
Mereka sampai di depan rumah Rico. Arsyad mengeluarkan barang bawaannya dari mobil Almira. Andini yang mendengar suara mobil di halaman rumahnya langsung bergegas keluar, dia tahu kalau yang datang adalah Arsyad, putra yang dirindukan nya selama seminggu ini.
"Arsyad, Mira, kalian lama sekali nak, ibu sudah kangen sekali sama kalian."Andini memeluk Arsyad dan Mira secara bergantian.
"Arsyad juga kangen dengan ibu. Ibu sehat kan?" tanya Arsyad dan dia kembali memeluk orang yang sangat dia cintai lalu mencium pipi ibunya.
"Ibu sehat sayang, ayo masuk kita makan malam bersama, ibu sudah memasak masakan kesukaanmu ,nak. Ayo Almira masuk, nak." ajak Andini
"Iya ibu."Mira masuk ke dalam sambil menggandeng tangan mertuanya.
"Kakak, Shita kangen.."Shita langsung berlari dan memeluk Arsyad.
"Kakak juga kangen sekali sama kamu Ta. Ini kakak bawakan cemilan kesukaan kamu dan Arsyil."
"Terima kasih kakak."Shita bergelayut manja pada kakaknya.
"Pah, papah sehat kan?"Arsyad berjalan ke arah Rico dan memeluknya.
"Papah sehat sayang. Papah sangat merindukanmu, nak. Kamu sehat kan?"
"Iya pah, Arsyad sehat."
"Ya sudah ayo makan, aku sudah lapar nih."ucap Arsyil sambil menepuk-nepuk perutnya.
"Iya ayo makan, tuh adikmu yang Hobi makan sudah kelaparan."ujar Rico.
"Habisnya yang lain di peluk kakak, aku saja yang tidak."
"Kata siapa, kamu di kantor seharian sudah nglendotin kakak terus kan tadi?"tanya Arsyad.
"Yah, habis kangen sekali, biasa bercanda bareng, ngobrol barang, sekarang sama papah saja, kalau aku di marahin papah gak ada yang bela kak."jelas Arsyil.
"Wajar papah marahin kamu, kamunya bandel. Sudah ayo makan, aku kangen masakan ibu. Ayo sayang kita makan dulu. Sini tasnya aku taruh di kamar dulu." Arsyad mengambil tas pakaian yang di bawa Almira dan menaruh di dalam kamarnya.
Mereka makan bersama di ruang makan rumah Rico. Suasana makan malam kali ini terasa hangat sekali. Andini dan Rico sangat bahagia melihat anak-anak mereka rukun dan kompak. Meskipun dulu ada masalah Anatar Arsyad dan Arsyil yang menyukai satu wanita yang sama. Tapi, tidak membuat merek saling membenci satu sama lain, bahkan mereka smpai saat ini masih kompak dan akrab.
Mereka sudah selesai makan malam, Shita, Nisa dan Mira berkumpul diruang tengah. Sedangkan, Vino, Arsyil dan Arsyad dia berbincang-bincang di teras depan. Andini dan Rico ikut bergabung dengan Arsyad dan lainnya.
"Kak Mira menginap sini kan?"tanya Shita.
"Iya Ta kakak menginap di sini."jawab Mira.
"Yeay....rame dong, Nisa tidur sini juga ya?"tanya Shita.
"Emmm...gimana ya? aku belum pamit sama papah dan mamah. Iya sih mereka sedang ke Paris, biasa urusan bisnisnya. Aku coba telfon deh kak, kali aja di izinin."Nisa menelfon orang tuanya yang sedang berada di Paris. Nisa melakukan Video Call dengan mamahnya.
{Hallo mamah. Mamah sehat kan?}
{Iya nak, ada apa? iya mamah sehat sayang.}
__ADS_1
{Mah, Nisa menginap di rumah ibu boleh tidak?}
{Di rumah Ibu Andini? Ada acara apa nak?}
{Kak Mira di sini mah, Nisa masih kangen sama Kak Mira.}
Shita menyahut ponsel Nisa dan ikut berbicara.
{Hallo Tante Dewi....Boleh ya Tante, Nisa menginap disini?}
{Hai sayang, iya boleh, boleh,,, wah sedang berkumpul ya?}
{Iya Tante, Tante Dewi kapan pulang?}
{Dua hari lagi sayang.}
{Oke, Tante jaga kesehatan ya, terima kasih sudah mengizinkan Nisa menginap di sini.}
{Iya sayang sama-sama. kalian juga jaga kesehatan. Mira, cepat kasih ibu, ummi juga Tante cucu sayang}
{Iya tante, do'akan saja.}
{Iya sayang, itu pasti. Ya sudah Tante tutup dulu yaz Tante mau ikut Om menemui Klien.}
{Iya Tante, dah....}
{sehat-sehat ya mah.}
Nisa mengakhiri Video Call dengan mamahnya, dia di izinkan menginap di rumah Andini. Mereka melanjutkan mengobrol, entah apa yang mereka obrolkan, biasa cewek kalau sudah bertemu ada saja yang di bahas.
