
Annisa terbangun lebih dulu pukul 4 pagi. Annisa meregangkan otot-ototnya yang kaku di tempat tidurnya. Annisa menoleh ke samping, dia melihat seseorang yang semalam baru saja bermain dengan penuh gairah bersamanya. Annisa tersenyum dan mengusap pipi suaminya. Dia mendaratkan ciumannya di bibir Arsyad. Arsyad mengerjapkan matanya merasa ada yang mencium bibirnya. Arsyad tersenyum saat membuka matanya dan yang ia lihat adalah istrinya yang cantik.
"Pagi, sayang," sapa Annisa
"Pagi juga , sayang….hmmmm." Arsyad mengeratkan pelukannya pada Annisa.
"Kakak… Annisa mau mandi,"ucap Annisa manja.
"Nanti sebentar, kakak ingin memelukmu." Arsyad semakin erat memeluk Annisa dan menenggelamkan wajahnya ke dada Annisa.
Annisa mengusap sayang kepala Arsyad dan menciumnya. Annisa merasa kali ini mendapat suami lebih manja sekali, padahal umur suaminya lebih dewasa darinya. Namun, Arsyad sangat manja sekali dengan dirinya.
"Kak, ayo mandi, sudah jam 4 lebih. Kita sholat subuh dulu,"ucap Annisa.
"Hmmm….sebentar sayang,"ucap Arsyad.
"Kakak, sebentar gimana, dari tadi kakak seperti ini udah 10 menit,"ucap Annisa.
"Ya sudah, ayo mandi bareng,"ajak Arsyad.
"Gak mau nanti macem-macem,"tolak Annisa.
"Macem-macem sama istri sendiri kan tidak apa-apa, Nis,"ucap Arsyad.
"Gak nanti aja setelah sholat, oke,"ucap Annisa.
"Yakin, setelah sholat subuh lagi?"tanya Arsyad meyakinkan.
"Iya, kakak. Giliran kayak gitu aja langsung matanya melek,"ucap Annisa sambil menggoda suaminya.
"Tubuhmu menjadi candu untkku, Annisa." Arsyad memeluk Annisa lagi dan mencium setiap inci wajah Annisa.
"Kak, ini ah…mulai kan tuh,"ucap Annisa yang sudah merasa suaminya bergairah lagi.
"Ya sudah yuk mandi,"ajak Arsyad.
Arsyad dan Annisa mandi bersama, mereka hanya mandi saja. Sebenarnya hasrat Arsyad sudah naik lagi. Namun, dia tau tempat, tidak akan melakukan hal macam-macam selain mandi. Selesai mandi, Annisa memakai bathrobe nya dan mengambil air wudhu, begitu juga Arsyad. Mereka kelaur dari kamar mandi dan melakukan sholay subuh bersama. Arsyad tak menghilangkan kebiasaanya, setelah sholat subuh pasti dia mengaji. Annisa memandang suaminya yang sedang mengaji di atas sajadahnya.
"Dia laki-laki yang sempurna, begitu besar karunia-Mu, aku di berikan jodoh yang sangat mencintai-Mu Ya Allah, tempatkan Arsyil suami pertamaku di surga-Mu Ya Robb, dan jadikan keluarga aku dan Kak Arsyad keluarga yang sakinah, mawada, warahmah di jalan-Mu, aamiin," gumam Annisa.
Annisa berganti baju santai untuk jalan-jalan pagi sambil menunggu Arsyad selesai mengaji. Pagi yang cerah menyelimuti sekitar vila yang di tempati Arsyad dan Annisa. Setelah berganti baju, Annisa membuka jendela dan pintu belakang kamarnya agar memperoleh udara segar di dalam kamarnya. Annisa menghirup dalam-dalam udara segar di taman belakang kamarnya. Aroma embun pagi menyeruak ke rongga hidung Annisa, aroma yang menenangkan hati dan pikiran Annisa.
Annisa melihat suaminya yang belum juga selesai mengaji. Annisa mengambil jilbabnya dan memakainya, dia keluar dari kamarnya menuju ke dapur untuk membuatkan teh untuk suaminya.
"Rasanya masih sakit sekali pangkal pahaku, tapi aku ingin membuatkan teh untuk Kak Arsyad,"gumam Annisa.
Annisa memang masih merasakan sakit di pangkal pahanya, dia berjalan dengan pelan menuju ke dapur. Para pelayan sudah di sibukan dengan kegiatannya di dapur, ada yang memasak, membersihkan ruangan, menyapu, dan lain sebagainya.
"Selamat pagi, nyonya,"sapa seorang pelayan yang masih mencuci piring di dapur.
"Pagi, mba,"jawab Annisa.
