THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 32


__ADS_3

(Dirumah Rico)


Andini sedang duduk di kursi teras depan rumah nya. Dia sedang membaca Tabloid dan di temani secangkir teh.


Terlihat mobil Shita masuk ke dalam halaman rumah nya, Shita memarkirkan mobilnya di halaman Rumah.


Andini : tumben jam segini sudah Pulang kamu nak...


Shita : emmm iya bu..kan sudah selesai kerjanya. Shita masuk dulu ya bu mau mandi.


Andini : iya sana mandi dulu.


Shita : oke...(mencium pipi Andini). Kakak sama papah belum pulang bu?


Andini : belum sayang...paling nantu habis maghrib.


Shita : ohh ya sudah Shita masuk ke kamar dulu bu.


♥Shita♥


Aku masuk ke dalam kamar ku, aku melepas semua pakaian ku dan aku ambil baju mandiku dan handuk aku langsung ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi aku mengambil baju santai dan aku memakainya. Ku biarkan tambutku tergerai dan aku keluar ke teras depan menemani ibu yang sedang santai.


Shita : ibu....(duduk di samping Andini).


Andini : iya ada apa?


Shita : ibu wangi sekali rambutnya...pasti habis ke salon ya?


Andini : iya..tadi sama tante Iva.


Shita : tante Iva pulang?


Andini : iya...tapi sendirian om bayu masih di sana.


Shita : pantas saja Rachel tadi langsung minta pulang pas dari butik.


Andini : kamu pergi dengan Rachel?


Shita : iya...tadi ke butik. Shita beli baju bu...


Andini : baju terus kamu yang di beli.


Shita : ibu...nanti malam boleh tidak shita keluar makan malam dengan seseorang?


Andini : boleh tapi dengan siapa?


Shita : pasti ibu tau orangnya.


Andini : iya siapa orangnya.


Shita : kak Vino bu..(tersenyum).


Andini : sudah ibu duga pasti Vino.


Shita : kok begitu?


Andini : mau siapa lagi kalau bukan Vino. Ibu tau Vino itu menyukaimu dari dulu. Yah papah sama ibu malah berniat akan menjodohkan kalian..ehhh...ternyata Vino sudah bergerak sendiri.


Shita : masa sih bu.?


Andini : iya...papahmu yang mau. Ibu terserah kalian saja.


Shita : bu...shita itu belum pacaran sama kan Vino. Cuma mau makan malam saja kok gak lebih.


Andini : pacaran juga boleh sayang... (menarik hidung Shita)


Shita : ahh ibu...kak Vino saja belum pernah ngomong suk sama shita. Nomor kak Vino saja Shita belum punya bu.


Andini : kamu itu sama seperti papahmu. Tidak peka.


Shita : apa papah seperti itu?


Andini : ya hampir mirip sama seperti mu. Ayo masuk sudah mau petang.

__ADS_1


Shita : iya bu.


Aku masuk ke dalam rumah, tak lama kemudian papah dan Kak Arsyad pulang. Aku langsung menyambut papahku dan memeluknya. Aku rasa hari ini sangat kangen dengan papah.


Rico : hei....ada apa ini langsung meluk saja. Papah juga belum meluk ibu kamu meluk duluan. (mengacak rambut Shita)


Shita : shita kangen papah...


Rico : tumben sekali kangen...


Andini : ada maunya tuh pah Shita..


Shita : ihhh ibu...


Andini : benar kan seperti itu?


Rico : hmmm...apa benar yang di katakan ibu?


Shita : enggak....


Arsyad : Ta...udah gede manja saja kamu.


Shita : ihhh biarin sih....papah....shita mau minta izin...


Rico : tuh...kan pasti ini yang kamu mau.


Shita : iya..(tersenyum) boleh tidak malam ini Shita keluar makan malam dengan seseorang.


Arsyad : cieeee....pasti pacarnya tuh pah....


Shita : kakak.....bukan pacar..masih berteman saja.


Rico : dengan seseorang siapa?


Andini : Vino pah....


Shita : ihhh..ibu....kok bilang duluan sih....


Arsyad : Vino..? Dia mengajakmu dinner?


Rico : boleh....jam berapa Vino kesini menjemputmu?


Shita : habis isya pah..


