THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 130


__ADS_3

♥️ Arsyad ♥️


Aku merasa lelaki yang paling sempurna, memiliki istri seperti Almira, sosok wanita yang tegar, dan ibu yang sangat sempurna untuk Najwa dan Rafi. Sudah hampir tujuh tahun aku mengarungi bahtera rumah tangga bersama Almira. Cobaan datang silih berganti, sebelum menikah, seusai menikah dan saat kita hampiri kehilangan putri tercinta. Iya, Najwa, dia waktu itu tersesat saat bermain di Villa, beruntung Reno menemukan Najwa dan Shifa. Shifa, keponakanku, aku sangat menyayanginya, dia sudah seperti putriku sendiri. Iya, Shifa anak adik ku, Arsyil.


Sebelum mengenal Almira, aku terlebih dulu jatuh cinta dengan Annisa, iya Annisa yang saat ini adalah adik iparku, istri dari Adikku, Arsyil. Mungkin aku saja yang dibutakan oleh cinta. Setelah menemukan Almira, aku jadi tau apa itu cinta, walaupun aku tak pernah mengungkapkan kata cinta padanya setiap waktu. Karena bagiku, mencintai seseorang bukan karena sering mengungkapkan kata cinta padanya, tapi dengan perlakuan yang membuat dia tau kalau diri kita mencintainya. Dengan perhatian kecil, tutur kata yang lembut dan menyejukkan, dengan itu semua, orang yang ada di samping kita akan merasakan cinta yang sebenarnya dari kita.


Almira membuat dunia ku berubah, dia mampu membuat aku tak bisa hidup tanpanya. Dia adalah segalanya bagiku, tak ada kata yang indah untuk dirinya, "aku ingin membahagiakan dia hingga sampai surga." Surga yang kami rindukan begitu indah, aku tak tau kehidupan kami nanti kedepannya, aku hanya bisa memberikan yang terbaik bagi istriku dan dua anakku untuk menggapai surganya. Semoga Allah memberi keberkahan untuk keluarga kami.


Aku memandangi Almira yang sedang sibuk mempersiapkan barang bawaannya untuk di bawa ke rumah papah. Seperti biasa kami akan menghabiskan weekend di rumah papah.


"Mas, ayo berangkat."ajak Almira padaku. Aku masih saja menatap wajahnya yang begitu cantik.


"Ehh…kok malah diam saja, mas. Ayo berangkat, itu Najwa dan Rafi sudah tidak sabar ingin bertemu opanya."tutur Almira.


"Iya, ayo berangkat."ajak ku sambil menggandeng tangan istriku.


"Kamu cantik sekali, sayang."aku menghentikan langkahku sebentar dan menatap wajah istriku.


"Mulai gombalnya keluar."ucap Almira padaku sambil mencubit pipiku.


"Sakit ih…mending di cium, malah dicubit."ucapku sambil mengusap pipi yang Mira cubit.


"Sudah ayo…" Almira menarik tanganku, dan aku menghentikan langkahnya, kenapa aku ingin sekali menggoda istriku hari ini, tapi apalah daya, Najwa dan Rafi sudah teriak-teriak memanggil kami, untuk segera ke rumah papah.


"Ada apa lagi, tuh lihat Najwa sama Rafi sudah teriak-teriak di depan." Almira melepaskan tanganku dan berjalan di depan ku.


"Aku ingin memeluk kamu, sebentar saja."ucapanku menghentikan langkah kaki Mira.


"Ya Allah, mas…ada-ada saja kamu,ih.." Almira mendekati ku dan memegang daguku.


"Cup." Almira mengecup lembut bibirku


"Ini kan yang kamu mau?"tanya Almira padaku. Aku memeluk Almira erat, dia tau sekali apa yang aku inginkan.


"Iya aku ingin seperti ini, dari tadi pagi aku sudah dicuekin kamu."ucapku, memang Almira sangat sibuk sekali dari sehabis sholat subuh, dia sudah berkutat dengan pekerjaannya. Dan sampai siang ini, dia sibuk dengan anak-anak.


"Ya sudah ayo berangkat."ajak Mira.


"Kita sepertinya butuh honeymoon lagi."ucap ku sambil berjalan di samping Mira.


"Hmmm…maunya."


