THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
S3 Cinta Untuk Mereka Bab 71 "Rumah Sakit Jiwa"


__ADS_3

Annisa, Arsyad, dan Alvin keluar dari ruangan Annisa, mereka melihat Leon dan Rere semakin akrab. Rere dan Leon terlihat sedang mengobrol dengan di selipi candaan kecil.Annisa, Arsyad, dan Alvin saling menatap dan tersenyum. Mereka kembali masuk ke ruangannya dan berbisik membicarakan Leon dan Rere.


"Lihat mereka semakin akrab saja, sepertinya tidak usah kita jodohkan Leon sudah bertindak sendiri," ucap Alvin.


"Biarlah, kalau Leon sudah memiliki kekasih dan membuka hati untuk wanita lain, setidaknya aku sedikit lega," imbuh Arsyad.


"Dasar bucin kalian," tukas Alvin.


"Iya dong, aku butuh cintanya dia," ucap Arsyad sambil menunjuk Annisa


"Ah…masa? Apa kakak cinta aku?"tanya Annisa dengan bercanda.


"Gak," ucap Arsyad dan menarik Annisa ke pelukannya dan mencium keningnya.


"Nah, kan…pamer terus, ada jomblo ini, aku kalah telak sama Leon, dia sudah gerak cepat deketin Rere," keluh Alvin.


"Makanya main-main ke mana biar dapat cewek," ucap Annisa


"Mau main ke mana? Papah aja ajaknya Zi terus yang di ajak main,"


"Lagian, kamu kayak anak kecil, main sendiri apa tidak bisa,hah?"tukas Annisa.


"Sudah, ayo keluar, nanti mereka berdua terkontaminasi dengan setan," ucap Arsyad.


"Setannya kalian berdua," timpal Alvin.


"Sirik aja kamu, Al," tukas Annisa.


Mereka bertiga keluar dari ruangan Annisa dan bergabung bersama Leon dan Rere. Annisa dari tadi menggoda sahabatnya karena semakin dekat dengan Leon.


"Tadi jutek, sekarang udah bisa bercanda," ucap Annisa.


"Apaan sih, Nis,"ucap Rere dengan wajah yang memerah menyembunyikan malu dan gugup karena Leon juga dari tadi tak lepas memandanginya.


"Cie…merah tuh wajahnya," ledek Arsyad.


"Pak Arsyad, apaan sih, sukanya ikut-ikutan Annisa, sudah ah, sana Leon, kamu pulang," ucap Rere.


"Ih…kok nyuruh aku pulang," ucap Leon.


"Kamu sih, tuh Annisa sama Pak Arsyad jadi gitu, kan," ucap Rere dengan menundukan dirinya karena malu.


"Iya, ini aku mau pulang, nanti malam aku jemput kamu, sehabis isya,"ucap Leon.


"Eh…..bentar, nih, kalian mau ngapain nanti malam?" tanya Alvin.


"Emm…jadi gini, nanti malam, aku mau ajak Rere makan malam, Nis, Syad, Al. Ya, sebagai permintaan maaf, sih. Karena sudah mengotori bajunya kemarin, ya kan, Re?" ucap Leon


"Iya, kali," ucap Rere.


"Re, kok gitu? Tadi katanya mau?"


"Iya, iya, mau. Cerewet banget kamu," tukas Rere.


"Jangan jutek gitu dong, Re," ucap Alvin.


"Nis, Syad, aku boleh pinjam Kevin atau Jordy untuk mengantar aku nanti malam ke rumah Rere dan ke restoran?"tanya Leon.


"Emmm…gimana ya, sayang? Boleh tidak?" tanya Arsyad pada Annisa.


"Boleh tidak, ya?" jawab Annisa.


"Kevin sama Jordy kan suruhan papah, jadi kamu minta izin sama papah," imbuh Annisa.


"Yah, masa ke Paman Rico?" ucap Leon.


"Heh….cinta butuh perjuangan, bro. Masa takut bilang sama Paman Rico." Alvin menimpalinya sambil menepuk bahu Leon.


