THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 26


__ADS_3

Aku keluar duduk di teras masjid. Aku menunggu Vera yang sedang membeli minuman dingin. Tadi dia tidak sholat karena belum suci. Dia masih menstruasi.


"Nisa....sudah lama disini?" Suara seorang pria mengagetkan ku. Aku tengok ke belakang. Benar itu si dosen aneh pak Arsyad.


"Pak Arsyad."


"Kamu sudah sholat?"


"Sudah pak...ini sedang nunggu Vera ke depan beli minuman dingin."


"Jangan kebanyakan minum es Nis."


"Bukan es pak...air mineral dingin."


"Sama saja kali Nis. Yang dingin kan Es."


"Iya lah pak...masa es panas...(tersenyum)."


"Nis...rencanamu setelah lulus kuliah mau kemana?"


"Cari kerja lah pak..."


"Ohh iya..."


"Nih orang ya aneh sekali tanya nya...ahhh mana Vera lama lagi belinya...nih anak beli minum di mesir apa di jerman Sih..." aku bergumam dalam hati.


"Nisa..."


"Iya pak.."


"Jangan bosen jika ada revisi terus."


"Emmm...jangan banyak banyak dong pak revisinya. Nanti aku gak lulus lulus."


"Biarin...biar ketemu aku terus. (Tersenyum)"


"Gilaaa...senyum nya manis amat pak....ehhh kok mirip Arsyil kalau senyum gitu? Apa aku sedang kangen Arsyil ya...?"


Aku bergumam dalam hati.


"Gak ah...bosan ketemu bapak terus."


"Benar kah...baru saja ketemu ke 4 kali ini."


"Sering pak ketemu tapi gak pernah ngobrol saja sih...."


"Iya benar. Bahkan aku gak tau ada mahasiswa seperti kamu."


"Maksud bapak?"


"Yah...kamu beda saja dari yang lain."

__ADS_1


"Bedanya?"


"Iyaaa beda saja"


Aku masih saja mengobrol dengan dosen aneh..dan akhirnya yang ku tunggu tunggu datang. Vera datang dengan membawa minuman dingin.


"Lama amat non belinya di mana sih.?"


"Di mesir..."


"Kayak pernah kesana kamu."


"Nih minum nya...eeehhh ada pak Arsyad. Yah...aku beli 2 saja minumnya pak..ini pak minum saja punya saya."


"Iya tidak apa apa... gak usah buat kalian saja. Kalian ada waktu sebentar?"


"Emmm kami sedang gak sibuk pak hari ini.iya kan nis?"


"I...iya pak.."


"Ayo ikut saya...saya traktir kalian makan siang."


"Gak pak terima kasih..."


"Nis...udah ayo..."


"Ihh vera..."


"Ayo nis"


"Ver....no...."


"Nisa....(memaksa)"


"Mmm iya sudah ayo.."


"Kalian tunggu disini saya ambil Mobil dulu."


Dosen aneh itu mengambil mobilnya dan aku menunggu di depan masjid dengan Vera.


"Ver...maksa banget sih kamu.


"Sekali kali Nis...di ajak dosen ganteng juga..."


"Masih ganteng Arsyil.. eh ver...tadi aku kan ngobrol dengan pak Arsyad. Terus dia tersenyum, mirip sekali dengan Arsyil Ver...sumpah..."


"Kamu ada ada saja...masih kangen sama Arsyil ya begitu."


"Emang....aku tiap hari kangen sama dia. Kangen senyum nya..bercandanya...wajahnya yang meneduhkan..ahhh...tuh kan aku jadi kangen sekali sama Arsyil jadinya..."


"Dasar Bucin...samperin kalau kangen.."

__ADS_1


"Iya dong nanti pulang langsung mampir ke bengkel."


"What...!!! Kebengkel ngapain?"


"Menemui Arsyil lah..."


"Dia kerja di bengkel?"


"Ohh ya aku belum cerita dengan mu. Dia punya bengkel sendiri Ver...bengkel khusus modifikasi."


"Wah...wah....hebat cowok kamu Nis...pantas di deketin si dosen ganteng masih saja gak mau berpaling dari Arsyil."


"Punya bengkel seperti itu pasti tajir dong..."


"Dia merintis dari dia SMA Ver...sampai sekarang dan makin rame."


"Wahh...hebat cowok kamu. Sudah mandiri sejak dulu."


"Yah..makanya aku cintaaaaaa banget sama dia Ver..."


"Ealaaah...tambah bucin nih bocah.. tuh dosen ganteng dah datang yuk..."


"Ngebet banget kamu ver sama dosen aneh.."


"Biarin sekali kali di traktir dosen. Lumayan lah...ngehemat uang jajan..(tertawa).


"Dasar kamu.."


Aku berjalan ke arah mobil dosen aneh itu. Asli aku malas sekali.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♥happy reading♥


__ADS_2