"Mau lah, salah gitu, ngajakin Istri Honeymoon?"tanyaku pada Mira, dan Najwa sempat mendengar aku dan Mira membicarakan honeymoon.


"Abah, Ummi, Honeymoon itu apa?"tanya Najwa. Aku dan Almira sambil menatap dan mengernyitkan dahi kita masing-masing. Seketika tawa kami berdua pecah, karena pertanyaan Najwa.


"Emm honeymoon itu, Abah dan Ummi akan pergi, untuk suatu pekerjaan sayang."jelas Mira sambil mengedipkan mata padaku.


"Oh…Ummi sama Abah mau honeymoon nya kapan? Nanti kalau Ummi dan Abah mau honeymoon, Najwa dan Rafi di rumah eyang ya?"ucap mereka yang membuat kami menahan tawa.


"Duh…pengertian sekali nih anak dengan Abahnya. Tau Abahnya ingin punya waktu berduaan saja dengan umminya."ucapku dalam hati.


"Iya, nanti ummi kasih tau kapan berangkatnya. Ayo masuk ke mobil, katanya sudah kangen sama opa dan Oma."ucap Mira pada Najwa dan Rafi.


"Mas sih, ngomongnya gak lihat-lihat, Najwa jadi denger kan, mas."ucap Mira.


"Maaf, memang aku ingin memiliki waktu berduaan saja dengan kamu, tanpa ada yang mengganggu, kamu tidak merasa, sudah satu Minggu ini, aku harus menahannya, karena setiap kali mau seperti itu, Rafi datang ke kamar."ucap ku sambil mencubit pipinya.


"Iya, iya, nanti kita bicarakan lagi. Kamu sekarang tidak mau kalah sama anak-anak, mas. Minta di turutin terus apa yang kamu mau."


"Kan minta dengan istri sendiri, sah-sah saja dong."ucapku.


*****


♥️ Almira ♥️


Bagaimana aku tak bahagia, memiliki suami seperti Arsyad. Dia laki-laki yang aku cintai, sejak awal bertemu dengannya, mungkin saat dulu kita bertemu, Arsyad belum mencintaiku, bahkan saat kita sudah mengenal pun dia tidak menginginkan aku. Ya, dia mencintai Annisa, kekasih Arsyil, adik kandungnya. Arsyad sangat mencintai Annisa waktu itu, aku tau semua itu dari Shita yang menceritakannya, dan memang Arsyad mencintai Annisa, dia bilang seperti itu padaku. Aku tau, Annisa mungkin cinta pertama nya, dan aku, aku adalah bagian dari hidupnya, masa depan dia sekarang.


Aku percaya, Arsyad sangat mencintaiku, walaupun jarang sekali dia mengungkapkan kata cinta padaku. Menurut ku, cinta itu adalah perlakuan spesial untuk pasangannya. Dengan perhatian setiap harinya, tutur bicaranya yang lembut, itu sudah menunjukan kalau seseorang tersebut mencintai kita.


Kadang aku berpikir, tak mungkin ada laki-laki yang akan mencintaiku, yang akan menikahiku, itu semua karena masa laluku dulu, bagaimana mungkin laki-laki mau dengan seseorang yang sudah ternoda sedari kecil, itu tidak mungkin, kecuali laki-laki yang berhati malaikat seperti suamiku. Dan, itu yang membuat aku ingin selalu membahagiakan Arsyad. Aku ingin dia benar-benar nyaman saat berada di samping ku. Aku sadar, aku wanita yang sangat manja, sangat pencemburu, dan mungkin sedikit posesif dengan suamiku. Itu semua karena aku tidak ingin kehilangan seseorang yang aku cintai.


"Ummi, nanti ummi jadi kan honeymoon sama Abah?"pertanyaan putriku muncul lagi, aku dan Arsyad hanya saling menatap dan saling melempar senyum. Najwa benar-benar daya ingatnya tajam sekali, apa yang dia dengar, pasti di bicarakan terus, untung saja jika kami ada sedikit beda pendapat, tidak berdebat di depan dia, hanya tadi Arsyad keceplosan bilang seperti itu.


"Iya nanti ummi kasih tau, sudah tidak usah bicara seperti itu lagi ya, sayang."ucap Arsyad pada Najwa.


"Najwa, kamu itu, kalau sudah dengar kata-kata baru di omongin terus."ucapku dalam hati.


