THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 55


__ADS_3

Andini membantu bibi menyiapkan makan malam. Shita keluar dari kamarnya langsung mendekati ibunya dan membantu menuang air putih ke dalam gelas.


"Shita, ada apa dengan kakakmu? Dari tadi ibu lihat dia banyak diam. Sehabis sholat biasanya dia mengaji di musholah kok ibu dengar dia mengaji di kamarnya? Arsyil juga tak seperti biasanya, dia langsung masuk ke kamarnya."tanya Andini pada Shita.


Mendengar pertanyaan ibunya Shita hanya terdiam saja sambil membelakangi ibunya. Dia tak tau harus menjawab apa. Dan, Andini menepuk bahu Shita karena dia tak menjawab pertanyaannya.


"Ibu bicara sama kamu kenapa kamu diam Shita?"tanya Andini kembali.


"Emm....Shita gak tau bu, Shita panggil kakak dan Arsyil dulu bu." Shita kebingungan untuk menjawab pertanyaan ibunya, dia memilih pergi memanggil Arsyad dan Arsyil.


Rico mendekati Andini yang sudah selesai menata makan malam.


"Pah, kamu merasa ada yang berbeda dengan Arsyad dan Arsyil?"tanya Andini pada Rico.


"Iya bu, papah lihat mereka sedikit aneh hari ini. Arsyad seperti itu, pulang kerja langsung main masuk rumah saja. Dan, Arsyil juga sepulang kerja tak keluar kamar sama seperti Arsyad. Sehabis sholat maghrib tadi juga langsung masuk kamar mereka masing-masing. Arsyad yang biasa mengaji di tempat sholat juga mengaji di kamarnya."jelas Rico.


"Itu yang sedang ibu fikirkan dari tadi pah. Sudah pah diam dulu, itu sudah ada Arsyad sama Arsyil pah." ucap Andini sambil mengambilkan nasi untuk suaminya.


"Ibu masak apa nih?"tanya Arsyil sambil menarik kursi di meja makan.


"Ini ada ayam kecap Syil sama udang asam manis kesukaan kamu, ada capcay juga kesukaan Kak Arsyad."jawab Andini.


"Wah enak sekali, lama Arsyil gak makan malam bersama."ucap Arsyil.


"Makanya jangan lembur terus Syil, kamu lembur kerja mah enak Syil di temani pacarmu."ucap Arsyad pada Arsyil yang membuat Arsyil membulatkan matanya.


"Kak Arsyad bisa saja."sahut Arsyil.


"Iya kan tadi saja makan siang bersama kan? Apa kamu lupa tadi kita makan bertiga dengan kekasihmu." ucapan Arsyad membuat Rico dan Andini menghentikan mengunyah makanannya. Arsyil pun merasa tidak nyaman dengan ucapan Arsyad.


Shita semakin bingung pada keadaan ini, dalam hatinya bertanya-tanya kenapa kakaknya sampai bicara seperti itu.


"Kak, makan dulu, kakak mau aku ambilkan nasi?"tanya Shita.

__ADS_1


Shita melihat Arsyad semakin menunjukan wajah yang sedang menahan emosi.


"Kakak masuk ke kamar Ta, kakak belum lapar." Arsyad masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi pada Arsyil dan kedua orang tuanya.


"Kak Arsyad tunggu! Arsyil mau bicara sebentar."ucap Arsyil yang juga pergi meninggalkan meja makan.


"Mau bicara apa Syil, kakak capek sekali mau tidur." Arsyad berlalu meninggalkan Arsyil.


Arsyil kembali duduk di kursi meja makan, perasaan Arsyil semakin tidak menentu, dia semakin yakin kakaknya marah besar pada dirinya.


Arsyil mengambil nasi dan sepotong ayam kecap. Mereka makan malam tanpa adanya Arsyad.


Suasana makan malam berubah menjadi tegang dan dingin. Rico yang terlihat sudah selesai makan, dia masih memikirkan kata-kata Arsyad bahwa tadi siang makan bersama dengan kekasih Arsyil.


"Syil."panggil Rico pada Arsyil, dia langsung menghentikan makannya.


"Iya pah ada apa?"jawabnya.