Rico : hmmm..ya sudah ayo...sudah magrib. Papah mau bersihkan badan dulu lalu kita sholat berjamaah. Arsyil belum pulang?


Andini : dia masih banyak pekerjaan di bengkelnya, tadi sudah telfon ibu.


Rico : ohh...ya sudah. Semakin rame saja bengkelnya dia.


Andini : Alhamdulillah pah..ayo pah mandi dan ganti pakaian nya dulu.


Papah dan ibu masuk ke kamarnya. Kak Arsyad yang dari tadi senyum senyum sendiri meledeku dia mulai jahil padaku.


Arsyad : asik.....mau jalan sama Vino? (Mencubit pipi Shita.)


Shita : apaan sih...sana mandi dulu...


Arsyad : bahagia sekali..


Shita : iya dong... pengen kan? Makanya ajak dinner tu cewek yang mau di deketin kakak.


Arsyad : sudah...tadi siang kakak ajak lunch..tapi tidak berdua, sama teman nya juga. gak apa apa sih..yang penting sudah ajak dia keluar bareng kakak....(tersemyum).


Shita : jiaaahhh ternyata...sudah sana ah mandi....


Arsyad : iya bawel amat sih....ntar Vino gak mau sama kamu karena bawel...


Shita : masa sih? Biarin kalau cinta kan harus menerima apa adanya.


Arsyad : ahhh terserah kamu..


Kak Arsyad berlalu meninggalkan ku. Aku pun masuk ke dalam kamar untuk mengambil air wudhu dan sholat maghrib berjamaah dengan papah,ibu dan kak Arsyad. Sudah hampir satu minggu Arsyil pulang Malam terus, dia sibuk sekali di bengkel, semoga saja selalu di beri kesehatan untuk adiku yang sangat aku sayangi walaupun kadang dia meledek ku dan usil sekali. Cuma dia yang belum tau kalau aku mau makan malam dengan kak Vino.

__ADS_1


Aku menuju tempat sholat di rumah ku. Sudah ada papah, ibu dan Kak Arsyad. Kami pun sholat berjamaah bersama.


Setelah selesai sholat aku kembali ke kamar ku. Dan yah...tau sendiri kan aku sedang bersiap siap untuk dinner dengan kak Vino. Aku menyiapkan baju yang akan ku pakai nanti. Dan hells yang nanti aku pakai.


Aku mencoba menghubungi Arsyil..dia harus tau aku mau Dinner dengan kak Vino.


Aku menelfon Arsyil dan dia langsung mengangkatnya.


{Hallo cantik...Assalamualaikum..}


{Wa'alaikum salam...kamu sibuk syil..?}


{Lumayan..tinggal sedikit lagi..ada apa kak, tumben nelfon? Kangen ya..?}


{Aku mau ngasih kabar bahagia..}


{Apa tuh....pasti kabarnya kakak punya cowok atau kak Arsyad habis Jalan dengan Cewek.}


{Hmmm dua duanya...Syil...kakak mau dinner sama seseorang..}


{Wuiiihh....akhirnya....siapa orangnya?}


{Kamu pasti kenal syil.}


{Iya siapa..?}


{Emmm kak Vino..}


{Sudah ku duga pasti Dia. Ya sudah dandan yang cantik. Traktir dong yang udah punya pacar...}


{Apaan kamu punya pacar aja gak di kenalin sama kakak...}


{Belum saatnya kak...tenang...nanti bakal aku kenalin..}


{Ya sudah...aku mau siap siap dulu ya...dah....}


{Iyaa sudah....good luck kak...}


{Oke...ehhh kamu sama siapa? Kok ada suara cewek...?}


{Dia disini kak nemenin aku lembur...yasudah kak Aku mau cari makan dulu.}


{Huh...dasar.....awas kamu aku bilang papah...}


{Jangan dong....ehh tapi gak apa apa sana bilang saja.}


{Ya sudah...sana beli makan dulu.}


{Oke kakak...}


Aku mengahiri panggilanku dengan Arsyil. Heran aku sama Arsyil. Kenapa dia merahasiakan pacarnya pada kami. Padahal kan dulu dia selalu memberitahu kami kalau punya pacar. "Ahh ngapain mikir Arsyil lebih baik aku siap siap untuk Dinner dengan kak Vino.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♥happy reading♥


__ADS_2