
Arsyil berpamitan pada kedua orang tuanya dan Kakaknya untuk ke bengkelnya. Dia juga meminta izin pada Rico dan Andini untuk mengajak Annisa ke pernikahan Rayhan dan Naura.
"Pah, Bu, boleh tidak aku mengajak Annisa ke pernikahan Kak Ray?"tanya Arsyil pada kedua orang tuanya.
"Boleh, ajaklah dia."jawab Rico.
"Kamu sudah bilang belum sama orang tua Annisa Syil?" tanya Arsyad.
"Arsyil belum ke sana kak."jawabnya.
"Minta izin pada papah dan mamahnya Annisa." Ucap Arsyad.
"Siap kak, kakak tidak apa-apa aku membawa Annisa?"tanya Arsyil lagi.
"Kamu itu, ya tidak lah. Sudah lupakan yang kemarin, jangan kelamaan pacaran, lamar Nisa, lalu menikah."jawab Arsyad.
"Kak, aku menunggu kakak dulu yang nikah dong, masa aku duluan, iya kan pah bu."ucap Arsyil
"Iya dong, kamu dulu Syad."jawab Rico
"Do'akan saja pah, bu, semoga di tahun ini."jawab Arsyad.
"Kayaknya udah ada calonnya nih."ucap Arsyil.
"Sudah Syil. Dua bulan lagi nanti dia pulang ke Indonesia." sahut Shita.
"Siapa?"tanya mereka bersama.
"Kak Mira."jawab Shita dengan santainya.
"Kamu itu, kebiasaan."Arsyad menyentil hidung Shita.
"Sakit kak."ucap Shita manja.
"Makanya jangan ngarang. Dari mana kamu tau Almira mau pulang dua bulan lagi?"tanya Papah Rico.
"Kan kemarin Kak Mira telfon aku pah."jawab Shita.
"Sudah lega Almira sudah menelfonmu?"tanya Arsyad.
"Iya kak" jawab Shita sambil tersenyum.
"Ya sudah Arsyil berangkat dulu pah, bu , kak. Assalamualaikum." pamit Arsyil.
"Wa'alaikumsalam. Hati-hati Syil" jawab mereka semua.
Arsyad dan Shita pun pamit untuk bekerja. Arsyad ke kantor dan Shita ke caffenya. Rico sekarang sudah jarang ke kantor, semua urusan kantor di handle oleh Arsyad dan Rayhan. Rico ke kantor jika ada rapat penting saja. Rico dan Andini benar-benar menikmati masa puber lagi, mereka lebih sering ke luar kota hanya sekedar ubtuk jalan-jalan berdua. Dan, kadang mereka dinner berdua saja.
"Ibu, kita jalan yuk?"ajak Rico.
"Jalan? kemana? seperi anak muda yang sedang pacaran saja."jawab Andini.
"Ya kemana gitu. Biarin saja pacara dengan istrinya."
"Ya sudah, ibu siap-siap dulu."
__ADS_1
Rico akan mengajak Andini ke suatu tempat, mereka benar-benar sedang mengalami puber lagi. Kalau jalan-jalan ujungnya ke hotel kalau tidak ke villa. Begitulah Rico sekarang, dia terlalu memanjakan Andini sekali. Begitu pula Andini yang selalu mengerti apa maunya Rico.
♥Arsyil♥
Aku sudah berada di bengkel ku, seperti biasa aku sudah di sibukan dengan pekerjaanku. Benar kata Kak Arsyad aku harus segera menemui orang tua Annisa. Bagaimapun aku ingin serius menjalin hubungan ini dengan Annisa.
Hari sudah semakin siang, sudah menunjukan waktu makan siang, aku memesan makanan via online. Biasanya Nisa ke sini membawakan makan siang atau kita pergi makab siang bersama. Sudah hampir 2 minggu aku jarang menghubunginya, begitupun Annisa. Aku berjalan masuk ke ruanganku dan tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggilku, suara itu aku sangat mengenalnya. Iya itu Annisa.
"Arsyil."panggil Annisa.
"Nisa." Aku berjalan mendekatinya. Rasanya aku rindu sekali dengannya. Rindu senyum nya, rindu cerwetnya.
"Nisa, aku...." kata-kataku terpotong karena Nisa langsung meneruskan kata-katanya.
"Aku merindukanmu. Itu yang mau kamu katakan Arsyil?"tanya Annisa.