"Apa benar yang dikatakan Arsyad tadi kamu makan siang bersama dengan Arsyad dan kekasihmu?" tanya Rico.


"Syil, bangunlah jangan seperti ini, sebenarnya kami sudah tau kalian mencintai wanita yang sama, kita sudah tau sebelum Shita lamaran kemarin."jelas Rico.


"Kenapa papah tidak bilang pah? Pah Arsyil harus bagaimana?"tanya Arsyil dengan penuh penyesalan.


"Kamu tidak salah sayang, cinta yang datang tidak tepat pada kalian."sahut Andini.


"Ibu, kenapa harus kakak yang mencintai Nisa bu, bukan orang lain saja!"seru Arsyil sambil menangis.


"Syil, kita bicarakan baik-baik dengan Kak Arsyad juga ya, pasti ada jalan keluarnya kok Syil."ucap Shita yang mencoba meredakan Arsyil. Shita melihat kedua saudara laki-lakinya sangat lemah saat ini. Iya, ini hanya karena satu wanita.


"Kak, kalau Nisa tidak memberitahuku tadi, aku tak akan pernah tau gadis yang Kak Arsyad kejar selama ini kak."ucap Arsyil.


"Syil, papah mau selesaikan masalah kalian berdua degan kepala dingin. Papah tau perasaanmu dan juga perasaan kakakmu. Tolong kamu mengerti kakakmu sebentar, dia mungkin masih sangat terpukul dengan kenyataan ini."jelas Papah Rico.

__ADS_1


"Iya pah, Arsyil tau bagaimana perasaan Kak Arsyad. Arsyil ke kamar dulu pah." pamit Arsyil.


Saat hendak melangkahkan kaki untuk pergi ke kamarnya, dia melihag Arsyad membawa koper keluar dari kamarnya. Semua melihat Arsyad keluar kamar membawa koper, sepertinya dia mau pergi dari rumah.


"Kak Arsyad mau kemana?"tanya Arsyil.


"Mau menenangkan fikiran, jaga kekasihmu baik-baik. Maaf aku tak tau kalau Nisa kekasihmu." Arsyad berkata sambil melangkahkan kakinya pergi.


"Kak, kita selesaikan maslah ini baik-baik kak, gak ada gunanya kakak pergi dari rumah, gak akan selesai kak masalahnya. Kakak mau Annisa? Iya aku serahkan Annisa pada kakak, asal aku tak kehilangam saudara laki-lakiku. Aku tak mau hanya karena wanita kita seperti ini kak. Aku ikhlas jika Nisa bersama kakak, aku tau dia cinta pertamamu kak. Kakak, jangan pergi ya kak. Kak maafkan Arsyil." Arsyil memeluk Arsyad sambil menangis dan memohon.


Dia memang sangat menyayangi kakaknya. Dia tau apa yang kakaknya rasakan, hingga dia tak memikirkan betapa hancur hatinya saat berbicara seperti itu pada Arsyad.


"Maaf Syil kakak tidak bisa, kakak mau menenangkan fikiran kakak dulu. Maafkan kakak yang sudah berani mengejar kekasihmu. Sungguh kakak tidak tau Syil, maafkan kakak. Aku akan mencoba melupakan Annisa dan mencoba membuang rasa cinta ini untuk Annisa. Papah, ibu, Shita. Aku pergi dulu." Arsyad melepaskan pelukan Arsyil dan pergi keluar rumah.


Dia berjalan sangat cepat dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Andini berlari mengejar Arsyad, dia berusaha menahan anak sulungnya agar tidak pergi dari rumahnya, namun sia-sia karena Arsyad sudah melajukan mobilnya.


.


.


.


.


.


.


.


♥Happy Reading♥


Hayo kemana kira-kira perginya Arsyad yah? bagaimana Papah Rico nanti menghadapi kedua putranya. apa menyuruh Arsyil meninggalkan Annisa untuk Arsyad. Atau, meyuruh Arsyil dan juga Arsyad melupakan Annisa dan tidak berhubungan dengan Nisa?

__ADS_1


Tunggu jawabannya di episode selanjutnya ya say?


Terima kasih yang masih setia membaca novel ini, serta setia selalu menanti update novel ini. maafkan Author yang kadang telat untuk up ya?


__ADS_2