh lihat adikmu sudah gandeng pasangan, kamu sendirian."ucap Ray meledeknya.
"Tenang Kak Ray, 2 bulan lagi Kak Arsyad akan bertemu kekasih hatinya."ucap Shita yang berada di belakang Arsyad.
"Jangan dengarkan dia."ucap Arsyad.
Semua memberi selamat pada Rayhan dan berfoto bersama.
Acara pernikahan Ray dan Naura berjalan dengan lancar, para tamu undangan satu persatu pulang. Shita memilih pulang bersama Vino. Arsyil, dia jelas pulang bersama Annisa, karena dia mau jalan dulu dengan Annisa. Arsyad menemui Rico dan Andini yang sedang bersama orang tua Annisa dan orang tua Almira. Bayu dan Iva juga berada bersama disitu.
"Pah, aku pulang dulu ya? Papah bawa mobil kan?"pamit Arsyad.
"Iya, mana adik-adikmu?"tanya Rico.
"Mereka sudah duluan pah, Shita sama Vino dan Arsyil sama Nisa."
"Kasihan anak ibu sendirian."goda Andini.
"Ibu....kok gitu."ucap Arsyad.
"Gak apa-apa Syad,nanti juga ketemu pendampingmu."ucap Pak Rizal.
"Pak Rico, Pak Fajri, Pak Bayu dan Arsyad saya pamit dulu ya?"pamit Pak Rizal.
"Iya pak hati -hati jawab Rico dan Bayu."
"Iya pak, saya juga sebentar lagi pulang. Tapi, sopirku belum menjemput, dia masih ada urusan dengan istrinya." ucap Pak Fajri.
Pak Rizal pulang terlebih dahulu karena akan mengajak istrinya ke makam orang tuanya.
__ADS_1
"Pak Fajri, dari pada menunggu lama, Arsyad juga bisa mengantar Pak Fajri dan Istri, kan satu arah pak."ucap Rico yang sengaja biar Arsyad lebih dekat dengan Pak Fajri abahnya Mira.
"Iya Abah, ayo ikut Arsyad, nanti kelamaan menunggu sopir Abah, barangakali ummi juga sudah lelah ingin istirahat."ucap Arsyad.
Rico yang mndengar Arsyad memanggil Fajri dengan sebutan Abah merasa senang karena Arsyad sudah dekat dengan orang tua Almira.
"Iya benar kata Arsyad."ucap Rico.
"Apa tidak merepotkan nak Arsyad?"tanya Ummi Rahmah.
"Sama sekali tidak ummi. Mari Abah,ummi Arsyad antar."
Mereka berpamitan dengan Bayu dan Rico. Arsyad mengantarkan Orang tua Mira pulang kerumahnya.
Rico dan Andini masih berada di rumah Naura, karena menunggu Bayu dan Iva agar pulang bersama.
Didalam mobil Arsyad dan orang tua Mira mengobrol. Mereka mengobrol sambil bercanda, Arsyad semakin akrab dengan orang tua Mira. Sesekali Abah Fajri meminta Arsyad untuk menikah dengan Almira putrinya.
"Syad, bagaimana dengan putri abah? Kamu mau jika abah menjodohkan kamu dengam Mira?"tanya Abah Fajri yang membuat Arsyad kaget dengan ucapannya.
Bagaimana bisa Abah Fajri begitu mengharapkan dirinya untuk menikah dengan putrinya. Mereka hanya sebatas mengenal saja, mengobrol saja tidak pernah, hanya saat mengembalikan tasbih Arsyad saja, waktu di kantor dan saat bertemu di pantai. Itu saja mereka bertemu karena ketidaksengajaan, bagaimana mungkin bisa menikah dengannya. Arsyad terdiam sejenak medengar pertanyaan Abah Fajri.
"Abah, kami tidak saling mengenal bagaimana mungkin kami bisa menikah, Almira juga tak mungkin mau dengan Arsyad Abah."jawab Arsyad.
"Nak Arsyad, jodoh itu misteri, siapa tahu kalian berjodoh. Ummi yakin kamu laki-laki yang sempurna untuk putri Ummi."jelas Ummi Rahmah.
"Ummi bisa saja. Ummi, Abah serahkan semua pada Allah, jika memang Arsyad yang terbaik untuk Almira, pasti Allah menyatukan kami tanpa Ummi dan Abah menjodoh-jodohkan kami."jelas Arsyad.
"Kamu benar-benar lelaki idaman Syad. Abah semakin ingin sekali kamu menikah dengan putri Abah."ucap Abah Fajri.
Tak lama kemudian mereka sampai dirumah yang begitu besar dan megah sekali, iya rumah tersebut milik orang tua Almira. Arsyad menghentikan mobilnya dan turun dari mobil begitu juga orang tua Almira.
"Syad, ayo masuk dulu."ajak Ummi Rahmah.
"Ummi, lain waktu saja, nanti Arsyad mampir. Arsyad masih ada urusan dengan teman Arsyad Ummi."ucao Arsyad.
"Oh...ya sudah, terima kasih sudah mengantar kami ya nak."ucap Abah Fajri.
"Iya abah, mari Arsyad pamit dulu. Assalamualaikum." Arsyad pamit dengan Abah Fajri dan Ummi Rahma.
"Wa'alaikumsalam."jawab mereka.
Arsyad melajukan mobilnya untuk menemui temannya yang mengajar di pondok pesantren, untuk menanyakan kapan dia berangkat ke pondok pesantren untuk mengajar di sana.
"Bagaimana mungkin Almira mau dengan aku, dia wanita yang sempurna, tutur katanya lembut, taat bergama, pendidikannya juga sangat tinggi, dia juga dari keluarga kaya raya. Ah...mana mungkin dia sudi menerima Arsyad yang seperti ini." Ucap Arsyad dalam hati sambil mengemudikan mobilnya.
.
.
.
.
.
.
♥happy reading♥
__ADS_1