
♥Arsyil♥
Aku sudah selesai bimbingan nya, aku keluar dari ruanganku. Alhamdulillah kali ini tak banyak revisi. Aku menemui Annisa yang masih asik membaca buku.
"Syil" Fitri memanggilku saat aku akan menuju ke arah Annisa.
"Iya Fit gimana?"
"Emmm kamu mau kemana setelah ini."
"Mau ke masjid, udah jam 1 lebih belum dhuhur."
"Ohh....yasudah Syil aku duluan, tuh pacarmu kasihan sudah menunggumu lama."
"Iya, dia paling sabar kalau menunggu ku."
"Kamu sering jalan sama dia."
"Jarang, cuma sering saja Annisa menemaniku kerja lembur sampai malam di bengkel. Yasudah aku ke Annisa dulu."
"Iya Syil."
Aku mendekati Annisa, dia terlihat serius sekali membaca buku milik kak Shita.
"Maaf membuatmu menunggu lama sayang."aku mendekatinya dan duduk di samping Annisa. Dia langsung menutup bukunya dan Meletakan ke dalam tas nya.
"Iya tak apa apa, sudah selesai bimbingan nya? Bagaimana bimbingannya?"
"Alhamdulillah lancar, tidak banyak revisi."
"Alhamdulillah.....ayo sholat Syil."
"Yuk.."
Aku menuju masjid di kampusku bersama Annisa untuk sholat Dhuhur.
♥Annisa♥
Setelah selesai sholat aku menunggu Arsyil yang belum keluar dari dalam masjid. Aku duduk di teras masjid. Terlihat empat mahasisiwi yang berjalan ke arah ku, dia Fitri teman Arsyil dan teman temannya yang lain.
"Nunggu Arsyil Nis?" Dia menyapa ku dan duduk di sampingku.
"Emm iya."
"Oh ya aku Fitri teman Arsyil." Fitri mengajak ku berjabat tangan.
"Aku Annisa"
"Fit, bukan teman saja kali...kamu mantan nya Arsyil, cepet sekalibya Arsyil dapat ganti nya." Ucap salah satu teman Fitri.
Aku hanya tersenyum saja mendengar mereka bicara.
"Apaan sih...iya memang aku mantan nya Arsyil."jawab Fitri.
Aku hanya terdiam saja mendengar kan Fitri berbicara, aku tidak menghiraukannya mau dia mantan Arsyil atau siapa nya, toh sekarang aku kan sudah jadi pacarnya.
"Ihhh Arsyil dimana sih, lama sekali gak betah sekali denger wanita ghibah, di masjid lagi." gumamku dalam hati.
Aku mencoba diam saja sambil menunggu Arsyil.
"Nis, maaf kamu menunggu lama."
Arsyil tiba tiba mengagetkan ku.
"Iya gak apa apa"
"Ayo ke kantin cari makan" ajak Arsyil.
"Ayo."
Arsyil mengajak ku ke kantin kampus nya dan menemui teman nya di sana.
"Ayo Fit, aku ke kantin dulu" sapaku pada Fitri.
"Ohh iya." jawabnya singkat.
__ADS_1
Arsyil menggandeng tanganku saat berjalan ke kantin, ya aku tau mungkin Fitri masih menyimpan rasa suka pasa Arsyil, terlihat jelas raut wajahnya yang tidak suka saat aku bersama Arsyil.
"Syil, itu Fitri...."
"Iya dia mantan ku." Jawab Arsyil saat aku belum selesai berkata.
"Ihhh aku kan belum selesai bertanya sayang."
"Aku tau kamu mau tanya itu, kenapa dia mengganggumu?"
"Tidak, tapi sepertinya dia tidak menyukaiku"
"Sudah biar saja."
Kami sudah sampai di kantin, dan disana sudah ada teman Arsyil yang sudah menunggu kami.
Aku dan Arsyil duduk bergabung dengan teman teman Arsyil.
"Dua sijoli sudah datang juga nih" ucap salah satu teman Arsyil, namanya Adit.
"Ahhh kamu, kalian sudah pesan makanan?" Tanya Arsyil
"Baru pesan minum ini, mau di traktir nih?" Jawab Wira.
"Ya tinggal pesan saja sana,Nis mau pesan apa?"
"Emmm ada bakso."
"Tunggu sini aku pesankan."
Aku menunggu Arsyil memesan pesananku sambil mengobrol dengan teman teman Arsyil.
Pesananku sudah datang, dan Arsyil memang calon suami idaman sekali, dia membawakan pesananku, wanita mana yang tak bahagia memiliki kekasih seperti dia.
Kami makan bersama di kantin dengan teman teman Arsyil juga.
"Oh ya Syil kapan kita touring lagi?" Tanya Wira.
"Minggu depan gimana?" Jawab Arsyil.
"Boleh Dit, tapi no macem macem, kamu ikut ya Sayang?" Tanya Arsyil.