"Ada butuh sesuatu, nyonya?"tanya pelayan tersebut.
"Emm…saya mau buat teh untuk suami,"jawab Annisa
"Kenapa tidak menelepon kami saja, nyonya. Kan di kamar sudah di sediakan telepon,"ucap pelayang tersebut.
"Saya ingin membuatkan teh untuk suamiku, mba. Jadi biar saya sendiri yang membuat. Mba sudah lama kerja di sini?"tanya Annisa.
"Oh, ya sudah. Ini teh dan gulanya, nyonya." Pelayan itu memberikan teh dan gula pada Annisa. Annisa membuat teh dengan sedikit berbincang dengan pelayan tersebut.
"Saya sudah lama ikut di sini, nyonya. Sekitar dau tahunan,"ucapnya.
__ADS_1
"Wah, lama ya, mba. Apa Vila papah setiap hari banyak yang mengunjungi, mba?"tanya Annisa.
"Iya, nyonya. Banyak sekali pengunjung, apalagi di sebelah sana sudah ada villa lagi milik Pak Rico. Tapi di sana seperti penginapan, bukan rumah seperti ini,"jelas pelayan tersebut.
"Oh, jadi sebelah sana juga milik papah?"tanya Annisa.
"Iya, nyonya," jawabnya.
"Ya sudah mba, saya tinggal dulu ke kamar. Mungkin suami saya sudah selesai mengajinya,"pamit Annisa.
"Oh iya, nyonya, silahkan,"ucap nya.
Annisa berlajan menuju kamarnya. Jarak kamar dari dapur sangat jauh sekali, hingga Annisa kelelahan saat berjalan.
"Huh….lelah sekali, jauhnya…..dari dapur ke kamar saja jauh sekali, ini Vila atau istana sih?"gumam Annisa sambil berjalan menuju kamar.
Annisa sampai di dalam kamarnya, dia meletakan teh di atas meja. Arsyad terlihat sedang merapikan baju sholatnya dan menaruh kembali ke tempat semula. Napas Annisa masih terengah-engah karena berjalan dari dapur ke kamar yang cukup jauh jaraknya. Annisa mendudukkan dirinya di sofa dengan dada yang naik turun karena napasnya masih saja memburu. Arsyad melihat istrinya yang kelihatannya lelah sekali, hingga keringatnya terlihat di kening Annisa.
"Kamu habis lari-lari, Nis?" tanya Arsyad.
"Dari dapur, kak. Buatkan teh untuk kakak, lelah sekali ternyata jalan dari kamar ke dapur dan balik lagi dari dapur ke kamar. Ini vila atau istana, kak?"tanya Annisa.
"Menurutmu? Ini vila atau istana?" Arsyad balik bertnya sambil menarik hidung istrinya.
"Vila, tapi segede istana, kak. Capek sekali kak, ternyata dapurnya jauh ya dari kamar kita,"ucap Annisa.
"Siapa suruh ke sana, kan ada telepon untuk meminta teh, kopi atau makanan yang lainnya, kenapa harus capek-capek ke sana, sayang. Mending capeknya sama kakak saja di kamar,"goda Arsyad.
"Itu mah maunya kakak,"ucap Annisa.
"Iya, mau lagi dan lagi, Annisa,"ucap Arsyad.
"Dasar mesum,"ucap Annisa sambil menarik hidung Arsyad.
Entah kenapa setiap kali Arsyad memeluknya, Annisa selalu merasa nyaman sekali dalam pelukannya.
"Nis,"panggil Arsyad.
"Iya, kak. Ada apa?"tanya Annisa.
"Aku…..emmm….kakak…." ucapan Arsyad terbata-bata.
"Kenapa? Kakak kenapa? Jangan gagap gitu bicaranya,"ucap Annisa yang masih saja meyandarkan kepalanya di dada suaminya.
"Kakak takut kalau mau bicara ini lagi, Nis. Kakak trauma dengan kata-kata ini,"gumam Arsyad.
"Ehh….malah diem,"ucap Annisa sambil menarik bulu-bulu halus di tangan suaminya.
"Sakit tau, Nis!" ucap Arsyad dengan mengusap bekas bulu halus yang di tarik Annisa di tangannya.
"Makanya, mau bilang apa? Malah diam,"ucap Annisa.
"Nis, kakak…..kakak….mencintaimu, Annisa." Arsyad merasa lega karena bisa mengatakan cinta lagi pada Annisa, setealh dulu dia di tolak Annisa karena Annisa lebih memilih Arsyil.
"Mau bilang itu saja sulit, kak," ucap Annisa sambil membalikan tubuhnya menghadap suaminya.