"Mas, sih…tadi bicara seperti itu, tidak tau Najwa daya ingatnya tajam sekali."ucapku sambil berbisik di telinga Arsyad.

__ADS_1


"Maaf, aku lupa ada Najwa." Arsyad berucap lirih padaku.


"Jangan diulangi lagi."tukas ku pada Arsyad.


"Siap Komandan.!"ucapnya sambil tersenyum padaku. Sungguh senyuman suamiku sangat manis sekali.


*****


Di kediaman Rico Alfarizi.


Arsyil dan Shita sudah sampai terlebih dahulu di rumah Rico, mereka terlihat sedang mengobrol dengan Andini dan Rico juga dengan pasangan mereka di teras depan. Najwa dan Rafi segera turun dari mobil dan berlari ke arah Rico dan Andini.


"Opa…Oma..."teriak mereka sambil berlari.


"Jangan lari-lari, nanti jatuh."seru Arsyad. Saking kangennya pada Oma dan opanya mereka tak menghiraukan Abahnya berbicara. Najwa dan Rafi berhamburan di peluakan Rico dan Andini.


"Kalian itu, Abahnya bilang tidak di hiraukan."ucap Andini sambil menggapit pipi Najwa dengan kedua tangannya. Najwa memang sangat menggemaskan sekali. Dia hanya tersenyum pada Andini.


"Opa, ayo main sepeda. Rafi ingin boceng opa lagi."pinta Rafi.


"Nanti sore sayang, ini masih panas, lihat tuh terik sekali kan mataharinya?"ucap Rico.


"Ya sudah nanti sore, Rafi mau bermain sama Farrel dan Dio. Dah..opa." Rafi langsung berlari ke dalam menemui Farrel dan Dio. Dan, Najwa masih saja menggelayuti Omanya.


"Oma, opa, tau tidak Abah dan Ummi mau honeymoon katanya."ucapan Najwa membuat semua orang di depan saling menatap dan tertawa.


"Jiaahh ketahuan anaknya."ledek Arsyil pada Arsyad yang sudah duduk di sampingnya.


"Huss…diamlah."ucap Arsyad.


"Honeymoon? Najwa tau apa itu honeymoon?"tanya Rico.


"Tau."jawabnya dengan polos, dan kembali ucapan Najwa membuat semua saling memandang.


"Lalu apa itu honeymoon?"tanya Andini.


"Kata ummi, honeymoon itu, Ummi dan Abah akan pergi untuk suatu pekerjaan."jawab Najwa dengan polosnya.


"Iya, pekerjaannya membuat dedek bayi lagi buat Najwa."sahut Arsyil dari jauh.


"Arsyil…"ucap Mira dan Arsyad bersama.


"Ah…om kamu cuma bercanda, jangan di dengarkan, oke. Sekarang Najwa main dengan yang lain ya."ucap Mira dengan pipi merah merona Karan ulah anak perempuannya.


"Oke, nanti kalau Abah dan Ummi mau honeymoon, Najwa di rumah nenek saja ya."ucapnya.


"Iya…iya…sudah jangan bicara itu lagi, sana main dengan yang lain." Arsyad menyuruh Najwa masuk ke dalam rumah.


Semua yang ada di depan menertawakan Arsyad dan menggodanya. Apalagi Rico, dia membuat Arsyad dan Almira merasa malu setengah mati.


"Kamu sih mas, main ngomong saja, tidak tau Najwa daya ingatnya dan memorinya sangat tajam."ucap Mira.


"Iya, aku lupa ada Najwa. Kamu pagi-pagi goda suami, ya aku keceplosan saja."ucapnya


"Dih...siapa yang menggoda." Mira mengelaknya.


"Yang sedang ketahuan anaknya mau honeymoon gimana rasanya?"tanya Vino.


"Apaan sih Vin. Kamu malah ikutan meledek ku saja."ucap Arsyad.


"Kak Mira, suami kamu sepertinya kurang jatah tuh."ledek Shita pada Almira.


"Hus…sudah ah..jangan bahas lagi."ucap Mira dengan malu.


"Sudah berangkat honeymoon sekarang, biar Najwa dan Rafi di sini."ucap Rico.


"Papah lagi, sudah ah…jangan ngomong itu lagi."tukas Arsyad.