"Kalau di ajak aku mau ikut."
"Jelas lah kamu aku ajak, kan aku udah janji Nis mau ajak kamu Touring."
"Oke....jadi kapan kalian mau touring?"
"Minggu depan,kamu tidak sibuk kan sayang?"
"Tidak. Oke aku ikut." Jawabku.
"Hari ini mau menemani aku di bengkel?"
"Iya aku temani, tapi......"
"Iya nanti aku belikan banyak cemilan buat kamu, aku heran sama kamu sayang, hobi ngemil tapi badan masih aja segitu gak nambah nambah." Ucap Arsyil sambil mencubit pipiku.
"Ihhh sakit, nanti kalau aku gendut kasian kamu berat ngeboncengin aku nya sayang."jawab ku sambil membelai pipi Arsyil.
"Kamu bisa saja Nis."
"Eheeemm kalian berdua bikin iri kita Syil, kayaknya baru pacaran tapi kalian sudah seperti lama pacarannya."ucap Wira.
"Masa sih...biasa aja lah"jawab Arsyil sambil meneguk es tehnya.
Seusai makan kami masih mengobrol sambil bercanda di kantin. Aku semakin akrab dengan teman teman Arsyil, dan setelah itu akhirnya aku dan Arsyil pulang menuju bengkel Arsyil.
Sebelun sampai bengkel kami mampir membeli cemilan di mini market yang tidak jauh dari bengkel Arsyil.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Malam hari di rumah Rico semua berkumpul di dalam ruang tengah hanya Arsyil yang tidak dirumah karena dia masih melanjutkan pekerjaan nya di bengkel.
Arsyad yang terlihat dari tadi mondar mandir seperti mencari sesuatu, dia kembali mencari sesuatu di dalam tas kerjanya, balik ke mobil dan mencari sesuatu itu di dalam mobil.
__ADS_1
"Ibu.....ibu lihat tasbih Arsyad?"tanya Arsyad pada ibunya yang sedang menata makan malam.
"Tasbih?" jawab Andini heran.
"Iya....bu yang dari kakung Didik."
"Kamu kan biasa bawa, kenapa tanya ibu nak, coba cari lagi."
"Sudah Arsyad cari dimana mana bu, di tas kerja, di mobil, di laci dan Arsyad juga telfon OB yang masih di kantor untuk mencarikannya tidak ada."jelas Arsyad.
"Kamu terakhir pakai di mana? Gak biasanya lho kamu sampai lupa naruh sesuatu. Di saku celana mu coba?"ucap Andini.
"Oh iya sebentar Arsyad cari Bu."
"Ada apa ini, kamu kenapa Syad?" tanya Rico.
"Tasbih Arsyad hilang pah."jawab Arsyad sambil berjalan ke arah kamarnya mengambil celana yang ia kenakan tadi waktu kerja.
"Tumben sekali dia Bu, lupa naruh sesuatu."ucap Rico pada Andini.
"Iya, biasanya dia paling rapih menaruh sesuatu."jawab Andini.
"Ibu.....tidak ada, dimana ya Bu.?"ucap Arsyad dengan wajah yang menyerah saat mencari sesuatu.
"Syad, tasbih di tempat sholat banyak, tinggal pakai saja sana kok nyari yang gak ada."ucap Rico sambil mencicipi tempe crispy buatan Andini.
"Bukan masalah tasbih banyak pah, Arsyad tau banyak tasbih di tempat sholat, tapi ini pemberian dari kakung Didik pah."jelas Arsyad.
"Ohhh...cari coba di mobil."ucap Rico sambil minum Air putih.
"Papah, minum jangan sambil berdiri dong...haduh....papah itu... iyaa udah Arsyad cari di mobil tak ada. Dimana ya pah.?" Arsyad masih penasaran dimana dia menaruh tasbihnya, karena dia tidak pernah lupa menaruh sesuatu.
"Hmm iya pak ustad....maaf....heheheh....sudah sudah kita makan malam dulu, nanti cari setelah makan okey..."
"Papah itu kebiasaan Syad, pasti seperti itu. Benar kata papahmu, makan malam dulu ayo...ibu panggil Shita dulu."
Andini memanggil Shita di dalam kamarnya yang sedang melanjutkan membaca buku yang baru saja dia beli tadi.
"Shita..."panggil Andini.
"Iya bu....ada apa?"jawabnya.
"Makan malam dulu, sudah di tunggu kakakmu dan papah. Ayo cepatlah.."ucap Andini.
"Oke bu..." Shita keluar kamar untuk makan malam bersama keluarganya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
♥happy reading♥
maaf author sering ngadat update nya. masih belum sehat, alhamdulillah inj sudah mendingan.
jangan lupa like dan komentarnya ya...
terima kasih untuk kalian yang madih setia menunggu cerita nya...
__ADS_1