"Betul sekali, buruan sana minta izin papah." Annisa juga menyuruh Leon pamit dengan Papah Rico.


"Tuh, dengar, mau ajak Rere keluar itu butuh perjuangan. Masa nyerah," timpal Rere.


"Nah, ini ceweknya udah ngasih kode, kamu yang semangat dong!" Arsyad menepuk bahu Leon.


"Iya, deh iya, nanti antar aku ke paman Rico, ya Vin," pinta Leon.


"Apaan, ya kesana sendiri lah pakai taxi," tukas Leon.


"Vin, yang ada aku sampai di rumah sakit jiwa bukan ke Rumah Paman Rico, Vin. Aku gak tau daerah sini, sudah puluhan tahun aku tidak di sini, Vin. Jangan kejam-kejam lah sama teman," ucap Leon dengan memohon.


"Vin, bantu dia lah, paling antar ke rumahku, juga. Biar kamu juga ketularan dapat jodoh orang sini," imbuh Arsyad.


"Iya, iya, nanti aku akan antar kamu, ya sudah pulang yuk, sekalian ke rumah Paman Rico," ajak Alvin.


Leon dan Alvin pamit untuk pulang, sebelum mereka pulang, akan ke rumah Arsyad dulu menemui Rico. Ya, Alvin akhirnya mau mengantarkan Leon ke rumah Arsyad untuk menemui Rico.


"Re, pamit pulang dulu, ya?" pamit Leon.


"Iya, hati-hati," ucap Rere dengan menguraikan senyum pada Leon.


Leon membalas senyuman Rere. Dia semakin penasaran siapa Rere sebenarnya, karena dia juga pernah melihat senyuman yang terurai dari Rere. Namun, Leon lupa siapa dan di mana pernah melihat orang seperti Rere.

__ADS_1


"Aku semakin yakin, pasti sebelum aku bertemu Rere sekarang ini, dulu aku juga pernah bertemu dengan Rere, tapi entah di mana dan itu Rere atau bukan?" gumam Leon sambil berjalan keluar dari kantor Annisa.


Annisa dan Arsyad masih berada di tempat Rere. Arsyad juga pamit untuk kembali ke kantornya karena masih ada pekerjaan yang harus ia kerjakan lagi.


"Sayang, aku kembali ke kantor ya?" pamit Arsyad.


"Iya, kakak hati-hati, ya? Nanti mau jemput ke sini atau langsung pulang dengan Kevin?"tanya Annisa.


"Maunya kamu?" tanya Arsyad.


"Aku maunya kakak ke sini, tapi kalau memang sudah sore sekali dan masih banyak pekerjaan ya langsung pulang saja sama Kevin," jawab Annisa


"Aku akan ke sini, tunggu aku,"


"Oke,"


"Sini peluk dulu." Arsyad merentangkan kedua tangannya di hadapan Annisa.


Annisa langsung berhambur ke pelukan Arsyad. Dia memeluk suaminya erat seakan Arsyad akan pergi jauh.


"Yah, baru ketemu sebentar, harus jauhan lagi," keluh Annisa.


"Aku akan kembali ke sini dengan cepat, sayang," ucap Arsyad.


"Oke, Love You," ucap Annisa sambil mengalungkan kedua tangannya di bahu Arsyad


"Love you too," balas Arsyad


Arsyad mengecup kilas bibir Annisa di depan Rere. Ya, Rere sudah biasa melihat mereka bermesraan, seperti orang yang baru saja pacaran.


"Terusin saja, ini aku benar-benar lihat drama percintaan secara Live," ucap Rere.


"Ups.…maaf, ada jomblo," ucap Arsyad.


"Tenang sayang, dia mau melepas masa jomblonya malam ini,"ucap Annisa


"Iya benar. Ya sudah aku pamit." Arsyad pamit dengan Annisa, dia kembali mencium kening, pipi, dan bibir Annisa di depan Rere. Annisa juga tak lupa mencium tangan suaminya.


Annisa memandangi punggung suaminya yang tegap berjalan keluar dari kantornya. Annisa masih memandanginya hingga Arsyad hilang dari pandangannya.