Sementara di teras depan, Arsyad masih di goda oleh papahnya, dia berterus terang pada papahnya kenapa datang ke rumah agak telat.
"Benar kamu sore-sore melakukan itu Syad?"tanya Rico.
"Ihh....papah, iya lah...papah seperti tidak pernah merasakan pengantin baru saja."jawab Arsyad. Semua di buat tertawa dengan pengakuan Arsyad.
"Hmmm...makanya sekarang sombong ya pah, satu Minggu tidak menelfon kami." ujar Andini.
"Ibu, tidak seperti itu. Yah, bagaimana ya...ibu tau kan..aaahhh sudahlah jangan bahas ini." Arsyad memang satu Minggu tak menghubungi Ibu atau papahnya juga adik-adiknya. Dia merasa kesal, karena Istrinya selalu menolaknya saat di ajak berhubungan. Jadi, dia lebih baik diam daripada ditanya ini itu susah menjawabnya.
"Kak, sampai seperti itu ya, ada waktu sedikit saja langsung tancap gas."ledek Arsyil.
"Tuh....mulai lagi, sudah jangan bahas ini, bahas yang lainnya. Oh iya Vin, kamu bulan depan menikah kan dengan Shita?"tanya Arsyad mengalihkan pembicaraan.
"Jangan mengalihkan topik Syad."ucap Vino sambil tersenyum
"Iya, jangan pura-pura bertanya seperti itu."ledek Rico.
"Papah, Vino sudah lah jangan bahas lagi. Arsyad malu ah...ya sudah Arsyad masuk." Arsyad yang dari tadi di goda semua orang, dia menjadi malu sekali.
__ADS_1
"Cie...mau masuk ya? Masih sore Syad, jangan main-main dulu."Papah Rico kembali menggoda putranya.
"Papah, mulai lagi nih..Pah sudah dong jangan bilang seperti itu lagi."
Semua tertawa melihat wajah Arsyad yang memerah.
"Sudah kalian jangan menggoda anak sulung ibu, kasihan nih, sudah merona sekali wajahnya."ujar Andini. Mereka mengobrol hingga malam, Iya Vino malam ini menginap di rumah Papah Rico. Karena, besok pagi-pagi sekali akan pergi ke pantai bersama-sama.
Hari semakin larut, mereka masuk ke dalam rumah, terliahat Shita, Nisa dan Mira masih asik mengobrol.
"Kalian belum ngantuk. Lihat sudah jam berapa
Ayo anak gadis papah, menantu papah dan calon menantu papah, kalian tidur ya, besok pagi-pagi sekali kita ke pantai. Yah, Pumpung sedang kumpul bersama."ucap Rico
"Yeay...ya sudah yuk Nis kita tidur. Kak Mira aku dan Nisa masuk kamar ya?"
"Iya, kakak juga sudah mengantuk."
Mereka memasuki kamar mereka masing-masing. Arsyad dan Mira masuk ke kamarnya. Arsyad merindukan kamarnya setelah seminggu tidur di rumah Abah.
"Ganti bajumu sayang, lalu ambil Air wudhu kita sholat dulu."perintah Arsyad pada istrinya
"Iya mas."Mira segera menuruti apa kata suaminya.
Arsyad bergantian mengambil air wudhu. Mereka sholat dua rakaat sebelum tidur. Setelah selesai, mereka kembali melakukan kewajiban mereka. Arsyad dan Mira melakukan hingga berkali-kali. Mira sudah merasakan nyaman saat melakukan kewajibannya itu. Mereka membersihkan diri mereka dan setelah itu mereka merebahkan tubuhnya untuk istirahat.
"Mendekatkan sayang, aku ingin memelukmu." pinta Arsyad. Almira mendekat ke tubuh Arsyad, dia memeluk istrinya sangat erat.
"Sayang, terima kasih kamu sudah memberikan nya lagi padaku."
"Mas, ini kewajibanku, aku istrimu mas. Terima kasih mas sudah mau bersabar menghadapi trauma ku kemarin. Dan, akhirnya aku bisa melepaskan rasa takutku itu mas."
"Iya sayang, ayo tidurlah, aku mencintaimu Mira."
"Aku juga mencintaimu sayang." Mira tertidur lelap di pelukan Arsyad.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
♥️happy reading♥️