"Iya aku sangat merindukanmu, ayo masuk ke dalam."ajak ku.
Nisa mengikutiku masuk ke dalam ruanganku. Aku menutup ruanganku dan aku memeluk Annisa sangat erat. aku benar-benar sangat merindukannya.
"Syil....aku gak bisa nafas."
"Maaf Nisa, aku terlalu rindu, sangat merindukan mu."
"Jangan rindu Syil."
"Kenapa?"tanya Arsyil.
"Karena rindu itu indah dan indahnya sampai menyiksa Arsyil. Aku juga sangat merindukanmu."ucap Annisa.
Nisa memejamkan matanya karena Arsyil semakin mendekat dan akan mencium bibir Nisa.
"Jangan merem Nisa. Kamu sudah makan?"ucap Arsyil sambil menahan tawa karena melihat wajah Nisa yang lucu.
Nisa yang malu sekali dia hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah yang merona.
"Jangan seperti itu mukanya, bikin aku gemas saja."ucal Arsyil sambil menarik hidung Nisa.
"Habis kamu."Nisa meninju dada Arsyil pelan.
"Aku kenapa? aku tak akan menodai bibir manismu sayang sebelum kamu benar-benar halal untukku."ucap Arsyil.
Wajah Nisa semakin merona, dia tersipu malu dengan perlakuan Arsyil.
"Kamu sudah makan?"tanya Nisa.
"Sedang Dilivery Nis, kamu sudah makan?"aku balik bertanya pada Nisa.
"Belum, padahal aku mau ajak kamu makan di luar."ucapnya sedikit kecewa.
"Ya sudah yuk makan di luar saja. Ada yang ingin aku bicarakan juga Nis."
"Lalu, makanan yang kamu pesan?"tanya Nisa.
"Nanti buat Mas Doni saja atau Mas Wahyu."jawabku
__ADS_1
"Ya sudah yuk."
Aku dan Nisa keluar dari bengkel untuk makan siang. Aku mengambilkan helm untuk Nisa. Seperti biasanya aku memakaikannya. Aku menghidupkan sepeda motorku dan Annisa memboncengku.
"Sudah?"tanya ku.
"Sudah..." jawab Nisa.
"Kok gak peluk?"
"Ih...iya ini aku peluk."
"Gitu dong,nanti kalau gak meluk dingin."
"Kamu bisa saja Syil."
Kami berangkat ke tempat favorit kami untuk makan siang. Sesampainya di sana aku masuk ke rumah makan dan memesan makanan untuk makan siang. Tak lama kemuadian pesanan kamu datang, kami langsung makan.
"Nis, papahmu di rumah?"tanya ku.
"Iya di rumah, malah sekarang papah sedang di rumah tidak ke kantor."jawab Nisa.
"Aku ingin bertemu dengan orang tuamu."
"Kapan Syil?"
"Kalau nanti malam boleh?"
"Boleh...boleh.. Papah juga sudah menantimu datang ke rumah."
"Ya sudah nanti malam aku ke rumahmu."
"Oke."
Aku melanjutakan makan, setelah selesai kami kembali lagi ke bengkel.
Seperti biasa Nisa langsung masuk ke ruanganku sambil membaca buku. Dan, aku melanjutkan pekerjaanku. Akhirnya rinduku terbayar sudah. Dan sekarang, aku harus mempersiapkan mentalku untuk menemui orang tua Nisa. Karena, jujur saja aku baru pernah pacaran dengan seorang wanita seserius ini. Rumahku sebentar lagi selesai dibangun, setelah jadi aku akan segera melamar Nisa.
"Terima kasih Ya Allah, karena sudah menitipkan nikmat untuk hidupku. Aku di beri keluarga yang sangat menyayangiku, papah dan ibu yang selalu mengerti aku dan menyayangiku, dua kakak yang sangat menyayangiku, Annisa kekasihku yang baik sekali dan Rezeki yang selalu engkau limpahkan untuk." Gumam ku dalam hati.
.
.
.
.
.
.
♥happy reading♥
maaf sekali Author akhir-akhir ini sering telat up dan agak sedikit up nya. Author benar-benar sedang sibuk sekali dan sering lembur kerja nya. jadi maaf sekali. dan, terima kasih untuk kalian yang masih setia menunggu kelanjutan cerita ini.
__ADS_1