"Sudah, sini duduk. Suami mu sudah tak terlihat," ucap Rere


"Hmm…aku masih kangen, Re," ucap Annisa sambil mengembuskan napasnya dengan berat.


"Ya ampun, Nis, nanti kan ketemu lagi. Perasaan dulu kamu dengan Arsyil biasa saja, Nis, tidak seperti dengan Pak Arsyad," ucap Rere


"Aku juga tidak tau, Re, kenapa bisa seperti ini dengan Kak Arsyad," jawab Annisa.


"Ya, mereka sebenarnya sama, sama romantisnya, sama pengertiannya, tampannya juga sama, sama-sama tampan,"


"Kamu itu, Nis, jelas sama lah, kakak beradik. Pasti ada kesamaannya, Nis,"


"Huss…tapi beda, Re. Beda rasanya," ucap Annisa sambil tersenyum membayangkan suaminya.


"Kalau itu mah, jelas beda, sudah sana, itu berkas laporan sudah kamu tanda tangani?"tanya Rere.


"Oh, iya. Aku tanda tangani dulu." Annisa masuk ke dalam ruangannya dan menandatangani semua berkas lapran yang tadi Rere kerjakan.


^^^^^


Leon dan Alvin sampai di rumah Arsyad. Ya, dia benar-benar berniat ingin meminjam Kevin atau Jordy untuk mengantar dia makan malam dengan Rere. Leon dan Alvin turun dari mobil dan langsung menemui Rico yang sedang bermain bola di halaman depan dengan kedua cucu laki-lakinya. Yaitu, Dio dan Raffi.


"Paman Leon….!" teriak Dio dan Raffi bersamaan.


"Opa, itu paman Leon datang, yeeeay…." Raffi dan Dio sangat senang Leon datang lagi ke rumahnya.


Leon berjalan semakin cepat menuju ke arah Rico, Raffi dan Dio. Leon menangkap bola Raffi yang menggelinding ke arah Leon dengan kakinya dan menendang ke arah Raffi.


"Wah….jagoan paman suka main bola?" tanya Leon.


"Suka, paman," ucap Raffi.


"Kalau aku tidak terlalu suka, paman. Capek main bola," sahut Dio.


"Raffi suka sekali,"ucap Raffi.


"Sama kaya Kal Ozil dong,"ucap Leon


"Memang dia ingin seperti Ozil bisa bermain bola," imbuh Rico.


"Wah…nanti belajar sama Kak Ozil sama paman ya, besok kalau hari Minggu," ucap Leon.


"Oke," ucap Raffi dengan senang.


"Ya sudah, lanjutkan mainnya. Paman mau bicara dengan opa kalian." Leon mengajak Rico berbicara, Rico mengajak Alvin dan Leon duduk di teras rumah.


Leon dan Alvin duduk di sebelah Rico, Leon mulai mengatur kata-katanya untuk bicara pada Rico, yang akan meminjam Kevin atau Jordy untuk mengantarkan dirinya makan malam nanti.


"Paman, Leon boleh tidak pinjam Kevin atau Jordy nanti malam untuk mengantar Leon?" tanya Leon.


"Memang mau ke mana?" tanya Rico.

__ADS_1


"Mau kencan paman," timpal Alvin.


"Al, gak usah ikut-ikutan deh," tukas Leon.


Rico hanya tersenyum melihat Leon yang sepertinya memang sedang jatuh cinta.


"Memang kamu mau kencan dengan siapa?"tanya Rico.


"Emmm….bukan kencan sih, paman, hanya makan malam saja," ucap Leon.


"Apa bedanya, kalau makan malamnya dengan wanita biasa di artikan kencan, Leon,"


"Betul, paman," sahut Al.


"Al, diam!" tukas Leon.


"Bukan paman, bener bukan kencan, aku hanya ingin mengajak dia makan malam saja. Ya, sebagai permintaan maaf kemarin aku sudah mengotori bajunya," ucap Leon.