"Ya sudah kalau kakak gak mau, aku saja yang berangkat, ayo Nis."ucap Arsyil sambil menarik lengan Nisa


"Kamu mau ke mana?"tanya Rico.


"Iya, mau kemana ih…"ucap Nisa.


"Pah, Ibu, titip Dio dan Shifa ya, Aku mau pacaran sebentar dengan Nisa. Pinjem sepeda motornya dong pah."ucap Arsyil sambil meminta kunci sepeda motor.


"Gak mau ah, panas."tolak Nisa.


"Tuh kuncinya di atas lemari sebelah tv, ambil saja."ucap Andini.

__ADS_1


"Mau apa sih, Syil, panas tau."


"Jalan-jalan saja ke depan, ayolah, dari kemarin kita gak ada waktu berduaan, aku sibuk di kantor dan di bengkel, kamu juga sibuk ngantor, kan."tutur Arsyil.


"Ya sudah."ucap Nisa dengan nada beratnya.


"Kamu masih ke kantor, Nis?"tanya Shita


"Iya, kak."jawabnya.


"Lalu, Dio dan Shifa?"tanya Arsyad.


"Dia dengan bibi di rumah. Tapi aku tetap antar jemput dia sekolah sih, kak. Kan aku sudah pakai mobil sendiri sekarang."ucap Nisa.


"Biar Arsyil yang mengurus kantormu, Nisa. Kamu di rumah saja."turur Andini.


"Dia mah mana bisa diam di rumah saja Bu, di rumah pun dia mengerjakan pekerjaan kantor."sahut Arsyil yang baru saja dari dalam mengambil helm dan kunci sepeda motornya.


"Kasihan anak kalian, di tinggal kamu dan Arsyil kerja."ucap Mira.


"Iya benar, Nis."sahut Shita


"Selagi, Nisa bisa membagi waktu untuk Anak dan pekerjaan, Nisa rasa baik-baik saja kok."ucap Nisa


"Iya, tapi waktu bersamaku saat tidur saja, dan pasti Dio mau tidurnya di kamar kita."ucap Arsyil.


"Arsyil, apaan sih. Ya sudah, ayo jadi tidak. Katanya mau ajak aku jalan."ucap Nisa.


"Iya, ayo berangkat.


Arsyil mengambil sepeda motor Rico di garasi, Annisa menunggu di depan garasi.


"Ayo, naik." Arsyil menyuruh istrinya naik ke atas sepeda motornya.


"Sudah?"tanya Arsyil


"Belum."jawab Nisa.


"Kok belum?"tanya Arsyil kembali.


"Belum sampai, Arsyil."ucap Annisa sambil memeluknya.


"Dasar, kamu cantik sekali."


"Ihh gombal, ayo jalan cepetan."perintah Nisa.


"Iya, tuan putriku yang cantik." Arsyil melajukan sepeda motornya dengan pelan.


Rico hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Arsyil yang masih seperti orang pacaran saja dengan istrinya. "Pantas saja Nisa sangat mencintai Arsyil dan tak mau berpindah ke lain hati, padahal dulu Arsyad mencintainya, dan Arsyad adalah laki-laki idaman semua wanita. Iya memang, bukan hanya laki-laki saja yang mempunyai selera untuk mencari pasangan yang tepat. Wanita juga punya selera untuk memilih laki-laki yang akan dijadikan imamnya Nanti."gumam Rico dalam hati.


.


.


.


.


.


♥️happy reading♥️


mohon maaf semalam up tersendat. author lagi sibuk sekali, terus sedikit tidak enak badan. dan maaf up nya sedikit. oh iya, nanti akan ada season selanjutnya kok. pasti penasaran kan, siapa nanti yang akan jadi tokoh utama di season selanjutnya.


hayo tebak, siapa? Najwa kah? Shifa? Dio? Rafi? atau Farrel dan Rana? atau yang lainnya? hehehe...


"pokoknya mau kan nungguin?"


"gak ah Thor bosan."


"ya sudah, gak apa-apa kalau bosan, Author gak maksa kok."


"emmm...tapi jangan poligami ya, Thor?"


"rahasia dong."


"yah, aku pergi nih kalau poligami ceritanya."


"sudah, tunggu saja, kalau memang setia pada Author. hehehe..."

__ADS_1


__ADS_2