THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 40


__ADS_3

Semua sudah berkumpul di meja makan, suana makan malam terasa hangat walau tak ada si bungsu Arsyil yang selalu membuat keseruan saat berkumpul bersama.


"Shita.."panggil Arsyad.


"Iya kak."jawabnya


"Kamu lihat tasbih kakak yang di beri kakung Didik.?"tanya Arsyad.


"Tidak lihat, kakak dimana naruhnya?"


"Kakak juga lupa.."


"Tumben kak Arsyad lupa naruh sesuatu."


"Sudah cari nanti lagi Syad makan dulu."ucap Rico.


dl


"Iya pah."


Mereka melanjutkan makan malam nya, setelah selesai makan malam mereka seperti biasa berbincang bincang di meja makan sambil menikmati makanan penutup.


"Ta, buku kamu baru?"tanya Arsyad.


"Iya kak..."


"Tuh adikmu bahagia sekali dapet buku itu Syad."ucap Andini


"Iya kak, ini buku yang Shita cari, Alhamdulillah dapat, berkat mbak mbak bercadar cantik itu aku jadi dapat buku ini."jelas Shita.


"Mbak mbak bercadar?"tanya Arsyad.


"Iya, dia kelihatannya cantik, terus tutur bicaranya lembut sekali dan satu hal lagi, dia memberikan buku ini pada Shita kak, padahal dia juga sangat ingin memiliki buku ini."jelas Shita.


"Wanita bercadar?"


"iya pah."


"cocok buat istri Arsyad ya bu. dia kan orangnya perfect agamanya, kalau istrinya bercadar cocok ya bu? ucap Rico.


"papah itu, kayak Shita saja bilangnya." jawab Andini.


"papah apaan siihh...kok jadi ngomongin isrtri buat Arsyad."

__ADS_1


"Kamu yang memaksa mungkin Ta,makanya buku itu di kasihkan je kamu."lanjut Arsyad.


"Tidak, yah....cuma Shita memasang wajah memelas saja kak...heheheh"jawab Shita.


"Sama aja Ta...coba lihat bukunya,sepertinya bagus."


"Ini kak, novel ini bagus sekali kak, ini lanjutannya yang pertama Shita sudah punya, penulisnya katanya lulusan dari Al Azhar Kairo kak."jelas Shita.


"Ohhh ya...hmmm iya Almira namanya dan benar dia lulusan Al Azhar Kairo."ucap Arsyad sambil membaca biografi penulis nya dan membaca sinopsis ceritanya.


"Saat Cinta hanyalah sebait Do'a" itu judul novelnya.


"Bagus kan kak?"


"Iya bagus, boleh kakak pinjam buku yang pertama?"


"Di pinjama Arsyil kak, katanya sih ceweknya suka baca novel, terus hari ini nemenin Arsyil bimbingan, jadi biar ceweknya gak jenuh dia bawain buku ku kak."jelas Shita.


"Hmmm....makin lengket saja dia sama pacarnya..pasti ini dia di bengkel di temani pacarnya."


"Ya mungkin saja."


"Arsyil....Arsyil.....dia selalu saja begitu."ucap Rico.


"Iya juga sih....ya sudah papah ke ruang kerja papah dulu. Bu, nanti bikinkan kopi ya."


"Siap sayang."jawab Andini.


Rico masuk ke ruang kerjanya sedangkan Andini dan Shita menata kembali meja makan dan Mengemasi sisa makanan dan piring serta gelas kotor yang di pakai saat makan tadi.


Sementara Arsyad, dia membawa novel Shita dan menuju ke ruang tengah untuk membaca novel milik Shita.


♥Arsyad♥


"Ah....dimana tasbihku, apa mungkin jatuh di mana ya?"gumam ku dalam hati.


Aku membaca novel milik Shita, sepertinya bagus sekali ceritanya, sayang sekali buku yang pertama di bawa Arsyil.


Shita sudah selesai membantu ibu mencuci piring, dia berjalan ke arahku dan mendudukan dirinya di sampingku.


"Sini novelnya kak."pinta Shita.


"Sebentar bagus ceritanya."jawab Arsyad sambil terus membaca buku milik Shita.

__ADS_1


"Bagus kan, untung saja mbak itu dengan ikhlas hati memberikan ini padaku,kak cantik lho mbak mbak nya, aku kok pengen kakak punya istri yang seperti mbak itu."jelas Shita.


"Kamu itu ada ada saja, belum kenal kan sama orangnya?"


"belum kak, coba kalau kenal aku kenalkan juga sama kakak, dari pada kakak suka sama pacar orang, iya kan?"ucap Shita.


"Ahhh kamu itu, ini bukunya kakak ngantuk." Arsyad memberikan buku milik Shita.


"Sini, kak nanti kalau aku ketemu lagi sama mbak mbak bercadar yang cantik dan lembut itu aku mau tanya namanya terus aku kenalin kakak saja."ucap Shita.


"Apaan si kamu Ta, jangan ngayal, sudah baca saja. Eeehh Ta, kamu tadi ketemu sama mbak mbak bercadar, kakak juga iya, perempuan itu melambaikan tangan dan teriak teriak di belakang mobil kakak, tapi kakak langsung jalan gitu aja."


"Kok gak berhenti?"


"Kakak gak kenal juga, ngapain berhenti."


"Ya kali aja tu perempuan mau memberitau sesuatu atau apalah, udah sana katanya kakak mau tidur..."


"Iyaa ini mau ke kamar."


Aku masuk ke dalam kamarku, aku terus mencerna apa yang di katakan Shita barusan.


"Ya Allah, apa mungkin dia menemukan tasbih ku, apa tasbihku terjatuh di Masjid itu saat tadi siang aku sholat Dhuhur disana. Ahh sudah besok lebih baik aku ke Masjid itu lagi, memastikan ada yang menemukan Tasbihku tidak."aku berkata lirih di dalam kamarku.


Aku rebahkan tubuhku di tempat tidurku. Aku mencoba memejamkan mataku.


.


.


.


.


.


.


.


.


♥happy reading♥

__ADS_1


__ADS_2