"Paman tau, ini pasti Rere yang mau kamu ajak makan malam, benar kan?" tanya Leon.


"Emm…I-iya paman," ucap Leon setengah malu dan menunduk.


"Sudah paman duga,"


"Lalu, boleh kan saya pinjam Kevin atau Jordy nanti malam?"tanya Leon.


"Ya kamu tanya Arsyad sama Annisa, kan dia yang memakain jasa Kevin dan Jordy, Leon," jawab Rico.


"Balik lagi, yuk ke kantor Annisa?" ledek Alvin.


"Yah, papah sama anaknya sama saja, suka ngerjain orang lagi berusaha mencari kebenaran," ucap Leon.


"Mencari kebenaran apa?" tanya Rico.


"Ya, aku kan ingin dekat dengan Rere, dan tau tentang Rere. Ya, karena aku penasaran saja, aku seperti sering melihat Rere, tapi lupa di mana dan benar atau tidak itu Rere," jawab Leon.


"Ya sudah tanya Arsyad sama Nisa, boleh tidak Jordy atau Kevin kalau mengantar kamu," ucap Rico.


"Paman tega, aku menunggu Arsyad sama Annisa pulang, nih?"


"Ya harus,"


"Paman, tadi Leon sudah ke kantor Annisa, tapi mereka menyuruh Leon meminta izin dengan paman, iya kan, Al?"tanya Leon.


"Ya kali," ucap Alvin.


"Vin, kamu malah gitu,"


"Le, berjuang dong,"


"Ini sedang berjuang, kamu gak lihat?" tukas Leon


"Sudah, sudah, kalian malah berdebat. Iya, nanti paman surih Kevin atau Jordy untuk menjemputmu di rumah Bibi Any,"ucap Rico.


"Terima kasih, paman," ucap Leon.


"Sudah minum dulu kopinya, sudah di buatkan Mba Lina, tuh." Rico mempersilakan Leon meminum kopinya. Mereka mengobrol cukup lama di rumah Arsyad dengan papah Rico.


Leon berpamitan denga Rico untuk pulang, tapi saat akan melangkahkan kakinya untuk pulang, Najwa dan Shifa baru saja pulang Les, mereka langsung turun dari mobil dan berlari untuk memeluk Leon. Leon menghentikan langkah kakinya, dia menyambut dua anak gadis Annisa dan Arsyad dengan pelukan hangatnya.


"Paman Leon mau ke mana?" tanya Najwa.


"Paman mau pulang, sayang," jawab Leon.


"Yah, masa aku dan Kak Najwa baru datang, paman pulang," ucap Shifa dengan wajah yang sedikit kesal.


"Najwa, Shifa, paman Leon mau kencan, jadi paman Leon harus cepat-cepat pulang, karena mau berdandan dulu," ucap Alvin.


"Benar, paman Leon nanti malam mau kencan sama Tante Rere," imbuh Rico.


"Cie…paman Leon, akhirnya gak jomblo lagi, nih," timpal Dio dari belakang.


"Ehh…anak kecil sekarang sudah tau jomblo, nih," ucap Alvin.


"Paman Al, Dio ceweknya kan banyak," ucap Raffi.


"Tuh, jangan buka-buka aib dong,"ucap Dio.


"Kalah kan kamu, nih cucu paman juga udah punya cewek, kalian mana cewek nya?" ledek Rico.


"Opa, siapa juga yang punya cewek," ucap Dio.


"Rania? Cewek kamu, kan?"tanya Rico.


"Opa, dia teman Dio," ucap Dio.


"Ya sudah, Najwa, Shifa, om pamit pulang dulu, ya? Nanti Minggu om Ke sini lagi, atau besok"ucap Leon.


"Paman kita nanti main bola, ya, kalau Minggu paman ke sini,"pinta Raffi.


"Iya, nanti dengan Kak Ozil juga, nanti paman ajak ke sini," ucap Leon.

__ADS_1


Leon dan Alvin pamit untuk pulang, Alvin terlebih dahulu mengantar Leon ke rumah bibi Any, mamahnya Naura.


__ADS_2