"Kakak takut, kakak takut di tolak kamu lagi, seperti dulu," ucapnya sambil munudukan kepalanya.
Annisa terkekeh melihat suaminya dengan wajah yang menggemaskan itu. Annisa mengangkat wajah suaminya dan mencium lembut bibir Arsyad.
"Kakak, kenapa takut? Annisa ini istri kakak, Annisa juga mencintai kakak, mencintai anak-anak juga. Kak, sekarang, kakak itu ibarat baju Annisa, kakak panutan Annisa, kakak segalanya untuk Annisa. Annisa juga mencintai kakak. Bimibing Annisa, kak, tunntum Annisa agar bisa menjadi istrinyang Sholehah dan ibu yang sholehah untuk anak-anak,"ucap Annisa.
"Itu pasti, sayang. Terima kasih, sudah membalas cinta kakak, setelah sekian purnama kakak tak bisa meraih cinta darimu. Kini kakak bisa merasakan cintamu, merasakan apa yang ada pada dirimu, Love You, Annisa." Arsyad memeluk Annisa erat sekali. Annisa melepas pelukan Arsyad dan memandang wajah suaminya dalam-dalam.
__ADS_1
"Love You too, dosen tampanku,"ucap Annisa.
Annisa mencium lembut bibir suaminya, hingga mereka menikmati ciuman mereka. Arsyad merasa bahagia, karena telah memiliki wanita yang di idam-idamkan sejak dulu. Meski hatinya telah habis untuk istri pertamanya, dia masih menyisihkan untuk Annisa, dan kini hati Arsyad terisi dua nama wanita yang sangat ia cintai. Yaitu, Almira dan Annisa.
Dua wanita berparas cantik dan lemah lembut itu berhasil menaklukan hati Arsyad.
"Kakak…." Annisa melepas ciumannya dan memeluk erat tubuh suaminya.
"Apa?"tanya Arsyad sambil mengusap kepala Annisa.
"Ayo, jalan-jalan. Katanya mau jalan-jalan di sekitar Vila dan ke taman bunga,"ajak Annisa
"Ya sudah, ayo. Kakak pakai celana panjang dulu,"ucap Arsyad.
"Tehnya di minum dulu, kak,"ucap Annisa.
"Oke." Arsyad meminum teh buatan istrinya itu.
Arsyad bersiap-siap untuk jalan-jalan pagi dengan istrinya. Arsyad memakai kaos dan celana training dengan warna senada dengan kaosnya. Arsyad begitu terlihat tampan, Annisa memandangi suaminya dari kejauhan sambil membenarkan jilbabnya.
"Nis, kamu sudah siap?"tanya Arsyad.
"Sudah, ayo keluar," ajak Annisa.
Mereka keluar dari kamar dan berjalan beriringan menuju Tan bunga yang tidak jauh dari Vila Rico. Banyak sekali pengunjung yang berdatangan ke taman bunga. Apalagi pemuda pemudi yang masih berpacaran, banyak yang berkunjung ke tamam bunga. Annisa melihat suaminya yang di pandangi oleh gadis-gadis cantik. Ya sepertinya gadis-gadis itu masih mahasiswa. Annisa merasa suaminya yang tampan itu menjadi pusat perhatian para gadis cantik.
"Kak, pulang yuk, ke villa saja,"ajak Annisa. Padahal baru saja sampai di taman bunga.
"Kan baru sampai, Annisa,"ucap Arsyad.
"Kakak sih, tampan sekali, sudah tua tapi masih saja tampan, lihat tuh, gadis-gadis itu lihatin kakak terus,"ucap Annisa dengan sedikit cemberut.
"Hei…kamu seperti anak kecil saja, biar saja dia melihat kakak, toh kamu istri kakak, jangan cemberut, gak kenal juga cemburu, lucu sekali kamu, sayang." Arsyad memeluk istrinya yang sedikit cemberut.
"Sudah, hiraukan mereka, kita nikmati pemandangan indah ini,"ucap Arsyad.
"Iya, sayang,"ucap Annisa.
Mereka menikmati pemandangan di sekitar taman bunga yang indah dengan dihiasi warna-warni bunga. Annisa dan Arsyad berfoto bersama. Arsyad sekali-kali mencuri foto Annisa saat dia masih duduk di antara warna-warni bunga.
.
.
.
.
.
.
♥️happy reading♥️
maaf kemarin tidak up, dan hari ini cuma up satu ban dulu ya,
jangan lupa like dan vote nya ya...
yang minta visual Annisa dan Arsyad, nanti author kasih di grup saja ya, kalau di sini takutnya gak lolos-lolos review. oke...
jangan lupa, Like sebelum/sesudah baca...
terima kasih...🙏😘
__ADS_1